Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Keefektivan Penerapan Model Group Investigation Dengan Strategi Question Student Have Pada Mata Kuliah Mekanika Di Program Studi Pendidikan Fisika Fkip Unsri Murniati, Murniati; Barokah, Barokah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3935

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan model group investigation dengan strategi Question Studen Have dalam perkuliahan mekanika dan meningkatkan partisipasi mahasiswa selama proses perkuliahan. Efektivitas ditinjau dari peningkatan kemampuan mahasiswa dan aktivitas dalam perkuliahan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa SI reguler program studi pendidikan fisika FKIP Unsri yang mengikuti mata kuliah mekanika pada semester ganjil tahun ajaran 2016/2017. Metode penelitian adalah metode penelitian eksperimen semu (quasi ekperiment) dengan desainnya adalah one-group pretest-postest Desain. Alat pengumpul data berupa soal objektif untuk mengetahui penguasaan mahasiswa terhadap meteri yang disampaikan. Partisipasi mahasiswa diperoleh dengan meninjau pertanyaan yang ditulis serta melihat keterlaksanaan strategi Question Student Have dalam perkuliahan.Hasil analisis data diperoleh N-Gain sebesar 0,4 dalam kategori sedang. Hal ini menunjukan bahwa model Group Investigation Dengan  Strategi Question Student Have efektif diterapkan pada perkuliahan mekanika di Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unsri. Partisipasi mahasiswa menunjukan bahwa strategi Question Student Have telah memiliki potensial efek seperti ditunjukan banyaknya pertanyaan tertulis yang disampaikan yaitu rata 30 % pertanyaan selama perlakuan berlangsung.  
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH MEKANIKA BERDASARKAN ANALISIS KOMPETENSI Murniati, Murniati; Muslim, Muhammad
Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERISTAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.13 KB) | DOI: 10.25273/jpfk.v1i2.14

Abstract

Tugas utama tenaga pengajar di perguruan tinggi adalah melakukan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi. Pembelajaran dan penelitian memiliki kaitan yang erat dan saling menunjang. Tenaga pengajar yang berkualitas selalu berkeinginan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakukan secara terusmenerus. Perbaikan dalam pembelajaran menjadi tanggung jawab dosen dan usaha dalam memperbaikinya dapat dilakukan melalui penelitian dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Penguasaan ilmu dapat diperoleh dengan bantuan bahan ajar sebagai sumber belajar yang sampai saat ini memiliki peranan penting untuk menunjang proses pembelajaran. Bahan ajar sebaiknya mampu memenuhi syarat sebagai bahan pembelajaran, karena bahan ajar memiliki fungsi strategis bagi proses belajar mengajar, ia dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga dosen tidak terlalu banyakmenyajikan materi tetapi lebih banyak membimbing atau sebagai fasilitator. Disamping itubahan ajar dapat menggantikan sebagian peran dosen dan mendukung pembelajaranindividual. Dampak positifnya bagi mahasiswa, dapat mengurangi ketergantungan padadosen dan membiasakan belajar mandiri sesuai tingkat pendidikannya, hal ini jugamendukung prinsip belajar sepanjang hayat (long life education).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SISWA Murniati, Murniati; Astuti, Endah Resnandari Puji
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 3, Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : IKIP MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.043 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu penjelasan guru dalam mengajar yang bersifat monoton, gaya mengajarnya yang bersifat membosankan, mengakibatkan siswa kurang aktif disaat proses belajar, sehingga hasil yang diperoleh kurang efektif. Salah satu untuk mengatasi masalah belajar dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS), sehingga dapat mengatasi masalah dalam belajar.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah AdaPengaruhModel Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Kreativitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn kelas VIII di SMPN 3 Gerung Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2016/2017?Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Kreativitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn kelas VIII di SMPN 3 Gerung Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2016/2017.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket sebagai metode pokok sedangkan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan rumus Chi kuadrat (. Hasil analisis diperoleh nilai sebesar12,320 dan nilai  pada taraf Signifikan 5% dengan dk(k-1)=5-1=4  (R-1)=2-1=1+4= 5,lebih besar dari pada nilai  pada tabel (12,320 >11,070), berarti bahwa ditolak dan Ha diterima yang berbunyi: ada pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Kreativitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn kelas VIII di SMPN 3 Gerung Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2016/2017, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini“signifikan”.Kata Kunci: Model Pembelajaran Creative Problem Solving (Cps), Kreativitas Belajar.Kata Kunci: Model Pembelajaran Creative Problem Solving (Cps), Kreativitas Belajar.
Tingkat Kemampuan Metakognisi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal-soal Kinetika Kimia Murniati, Murniati; Salimi, Yuszda K.; Musa, Weny J.A.
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 12, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Jambura Journal of Educational Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.724 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan metakognisi mahasiswa yang mengampuh mata kuliah Kimia Dasar I dengan nilai tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal-soal kinetika kimia. Jenis penelitian adalah deskripsi kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Gorontalo, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jurusan Kimia dengan subjek penelitian mahasiswa pendidikan kimia semester II kelas B sebanyak 20 orang. Istrumen penelitian yang digunakan berupa tes tertulis dan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa yang memiliki nilai tinggi sebanyak 2 orang, mahasiswa yang memiliki nilai sedang sebanyak 14 orang dan mahasiswa yang memiliki nilai rendah sebanyak 4 orang, rata-rata berada pada tingkat tacit use yaitu mahasiswa menggunakan pemikirannya tanpa menyadari mengapa pikiran itu digunakan atau hanya asal-asalan menjawab soal. Oleh karenanya perolehan nilai Kimia Dasar I tidak menunjang pada perolehan tingkat kemampuan metakognisi mahasiswa.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PSIKOMOTORIK MATERI FISIKA UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA MELAKUKAN PENILAIAN AUTENTIK Murniati Murniati; Sardianto MS; Muhammad Muslim
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 5, No 2 (2018): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jipf.v5i2.7318

