Abadi
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengembanagan Model Pembelajaran Matematika Berbasis Pengajuan dan Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Tatag Yuli Eko Siswono, ; Abadi, ; Abdul Haris Rosyidi,
Widya Cendika Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Widya Cendika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran matematika berbasis pengajuan dan pemecahan masalah yang secara teoritis untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif sekaligus perangkatnya yang valid. Penelitian pengembangan ini mengikuti model Plomp, yang terdiri dari fase investigasi awal, desain, realisasi, pengujian (evaluasi dan revisi), dan implementasi. Penelitian tahap ini hanya dilakukan pada tiga fase pertama. Fase investigasi awal dilakukan dengan studi pustaka untuk mengkaji teori model pembelajaran berbasis pemecahan dan pengajuan masalah, penelitian-penelitian yang relevan, dan mengidentifikasi karakteristik siswa dan gasmbaran pengelolaan pembelajaran oleh guru di kelas. Fase desain dilakukan dengan mengembangkan draf model (protipe awal model) yang terdiri dari sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak instruksional maupun dampak pendukung. Fase realisasi berupa pengembangan draf model (protipe awal) perangkat pembelajaran yang terdiri dari buku siswa, LKS, dan penilaian. Selain itu dilakukan panel group discussion dengan guru-guru dan peneliti untuk melihat keterbacaan dan kesesuaian model terhadap kebutuhan guru dalam mengajar di kelas.Pada fase investigasi awal telah dihasilkan teori model pembelajaran berbasis pemecahan dan pengajuan masalah, hasil identifikasi karakteristik siswa kelas 5 pada 6 sekolah di kabupaten Sidoarjo, yaitu SDN Masangan Kulon Sukodono, SDN Sepanjang II Taman, SDN Gilang I Taman, SDN Kebon Agung II Sukodono, SDN Sidorejo Krian, dan SDN Jemirahan Jabon, dan gambaran pengelolaan pembelajaran oleh guru yang diperoleh dari angket. Hasil identifikasi siswa masih tidak dapat menyelesaikan soal divergen dan guru belum menekankan pembelajaran yang mengarah pada kemampuan berpikir kreatif siswa. Fase desain menghasilkan draf model (protipe awal model) yang terdiri dari sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak instruksional maupun dampak pendukung. Fase realisasi dihasilkan draf model (protipe awal) perangkat pembelajaran yang terdiri dari buku siswa, LKS, dan penilaian, dan berdasar pendapat penilai (guru) dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
MODEL MATEMATIKA MANGSA PEMANGSA DUA SPESIES DENGAN FUNGSI RESPON HOLLING TIPE II DAN PERILAKU ANTI-PEMANGSA RETNO EKAWATI NINGRUM; ABADI
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.57 KB)

Abstract

Interaksi antara mangsa dan pemangsa merupakan masalah penting dan menarik bagi peneliti dalam ekologi. Maka dari itu banyak peneliti membuat model matematika mangsa pemangsa untuk mengetahui perilaku dari mangsa pemangsa tersebut. Paper ini khusus membahas tentang konstruksi model matematika mangsa pemangsa dua spesies dengan fungsi respon Holing tipe II dan perilaku anti-pemangsa. Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui perilaku dari mangsa pemangsa tersebut. Kata kunci: mangsa pemangsa, fungsi respon, Holling tipe II, perilaku anti-pemangsa.
MODEL MATEMATIKA SISTEM DINAMIK MANGSA-PEMANGSA DENGAN RESPON FUNGSIONAL AKAR KUADRAT FANIA ROSELLIA; ABADI
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.802 KB)

Abstract

Sebuah masalah penting dalam ekologi adalah untuk mempelajari interaksi antara mangsa dan pemangsa di suatu ekosistem. Sehingga diperlukan model matematika sistem dinamik untuk memprediksi perilaku populasi mangsa-pemangsa pada populasi mangsa dengan sistem pertahanan kelompok. Paper ini khusus membahas tentang rekonstruksi model mangsa pemangsa dari populasi mangsa yang membentuk sistem pertahanan kelompok. Hal tersebut diperlukan untuk dikaji secara mendalam untuk mempelajari perilaku populasi mangsa pemangsa tersebut. Kata Kunci: mangsa pemangsa, pertahanan kelompok.
MODEL SIR-SI PENYEBARAN VIRUS ZIKA DENGAN VAKSINASI APRILINA; ABADI
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.494 KB)

