This Author published in this journals
All Journal Artika
Swesti Anjampiana Bentri
Institut Informatika Indonesia Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan Webcomic Sebagai Panduan Menjadi Seorang Cosplayer Bagi Remaja Usia 15-25 Tahun Swesti Anjampiana Bentri; Restu Hendriyani Magh'firoh; Olivia Irene Britney Tahitu
Artika Vol 5 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v5i2.430

Abstract

Cosplay (コスプレ, kosupure) merupakan singkatan dari “costume” dan ”play” yang artinya bermain dengan kostum. Dengan perkembangan cosplay yang berkembang di Indonesia dan juga adanya sebuah komunitas, masih banyak cosplayer awam yang belum paham apa saja yang harus disiapkan. Oleh karena itu webcomic ini dirancang untuk memberikan informasi mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mendalami cosplay. Pada perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif (observasi dan wawancara) dengan cosplayer berpengalaman dan ketua komunitas cosplay di Surabaya. Proses perancangan dimulai dari mencari ide/refrensi, menulis cerita, mendesain karakter, sketsa komik, digitalisasi dan mengatur layout, lalu diunggah. Komik 10 episode yang diunggah ke LINE Webtoon, tersebut menceritakan tentang seseorang yang ingin menjadi cosplayer tetapi belum tahu apa saja yang harus disiapkan. Selain itu terdapat media pendukung yang berfungsi untuk menjangkau audiens seperti Instagram, stiker WhatsApp, kaos, tote bag, pouch, notebook, bantal, masker, gantungan, dan tumbler. Komik ini diharapkan dapat menyampaikan informasi melalui cerita yang dibuat, mulai dari pengenalan hingga membawa cosplay tersebut ke event.
Perancangan Komik Untuk Menumbuhkan Kesadaran Remaja Terhadap Menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19 di Surabaya Swesti Anjampiana Bentri; Arjuna Bangsawan; Jundah Abdul Matien
Artika Vol 6 No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v6i1.489

Abstract

COVID-19 adalah sebuah virus Corona jenis baru yang menjadi wabah di seluruh dunia termasuk negara Indonesia. Pemerintah Indonesia mengeluarkan protokol kesehatan bagi masyarakat Indonesia sebagai upaya menangani pandemi COVID-19 yang sedang melanda negara saat ini. Salah satu kota yang terkena dampak wabah ini adalah kota Surabaya, namun masyarakat surabaya masih banyak yang tidak menjalankan protokol kesehatan yang membuat mereka berada dalam bahaya tertular atau menularkan virus tersebut khusus nya para remaja yang aktif di luar. Tujuan penelitian adalah untuk merancang komik digital di instagram sebagai media kritik sosial untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam memberlakukan protokol kesehatan dalam masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang dilakukan berupa metode penelitian wawancara dengan seorang dokter dan melakukan observasi langsung untuk melihat keadaan masyarakat surabaya. Hasil penelitian kemudian digunakan dalam pembuatan Komik Digital, langkah yang dilakukan dimulai dari menentukan konsep, menulis cerita, membuat naskah, pembuatan storyboard, mendesain karakter, pewarnaan, mengatur tata letak dan menerbitkan komik digital ke media sosial. Komik digital berisi 6 chapter dan akan dipublikasi melalui media sosial (Instagram) menggunakan nama akun “cerita_pandemi_surabaya” dengan media pendukung stiker WhatsApp, gantungan kunci, kaos T-shirt, jaket hoodie, phone case, masker, stiker cetak, poster, box set dan tote bag. Perancangan komik digital sebagai media kritik ini diharapkan dapat menyampaikan pesan moral kepada para remaja dan memberikan informasi tentang pentingnya melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.
Video Stop Motion Cerita Rakyat Babad Tulungagung Untuk Anak-Anak Usia 6-8 Tahun Restu Hendriyani Magh'firoh; Swesti Anjampiana Bentri; Satria Agung Wicaksono
Artika Vol 6 No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v6i1.494

Abstract

Salah satu warisan budaya Indonesia adalah cerita rakyat yang sangat beragam di seluruh daerah di Indonesia. Kabupaten Tulungagung salah satunya, memiliki cerita rakyat Babad Tulungagung. Saat ini cerita rakyat Babad Tulungagung sudah jarang diketahui oleh masyarakat di Kabupaten Tulungagung. Perancangan ini ditujukan untuk melestarikan cerita rakyat Babad Tulungagung pada anak-anak usia 6 – 8 tahun dengan menggunakan media audio visual berupa video stop motion. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif yaitu wawancara dengan salah satu budayawan di Kabupaten Tulungagung. Metode perancangan yang digunakan adalah penerapan metode Design Thinking dari Gavin Amborse dan Paul Harris yang memiliki lima tahapan yaitu (1) define; (2) research; (3) ideate; (4) implement; (5) learn. Hasil dari perancangan ini berupa video stop motion yang dibagi menjadi dua jenis yaitu trailer version dan full version yang teridiri dari lima serial video dengan durasi 5 menit per video yang diunggah melalui media digital YouTube. Dari uji coba publikasi media utama dalam perancangan ini didapatkan feedback sebanyak 222 views, 101 likes, 29 comments. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media audio visual berupa video stop motion Babad Tulungagung yang dipublikasikan melalui media digital youtube dapat lebih mudah dinikmati target audiens.