giyatmo -
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS FOTOTERAPI 24 JAM DAN 36 JAM TERHADAP PENURUNAN BILIRUBIN INDIRECT PADA BAYI IKTERUS NEONATORUM yuhanidz, harlina; -, saryono; -, giyatmo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 7, No 1 (2011): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.786 KB)

Abstract

One of therapy to reduce the indirect bilirubin level is to use fototherapy. There are several methods to provide a phototherapy, that conducted for 24 hour and 36 hour of phototherapy. This study aimed to identify the differences in the effectiveness of phototherapy 24 hour and 36 hour to the indirect bilirubin level in icterus neonatorum  patient of  PKU Muhammadiyah Hospital Gombong . This research was a quasi-experimental study, Non randomized pre test-post test with control design. The population in this study were all patients who were treated at PKU Muhammadiyah. The amaunt of sample were 50 patient.Data was analyzed by paired t-test and independent t-test. Statistical analysis with independent t-test showed that the t value > t table  (2,741 >1.71), its mean there was a difference between phototherapy 24 hour and 36 hour significantly to indirect bilirubin level in icterus neonatorum patient at RSU PKU Muhammadiyah  Gombong. The 36th hour of phototherapy was more efectifity to reduce indirect billirubin level in icterus neonatorum patient.   Keywords: 36 hour , 24 haur, phototherapy, efectivity.
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGKONSUMSI SEAFOOD DENGAN KADAR KOLESTEROL PADA TENAGA KESEHATAN DI RSUD CILACAP Prayitno, Teguh; -, Saryono; -, Giyatmo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 10, No 3 (2014): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PenyakitJantung Koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang timbul akibat penyempitanpada arteri koronaria. Penyebab terbanyak dari penyempitan tersebut adalaharterosklerosis. Peningkatan prevalensi PJK tersebut dipengaruhi oleh beberapafaktor antara lain asupan lemak yang tinggi. Salah satu bahan makanan yangmemiliki kadar lemak yang tinggi adalah seafood.Asupan lemak yang tinggi tersebut akan meningkatkan kadar kolesterol. Fenomenayang penulis jumpai di kalangan tenaga kesehatan RSUD Cilacap adalah masihbanyak tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi seafood secara teratur. Mengetahui hubungan kebiasaan mengkonsumsi seafood dengan kadar kolesterol pada tenaga kesehatan di RSUDCilacap Tahun 2012.Jenis penelitian ini adalahnon eksperimental dengan desain korelasional. Populasi pada penelitian ini adalahseluruh tenaga kesehatan di RSUD Cilacap, sejumlah 329 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sejumlah 181 orang. Ujianalisis yang digunakan adalah Uji chi square. Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaanmengkonsumsi seafood dengan kadar kolesterol pada tenaga kesehatan diRSUD Cilacap Tahun 2012 (pv = 0,000 < a = 0,05). Kata Kunci:  Konsumsi, Seafood, Kolesterol