Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Sabun Padat Herbal di Desa Cileles Kabupaten Tangerang Diana Sylvia; Dina Pratiwi
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 7, No 2: Oktober 2021
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v7i2.11800

Abstract

Cooking oil is one of the main staples needed in households. Cooking oil that is no longer used can cause household waste. Unused waste oil or used cooking oil, if not managed properly, will cause environmental pollution. There are still many people who do not know how to process the remaining unused oil. Therefore, as a form of community service from the Tangerang Muhammadiyah College of Pharmacy, we tried to invite the community in the Green Palme Housing, Cileles, Tangerang Regency to be able to participate in processing used cooking oil waste so that it can be used as a useful product, namely soap making. The method used in this activity is to provide training on recycling used cooking oil by adding lemongrass essential oil to make herbal-based bath soap. Community service broadly includes 3 activities, namely data collection of participants, delivery of material by lecturers, and mentoring of soap making practices by lecturers of STF Muhammadiyah Tangerang. This training activity is expected to open up opportunities for entrepreneurship, encourage industrial houses, assist in packaging and product marketing to the community, to improve the living standards of the communities around those affected by PPKM, create jobs, and make people's lives better.
ANALISIS LOGAM BERAT DAGING IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk) MENGGUNAKAN METODE SPEKTOFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) : ANALYSIS OF HEAVY METALS IN MEAT MILKFISH (Chanos chanos Forsk) USING ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY (AAS) METHOD Diana Sylvia; Dina Pratiwi; Deasyani Fauziyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.948 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i2.331

Abstract

Perairan laut di Desa Tanjung Burung Kabupaten Tangerang memiliki kekayaan sumber daya laut yang sangat penting untuk mendukung perekonomian masyarakat karena sebagian besar pokok pendapatan masyarakatnya sebagai nelayan, salah satu hasil tangkapan nelayan berupa ikan bandeng. Ekosistem ikan bandeng yang terdapat diperairan dapat menyebabkan ikan bandeng tercemar oleh logam berat. Ikan bandeng merupakan sumber protein bermutu tinggi yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan, pemeliharaan tubuh serta pengembangan daya pikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat (As, Sn, Pb, Cd dan Hg) pada ikan bandeng (Chanos chanos Forsk). Sampel yang dianalisis sebanyak 2 sampel dengan menggunakan metode Spektofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil rata-rata pada ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) ikan bandeng A logam berat As -5,9432 mg/kg, Sn 0,1235 mg/kg, Pb 1,6605 mg/kg, Cd -0,0861 mg/kg dan Hg -1,4377 mg/kg. Untuk sampel daging ikan bandeng B logam berat As -5,6718 mg/kg, Sn 0,5820 mg/kg, Pb 1,2195 mg/kg, Cd -0,0958 mg/kg dan Hg - 0,4281 mg/kg. Kadar tersebut masih dalam batas maksimum yang diperbolehkan oleh Standar Nasional Indonesia 7387:2009. Logam As, Cd dan Hg pada sampel ikan bandeng didapatkan hasil minus (-) karena kandungan logam masih dibawah batas deteksi alat Spektofotometri Serapan Atom.
ANALISIS SIFAT FISIK, DAN KIMIA PADA TANAMAN PADI (Oriza sativa L.) YANG TERDAPAT DI DAERAH INDUSTRI MODERN CIKANDE Diana Sylvia
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.805 KB) | DOI: 10.47219/ath.v4i2.80

