Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PHOTON

OPTIMASI PRODUKSI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIMIKROB DARI JAMUR ENDOFIT Sporothrix sp LBKURCC43 TANAMAN DAHLIA (Dahlia variabilis) Paslun, -; Saryono, -; Jose, Chiristine
Sistem Informasi Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.381 KB)

Abstract

Dahlia tubers contain fungus Sporothrix sp which have antimicrobial activity.The objective of this research was to determine the agitation that effect the activity of antimicrobial in malt extract broth (MEB). The result showed that agitation of 150 rpm have the antimicrobial activity against Staphylococcus aureus with 21.0 mm and Escherichia colii with 12.8 mm. The identification of function group showed the extract contained O-H, C=O and Amide with UV and IR spectroscopy.
IDENTIFIKASI ISOLAT FUNGI ENDOFIT LBKURCC43 BERDASAR SEKUENS ITS rDNA DARI UMBI TANAMAN DAHLIA (DAHLIA VARIABILIS) Hendris, Sefni; Nugroho, Titania T; Saryono, -
Sistem Informasi Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.331 KB)

Abstract

Fungi LBKURCC43 merupakan fungi endofit yang diisolasi dari umbi tanaman dahlia berbunga ungu (Dahlia variabilis) di Padang Panjang, Sumatera Barat. Identifikasi secara morfologi isolat tersebut telah dilakukan dan hanya mengidentifikasi pada tingkat genus. Identifikasi secara molekuler dengan menggunakan DNA adalah identifikasi spesies yang lebih tepat digunakan. Sebelum dilakukan analisis filogenetik secara molekuler berdasarkan sekuens DNA ribosomal pada daerah ITS-1 dan ITS-2, dilakukan ekstraksi DNA dan amplikasi PCR ITS rDNA yang baik untuk sekuensing. DNA kromosomal diisolasi menggunakan kit Wizard Genomic Purification ex Promega Co (Madison, USA) dari sel miselia berumur tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA berhasil diisolasi dari miselia yang berumur tiga hari sebelum terbentuk spora dan jumlah yang cukup tinggi untuk PCR. DNA kromosomal fungi LBKURCC43 memiliki BM (berat molekul) 10.294 pb. ITS rDNA berhasil diamplifikasi dengan PCR menggunakan pasangan primer ITS5 dan ITS4, suhu annealing untuk 440C dan menghasilkan produk PCR dengan berat molekul 455 pb. Hasil analisis filogenetik daerah ITS-1, ITS-2 dan 5,8S rDNA dari genom fungi LBKURCC43 menunjukkan bahwa spesies dari fungi LBKURCC43 adalah Hanseniaspora uvarum dengan kemiripan identitas mencapai 97%.
PENGARUH SUHU PADA PROSES PENGOMPOSAN PELEPAH SAWIT MENGUNAKAN ISOLAT LOKAL Pseudomonas stutzeri (LBKURCC 54 DAN LBKURCC 59) Apriani, Suci; Awaluddin, Amir; Saryono, -
Sistem Informasi Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.178 KB)

Abstract

Saat ini, pelepah kelapa sawit merupakan limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pada penelitian ini, limbah pelepah kelapa sawit dikonversi menjadi kompos dengan cara fermentasi. Proses pengomposan dilakukan menggunakan kombinasi bioaktivator lokal ditambah kotoran ayam yang berfungsi menyediakan nutrisi bagi bioaktivator. Bioaktivator sebagai starter yang digunakan merupakan kombinasi dari dua Isolat yaitu Pseudomonas stutzeri (LBKURCC 54 dan 59) yang disubkultur pada Nutrient Broth dan difermentasi selama 7 hari menggunakan media bibit. Substrat diinokulasi 10 % starter dari total bahan. Untuk mempelajari kemampuan bioaktivator lokal dalam mendegradasi pelepah kelapa sawit dilakukan variasi sebagai berikut: (1) sampel dengan dan tanpa starter (2) sampel dengan dan tanpa pembalikan. Kualitas kompos terbaik yang dihasilkan dari sampel yang menggunakan starter dengan pembalikan tiga hari sekali. Nilai rasio C/N yang merupakan indikator penentu kematangan kompos, menurun hingga akhir pengomposan dan telah sesuai dengan standar SNI yaitu 13,46.