Abstract

Di Sekolah Menengah Pertama, kurikulum yang harus dipedomani sekarang adalah kurikulum K- 13 yaitu kurikulum yang menyarankan pembelajarannya dengan pendekatan saintifik yaitu pendekatan berbasis keilmuan dan penilaian autentik. Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa model pembelajaran seperti Discovery Learning, Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Inquiry Learning dan lain-lain, dan penilaian autentik adalah penilaian yang dilakukan guru secara menyeluruh dari kemampuan siswa. Untuk melakukan penilaian secara autentik guru harus mempunyai instrumen yang baik sehingga penilaian yang dilakukan konsisten dan objektif. Salah satu usaha yang bisa dilakukan agar guru-guru dapat melakukan penilaian secara autentik yaitu menyusun instrumen seperti psikomotorik yang sesuai dengan proses pembelajaran yang disarankan kurikulum K-13. Instrumen psikomotorik yang dikembangkan disesuikan dengan materi-materi yang diajarkan dengan praktikum. Metode dalam pengembangan instrumen asesmen psikomotorik ini mengacu pada penelitian pengembangan 4-D yang dibatasi sampai 3-D yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) sesuai dengan tujuan penelitian.Hasil penilaian validator tentang kualitas instrumen asesmen psikomotorik yang sudah dikembangkan berkualitas sangat baik, berdasarkan skor ideal dan nilai rata-rata dari tiga validator. Hasil ujicoba terbatas menunjukan instrumen asesmen psikomotorik berkategori valid dan reliabel.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PRAKTIKUM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU FISIKA murniati murniati
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 6, No 2 (2019): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jipf.v6i2.9925

