Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh komposisi aditif sekam padi terhadap ukuran pori, luas permukaan dan porositas membran keramik Sisnayati; Ria Komala; Retno Suryani
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 3 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat membran keramik dengan penambahan bahan aditif sekam padi pada berbagai komposisi dan mempelajari pengaruh penambahan aditif tersebut terhadap ukuran pori, luas permukaan dan porositas membran yang dihasilkan. Membran keramik dirancang berbentuk tube, dibuat dari campuran tanah liat, serbuk besi dan sekam padi dengan diameter dalam 5 cm, diameter luar 6 cm, ketebalan 1 cm dan panjang 25 cm. Membran keramik setelah dicetak terlebih dahulu, kemudian dikeringkan pada temperatur kamar selama 7 hari, selanjutnya disintering pada temperatur 900°C selama 9 jam.  Membran  yang diperoleh  dianalisis morfologi permukaannya  dengan  analisis SEM-EDS dan analisis BET.  Dari hasil uji SEM diperoleh bahwa semakin banyak penambahan sekam padi, pori yang terbentuk juga akan semakin banyak dan terlihat masih kurang seragam (asimetrik), berstruktur random dan terdistribusi merata di permukaan. Sedangkan dari hasil uji BET, semakin banyak sekam padi yang ditambahkan pada membran maka ukuran pori dan porositas membran akan semakin besar namun  luas permukaannya  akan  semakin  kecil.  Membran  yang  memiliki  ukuran  pori  yang  paling  kecil  adalah membran yang memiliki komposisi 87.5% tanah liat, 10% aditif sekam padi dan 2.5% serbuk besi, yaitu 2,8 µm, dengan luas permukaan 45,38 m2/g dan porositas 35,95%.
Pengaruh komposisi aditif sekam padi terhadap ukuran pori, luas permukaan dan porositas membran keramik Sisnayati Sisnayati; Ria Komala; Retno Suryani
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 3 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v24i3.919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat membran keramik dengan penambahan bahan aditif sekam padi pada berbagai komposisi dan mempelajari pengaruh penambahan aditif tersebut terhadap ukuran pori, luas permukaan dan porositas membran yang dihasilkan. Membran keramik dirancang berbentuk tube, dibuat dari campuran tanah liat, serbuk besi dan sekam padi dengan diameter dalam 5 cm, diameter luar 6 cm, ketebalan 1 cm dan panjang 25 cm. Membran keramik setelah dicetak terlebih dahulu, kemudian dikeringkan pada temperatur kamar selama 7 hari, selanjutnya disintering pada temperatur 900°C selama 9 jam. Membran yang diperoleh dianalisis morfologi permukaannya dengan analisis SEM-EDS dan analisis BET. Dari hasil uji SEM diperoleh bahwa semakin banyak penambahan sekam padi, pori yang terbentuk juga akan semakin banyak dan terlihat masih kurang seragam (asimetrik), berstruktur random dan terdistribusi merata di permukaan. Sedangkan dari hasil uji BET, semakin banyak sekam padi yang ditambahkan pada membran maka ukuran pori dan porositas membran akan semakin besar namun luas permukaannya akan semakin kecil. Membran yang memiliki ukuran pori yang paling kecil adalah membran yang memiliki komposisi 87.5% tanah liat, 10% aditif sekam padi dan 2.5% serbuk besi, yaitu 2,8 μm, dengan luas permukaan 45,38 m2/g dan porositas 35,95%.
PENGARUH ADITIF BAWANG PUTIH TERHADAP KARAKTERISTIK DAN BIODEGRADASI BIOPLASTIK DARI BIJI DURIAN sisnayati sisnayati; Surya Hatina; Ani Rahmi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.519 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i1.104

