Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Ni Made Ari Ryantini; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan peta konsep terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran biologi pada materi sistem ekskresi. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA semester II SMA Negeri 1 Tampaksiring tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 167 orang. Penetapan kelompok subjek dilakukan secara random assignment to group. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar awal siswa yang diperoleh dari hasil pre-test dan hasil belajar biologi siswa yang diperoleh dari hasil post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji gain skor dan analisis statistik independent sampel t-test. Pengujian hipotesis dilakukan dengan taraf signifikasi 5%. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan peta konsep dan model pembelajaran direct instruction ( thitung = 5,687 ) dengan taraf signifikansi yang diperoleh p = 0,00. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dicapai pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E sebesar 82,32 lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran direct instruction sebesar 76,06.Kata Kunci : Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E, Peta Konsep, Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Hasil Belajar. This study aimed to analyze the influence of the learning model 5E learning cycle concept maps aided the learning outcomes of students in the subjects of biology at the material excretory system. This research is a quasi experiment with pretest-posttest nonequivalent control group design. The study population was all students in the second semester class XI IPA SMAN 1 Tampaksiring the academic year 2015/2016 of 167 people. Determination of a group of subjects randomized assignment to the group. The data collected in this study is the beginning of students' learning outcomes data obtained from the pre-test and biology student learning outcomes obtained from the post-test. Data were analyzed using descriptive statistics, gain test scores and statistical analysis of independent samples t-test. Hypothesis testing is done with a significance level of 5%. The analysis shows there are significant differences in learning outcomes between the groups of students that learned learning model aided 5E learning cycle concept maps and direct learning model of instruction (t = 5.687) with a significance level of p = 0.00 is obtained. On average students' cognitive learning outcomes achieved in the group of students that learned learning model 5E learning cycle of 82.32 better than the group of students that learned direct learning model of instruction at 76.06.keyword : Learning Cycle 5E Instructional Model, Concept Map, Direct Instruction, Learning Outcomes.
Pembelajaran Sains di Era Revolusi Industri 4.0 Arnyana, Ida Bagus Putu
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi Industri 4.0 yang disebabkan oleh kemajuan teknologi menyebabkan perubahan di berbagai sendi kehidupan manusia. Perubahan itu juga menuntut manusia menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 agar dapat bertahan dan mencapai tatanan kehidupan yang lebih baik. Sebagai upaya dalam meyikapi perubahan tersebut, pendidikan secara khusus pada pembelajaran sains memiliki tanggung jawab untuk menciptakan manusia yang cerdas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penyesuaian cara pandang pembelajaran sains dan karakteristik era Revolusi Industri 4.0. Penyesuaian cara pandang pembelajaran sains merujuk pada titik temu antara karakteristik kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 dan hakikat sains sebagai nilai, proses, dan produk serta pelaksanannya dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, diartikan bahwa pemberdayaan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 melalui pembelajaran sains harus tetap berada di dalam koridor sains sebagai nilai, proses, dan produk. Setidaknya dapat ditemukan tiga aspek penyesuaian pembelajaran sains dan kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 meliputi: 1) pergeseran teori pembelajaran sains dari pedagogi ke andragogi; 2) penggunaan blended learning; dan 3) pemberdayaan keterampilan berkolaborasi dalam pembelajaran. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga penyesuaian tersebut menemukan berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. Untuk itu, para pendidik diharapkan tetap berinovasi dan menyesuaikannya dengan konteks, kebutuhan, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sehingga dapat melahirkan lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing di era Revolusi Industri 4.0.
