Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PADA MATERI REDOKS DI SMAN 1 CERME NURWIDYA WAHYUNI, DEVI; , RUSMINI
UNESA Journal of Chemical Education Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : State University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan sosial siswa yang meliputi keterampilan komunikasi (berpendapat) dan keterampilan bekerjasama dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dan model pengajaran langsung. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Cerme dengan menggunakan rancangan peneltian One Shoot Case Study. Penerapan model pembelajaran kooperatif dilaksanakan pada pertemuan ke I, II, dan IV sedangkan penerapan model pengajaran langsung pada pertemuan ke III. Metode pengumpulan data untuk keterampilan sosial melalui observasi dengan menggunakan lembar observasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan sosial siswa yang meliputi keterampilan berpendapat mendapatkan pesentase antara 72,22% sampai 79% dengan kategori sangat baik. Sedangkan untuk keterampilan bekerjasama siswa pada pertemuan I, II, dan IV mendapatkan presentase antara 82,35% sampai 88,89% dengan kategori sangat baik. Kata kunci: Kooperatif, Pengajaran langsung, Keterampilan sosial Abstract This study aims to trained student social skill include communication skill (argue) and collaborating skill with applying the cooperative learning and direct instruction model. The target of this study was students grade X SMAN 1 Cerme using the research one shoot case study. The application of the cooperative learning model have been implemented at the meeting I, II, IV and direct instruction model at meeting III. Data collection methods for student social skill by observation sheet. The result of the analyzed data is students social skill with include argue skill with percentage of 72,22% until 79% with very good criteria. While for student collaborating skills at meetings I, II, and IV respectively reach percentage of 82,35% until 88,89% with very good criteria. Keywords: Cooperative learning, Direct instruction, Social skill
PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI KARBON AKTIF UTILIZATION OF BAGASSE AN ACTIVATED CARBON PUTRI HANDAYANI, DWI; , RUSMINI
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

maksimal. Pada penelitian ini, bertujuan untuk membuat karbon aktif. Penambahan aktivator HCl 5 M pada pembuatan karbon aktif ampas tebu diperoleh hasil pengujian mutu karbon aktif ampas tebu meliputi rata-rata kadar air sebesar 3,51%, kadar abu sebesar 5,73%. Hasil karakteristik kimia menggunakan FTIR menunjukkan bahwa telah terjadi interaksi ditandai dengan munculnya gugus-gugus fungsional seperti ?OH, C-O, C=C Alkena, dan C-H Alkana. Pengujian menggunakan SAA menunjukkan luas permukaan sebesar 455,185 m2/g, volume pori sebesar 0,354 cc/g dan rerata jari-jari pori sebesar 11,719 Å. Kata kunci: Ampas tebu, Karbon aktif, FTIR, SAA. Abstract. This research studied to utilized the bagasse to were used as activated carbon. The addition of activator HCl 5 M on the manufacture of activated carbon bagasse were obtained the quality of activated carbon of bagasse including average water content was 3.51%, ash content equal to 5.73%. The result of chemical characterization activated carbon used spectrophotometer FTIR indicated that interaction were characterized such as ?OH, C-O, C=C Alkene, and C-H Alkana. The result of characterized used SAA were surface area was 455.185 m2/g, the pore volume was 0.354 cc/g, and the pore diameter was 11.719 Å. Keywords: Bagasse, Activated Carbon, FTIR, SAA.
PEMBUATAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI HCL DAN KARAKTERISASINYA MAKING ACTIVATED NATURAL ZEOLITE AND CHARACTERIZATION FITRIANA, NINING; , RUSMINI
Unesa Journal of Chemistry Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Unesa Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan zeolit alam teraktivasi HCl 5M dan karakterisasinya menggunakan FTIR dan Surface Area Analyzer (SAA). Hasil karakterisasi kimia menggunakan FTIR menunjukan adanya gugus fungsi O-H di panjang gelombang 3425,69 cm-1 gugus fungsi Si-OH atau Al-OH pada panjang gelombang 1639,55 cm1 dan gugus fungsi Si-O-Si atau Al-O-Al pada panjang gelombang 1087,89 cm-1 dan 794,7 cm-1. Hasil analisis luas permukaan dilakukan menggunakan instrument Surface Area Analyzer (SAA). Hasil analisis menunjukan luas permukaan zeolit alam dan zeolit teraktivasi sebesar 6,376 m2/g dan 86,724 m2/g. Kata kunci:Zeolit Alam Teraktivasi, FTIR, Surface Area Analyzer (SAA) Abstract. Research has been carried out aimed at utilizing natural zeolite activated 5M HCl and characterization using FTIR and Surface Area Analyzer (SAA). chemical characterization activated natural zeolite used spectrophotometer FTIR showed that functional group such as O-H 3425,69 cm-1 Si-OH or Al-OH 1639,55 cm1 and Si-O-Si or Al-O-Al 1087,89 cm-1 and 794,7 cm-1. Surface area analysis was carried out using Surface Area Analyzer (SAA).The result of characterization using were surface area natural zeolite and activated natural zeolite was 6,376 m2/g and 86,724 m2/g Keywords: Natural Zeolite, Activated Natural Zeolite, FTIR, SAA.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KARYAWAN ATAS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA SEKTOR PANGAN (ANALISA PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 601 K/PDT.SUS/2010): Indonesia Enni Merita; Tobi Haryadi; Rusmini
Disiplin : Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sumpah Pemuda Vol 26, No 1, Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan hak-hak asasi yang diatur dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia untuk kesejahteraan tenaga kerja yakni hak untuk bekerja, tanpa diskriminasi, dan membeda-bedakan status sosial pekerja yang mana nantinya dapat menimbulkan perselisihan hubungan kerja. Dalam Pasal 170 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa : Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan tidak memenuhi ketentuan Pasal 151 Ayat (3) dan Pasal 168, kecuali Pasal 158, Pasal 160 ayat (3), Pasal 162 dan Pasal 169 batal demi hukum dan pengusaha wajib mempekerjakan pekerja/buruh yang bersangkutan serta membayar seluruh upah dan hak yang seharusnya diterima. Dalam Pasal 56 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial yang menyatakan bahwa :”Pengadilan Hubungan Industrial bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus” ; Ditingkat pertama mengenai perselisihan hak; Ditingkat pertama dan terakhir mengenai perselisihan kepentingan; Ditingkat pertama mengenai perselisihan pemutusan hubungan kerja; Ditingkat pertama dan terakhir mengenai perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh dalam satu Kata Kunci: Hak-hak Asasi, Pemenuhan, Kesejahteraan Tenagakerja Anstract Fulfillment of human rights stipulated in the Constitution of the Republic of Indonesia for labor welfare, namely the right to work, without discrimination, and discriminating the social status of workers which in turn can lead to disputes in employment relations. In Article 170 of Law Number 13 Year 2003 concerning Manpower states that: Termination of employment does not meet the provisions of Article 151 Paragraph (3) and Article 168, except Article 158, Article 160 paragraph (3), Article 162 and Article 169 null and void. by law and the employer is required to employ the worker / laborer concerned and pay all wages and rights that should be received. In Article 56 of Law Number 2 of 2004 concerning Settlement of Industrial Relations Disputes which states that: "The Industrial Relations Court has the duty and authority to examine and decide"; First level regarding rights disputes; At the first and last level regarding conflicts of interest; First level regarding termination of employment disputes; First and last level concerning disputes between trade unions / labor unions in one company.