Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Sistem Kendali Ketinggian Quadcopter Menggunakan PID Gembong Edhi Setyawan; Eko Setiawan; Wijaya Kurniawan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2, No 2: Oktober 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.756 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201522144

Abstract

AbstrakQuadcopter (Quadrotor Helicopter) merupakan salah satu jenis UAV yang memiliki 4 baling-baling.Quadcopter mempunyai kelebihan pada mobilitas dan fleksibilitas untuk menjelajahi wilayah yang sempit. Penelitian ini adalah tahap awal untuk merancang sistem navigasi otomatis UAV pada quadcopter, yaitu dengan merancang sistem kendali ketinggian UAV quadcopter menggunakan metode PID (Proportional Integral Derivative). Penalaan parameter PID menggunakan metode osilasi zieger nichols. Pemodelan matematis pergerakan quadcopter telah didapatkan di penelitian ini. Hasil dari pemodelan digunakan untuk menentukan parameter PID secara simulasi menggunakan MATLAB. Berdasarkan perangkat yang digunakan dalam quadcopter, pengendalian pergerakan dalam sudut roll (f) dan pitch (q)  memperoleh nilai Kp=0,12; Ki=0,037 dan Kd=0,0975. Pengendalian sudut yaw (y) memperoleh Kp=0,9; Ki=0,22 dan Kd=0,76. Sedangkan pengendalian ketinggian (altitude) didapatkan Kp=1,2; Ki=0,28 dan Kd=1,13.Kata kunci: ketinggian, PID, quadcopter, sistem kendali, UAVAbstractQuadcopter (Quad rotor Helicopter) is one type of UAV that has 4 propellers. The advantages of quadcopter UAV are the mobility and flexibility to explore a narrow region. This study is an early stage to design the automatic navigation system on the quadcopter UAV. The design of altitude control system of quadcopter UAV using PID (Proportional Integral Derivative) and method of Zieger Nichols became the focus in this study. This study have acquired mathematical modelling quadcopter UAV movement. The results of the modelling used to determine the PID parameters using MATLAB simulation. Based on the device used to control the movement of the roll angle (f) and pitch (q) obtained Kp = 0.12; Ki = 0.037 and Kd = 0.0975. Control of the yaw angle (y) obtained Kp = 0.9; Ki = 0.22 and Kd = 0.76. While controlling altitude obtained Kp = 1.2; Ki = 0.28 and Kd = 1.13.Keywords: altitude, control system, PID, quadcopter, UAV
KONSEP TEOLOGI PLURALISME GUS DUR DALAM MERETAS KEBERAGAMAN DI INDONESIA Eko Setiawan
Asketik : Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ask.v1i1.411

Abstract

Abdurrahman Wahid, who is familiar with Gus Dur is a thinker and a fighter for democracy, pluralism,prominent anti violence, defend those who are marginalized and protector of religious minorities, gender, creed,ethnicity and even among themselves. Gus Dur and pluralism are two things that are difficult to separate. Heis a figure who is very concerned with diversity, difference and diversity. Included in the religious life. In fact,he is also close to the leaders of religions other than Islam that he holds. Often go out into a place of worship ofother religions. This is what often leads to misinterpretation of pluralism that Gus Dur teach. But after his death,December 30, 2009 and then, people started to realize the truth about how tolerant he preaches. Pluralism istaught Gus Dur is purely of clear thinking and is based on the Quran and the Hadith of the Prophet.Keywords: Pluralism, Gus Dur, diversity, Islam, Indonesia
TINGKAT KEMAMPUAN MAHASISWA S1 FARMASI DAN APOTEKER DALAM MENYELESAIKAN KASUS SWAMEDIKASI DI JAWA TIMUR Brevmana Brevmana; Yosi Irawati Wibowo; Cecilia Brata; Eko Setiawan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.312

Abstract

Swamedikasi menjadi alternatif yang banyak dipilih masyarakat untuk meredakan atau menyembuhkan keluhan kesehatan ringan atau untuk meningkatkan keterjangkauan akses terhadap pengobatan. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, kecacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan S1 Farmasi dalam menyelesaikan kasus swamedikasi, meningkatkan kemampuan apoteker di apotek dalam menyelesaikan kasus swamedikasi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi karakteristik apoteker dan kemampuan apoteker dalam menyelesaikan kasus swamedikasi. Metode penelitian menggunakan desain cros-sectional untuk membandingankan ketepatan rekomendasi mahasiswa S1 farmasi dan apoteker dalam pemberian pelayanan swamedikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan rekomendasi yang diberikan oleh apoteker terkait kasus sakit kepala, diare, maag, migraine, dan bantuk kering yang sering ditemukan dalam kasus. Tidak terdapat hubungan antara karakteristik apotek dan apoteker dengen ketepan jenis rekomdasi untuk seluruh kasus swamedikasi.
THE LOCAL WISDOM BY FARMER IN EAST JAVA: UTILIZATION OF CULTIVATED PLANT IN INTERCROPPING SYSTEM Eko Setiawan
Rekayasa Vol 6, No 2: Oktober 2013
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.823 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v6i2.2093

