Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan antara Lingkungan Kerja dan Karakteristik Individu dengan Kepuasan Kerja Perawat; Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo, Semarang Tahun 2010 Edy Wuryanto; Achir Yani S Hamid; Mustikasari -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.508 KB)

Abstract

Latar belakang-Penelitian dengan disain deskriptif korelasi dilatar belakangi ketidakpuasan perawat akibat lingkungan kerja.Tujuan-Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan lingkungan kerja, karakteristik individu dengan kepuasan kerja perawat RSUD Tugurejo Semarang.Metode--Populasi sebanyak 225, menggunakan total sampling, kriteria inklusi bekerja 6 bulan, tidak meninggalkan rumah sakit lebih I bulan, diuji dengan T Independen, chi-square, dan analisis regresi logistik model prediksi.Hasil-Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya hubungan kualitas kepemimpinan, gaya manajemen, program dan kebijakan ketenagaan, otonorni, hubungan interdisiplin, dan pengembangan profesional dengan kepuasan kerja. Faktor paling dominan adalah program dan kebijakan ketenagaan setelah dikontrol kualitas kepemimpinan dan hubunganinterdisiplin.Kesimpulan-Manajemen yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja positif, khususnya program dan kebijakaan ketenagaan.Kata Kunci-Karakteristik Individu, Kepuasan Kerja, Lingkungan Kerja
Pengembangan Nilai Florence Nightingale Dalam Pendidikan Keperawatan Di Indonesia Achir Yani S Hamid
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 1, No 3 (1997): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v1i3.80

Abstract

Florence Nightingale dikenal sebagai perawat dan theorist pertama yang memiliki body of knowledge keperawatan. Nightingale menekankan fokus intervensi keperawatan adalah membuat lingkungan yang kondusif bagi manusia unntuk hidup sehat. Sebagian besar dari pemikiran Nightingale masih relevan dengan pendidikan keperawatan di Indonesia pada masa sekarang maupun yang akan datang. Florence Nightingale has been recognized as the first nurse theorist in development of nursing as a profession which its nursing body of knowledge. Nightingale emphasizes that the focus of nursing intervention is to make the environment to be conducive for healthy living of individuals. Most of Nightingale’s thoughts are still relevance to present and even for future nursing education in Indonesia.
Pengalaman Keluarga dan Nilai Anak Tunagrahita: Metode Penelitian Kualitatif dalam Perseptif Keperawatan Achir Yani S Hamid
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 1, No 3 (1997): December
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v1i3.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana pengalaman dan nilai anak tunagrahita yang dipersepsikan oleh ibu. Desain penelitian deskriptif eksploratif dengan metode penelitian kualitatif digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Seratus tiga puluh enam orang ibu yang mempunyai anak tunagrahita telah dipilih secara purposive dan acak untuk memberikan data kualitatif tentang nilai anak tunagrahita yang dipersepsikan ibu, serta sebelah orang ibu dipilih juga secara acak dari 136 sampel tersebut untuk memperoleh informasi tentang pengalaman ibu.Melalui analisis isi teridentifikasi beberapa tema yang merupakan jastifikasi terjadinya tunagrahita, yaitu keinginan Tuhan, hukuman Tuhan dan keturunan. Respons psikologik yang dipersepsikan ibu meliputi syok, denial, marah, depresi dan penerimaan. Kekhawatiran ibu tentang masa depan anak, stigma yang meleket pada anak dan keluarga selalu mengikuti perjalanan hidup keluarga, sementara ibu tetap berupaya mencari alasan mengapa mereka mempunyai anak tunagrahita. Data tentang pengalaman orang tua mempunyai anak tungrahita diklasifikasikan dan diuraikan dalam empat kategori, yaitu pengalaman awal mengasuh anak tunagrahita, pengalaman tanpa akhir, dampak tunagrahita terhadap keluarga dan kekhawatiran utama terhadap anak tunagrahita.Implikasi untuk keperawatan adalah: 1) kebutuhan untuk memberikan informasi sedini mungkin kepada keluarga tentang antisipasi kelainan yang dialami anak; 2) pengembangan program intervensi krisis kepada keluarga; 3) pengembangan program intervensi dini bagi anak tunagrahita; dan 4) pelatihan untuk orang tua. The purpose of this study was to answer the research question how is the experience and value of mentally retarded child as perceived mothers. This descriptive exploratory research design with the qualitative research method were used to answer research question. One hundred thirty-six mothers were purposively and randomly selected to give qualitative data about parent’s value of mental retardation, and eleven of 136 mothers were randomly selected to share their experiences on having a mentally retarded child.The content analysis revealed several themes on mothers justification of having a mentally retarded child, God’s will, God’s punishment, heritage from family. Psychological responses as expressed by mothers identifies as shock, denial, anger, depression, and acceptance. The mothers concern were also emerged : concern about the child future, stigma and searching for reason. Qualitative data on mothers experiences was describe into four categories: 1) the need for providing early information to the family concerning the anticipated disability of the children; 2) development of crisis intervention program for the families; 3) development of early intervention program for the special children; and 4) parenrs training.
Pengalaman Spiritual Perempuan dengan Kanker Serviks Dwi Dahlia Susanti; Achir Yani S Hamid; Yati Afiyanti
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v14i1.52