Abstract

Kawasan Industri Modern Cikande, merupakan daerah yang padat penduduknya, dan masih berada dalam tingkatan yang layak untuk aktivitas pertanian di kawasan urban, seperti pengolahan tanaman padi. Penduduk di sekitar kawasan industri ini memanfaatkan lahan yang ada untuk aktivitas pertanian, dimana pada lahan ini berdekatan dengan industri yang berpotensi mencemari hasil pangan. Sumber terbesar polusi di lahan ini adalah kontaminasi industri air yang digunakan untuk irigasi. Serta penggunaan pupuk anorganik juga dapat berpotensi terhadap adanya bahan pencemar yang terdapat pada tanaman padi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisika (warna, dan bau) dan sifat kimia (pH, dan kandungan logam) dari beras yang di tanam di sekitar kawasan industri. Pengambilan sampel beras diambil dengan metode random sampling dari tiga lokasi dekat dengan anak sungai yang digunakan sebagai tempat pembuangan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna dan bau dari beras adalah putih keruh dan berbau khas beras, sedangkan pengukuran pH dengan menggunakan pH meter didapatkan hasil nilai pH rata-rata 6.5, dan pengukuran logam menggunakan metode Spektofotometri Serapan Atom (SSA) di Laboratorium Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) didapatkan nilai logam Pb sebesar < 0,04 ppm, logam Cd 0,045-1,676 ppm, logam Cr sebesar < 0,005 ppm, logam Hg sebesar <0,002 ppm, dan logam Fe 9,638-112,196 ppm. Hasil kadar tersebut terdapat batas maksimum yang diperbolehkan oleh FAO & WHO, Permenkes RI No 492/menkes/per/IV/2010 dan Standar Nasional Indonesia 7387:2009 yaitu untuk logam Fe dan Cd, sedangkan untuk logam Pb, Hg, dan Cr masih di bawah ambang batas yang ditentukan. Seluruh beras pada ketiga sampel menunjukkan adanya tingkat bahaya konsumsi apabila ditinjau dari nilai hazard quotient (HQ) karena lebih dari satu untuk kandungan logam Fe dan Cd dalam beras.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETANOL-AIR UMBI KIMPUL PUTIH (Xanthosoma sagitafolium L.) DENGAN METODE DPPH Diana Sylvia; Afni Putri Anggraeni; Dina Pratiwi
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v5i1.101

Abstract

Umbi kimpul putih (Xanthosoma sagitafolium (L.) Schott. Secara empiris biasa digunakan sebagai bahan obat tradisional. Umbi kimpul putih mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang diyakini dapat berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% dan fraksi etanol-air. Ekstraksi umbi kimpul putih dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan difraksinasi berdasarkan tingkat kepolaran dengan pelarut air, etil asetat dan n-heksan. Identifikasi senyawa umbi kimpul putih dilakukan dengan metode skrining fitokimia. Penentuan kandungan total fenolik menggunakan metode Folin Ciocalteau dan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dengan vitamin C sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder yang terdapat pada umbi kimpul putih adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Berdasarkan hasil yang diperoleh ekstrak etanol 96% memiliki kandungan total fenolik sebesar 7,09 mg/g GAE, diikuti fraksi etanol-air sebesar 5,47 mg/g GAE. Berdasarkan hasil perhitungan nilai IC50 ekstrak etanol 96% memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 497,75 ppm, diikuti fraksi etanol-air sebesar 402,36 ppm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% dan fraksi etanol-air umbi kimpul putih memiliki tingkat kekuatan antioksidan yang sangat lemah.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennst) DENGAN METODE DPPH (1,1Diphenyl-2-picrylhydrazyl) Diana Sylvia1*; Galang Bahari2,; Endang Sunariyanti3
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i1.88

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas senyawa fenol dari Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst). Berdasarkan literatur dan pengalaman secara empiris, umbi gadung dapat digunakan sebagai obat tradisional. Pengujian aktivitas antioksidan dengan penentuan nilai IC50 diharapkan dapat menjadi informasi tentang kekuatan aktivitas antioksidan dengan memanfaatkan umbi gadung. Ekstrak umbi gadung diekstraksi secara maserasi langsung dengan etanol 96% sehingga diperoleh ekstrak etanol umbi gadung. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol umbi gadung ini dilakukan dengan menggunakan metode DPPH dengaan vitamin C sebagai kontrol positif. Metabolit sekunder yang terdapat pada umbi gadung adalah flavonoid, alkaloid, fenol, tannin, saponin, steroid, terpenoid, dan glikosida. Hasil perhitungan nilai IC50 umbi gadung adalah sebesar 52,196 ppm, sedangkan nilai IC50 vitamin C adalah sebesar 6,305 ppm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak umbi gadung memiliki tingkat kekuatan antioksidan yang kuat. Kata kunci: Umbi gadung, antioksidan, DPPH, IC50.
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN YANG TERDAPAT DALAM DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL & SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Diana Sylvia; Vira Apriliana; La Ode Akbar Rasydy
Jurnal Farmagazine Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v8i2.557

