Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Determinan Karakteristik Konten dan Pengaruhnya terhadap Penerimaan Pengguna pada Aplikasi Travelation Muhamad Isnaini; Rustono Farady Marta; Lieta Septiarysa; Vincent Atmadja; Michelle Michelle
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 25, No 2 (2021): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2021.3961

Abstract

Inovasi selama pandemi adalah sebuah keharusan bagi perusahaan. Hal ini juga berlaku bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa kebandarudaraan. Aplikasi Travelation merupakan inovasi PT. Angkasa Pura 2, yang dikembangkan dengan tujuan untuk memudahkan pengurusan perjalanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganlisis pengaruh karakteristik konten dengan penerimaan pengguna pada aplikasi Travelation. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survei online. Hasil penelitian menunjukkan, dari kelima karakteristik konten, yakni keuntungan, kesesuaian, kerumitan, observabilitas, dan akurasi data, dapat diterima dengan baik oleh pengguna. Pengguna juga merasa bahwa aplikasi Travelation memberikan manfaat sehingga menerima kehadiran aplikasi berbasis web itu. Pengujian hipotesis membuktikan, terdapat pengaruh antara karakteristik konten dengan penerimaan pengguna. Untuk perbaikan, aplikasi Travelation diharapkan memperbarui informasi serta meningkatkan keakuratan data.
RESISTENSI ATAS DISKURSUS PLURALISME AGAMA DALAM TEKS MEDIA Muhamad Isnaini; Umaimah Wahid
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.422 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5480

Abstract

Uji materi UU Pencegahan Penodaan Agama (UU No.1/PNPS/1965) telah berlangsung selama Januari-April 2010 lalu. Bermacam diskursus muncul selama uji materi tersebut. Uji materi juga tak luput dari pemberitaan media, termasuk media online. Bagaimana media online dengan ideologi Islam menyikapi diskursus pluralisme agama yang muncul selama uji materi adalah permasalahan utama penelitian ini. Tiga media online dipilih sebagai objek penelitian, yakni Eramuslim.com, Hidayatullah.com, dan Republika online. Penelitian menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media online cenderung resisten atas diskursus pluralisme agama. Resistensi di level teks dilakukan melalui tiga isu, yakni kebebasan beragama tanpa batas, pemikiran liberal, dan konspirasi Barat. Analisis di level praktik diskursus mendukung resistensi itu, dan diperkuat dalam level praktik sosiokultural. Resistensi media online membawa konsekuensi tersendiri, yakni menjadikan mereka sebagai aparatus ideologi negara, melegitimasi penguasa, dan ter-hegemoni kebijakan kekuasaan. Kedepannya, dalam memberitakan isu-isu sensitif (misalnya terorisme, konflik antar umat beragama), media Islam harus mulai berpikir mentarget audience “out of the box”. Termasuk mereformasi pilihan tema dan angle liputan. Sesuatu yang lebih “ramah lingkungan” dan tak didominasi rasa “hate speech” terhadap yang lain.
Kontra Propaganda Deklarasi Negara Papua Barat dalam Konstruksi Pemberitaan Tempo.co Raden Wahyu Utomo Martianto; Muhamad Isnaini
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.31885

Abstract

Ketua ULMWP Benny Wenda mendeklarasikan Deklarasi Negara Papua Barat secara sepihak pada 1 Desember 2020 dari pengasingannya di Inggris, sekaligus mengangkat dirinya sebagai Presiden Pemerintah Sementara Papua Barat. Deklarasi tersebut diklaim sebagai langkah maju menuju referandum kemerdekaan Papua untuk memisahkan diri dari NKRI. Sejumlah kalangan dari dalam negeri Indonesia menilai deklarasi tersebut sebagai propaganda ULMWP dan Benny Wenda dalam upayanya untuk membentuk opini global.  Perlawanan muncul dalam pemberitaan di berbagai media massa online maupun konvensional, salah satunya adalah media berita online Tempo.co. Kajian ini membahas framing berita Deklarasi Negara Papua Barat oleh media berita online Tempo.co, untuk menjelaskan bagaimana teks berita yang dikonstruksi merepresentasikan kontra-propaganda. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman dengan menekankan, memilih isu atau menyoroti aspek-aspek dalam suatu realitas tertentu, yang mengungkap bagaimana framing berita dilakukan oleh media online Tempo.co. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembingkaian media online Tempo.co terhadap Deklarasi Negara Papua Barat merupakan pembingkaian negatif, Kontra Propaganda dikonstruksi dari framing teks media yang menegaskan Papua berstatus bagian dari Indonesia sebagai satu-satunya entitas yang menguasai Papua dilindungi oleh hukum internasional. Peneliti juga menemukan bahwa Kontra Propaganda pada Konstruksi Media Tempo.co dalam penelitian ini, sekaligus juga menjadi bentuk propaganda dari media itu sendiri dalam mengungkapkan keberpihakan atau sikap politik media.
CULTURAL IMPERIALISM AND CAPITALISM MEDIA IN ISLAMIC VALUES DECONSTRUCTION ON RAMADAN SHOW IN TELEVISIONS Umaimah Wahid; Muhamad Isnaini; Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari
The Indonesian Journal of Communication Studies Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/ijcs.v8i2.2979