Abstract

Learning colleges prepare students to enter employment well, have very specific skills or expertise according to market needs, or instead have general transferable skills needed by almost all government or private institutions (Rosyada, 2016). In order to produce graduates who are ready to compete, learning in class not only provides knowledge but also the skills needed according to demands. Improvements in learning are the responsibility of lecturers and efforts to improve them can be done through research. Lecturers as lecturers should improve the quality of learning in class by doing variations in lectures. The results showed that the application of the cooperative group investigation model in mechanics courses that used valid and practical teaching materials as development products could improve student learning outcomes (Murniati, 2017). Based on the description above, the writer feels it is necessary to develop teaching materials based on practicum as an effort to improve the professionalism of students as prospective physics teachers, because the demands in the field expect that a physics teacher not only masters theory but is also skilled in conducting learning in the laboratory. The method in developing practicum-based teaching materials refers to the development of Rowntree with the Tessmer evaluation which consists of the planning, development and evaluation stages. Based on the results of expert validation and comments that the developed teaching materials are valid, from the results of one-to-one and small group trials, students comment that teaching-based teaching materials can make it easier to understand the concepts and from questionnaire data analysis results obtained that the teaching materials are already practical .
PENINGKATAN HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KELAS X SMA NEGERI 9 KENDARI Amalia, Riski; B.D, Abdullah Igo; Murniati, Murniati
Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.791 KB) | DOI: 10.36709/jopspe.v5i4.13528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hasil Belajar Ekonomi dan adakah pengaruh hasil belajar ekonomi dengan menggunakan metode pendekatan saintifik. Jenis data dalam penelitian ini penelitian tindakan kelas Metodelogi dalam penelitian yang di gunakan dalam teknik pengumpulan data adalah dengan Observasi, angket dan mengajar dikelas sesuai dengan data yang di butuhkan. Data dari hasil penelitian di analisis dengan menggunakan analisis Deskriptif. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan dua siklus dimana perbandingan antara siklus pertama dan siklus kedua dalam enam kali pertemuan dimana setiap siklusnya dibagi menjadi tiga kali pertemuan. Berdasarkan hasil analisis data yaitu penerapan Pendekatan Saintifik dikatakan berhasil meningkatkan Hasil Belajar siswa kelas X IPS 4 apabila minimal sebanyak 15 siswa atau 85% dari total siswa satu kelas memperoleh nilai ≥75. Terlihat bahwa sebanyak 15 siswa atau 75% siswa mempunyai respon yang sangat baik, 3 siswa atau sebesar 15% memberikan respon yang baik, dan 1 siswa atau 5% siswa memberikan respon yang negatif dan 1 siswa atau 5% memberikan respon sangat negatif. Dari hasil tersebut terlihat bahwa jumlah siswa yang memberikan respon yang sangat postif dan positif atau mencapai kriteria A dan atau B pada skor angketnya sebanyak 18 siswa atau 90% dari jumlah siswa di kelas. Berdasarkan Hasil pembahasan dan kesimpulan, peneliti memberikan saran Bahwa sebaiknya Siswa diharapkan dapat mengikuti setiap tahap dalam pembelajaran Pendekatan Saintifik karena hal ini sangat mempengaruhi hasil pemahaman siswa, karena tahap demi tahap ini akan sangat mempengaruhi hasil pemikiran siswa yang dapat dicerminkan dari hasil belajar siswa
KEMAMPUAN GURU-GURU EKONOMI DALAM MENYUSUN DAN MENGIMPLEMENTASIKAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Suatu Tinjauan Kemampuan Guru-guru SMA di Sulawesi Tenggara) Turi, laode; Murniati, Murniati; Abdullah, Muh Syafa
SELAMI IPS Vol 1, No 45 (2017): JURNAL SELAMI UHO 2017
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v1i45.8491