Abstract

Studi kualitatif fenomenologi ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pengalaman spiritualperempuan dengan kanker serviks dalam konteks asuhan keperawatan kanker serviks dan bagaimana perempuan dengan kankerserviks memaknai pengalaman tersebut. Partisipan dipilih dengan metode purposif sebanyak enam perempuan dengan kankerserviks yang dirawat di sebuah RS di Jakarta. Data diperoleh dengan melalui wawancara mendalam dan dilengkapi catatanlapangan. Analisis data dengan teknik Colaizzi menghasilkan sepuluh tema. Hasil penelitian ini mengungkapkan kehidupanperempuan dengan kanker serviks diawali dengan ketidakpastian dan mengalami penderitaan sepanjang hidupnya tetapisemangat, keyakinan akan Tuhan, dan harapan menjadikan kehidupannya lebih pasti. Hasil penelitian ini memberikan implikasiterhadap pelayanan keperawatan untuk meningkatkan pelaksanaan asuhan keperawatan yang holistik terhadap klien dengankanker serviks.
Peran Perawatan dalam Penanganan Tindak Kekerasan Pada Wanita dan Keluarganya Achir Yani S Hamid
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 2, No 6 (1999): May
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v2i6.89

Abstract

Perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia telah menimbulkan berbagai dampak baik yang positif maupun yang negative. Situasi ini telah mengakibatkan peningkatan angka kekerasan. Sesuai dengan definisinya, kekerasan merupakan pelecehan dan penyalahgunaan seksual terhadapa wanita tanpa memandang usia. Kekerasan merupakan situasi yang amat kompleks dan multidimensi yang memerlukan beberapa pendekatan dan intervensi yang spesifik serta terfokus. Hal ini juga berlaku untuk penanganan bagi korban-korban perkosaan atau penyalahgunaan/ kekerasan seksual.Para perawat yang bekerja di garis terdepan telah diperhitungkan sebagai sumber-sumber penting yang mampu menyelesaikan masalah ini secara professional. Mereka juga perlu dilibatkan dalam upaya pencegahan primer, sekunder dan tertier. Development in various aspects of life in Indonesia has produced not only positive impacts but also negative impact of human life which leads to increasing number of violence.According to its definition, violence refers to sexual abuse to women regardless of their age. Violence is a complex and multifacet situation that needs specific approaches and intervention. It applies also in the intervention for victims of rape or sexual abuse.Nurse who are working in the front line are considered to be important resources to professionally solve this problem. They also need to be involved in primary, secondary, and tertiary prevention.
Adaptasi Psikososial pada Masa Kehamilan & Nifas Achir Yani S Hamid
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 1, No 4 (1998): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v1i4.84