Abstract

Various forms of farming patterns was exist today. The objective of this study was to determine the pattern intercropping systems done by a farmer based on the local wisdom in East Java. The data was obtained from the survey in several districts of East Java province such as Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Lamongan, Kediri, Sidoarjo, Gresik, and Probolinggo district. The data was grouped according to the combined of plant species. The results showed the farmers cultivated amount of 28 plant species with 80 combinations of model cropping systems. Furthermore, the data give the information amount of 31 percent (25 combination) was similar combination among farmers. On the other hand, the amount of 69 percent (55 combination) was different among farmers.
Perbedaan De-astrigency Terhadap Lama Masa Simpan Buah Kesemek Eko Setiawan
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.459 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.4866

Abstract

Kesemek oriental (Diospyros kaki L.) berasal dari dan sebagian besar telah dibudidayakan di Cina, Korea, dan Jepang, dan saat ini dibudidayakan di Indonesia di daerah Batu, Kuningan, dan Brastagi. Keberhasilan dalam menyebarkan kesemek di Indonesia masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan suhu rendah untuk penyimpanan lama buah kesemek. Penyemprotan buah kesemek dengan alkohol 95% dapat menghilangkan sifat astringency lebih cepat, tetapi kualitas buah menjadi lebih buruk karena kerusakan pada dinding sel buah, gangguan daging kulit dan pembusukan. Buah dengan perlakuan semprotan alkohol 95% meningkatkan pembusukan hingga 50% selama dua minggu pascapanen. Untuk menjaga kualitas kesemek, perlu disemprotkan dengan alkohol 70% untuk kualitas yang baik. 
IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JAGUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) Bain Khusnul Khotimah; Eko Setiawan; Verdi Sasmeka; Aulya Fridayanti; Ikbar Maulana; Arwinda Mifta Zulfida
Network Engineering Research Operation Vol 7, No 1 (2022): NERO
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nero.v7i1.272

Abstract

Produksi hasil panen tanaman Jagung di Madura dipengaruhi oleh adanya wabah Hama dan penyakit, sehingga menyebabkan produksi jagung menurun. Permasalahan tersebut salah satunya dapat diatasi dengan adanya mengidentifikasi awal gejala tanaman yang terserang hama dan penyakit dengan menggunakan klasifikasi machine learning.  Penelitian ini menggunakan metode Support Vector Machine (SVM) untuk klasifikasi hama dan penyakit pada tanaman jagung. Sedangkan data yang digunakan berupa 200 data jenis kategori dengan 25 variabel pertanyaan, yang didiagnosa berupa penyakit, dan hama tanaman jagung. Metode ini menggunakan fungsi pemisah  supaya lebih optimal ketika memisahkan jenis data dari dua kelas yang berbeda. SVM dapat mendeteksi jenis hama dan penyakit tanaman jagung dengan masukan gejala dari pengguna. Penelitian ini telah menghasilkan akurasi  sistem yaitu perbedaan hasil perhitungan identifikasi dengan hasil perhitungan pada perbandingan data 60:40 dengan menggunakan perubahan parameter σ dan d, dengan memilih fungsi Kernel Gaussian Radial Basic telah menghasilkan akurasi klasifikasi senilai 94.29%.
Efektivitas Pemberian IAA, IBA, NAA, dan Root-up pada Pembibitan Kesemek Eko Setiawan
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.843 KB) | DOI: 10.29244/jhi.8.2.97-103