Abstract

Protein merupakan salah satu makronutrisi yang memilki peranan penting dalam pembentukan biomolekul. Protein dapat ditemukan dalam berbagai tumbuhan, salah satunya adalah daun jambu biji. Daun jambu biji mempunyai manfaat bagi kesehatan yaitu sebagai antiinflamasi, antidiare, analgesik, antibakteri, antidiabetes, antihipertensi, mengurangi demam dan penambah trombosit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat kandungan protein pada daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan berapa besar kandungan protein daun jambu biji tersebut. Parameter yang digunakan yaitu uji kualitatif dan uji kuantitatif, pada uji kualitatif dilakukan dengan menggunakan metode biuret untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan protein pada daun jambu biji, sedangkan uji kuantitatif dilakukan dengan metode kjeldahl dan Spektrofotometri Uv-Vis untuk mengetahui kadar protein yang terdapat pada daun jambu biji tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat kandungan daun jambu biji dengan uji biuret, dan pada metode kjeldahl diperoleh kadar protein rata-rata 0,131% pada daun jambu biji tua dan diperoleh rata-rata 0,113% pada daun jambu biji muda, sedangkan pada metode Spektrofotometri Uv-Vis diperoleh rata-rata pada daun jambu biji tua sebesar 0,142% dan daun jambu biji muda sebesar 0,053%.
ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL DAN KADMIUM PADA KERANG HIJAU (Perna viridis L.) DI PERAIRAN KABUPATEN TANGERANG MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Siti Mayholida; Zennith Putri Dewianti; Diana Sylvia
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i2.283

Abstract

ABSTRAK Kerang hijau sangat digemari oleh masyarakat karena harga yang lebih murah dari ikan. Kualitas kerang hijau dapat menurun jika ada pencemaran logam berat seperti timbal dan kadmium dalam perairan yang mempunyai dampak buruk bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal dan kadmium pada kerang hijau (Perna viridis L.) di perairan kabupaten Tangerang menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Sampel yang dianalisis sebanyak 6 sampel kerang hijau sebelum dan sesudah perebusan. Hasil analisis kandungan timbal dan kadmium pada kerang hijau di perairan kabupaten Tangerang yaitu tidak terdeteksi adanya kandungan timbal dan kadmium didalamnya, tetapi untuk mengetahui perairan yang menghasilkan hasil analisis terbesar maka harus dihitung hasil konsenterasi sebenarnya yang dihasilkan dan hasil rata-rata konsenterasi yaitu analisis timbal pada kerang hijau di perairan Kronjo 0,1695, Tanjung Kait -0,1288 dan Cituis -0,08065 mg/kg. Sedangkan untuk nilai rata-rata konsenterasi Kadmium pada perairan Kronjo -0,6699 mg/kg, Tanjung Kait -0,5052 dan Cituis -0,4280 mg/kg. Sedangkan hasil sesudah perebusan pada kerang hijau yaitu hasil rata-rata analisis timbal pada perairan Kronjo 0,15558 mg/kg, Tanjung Kait 0,1998 dan Cituis -0,09997 mg/kg, sedangkan dalam analisis Kadmium yaitu perairan Kronjo -0,5868, Tanjung kait -0,5943 dan Cituis -0,658 mg/kg. Kata Kunci : Kerang hijau (Perna viridis L.), Pencemaran, Spektofotometri Serapan Atom (SSA)
Analisis Sifat Fisika, Ph, Dan Kesadahan Air Minum Isi Ulang Beberapa Depot Air Minum Isi Ulang (Damiu) Di Kecamatan Sepatan Timur Abu Yazid Bustomi,; Diana Sylvia; Nita Rusdiana
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i3.105

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang mendasar dan sangat dibutuhkan oleh manusia, Hewan, maupun tumbuhan. Oleh manusia air dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup seperti minum, mandi, memasak, mencuci dan keperluan lainnya. Air minum isi ulang adalah salah satu jenis air minum yang dapat langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu, karena telah mengalami proses pemurnian secara filtrasi, penyinaran ultraviolet, ozonisasi, ataupun metode lainnya. Penelitian Ini dilakukan untuk mengetahui sifat fisik, pH dan Kesadahan Air Minum isi ulang di Beberapa Depot air minum isi ulang di wilayah kecamatan Sepatan TimurPenelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium, sampel yang digunakan adalah air yang di dapat dari beberapa depot air minum isi ulang di wilayah kecamatan Sepatan Timur dan parameter yang diukur adalah pH, kesadahan total serta pengamatan organoleptis. Berdasarkan Hasil Penelitian sifat fisik sampel DAMIU menunjukan bahwa 90% tidak berbau, 92% memiliki rasa yang tawar dan 100% memiliki warna yang tidak keruh berdasarkan hasil uji kuesioner terhadap 50 responden, uji pH sampel air minum isi ulang di beberapa depot air minum isi ulang di wilayah kecamatan Sepatan Timur didapati hasil pH berkisar antara 6-8 dan nilai kesadahan total berkisar antara 175-475 mg/L. Hal ini menyatakan bahwa sampel air minum dibeberapa depot air minum isi ulang di Wilayah Kecamatan Sepatan Timur sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 492/Menkes/IV/2010. Kata kunci : Air, Kesadahan Total, Kompleksometri
PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM TERHADAP PARAMETER pH, TDS, COD, BESI, KESADAHAN TOTAL, KANDUNGAN BAKTERI E. COLI DAN COLIFORM PADA BEBERAPA RUMAH MAKAN DI SEKITAR AIR TAWAR KOTA PADANG Diana Sylvia; Yulizar Yusuf; Bustanul Arifin
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.53

