Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

Peran Biologi Molekuler dalam Pengembangan Praktik Keperawatan ., Saryono .
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.896 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang - Biotogi molekuler merupakan cabang dari ilmu biologi yang menelaah tentang interaksi molekul dalam benda hidup khususnya sel termasuk asam deoksiribonukleat, asam ribonukleat dan protein. Bidang kajian biologi molekuler banyak mengungkap perubahan kimiawi sel (biokimia) dan efek perbedaan genetika pada individu. Kebanyakan perawat menganggap remeh kemampuan pemahaman biologi molekuler dalam praktik keperawatan Tujuan - Review ini bertujuan untuk Mengkaji peran biologi molekuler dalam pengembangan praktik keperawatan. Metode - Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah gagasan ilmiah dari tinjauan lileratur. Diskusi - Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang berlandaskan pada konsep sehat-sakit. Fokus praktik keperawatan ditujukan pada upaya pencapaian kondisi yang sempurna, tidak hanya terbebas dari penyakit dan kecacatan. Dalam rangka mencapai kondisi sehat secara sempurna, berbagai teknologi molekuler seperti diagnostik enzimatik, konseling genetik, teknik bayi tabung, dan transplantasi organ telah dikembangkan. Kemajuan dalam bidang. molekuler akan meningkatkan kualitas praktik keperawatan. Temuan kasus dalam praktik keperawatan akan menciptakan inovasi dalam teknik molekuler. Praktik keperawatan menggunakan dasar molekuler untuk melakukan asuhan. kgperawatan, dan asuhan keperawatan akan menemukan kasus baru untuk mengembangka ilmu biologimolekuler. Kata Kunci - Biologi Molekuler, Praktik Keperawatan, Asuhan Keperawatan, Teknologi Molekuler
POTENSI TEH HIJAU DALAM PENYEMBUHAN LUKA: SISTEMATIK REVIEW - Saryono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.753 KB)

Abstract

Green tea (Camellia sinensis) has been known to contain polyphenol compounds such as catechins, which have been widely studied. Especially epigallocatechin-3-gallate as a major polyphenolic compounds have the ability as an antioxidant and mineral binding agents. Green tea role in wound healing has not been known. The purpose of this systematic review is to outline the potential of greenĀ  tea in wound healing. Articles obtained from electronic data bases such as PubMed, Science Direct, and Google Scholar were published from 2007 to 2013.The keywords used were: green tea and wound healing. Found 7 articles that met the inclusion criteria of 14 articles. The study showed that green tea has the potential to improve wound healing by increasing theformation of new epithelial cells, acts as an antioxidant to prevent free radical chain reaction, fibroblast proliferation and angiogenesis in the wound. Giving green tea topically to increase streng than enhance wound epithelialization of scar tissue. It can be concluded that green tea have beneficial for wound healing. It is nedeed to increase the consumption of green tea to speed up the wound healing.Keywords: green tea, wound healing, Camellia sinensis, Epigallocatechin-3-gallate
PERAN ENZIM KREATIN KINASE SEBAGAI MARKER DALAM PENYEMBUHAN LUKA Saryono -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4417.246 KB)

Abstract

Luka merupakan suatu kondisi diskontinuitas jaringan akibat trauma.Sistem kreatin kinase (CK) mengandung isoenzim kreatin kinase dan transporter kreatin yang penting untuk menyediakan energi di dalam otot.Enzim kreatinkinase di dalam otot dapat keluar bersama eksudat dengan jumlah bervariasi sesuai tingkat kerusakan otot. Peningkatan konsentrasi enzim CK sebanding dengan karakteristik kondisi luka. Proses inflamasi dan fase proliferasi pada penyembuhan luka dikarakteristikkan dengan peningkatan kadar CK-BB. Selama 10-15 hari penyembuhan luka, ada peningkatan uMtCK, yang berkorelasi dengan eliminasi sel yang apoptosis dan remodeling matriks sel.