Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Desain Kantor Bupati Daerah Otonomi Baru (DOB) Kutai Tengah Hidayat, Al Priyadi; Sulistyo, Broto Wahyono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 1, No 1 (2020): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2020.v1i1.888

Abstract

Abstract. To carry out a "new autonomous region" expansion program or abbreviated as DOB Central Kutai requires administrative preparations and physically covers areas that will be part of the government, sufficient population, and buildings which will later become places for government management led by government The Regent with all his ownership belongs to the state. The regent's office building is an absolute necessity as a place of work or a symbol of the area, buildings with floating architectural systems that are designed in swampy areas with a certain time will experience very high floods and long flooding duration even up to 2 months which can result in the cessation of activities the economy and activities of the local community, indirectly the function and impact of the building in a sustainable manner. The organizational pattern in the building is a centralized formation to clarify the circulation of officials in the office building of the regent, the people who carry out the administration process and the guest of honor. In the building will also apply a dynamic design friendly to visitors.Keywords: Center Kutai, Dynamic, Floating, Sustainable, Swampy, The Regent. Abstrak. Untuk menjalankan sebuah program pemekaran daerah otonomi baru atau disingkat menjadi DOB Kutai Tengah memerlukan persiapan dari segi administratif dan secara fisik mencakup daerah yang akan menjadi bagian dari pemerintahan, jumlah penduduk yang mencukupi, maupun bangunan yang nantinya akan menjadi tempat kepengurusan pemerintah yang dipimpin oleh Bupati dengan segala kepemilikannya adalah milik negara. Bangunan kantor bupati merupakan hal mutlak yang diperlukan sebagai tempat bekerja maupun menjadi simbol dari daerah tersebut, bangunan dengan sistem arsitektur terapung yang didesain pada daerah rawa dengan waktu tertentu akan mengalami banjir yang sangat tinggi dan durasi banjir lama bahkan hingga 2 bulan yang dapat mengakibatkan berhentinya kegiatan perekonomian dan kegiatan masyarakat setempat, secara tidak langsung fungsi dan dampak dari bangunan dengan berkelanjutan. Pola organisasi pada bangunan yaitu bentukan terpusat untuk memperjelas sirkulasi pejabat pada bangunan kantor bupati, masyarakat yang melakukan proses administrasi maupun tamu kehormatan. Pada bangunan juga akan menerapkan bentukan dinamis yang ramah kepada pengunjung.Kata Kunci: Berkelanjutan, Dinamis, Kantor Bupati, Kutai Tengah, Rawa, Terapung.