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA DI DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Ni Kadek Mira Sapitri
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) apa sajakah yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa (3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah parameter ekosistem dan parameter sosiosistem. Paramater ekosistem ini yang meliputi makhluk hidup dalam ekosistem yaitu khususnya tumbuhan simbol tubuh. Parameter Sosiosistem yang meliputi budaya Bali Aga Desa Tigawasa dalam pelestarian tumbuhan simbol tubuh. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel dilakukan metode kuadrat dengan sistematik sampling sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh yang ditemukan pada Tri Mandala Desa Tigawasa yang meliputi Uttama Mandala yaitu 4 spesies (8,89%); pada Madya Mandala yaitu 17 spesies (37,78%); pada Nista Mandala yaitu 5 spesies (11,11%). Tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di Desa Tigawasa yaitu 18 spesies (40%), (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh di Desa Tigawasa yaitu mencapai 0,886 sedangkan kemelimpahannya 0,114 sehingga dapat dikategorikan kedalam keanekaragaman tinggi, (3) Pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh dari 18 spesies yang ditemukan untuk pola distribusi tipe teratur yaitu sebanyak 7 spesies (38,39%), tipe acak yaitu 2 spesies (11,11%), tipe mengelompok yaitu 9 spesies (50%). Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh (Tri Angga), Tri Mandala, Desa Tigawasa, Bali Aga. The purpose of this research is to know (1) Species of body symbols (Tri Angga) what are in Tri Mandala room at Bali Aga community in Tigawasa Village (2) index of plant species diversity of body symbol (Tri Angga) Mandala in Bali Aga community in Tigawasa village (3) distribution pattern of plant species of body symbol (Tri Angga) in Tri Mandala room on Bali Aga community in Tigawasa Village. The type of research conducted is explorative research. The population in this research is all the whole plant body symbols that exist in Tigawasa Village, Banjar District, Buleleng Regency. Parameters measured in this study are ecosystem parameters and sociosystem parameters. These ecosystem parameters include living creatures in ecosystems, especially the symbols of the body. This Sosiosistem parameter which encompasses the culture of Bali Aga Tigawasa Village in preserving the body symbol of body. Culture in this study includes parameters Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. The sampling technique was conducted by quadratic method with systematic sampling while culture was done by giving questionnaire and interview. Data were analyzed in ecological and descriptive statistics. The results showed (1) Species of plant body symbols found in Tri Mandala Tigawasa Village which includes Uttama Mandala which is 4 species (8,89%); in Madya Mandala is 17 species (37,78%); on Nista Mandala which is 5 species (11,11%). With such a symbol of body plants in the village of Tigawasa is 18 species (40%), 2) the index of plant species diversity in Tigawasa village is 0.886 whereas the abundance is 0.114 so it can be categorized into high diversity, (3) Distribution pattern of plant species of body symbol of 18 species found for regular type distribution pattern that is 7 species (38,39%), random type 2 species (11,11%), clustered type is 9 species (50%).keyword : Symbol Body Plants (Tri Angga), Tri Mandala, Tigawasa Village, Bali Aga.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN METODE MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA N 1 SERIRIT ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Ida Ayu Kade Aprilia Darmasanti
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan metode mind map dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Seririt. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental Research) dengan rancangan non equivalent pre test-post test control group design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan analisis statistik independent sample t-test terhadap gain skor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan metode mind map dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (t=5,61, p=0,00). Nilai rata-rata hasil belajar yang dicapai oleh kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan metode mind map lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.Kata Kunci : hasil belajar, mind map, Numbered Heads Together. This research was conducted to see the difference in the result between group of students which learn biology using cooperative learning model type Numbered Heads Together (NHT) assisted by mind map methods and group of students which learn biology using cooperative learning model type Numbered Heads Together (NHT) in class X of SMAN 1 Seririt. This study is quasi-experimental research with design non equivalent pre test-post test control group design . Methods of data collection in this study conducted with test method . Data were analyzed with descriptive analysis techniques and statistical analysis independent sample t -test to gain score . The results of this study indicate that there are significant differences between the groups of students that learned with cooperative learning model NHT aided method mind map and a group of students that learned with cooperative learning model NHT (t=5,61, p=0,00) . The average value of the learning outcomes achieved by a group of students that learned with cooperative learning model NHT aided method mind map better than the group of students that learned with cooperative learning model NHT.keyword : mind map, Numbered Heads Together, students achievements.