Abstract

Indonesia is the country with the largest number of Muslim occupation in the world today. The largest number of Muslims  require various forms of religious education as an attempt to provide insight to the community about the concept and values of Islam. In the process, mass media, which has grown rapidly in Indonesia, especially television come to take a role by providing a variety of spectacle that contains values of Islam. Islamic nuances such as soap operas and television speeches adorn the face of Indonesia. The phenomenon was initially only during the Ramadhan 2010-2012. The focus of this paper is about the deconstruction of Islamic values in TV’s programs, cultural imperialism and mass media capitalism which implies the reconstruction of religious understanding of the ummah. The emergence of commodification and religious shows on television structuration  as a form of capitalism media. This means that the value of profit is the primary consideration nuanced spectacle of Islam on television. That led to a new cultural imperialism in the community because dekonstrusi Islamic values by the mass media in beragamma tv program in the month of Ramadan. Comodification and structuration in the mass media thus changing the value of media is becomes a commodity that has economic value All that become on understanding community that increasingly loose with values of Islam. community more enjoy to understanding the religious impressions are nothing more than a mere entertainment. Reality is changing the way of thinking, attitudes and behavior which was originally more confidence to the understanding that comes from the explanation of 'real' in society, switch to the understanding of religion believe that they watch on television.
Kajian Konflik Antar Kelompok dalam Perspektif Komunikasi Konflik selama periode 2003-2017 (Review of Intergroup Conflict in Conflict Communication Perspective Period 2003-2017) Muhamad Isnaini; S Sarwoprasodjo; R Kinseng; nfn Kholil
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 20, No 2 (2018): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.191 KB) | DOI: 10.33164/iptekkom.20.2.2018.153-168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji studi-studi tentang konflik antar kelompok dalam perspektif komunikasi konflik. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kuantitatif. Kajian ini menitikberatkan pada perkembangan studi tentang konflik antar kelompok dan tema-tema yang dipakai dalam studi komunikasi konflik antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan:1) perkembangan studi konflik antar kelompok dalam perspektif komunikasi konflik cenderung stagnan pada periode 2003-2017; 2) tema yang muncul dalam komunikasi konflik antar kelompok adalah: (a)  komunikasi sebagai pencegahan konflik; (b) komunikasi sebagai penyelesaian konflik; (c) pengemasan pesan komunikasi melalui media; (d) proses komunikasi, dan (e) pola-pola komunikasi 
Toksisitas PC Gamers Terhadap Release Eksklusivitas Epic Games Store di Steam Discussion Hartanto Jahja; Muhamad Isnaini
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/coverage.v13i1.3774

Abstract

Eksklusivitas merupakan hal yang sangat langka di komunitas game PC, dan langkah yang dilakukan oleh Epic Games, menciptakan konflik yang baru di platform PC. Karena Steam memiliki user mayoritas di platform PC, banyak PC Gamers yang tidak dapat membeli gim baru yang mereka inginkan di dalam aplikasi store yang mereka sudah pakai sejak lama dan sukai, karena banyak yang beralih eksklusif ke Epic Games. Forum diskusi dan halaman ulasan yang seharusnya membahas hal seputar gim tersebut menjadi platform untuk menyampaikan kritik dan amarah para PC Gamers karena mereka tidak setuju dengan langkah penerbit dan pengembang. Dengan Maksim Percakapan Grice dan metode Analisis Percakapan, peneliti ingin melihat ragam jenis pelanggaran dan implikasi yang muncul di dalam percakapan forum di Steam Discussion HITMAN 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap maksim yang dilanggar memunculkan implikasi tersendiri dan percakapan pun berubah menjadi perdebatan yang toksik diantara para pengguna yang pro dan kontra. Selama Epic Games masih membuka pintu bagi para pengembang gim untuk release eksklusif di aplikasi peluncur mereka, perdebatan toksik tidak akan berhenti.