Abstract

Virus Zika adalah penyakit yang menjadi perbincangan setelah virus H1N1 dan virus Ebola. Penyebaran virus Zika dimodelkan dengan model SIR-SI yang melibatkan dua populasi yaitu manusia dalam model SIR dan nyamuk Aedes Aegypti dalam model SI. Metode yang dilakukan yaitu menelaah masalah yang berkaitan dengan virus Zika, membuat batasan masalah, menyusun asumsi, dan mengkonstruksi model penyebaran virus Zika. Artikel ini bertujuan untuk mengkontruksi model matematika dari penyebaran virus Zika menggunakan model SIR-SI jika ada pengaruh vaksin di dalamnya. Kata kunci: virus Zika, model SIR-SI, titik kesetimbangan, linierisasi, analisis kestabilan
PENYEBARAN PENYAKIT INFLUENZA TIPE A (H1N1) MODEL SEI_S I_N R AWAL LAUNY PUTRI SINULA; ABADI
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.474 KB)

Abstract

Salah satu penyakit menular yang berkembang di dunia adalah penyakit influenza. Penyakit influenza terdiri dari 3 tipe yaitu influenza tipe A (H1N1), tipe B (Flu Perut) dan tipe C (Flu Ringan). Diantara ketiga tipe tersebut influenza tipe A (H1N1) merupakan influenza yang paling berbahaya dan dapat menyerang semua kelompok umur manusia juga hewan. Influenza tipe A (H1N1) merupakan penyakit yang dapat menyebabkan epidemik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku sistem dari penyebaran penyakit influenza tipe A (H1N1) dengan analisis kestabilan model dari sistem dan menentukan (bilangan reproduksi dasar) dari model . diperlukan agar dapat menentukan penyebaran yang terjadi, apabila bilangan reproduksi dasar ( ) maka penyakit akan menyebar dan menyebabkan epidemik dan apabila bilangan reproduksi dasar ( ) maka penyakit tidak akan menyebar. Kata kunci: Influenza tipe A (H1N1), bilangan reproduksi dasar, epidemik, analisis kestabilan
MODEL MATEMATIKA DARI PENYEBARAN POLUTAN DI UDARA DENGAN MODEL GAUSSIAN PLUME SHINTA PATMA SARI; ABADI
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.319 KB)

Abstract

Masalah besar di dunia yang berkaitan dengan lingkungan adalah adanya penyebaran polutan di udarakarena cerobong asap dari pabrik-pabrik industri. Model matematika dari penyebaran polutan di udaradiperoleh dengan menggunakan metode dispersi. Istilah dispersi merupakan kombinasi antara difusi danadveksi. Model yang digunakan untuk memodelkan metode dispersi adalah model Gaussian plume. Plumedisini menggambarkan asap yang keluar dari cerobong asap dari pabrik-pabrik industri. Hasil dari penelitianini menunjukkan bahwa pengaruh ketinggian sumber polutan terhadap konsentrasi ????(????, ????) adalah semakintinggi ketinggian sumber polutan maka semakin menurunnya kadar cemaran polutan. Sedangkan pengaruhketinggian sumber polutan terhadap konsentrasi ????(????, ????) adalah semakin tinggi ketinggian sumber polutanmaka kadar cemaran polutan akan tetap sama.Kata Kunci: Polutan, Dispersi, Gaussian plume
MODEL INTERAKSI MANGSA PEMANGSA DENGAN FUNGSI RESPON RASIO DEPENDENT HOLLING TIPE II DAN PERILAKU ANTI PEMANGSA SITI SAADAH; ABADI
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.454 KB)

Abstract

Interaksi antara mangsa pemangsa dalam bidang ekologi merupakan suatu topik menarik untuk dibahas. Namun untuk mengetahuinya tidak mudah, sehingga dibutuhkan model matematika untuk dapat memprediksi perilakunya. Interaksi mangsa pemangsa dengan fungsi respon rasio dependent Holling tipe II mengkaji bahwa populasi pemangsa tidak hanya bergantung pada keberadaan populasi mangsa, namun juga keberadaan populasi pemangsa itu sendiri. Artikel ini khusus membahas kontruksi model interaksi mangsa pemangsa menggunakan fungsi respon rasio dependent Holling tipe II dengan adanya perilaku anti pemangsa. Kata kunci: mangsa pemangsa, rasio dependent, anti pemangsa.