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN ANGGREK EPIFIT DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SANGEH BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MORFOLOGI TUMBUHAN ., Ni Kadek Delis Tina; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali, 2) untuk mengetahui kelayakan pemanfaatan herbarium tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali sebagai media pembelajaran morfologi tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh tumbuhan anggrek yang tumbuh sebagai epifit pada habitus pohon di hutan Sangeh. Sampel dari penelitian ini yakni, spesies tumbuhan anggrek epifit yang hidup di hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh yang meliputi 15 titik sampel yang jaraknya terdekat dengan line transect. Data tingkat kelayakan herbarium sebagai media pembelajaran, diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester II t.a 2015/2016. Hasil yang diperoleh adalah: 1) Ditemukan 4 jenis anggrek epifit yaitu Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., dan Vanda tricolor Lindl., nilai indeks keanekaragaman tergolong tinggi yakni sebesar 0,6613, 2) Dari 4 herbarium terdapat 2 herbarium yang dinyatakan sangat layak dan 2 herbarium yang dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Anggrek, Keanekaragaman, Media Pembelajaran, Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Hence, this research aims: 1) to know the epiphytic orchids diversity in the forest of the Natural Park (TWA) Sangeh Bali, 2) to determine the worthiness of the use of herbarium plant epiphytic orchids in the Natural Park (TWA) Sangeh Bali as a morphology plant learning media. The research type in this study is exploratif. The population of the study is the whole orchids which grow as epiphytes on habitus trees in the Sangeh forest . Samples of the study was taken from the epiphytic orchid species that live in the forest Natural Park (TWA) Sangeh which include 15 sample points which were located closest to the line transect. Data of the worthiness of the herbarium as a learning media was obtained through questionnaire and observation by the second semester students t.a 2015/2016. The results obtained are: 1) Found 4 types of epiphytic orchids, i.e., Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., and Vanda tricolor Lindl., The value of the diversity index is high amounting to 0.6613, 2) From 4 herbarium, there are two determined to be very worthy and two herbarium determined to be worthy as a learning media.keyword : Orchid, Diversity, Learning Media, Natural Park (TWA) Sangeh
KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN BAMBU, KARAKTERISTIK DAN PEMANFAATANNYA BAGI MASYARAKAT DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG ., Safaratul Aini; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) komposisi spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa, (2) karakteristik utama spesies bambu yang ada di Desa Tigawasa, (3) besar indeks keanekaragaman spesies bambu yang ada di Desa Tigawasa, (4) bagaimana masyarakat Tigawasa memanfaatkan spesies bambu sebagai penunjang ekonomi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan bambu di Desa Tigawasa. Sampel penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa yang tercover oleh kuadrat pada masing-masing stasiun penelitian. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi spesies tumbuhan bambu di Desa Tigawasa terdiri atas 12 spesies dengan jumlah individu 20.459 yang tersebar ditiga zona, yaitu; 5.864 individu spesies pada Zona I (530-557 mdpl), 8.317 individu spesies pada Zona II (645-799 mdpl), dan 6.278 individu spesies pada Zona III (864 869 mdpl, (2) dari 12 spesies yang ditemukan di Desa Tigawasa, spesies yang menjadi karakteristik pada keseluruhan zona adalah spesies Schizostachyum lima (Blanco) Merr (114,0989), Gigantochloa Sp.3 (48,0591), dan Schizostachyum zollingeri stend (9,7953); (3) nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies tumbuhan bambu pada penelitian yang dilakukan di Desa Tigawasa secara keseluruhan sebesar 1,23% dengan kategori rendah; (4) kebermanfaatan spesies tumbuhan bambu digunakan masyarakat sebagai sandang, pangan, papan, upacara, dan rumah tangga. Beberapa contoh produk seperti sayur rebung, kerajinan, dan atap rumah. Dari sekian banyak itu, yang paling utama digunakan yaitu untuk kerajinan yang bernilai ekonomi. Bagian dari bambu yang digunakan adalah batang dan rebung, tapi yang paling banyak