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai kualitas air minum di beberapa rumah makan sekitar Air Tawar Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air minum yang disediakan rumah makan tersebut terhadap parameter pH, TDS, COD, besi, kesadahan total, kandungan bakteri E.Coli dan Coliform. Pengambilan sampel dilakukan secara periode setiap minggu analisis selama empat minggu. Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan pHmeter dengan nilai pH yang didapatkan berkisar antara 6,58-8,33. Total padatan terlarut (TDS) dianalisis dengan metode gravimetri, nilai yang diperoleh berkisar 70-680 mg/L. Untuk kebutuhan oksigen kimia (COD) dilakukan dengan metode titrasi permanganometri diperoleh nilai berkisar antara 0,2-0,9 mg/L. Kandungan logam besi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri visible dengan panjang gelombang 520 nm, nilai Fe yang didapat berkisar 0,0996-0,1980 mg/L. Tingkat kesadahan total dianalisis dengan metode titrasi kompleksometri nilai yang dihasilkan berkisar 39,8358-302,1114 mg/L. Sementara untuk parameter bakteriologis yaitu bakteri E.Coli dan Coliform dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN) atau angka paling mungkin. Nilai MPN pada E.Coli diperoleh antara 21-240 per 100 mL sampel, sedangkan untuk bakteri Coliform diperoleh nilai berkisar antara 27-240 per 100 mL sampel. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kualitas air minum dikategorikan kurang bagus. Berdasarkan hasill pengujian secara total terhadap parameter di atas, dapat diketahui bahwa kualitas air minum di beberapa rumah makan tersebut belum memenuhi kualitas standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002. Kata Kunci : air minum rumah makan, pH, TDS, COD, besi, kesadahan total
ANALISIS LOGAM BERAT PADA BERAS (Oriza sativa L.) YANG DITANAM DI DAERAH INDUSTRI KARET MEKAR JAYA La Ode Akbar Rasydy; Diana Sylvia; Zenniah Anggraeni Zein
Jurnal Farmagazine Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v8i1.535

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan konsumsi beras terbesar setelah Banglades yang merupakan sebagai makanan pokok. Mutu beras dapat dilihat dari aktivitas budidaya padi tergantung pada proses penanaman dan lingkungan sekitar, seperti penggunaan pupuk anorganik, kualitas tanah, cuaca serta air yang tercemar oleh limbah industri juga dapat berpotensi dalam pencemaran bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan kandungan logam Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Merkuri (Hg), Timbal (Pb) dan Besi (Fe) pada 3 sampel beras yang ditanam di daerah Industri Karet Mekar Jaya. Sampel beras yang diambil dari hulu, tengah dan hilir persawaan disekitar industri dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dan pengujian dilakukan dengan 2 pengulangan. Dari hasil penelitian analisis logam Cd, Cu, Hg, Pb dan Fe yang diperoleh, sampel beras hanya mengandung logam Cu dan Fe, sedangkan logam Cd, Hg dan Pb tidak dapat terdeteksi. Logam Cu yang terkandung pada beras dipersawahan tersebut pada daerah hulu, tengah dan hilir berturut-turut 4,765; 4,73 dan 4,13 mg/kg sedangkan logam Fe berturut-turut 6,8; 5,76 dan 5,025 mg/kg. Kesimpulan yang diperoleh bahwa pada sampel beras 1, 2 dan 3 tidak terdeteksi logam Cd, Hg dan Pb, kadar logam Cu masih dalam batas aman menurut BPOM no 03725/B/SK/VII/89 sedangkan kadar logam Fe yang diperoleh melebihi batas aman menurut Permenkes no 492/MENKES/Per/IV/2010.