Abstract

ABSTRACTOriental persimmon (Diospyros kaki L.) originated from and has mainly been cultivated in China, Korea, and Japan, and currently it is cultivated in Batu, Kuningan, and Brastagi regions, Indonesia. Success in propagating persimmon in Indonesia has been limited. The objective of the study was to determine propagation techniques through root cutting supplemented with auxin treatment. All seedlings from root stock cutting supplemented with 100 ppm of either indoleacetic acid (IAA), indolebutyric acid (IBA), α-napthaleneacetic acid (NAA), or Root-up, and control. The results showed bud form stem or root cuttings treated with IAA, NAA and Root-up 100 ppm emerged earlier than IBA 100 ppm and control. The percentage of mortality of Root-up 100 ppm treatment and control cuttings was the highest (50%) than the others treatments. IAA and IBA treatments stimulated larger number of shoot, 16.5 and 17.0 shoots, respectively. The number of leaves was higher in plant treated with IAA 100 ppm (20.8 leaves). Keywords: auxin, Diospyros kaki L., germination, leaf number, root stock  ABSTRAK Tanaman kesemek atau oriental persimmon (Diospyros kaki L.) banyak dibudidayakan di China, Korea, serta Jepang, dan saat ini banyak ditanam di Indonesia seperti di daerah Batu, Kuningan, dan Brastagi. Keberhasilan pembibitan kesemek di Indonesia masih rendah. Penelitian bertujuan untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif dari pemisahan tunas akar dengan perlakuan auksin guna mendukung pengembangan pembibitan tanaman kesemek. Perbanyakan tanaman dilakukan dengan tunas akar yang direndam dengan auksin (IAA, IBA, NAA, dan Root-up; masing-masing 100 ppm), serta perlakuan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan IAA, NAA dan Root-up 100 ppm menghasilkan tunas lebih awal dibandingkan dengan kontrol dan IBA 100 ppm. Tingkat kematian bibit tertinggi mencapai 50% terjadi pada perlakuan Root-up 100 ppm dan kontrol. Jumlah tunas terbanyak dihasilkan oleh perlakuan IAA dan IBA sebanyak 16.5 dan 17.0 tunas. Jumlah daun terbanyak dihasilkan oleh perlakuan IAA 100 ppm (20.8 helai).Kata kunci: auksin, Diospyros kaki L., jumlah daun, muncul tunas, tunas akar
PUTUSAN PEMIDANAAN SEBAGAI PENGGANTI DENDA YANG TIDAK DIBAYAR OLEH KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP Eko Setiawan; Ifrani Ifrani
Badamai Law Journal Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Magister Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/damai.v4i1.8287

Abstract

Korporasi yang melakukan tindak pidana lingkungan hidup tidak dapat dipidana penjara atau kurungan tetapi hanya dapat dipidana denda. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup tidak mengatur pidana pengganti denda apabila korporasi tidak membayar denda, sedangkan pidana kurungan sebagai pengganti denda yang tidak dibayar dalam pasal 30 KUHP tidak dapat dijatuhkan kepada korporasi yang melakukan tindak pidana lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pidana yang telah dijatuhkan pengadilan sebagai pengganti pidana denda yang tidak dibayar oleh korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup dan untuk mengetahui jenis pidana yang ideal untuk dijatuhkan pengadilan sebagai pengganti pidana denda yang tidak dibayar oleh korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus atau “case approach” yang hasilnya disajikan secara deskriptif analisis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga jenis pidana yang telah dijatuhkan pengadilan sebagai pengganti pidana denda yang tidak dibayar oleh korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup. Pertama : pidana denda saja tanpa memberikan alternatif jenis pidana lain, kedua : pidana kurungan kepada orang yang mewakili korporasi di pengadilan dan ketiga : pidana perampasan aset korporasi. Dalam pidana perampasan aset korporasi terdapat putusan yang tidak menentukan batas waktu dan tata cara pelaksanaannya dan terdapat pula putusan yang menentukan batas waktu dan tata cara pelaksanaannya.
ANALYSIS OF THE STUDENTS’ ENGLISH TENSES ERRORS Eko Setiawan; M. Fadhly Farhy Abbas
ELT-Lectura Vol. 5 No. 1 (2018): ELT-Lectura Studies and Perspective in English Language Teaching
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/elt-lectura.v5i1.762

Abstract

At The First Semester of English Students’ Department at Faculty of Teacher Training andEducation LancangKuning University, the researcher found that the students had a problem inhad grammar error in writing. That was why researcher conducted this research that aimedtoanalyze the English errors faced by the first semester of English Students Department atFaculty of Teachers Training and EducationLancangKuning University.This research wasDescriptive Quantitative Research. The participants of the research were 36 students. Incollecting the data in this research, the researcher used test and interview as the instrument. Theresult of data showed that the students had 176 errors in verb tenses, 8 errors in to be, 5 errors incorrect sentence and 9 in adverb of time with the percentage were 31,38 % in true or falsequestion and 27,5 % in multiple choice test. In conclusion, The students had a lot of errors inapplied verb tense, adverb of time, correct sentence, and to be.
TRADISI RUWATAN MURWAKALA ANAK TUNGGAL DALAM TINJAUAN SOSIOKULTURAL MASYARAKAT JAWA Eko Setiawan
Asketik : Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ask.v2i2.846

Abstract

The tradition of ruwatan children as one of the traditional Javanese heritage is still preserved. Ruwatan a purification to overcome or avoid an inner difficulty by way of performing wayang kulit by taking the murwakala or sudamala. The tradition of ruwat anak tunggal is the tradition of throwing away the sengkala or bad luck that existed in a single child. In the process of tradition ruwat usually done first begins with a leather puppet performances. The Ruwatan tradition as part of Javanese customs is a tradition of traditional heritage which is still believed to be a means of disposing of sengkala or bad luck in a single child.