digunakan yaitu bagian batang.Kata Kunci : Bambu, Karakteristik Spesies, Keanekaragaman Spesies, Kebermanfaatan Spesies This study aims to determine (1) the species compositions of bamboo plant in Tigawasa Village, (2) the main characteristics of bamboo species in Tigawasa Village, (3) the diversity large index of bamboo species in Tigawasa Village, (4) the utilization of bamboo plants to support the economy of Tigawasa community. The population in this study were all the species of bamboo plant in Tigawasa Village. The sample of this study were all the species of bamboo plant in Tigawasa village, and were covered by squares at each research station. The method used quadratic method and interview. The results of this study indicate (1) the species composition of bamboo plant consists 12 species with 20,459 individuals spread in three zones, namely; 5,864 species in Zone I (530-557 mdpl), 8,317 individual species in Zone II (645-799 mdpl), and 6,278 individual species in Zone III (864-869 mdpl), 2) the species of bamboo plant that become the characteristic of the whole zone are Schizostachyum lima (Blanco) Merr (114.08989), Gigantochloa sp. (348.05991), and Schizostachyum zollingeri stend species (9.7953), (3) the index average value of bamboo plant diversity is 1.23% with a low category, (4) the utilization species of bamboo plant used by the community as clothing, food, boards, ceremonies, and households. The main usages of bamboo are for handicrafts that gives the economic value. The part of bamboo that used are the stems and bamboo shoots, but the most widely used is the stem.keyword : Bamboo, Characteristics Of Species, Species Diversity, Species Utilizations
Pengaruh Implementasi Asesmen Kinerja terhadap Hasil Belajar Asuhan Kebidanan I dengan Kovariabel Intelegensi dan Motivasi Belajar (Studi pada Mahasiswa Semester III Program DIII Kebidanan UPT Akademi Kebidanan Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013/2014) ., LUH MADE MAHAYU HANDAYANI; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar asuhan kebidanan I antara mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan asesmen kinerja dengan mahasiswa yang pembelajaran menggunakan asesmen konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester III UPT Akademi Kebidanan Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 123 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel 83 orang. Penelitian ini menggunakan desain single factor independent groups design with use of covariate. Pengumpulan data hasil belajar asuhan kebidanan I menggunakan rubrik, data intelegensi dikumpulkan dengan tes Standart Progressive Matrices, dan data motivasi belajar dikumpulkan dengan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar asuhan kebidanan I kelompok mahasiswa yang menggunakan asesmen kinerja dan yang menggunakan asesmen konvensional, (2) setelah intelegensi dikendalikan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar asuhan kebidanan I kelompok mahasiswa yang menggunakan asesmen kinerja dan yang menggunakan asesmen konvensional, (3) setelah motivasi belajar dikendalikan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar asuhan kebidanan I kelompok mahasiswa yang menggunakan asesmen kinerja dan yang menggunakan asesmen konvensional, (4) kontribusi intelegensi dan motivasi belajar secara simultan terhadap hasil belajar asuhan kebidanan I adalah 49.5%. Kata Kunci : asesmen kinerja, hasil belajar asuhan kebidanan I, intelegensi, motivasi belajar This research was aimed to recognize the difference between students learning outcome midwifery upbringing I using performance assessment and students learning achievement using conventional assessment. The population of this research was the whole students in third semester of midwifery Bali Health Official in academic year 2013/2014 with the amount of 123 students. The sample was taken by random sampling with the amount of sample about 83 students. This research was using single factor independent group design with the use of covariate. To collect the data of midwifery upbringing I students learning outcome this research was using scoring rubric, intelligence data was collected by using Standart Progressive Matrices test, and learning motivation data was collected by using questionnaires. This research showed that, (1) there was a significant difference between the students learning outcome using performance assessment and students learning outcome using conventional assessment, (2) after intelligence was controlled there was a significant different between the students learning outcome using performance assessment and students learning outcome using conventional assessment, (3) after learning motivation was controlled there was a significant different between the students learning outcome using performance assessment and students learning outcome using conventional assessment, (4) intelligence and learning motivation contribution simultaneously toward midwifery upbringing I learning outcome was 49.5 %.keyword : intelligence, learning motivation, midwifery upbringing I learning outcome, performance assessment