Abstract

Kehamilan dan melahirkan merupakan suatu peristiwa psikososial yang sangat mempengaruhi kehidupan wanita dan keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung, yang selanjutnya turut menentukkan kualitas kehidupan keluarga. Respons dan kemampuan adaptasi psikososial wanita dalama masa kehamilan dan nifas ditentukan oleh tingkat pencapain tugas perkembangan keluarga, mekanisme koping yang digunakan, usia kehamilan, dan faktor pendukung lain. Pemahaman perawat tentang konsep terkait dengan proses adaptasi psikososial wanita pada masa kehamilan dan nifas, memungkinkan perawat untuk mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan unik untuk tiap tahap perkembangan keluarga dengan wanita dalam masa kehamilan dan nifas.Pregnancy and childbirth are considered as a psychosocial event in woman and her family life which directly or indirectly determine the family’s quality of life. Psychosocial response and ability of woman during her pregnancy and postpartum period are determined by the level of the family developmental tasks achievement, coping mechanism, gestational age, and other supporting factors. The understanding of nurse about the related concepts of psychosocial adaptation of woman during her pregnancy and postpartum period will enable nurses to provide a comprehensive and unique nursing care for each developmental stage of family with pregnant or childbirth woman.
PENGARUH LATIHAN KETRAMPILAN SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN SOSIALISASI PADA LANSIA DENGAN KESEPIAN DI PANTI WREDHA DI KABUPATEN SEMARANG Anny Rosiana Masithoh; Achir Yani S Hamid; Luknis Sabri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh Latihan Ketrampilan sosial terhadap kemampuan sosialisasi pada lansia yang mengalami kesepian di  Panti wredha. Desain penelitian ini adalah quasi experimental, pre-post test with control group.  Tempat penelitian di Panti Wredha A (Intervensi)  dan  Panti Wredha B (Kontrol) di Kabupaten Semarang. Sampel penelitian adalah 27 lansia kelompok intervensi dan 28 lansia sebagai kelompok kontrol yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan skor kemampuan sosialisasi lansia setelah dan sebelum dilakukan Latihan Ketrampilan Sosial. Terdapat peningkatan kemampuan sosialisasi pada lansia pada kelompok intervensi. Rekomendasi penelitian ini adalah Latihan Ketrampilan Sosialisasi direkomendasikan pada lansia dengan kesepian.
PENGARUH PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP ANSIETAS DAN DEPRESI KELUARGA YANG MEMPUNYAI ANAK DENGAN AUTIS DI SEKOLAH KHUSUS AUTIS HARAPAN UTAMA ANANDA DEPOK Ellya Qolina; Achir Yani S Hamid; Ice Yulia Wardani
Jurnal JKFT Vol 2, No 2 (2017): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v2i1.696

Abstract

ABSTRAK Mekanisme koping maladaptif sering terjadi pada orang tua yang mempunyai anak autis. Hal tersebut menyebabkan dampak psikologis seperti ansietas dan depresi pada keluarga terutama orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap ansietas dan depresi pada keluarga yang mempunyai anak autis. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen pre post test without control group. Sebanyak 21 orang tua yang mempunyai anak autis di Sekolah Khusus Autis Harapan Utama Depok diambil sebagai responden penelitian dengan metode total sampling. Variabel dianalisis dengan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikoedukasi keluarga secara signifikan menurunkan ansietas dan depresi responden dengan nilai p 0,000 (<0,05). Hasil penelitian ini merekomendasikan perawat jiwa komunitas untuk memberikan psikoedukasi keluarga pada keluarga yang mempunyai anak autis untuk meningkatkan koping adatif sehingga dapat secara mandiri mencegah atau menurunkan ansietas dan depresi. Kata kunci    : Psikoedukasi, keluarga dengan anak autis, ansietas, depresi