Abstract

Abstrak: Kemampuan Guru-guru Ekonomi dalam Menyusun dan Mengimplementasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Suatu Tinjauan Kemampuan Guru-guru SMA di Sulawesi Tenggara). Kemampuan guru dalam menyiapkan siswa untuk berprestasi seperti kemampuan menyusun persiapan mengajar  (RPP) yang mencakup perumusan SK, KD, Tujuan Instruksional, penyusunan tes pengukur keberhasilan (evaluasi), pemilihan materi mengajar, pemilihan model dan metode mengajar, pemilihan dan pengembangan media mengajar, merupakan masalah-masalah yang sangat penting, karena hal-hal tersebut akan menjadi pedoman guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalis: (1) kemampuan guru-guru ekonomi dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada SMA di Sulawesi Tenggara, (2) Kemampuan guru-guru ekonomi dalam melaksanakan pembelajaran berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun  pada SMA-SMA di Sulawesi Tenggara, dan (3) Pengaruh antara kemampuan guru-guru  ekonomi dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan kemampuan melaksaksanakan pembelajaran pada SMA-SMA di Sulawesi Tenggara  Penelitian ini termasuk  penelitian terapan, tingkat eksplanasi asosiatif dengan hubungan variabel kausal, dan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah semua guru SMA di Sulawesi Tenggara yang berjumlah 199 orang dengan sampel penelitian sebanyak 80 orang (40% dari populasi).Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan guru-guru ekonomi di Sulawesi Tenggara dalam membuat  rencana pelaksanaan pembelajaran masih belum optimal atau dengan perkataan lain masih rendah, (2) kemampuan guru-guru ekonomi di Sulawesi Tenggara dalam melaksanakan pembelajaran juga belum optimal, belum direncanakan dengan baik, masih mengejar target penyelesaian kurikulum yang ada, dan (3) Hipotesis penelitian ini tidak diterima atau ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan guru dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaran tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran ekonomi oleh SMA di Sulawesi Tenggara. Dengan demikian disarankan agar (a) kepala dinas pendidikan, pengawas dan para kepala sekolah SMA dapat mewajibkan para guru agar memilki kemampuan dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan (b) diperlukan penelitian yang mendalam tentang hal yang berkaitan dengan kemampuan guru dalam menyusun satuan pelajaran   terhadap pelaksanan pembelajaran. Kata Kunci: Kemampuan Guru, perencaraan dan pengimplementasian Pembelajaran.
PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM FISIKA SEKOLAH I BERBASIS KETRAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA CALON GURU Murniati Murniati; Sardianto MS Siahaan; Muhammad Muslim
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 5, No 1 (2018): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jipf.v5i1.5749

Abstract

Telah dikembangkan petunjuk praktikum fisika sekolah 1 berbasis ketrampilan proses sains bagi mahasiswa calon guru fisika. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik, valid dan praktis. Tugas utama tenaga pengajar di perguruan tinggi adalah melakukan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi. Pembelajaran dan penelitian memiliki kaitan yang erat dan saling menunjang. Tenaga pengajar selalu berusaha untuk memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakukan secara terus-menerus. Perbaikan dalam pembelajaran menjadi tanggung jawab dosen pengampu mata kuliah dan usaha dalam memperbaikinya salah satunya dapat dilakukan melalui penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Pembelajaran fisika sekolah I diberikan pada semester V, merupakan mata kuliah wajib yang isi materinya mendalami struktur materi fisika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).  Petunjuk praktikum yang diapakai dalam perkuliahan fisika sekolah 1 selama ini belum berbasis ketrampilan proses sains, untuk itu perlu  dikembangkan petunjuk praktikum berbasis ketrampilan proses sains. Petunjuk praktikum berbasis ketrampilan proses sains yang dikembangkan berbentuk ktrampilan proses sains dasar yang terdiri dari enam komponen yaitu keterampilan mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Model pengembangannya mengacu pada model penelitian pengembangan 4-D yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran), yang dibatasi sampai 3-D sesuai dengan tujuan penelitiannya. Hasil pengembangan petunjuk praktikum berbasis ketrampilan proses sains dari penilaian validator produk yang dihasilkan termasuk kategori sangat baik, sedangkan dari hasil ujicoba  penggunaan atau pemakaian terbatas dan ujicoba lanjut produknya termasuk kategori mudah menggunakannya.
PENGEMBANGAN HANDOUT DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR BERBASIS KONTEKSTUAL KELAS XI IPA SMA Hesti Apriani; Murniati Murniati
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jipf.v3i2.3839

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan handout dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar yang valid dan praktis. Pengembangan handout menggunakan model pengembangan Rowntree. Model pengembangan Rowntree terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi dilakukan evaluasi formatif Tessmer, yaitu  self evaluation, expert review, one-to-one evaluation,small group evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan data walkthough dan data angket. Dari hasil expert review diperoleh persentase rata-rata hasil penilaian dari para ahli sebesar 3,88(kategori valid). Pada tahap one-to-one evaluation didapatkan hasil tanggapan siswa terhadap penggunaan handout ini sebesar 87,8% (kategori sangat praktis). Dari kedua tahap ini handout direvisi menjadi prototipe 2 dan di uji coba kembali. Pada uji coba small group evaluation, hasil rata-rata tanggapan siswa terhadap penggunaan handout ini88,31 % (kategori sangat praktis). Dengan demikian, berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sudah tergolong valid dan sangat praktis.