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR HIPOTETIK-DEDUKTIF DENGAN SETTING 7E TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA SMP ., NI NYOMAN AYU SUCIATI; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model siklus belajar hipotetik deduktif dengan setting 7E terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari sikap ilmiah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII.B sampai VIII.I SMP Negeri 1 Kuta Utara yang berjumlah 426 siswa. Sampel penelitian ini adalah 84 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar IPA dan kuesioner sikap ilmiah. Analisis data menggunakan analisis statistik ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model siklus belajar hipotetik deduktif dengan setting 7E dan model pembelajaran langsung (FAhit =12,981 > Ftabel =4,10; p < 0,05). (2) Terdapat pengaruh interaksi antara penerapan model pembelajaran dengan sikap ilmiah terhadap hasil belajar IPA (FABhit=73,712 > FABtabel=4,10; p < 0,05). (3) Hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model siklus belajar hipotetik deduktif dengan setting 7E lebih baik daripada model pembelajaran langsung pada kelompok sikap ilmiah tinggi (thit=9,321 > ttabel=2,086; p < 0,05). (4) Hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung lebih baik daripada model siklus belajar hipotetik deduktif dengan setting 7E pada kelompok sikap ilmiah rendah (thit=3,493 > ttabel=2,086; p < 0,05).Kata Kunci : model siklus belajar H-D 7E, hasil belajar IPA, sikap ilmiah The aim of this research is to analyze the effect of 7E hypothetical deductive learning cycle model upon the science learning outcomes viewed from students scientific attitude. The design of the study was quasi-experimental research design with post-test only control group design. The population was the students of VIII.B until VIII.I SMP Negeri 1 Kuta Utara that consist of 426 students. The sample was 84 students that taken by simple random sampling technique. The instruments used test of understanding of science concepts and the scientific attitude questionnaire. Data analysis used two-ways ANOVA analysis and followed up by Scheffe test. The result of the research shows the followings: (1) There are differences between students science learning outcomes by using the 7E hypothetical deductive learning cycle and the direct instructional model (FA-counted =12,981 > Ftable =4,10; p < 0,05). (2) There is interaction effect between learning model with scientific attitude due to the science learning outcomes (FAB-counted =73,712 > FAB-table=4,10; p < 0,05). (3) The students science learning outcomes by using the 7E hypothetical deductive learning cycle is better than the direct instructional model in a group of high scientific attitude (tcounted=9,321 > ttable=2,086; p < 0,05). (4) The students science learning outcomes by using the direct instructional model is better than 7E hypothetical deductive learning cycle in a group of low scientific attitude (tcounted=3,493 > ttable=2,086; p < 0,05).keyword : 7E H-D learning cycle model, the science learning outcomes, scientific attitude
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN SETTING GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP ., I MADE JAYA; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran biologi kelas IX yang valid, praktis, dan efektif meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang terdiri dari: define, design, develop, dan disseminate. Pengembangan hanya dilakukan pada tahap develop. Rancangan awal draft divalidasi oleh ahli dan praktisi, kemudian dianalisis, direvisi dihasilkan draft II, selanjutnya dilakukan uji kelas di SMP Negeri 1 Kuta kelas IXB berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan dengan tes, angket, lembar observasi, dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian: (1) validitas buku siswa 3,57 dan buku pegangan guru 3,59 kategori sangat valid. (2) Keterlaksanaan perangkat pembelajaran 3,56, respon guru 3,66, dan respon siswa 3,53 dengan kategori sangat praktis. (3) Keefektivan perangkat dengan nilai rata-rata pemahaman konsep pre tes 49,31, post tes I 84,66 dan post tes II 89,94, kategori baik, nilai kinerja ilmiah rata-rata 80,86 kategori baik dan nilai perkembangan karakter siswa mengalami peningkatan dari awal 1,90, siklus I 2,82 dan II 3,62 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan temuan hasil penelitian disimpulkan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa, sehingga dapat digunakan dalam lingkup lebih luas.Kata Kunci : Perangkat Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Guided Inquiry This research is aimed to produce learning device of biology in IX grade that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness, to improve student learning outcomes, and character.The development is done using the 4-D model that consists of: defining, designing, developing, and disseminating. The development is only applied on the stage of development. The initial draft is validated by experts and practitioners, then analyzed and the resulting refised draft II, then performed a class test at SMP Negeri 1 Kuta in IXB grade, totaling 32 children. The data is collected by test, queistionnaire, observation shett and to analysed with descriptive statisitc. The research results: (1) the validity of the student book 3,57, and the teacher handbook 3.59 the category of valid. (2) The value of implementation of the device of learning is 3,56, the value of teachers response is 3,66, and students response is 3.53 the category is very practice. (3) The effectiveness of the device with the average value of understanding concept of pre test is 49,31, the post test I is 84,66, and of the post test II is 89,94, the category of good, the everage value of the scientific performance is 80,86, the category of good, and the value of the character development of students increase from initial is 1,90, cycle I is 2,82, and cycle II is 3,62 with category very good. Based on the results of this research, it can be concluded that the device of learning is valid, practical and effective to increase character and the results of student learning an undergoes, so it can be used in wider scope.keyword : Device Learning, Character Education, Guided Inquiry
PENGARUH PENGAJARAN KUANTUM TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KARAKTER SISWA SMP ., NI WAYAN MASIH; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar biologi dan karakter antara kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran kuantum dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction (DI), Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Posttest Only Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas (VIIIA dan VIIIB) dengan jumlah sebanyak 64 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji MANOVA yang dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan karakter siswa (F=80,935; p < 0,05), terdapat perbedaan hasil belajar Biologi (F= 39,256; p
Co-Authors ., A.A.Istri Paramita ., Feni Ilma Hidayati ., Gede Rendra Widyotama ., Hema Alini Manihuruk ., I Gede Budiasa ., I GEDE DAKTARIANA U ., I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA ., Ida Ayu Kade Aprilia Darmasanti ., Ni Kadek Delis Tina ., Ni Kadek Mira Sapitri ., Ni Kadek Nanti ., Ni Made Ari Ryantini ., Ni Made Ayu Pratiwi ., Ni Made Diah Intan Purwanti ., Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi ., Ni Made Karmini Sridewi ., Ni Pt Novi Wulandari ., Ni Putu Febri Ardiantari ., Ni Putu Siswandari ., Ni Wayan Ning Sujati ., Ni Wayan Pradnyawati Kartika ., Ni Wayan Tiara Yasmantika ., NILUH PUTU PUTRI P D ., Safaratul Aini A.A.Istri Paramita . Anak Agung Purwa Antara, Anak Agung Purwa Anton Santiasa, I Made Pasek candra prastya Desak Made Citrawathi Dewa Nyoman Oka Dewi, Resty Mutiara Dimas Mahendra Wijaya Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc . Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes . Febriani, Ismi Fitri Febrianti Ni Wayan Feni Ilma Hidayati . Firda Alani Fitri . Firda Alani Fitri ., Firda Alani Fitri fransiska yunita sembung sembung Gede Rendra Widyotama . Hema Alini Manihuruk . I Gede Budiasa . I GEDE DAKTARIANA U . I Gede Sudirgayasa I Gusti Agung Ayu Wulandari I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ngurah Santika I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA . I Ketut Suparya I MADE JAYA . I Made Kartika I Made Pasek Anton Santiasa I NYOMAN MASTIKA . I NYOMAN SRI YUDIANA . I NYOMAN SUTAMA . I Nyoman Wijana I Putu Oktap Indrawan I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Suastra I Wayan Suastra I Wayan Suastra I Wayan Sukra Warpala I Wayan Sukra Warpala Ida Ayu Kade Aprilia Darmasanti . Ida Ayu Purnama Bestari Ida Bagus Jelantik Swasta ILMA WIRYANTI . Ismi Fitri Febriani JOHARI MARJAN . Kadek Meitasari . Kadek Meitasari ., Kadek Meitasari Ketut Srie Marhaeni Julyasih Ketut Susiani Komang Wina Ratnasari . Komang Wina Ratnasari ., Komang Wina Ratnasari Luh Kompyang Sukewati . Luh Kompyang Sukewati ., Luh Kompyang Sukewati LUH MADE MAHAYU HANDAYANI . Made Hery Santosa Ni Kadek Delis Tina . Ni Kadek Mira Sapitri . Ni Kadek Nanti . NI LUH MADE DIAH ERNAWATI . Ni Luh Yuni Merawati . Ni Luh Yuni Merawati ., Ni Luh Yuni Merawati Ni Made Ari Ryantini . Ni Made Ayu Pratiwi . Ni Made Diah Intan Purwanti . Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi . Ni Made Karmini Sridewi . Ni Made Pebriani Santika Dewi NI NYOMAN AYU SUCIATI . Ni Pt Novi Wulandari . Ni Putu Febri Ardiantari . ni putu nadia pebiana Ni Putu Ristiati Ni Putu Siswandari . Ni Putu Sri Indra d . Ni Putu Sri Indra d ., Ni Putu Sri Indra d Ni Putu Sri Ratna Dewi NI WAYAN MASIH . Ni Wayan Ning Sujati . Ni Wayan Pradnyawati Kartika . Ni Wayan Sri Santika Dewi . Ni Wayan Sri Santika Dewi ., Ni Wayan Sri Santika Dewi Ni Wayan Tiara Yasmantika . NILUH PUTU PUTRI P D . Nurhasanah Nurhasanah Nyoman Dantes pebiana, ni putu nadia Purwa Antara, Anak Agung Puspasari, Yeni Dina Putu Budi Adnyana PUTU EKA SASTRIKA AYU . Resty Mutiara Dewi Safaratul Aini . Sanusi Mulyadiharja TRIANA KARTIKA SANTI . Yeni Dina Puspasari YOSEFINA UGE LAWE .