Abstract

Dewasa ini penggunaan plastik memiliki peranan penting dalam industri modern. Plastik sering digunakan sebagai pengemas makanan. Akan tetapi, penggunaaan plastik dapat mencemari lingkungan, karena sulit didegradasi secara alami. Salah satu cara menguranginya yaitu dengan penggunaan plastik biodegradable. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh banyaknya penambahan ekstrak bawang putih dan gliserol pada tepung biji durian dalam pembuatan bioplastik. Bioplastik ini dibuat dengan melarutkan tepung biji durian dengan aquades ditambah dengan gliserol dan ekstrak bawang putih. Selanjutnya variasi rasio ekstrak bawang putih (0%, 5%, 10%, 15%), dengan gliserol (25%, 35%, 45%, dan 55% dari berat tepung biji durian). Karakteristik biodegradable ditandai dengan adanya uji biodegradasi, uji kuat tarik dan elongasi. Hasil karakterisasi plastik biodegradable yang memiliki kinerja optimal diperoleh dari plastik biodegradable dengan kuat tarik 0,71 Mpa, persen elongasi 16,38%, dan waktu degradasi 14 hari. Kata Kunci: biji durian, gliserol, bawang putih dan plastik biodegradable
PENURUNAN CADMIUM DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI PULP MENGGUNAKAN MEMBRAN KERAMIK BERBAHAN ADDITIVE DEDAK PADI ., Sisnayati
KINETIKA Vol. 6 No. 3 (2015): KINETIKA 01112015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3965.618 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find an alternative pulp industrial waswater treatment system with filtration using ceramic membrane made from a mixture of natural clay, iron powder and rice bran as additive material in various composition. The experimental rig is equipped with silica and carbon active filter, ceramic membranes module, flowmeter, pressure gauge, and the circulation pump. The tested liquid waste is derived from one of the pulp industry in Sumatera Selatan. Process variables studied were operating time, filter composition and rice branparticle size. Parameters analyzed were TDS (Total Dissolved Solid), TSS (Total Suspensi Solid), pH, EC(Electrical Conductivity) and the concentration of Cadmium. Scanning Electron Microscope (SEM) analysis offilter surface and Brunnauer-Emmet Teller (BET) analysis for pores size determination were also performed. The results obtained showed that the application of ceramic membrane in composition of 87,5% of natural clay, 10% of material additive rice bran and 2,5% of iron powder can decrease cadmium concentration in pulp mill effluent up to 99,9%. Permeate flux was significantly decrease after 30 minutes. The SEM images and BET analysis of pore distribution showed that ceramic membrane has a random pore structure and can be classified as the microfiltration membrane.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN TAWAS DAN PAC TERHADAP KEKERUHAN DAN pH AIR BAKU PDAM TIRTA MUSI PALEMBANG Sisnayati ,; Eddyanto Winoto; Yhopie ,; Selvia Aprilyanti
Jurnal Redoks Vol 6, No 2 (2021): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v6i2.5841

Abstract

Penelitian tentang pengolahan air baku dengan menggunakan koagulan Aluminium Sulfat dan Poly Aluminium Chlorida (PAC) dilakukan di IPA Rambutan dengan mengambil sampel air baku dari intake Karang Anyar dan intake 1 Ilir. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis koagulan yang tepat dalam proses pengolahan air baku. Jenis koagulan yang digunakan dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia pada air baku tersebut. Parameter uji yang diamati adalah nilai kekeruhan dan pH. Penelitian dilakukan dengan menggunakan jar test untuk menentukan dosis koagulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PAC padat lebih efektif untuk kedua intake, dimana dosis optimum koagulan PAC 20 ppm digunakan untuk air baku di intake Karang Anyar dan intake 1 Ilir menghasilkan kekeruhan masing-masing 2,62 NTU dan 4,15 NTU dan pH masing-masing 7,8 dan 7,6. Kata Kunci : koagulan, Aluminium Sulfat, Poly Aluminium Chlorida, intake, kekeruhan
Penurunan BOD, TSS, minyak dan lemak pada limbah cair pabrik kelapa sawit menggunakan proses aerasi plat berlubang Sisnayati Sisnayati; Dian S. Dewi; Rachmawati Apriani; Muhammad Faizal
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 2 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i2.559

Abstract

Seiring dengan meningkatnya produksi Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia, maka akan menghasilkan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dalam jumlah yang besar pula. Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) akan menjadi masalah pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Hal ini dikarenakan LCPKS memiliki kandungan Biochemical Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS), minyak dan lemak yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk mengurangi kadar BOD, TSS, minyak dan lemak yang terkandung dalam LCPKS ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu air bubbling terhadap penurunan konsentrasi BOD, TSS, dan minyak & lemak dalam LCPKS. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode aerasi menggunakan kolom plat berlubang dengan mengalirkan udara ke dalam LCPKS dan tanpa menggunakan bahan tambahan lain. Variabel tetap yang digunakan adalah volume LCPKS sebanyak 7 L dan debit udara yang dimasukkan dalam LCPKS sebesar 5 Liter/menit sedangkan variabel proses yang diamati pada penelitian ini adalah kandungan BOD, TSS, minyak dan lemak dan variabel perlakuannya adalah perubahan waktu operasi per hari selama 6 hari. Penurunan kandungan BOD terbesar terjadi pada hari ke-2 dengan persentase penurunan sebesar 95,5%. Penurunan kandungan TSS terbesar terjadi pada hari ke-4 dengan persentase penurunan sebesar 91,61%, sedangkan penurunan kandungan minyak dan lemak terbanyak terjadi pada hari ke-5, dengan persentase penurunan sebesar 69,14%.
The Effect of Rice Husk Addition as Additive Materials on the Characterization of Ceramic Membrane and Their Application on Water River Treatment Process Sisnayati Sisnayati; Ria Komala; Retno Suryani
Science and Technology Indonesia Vol. 4 No. 1 (2019): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.029 KB) | DOI: 10.26554/sti.2019.4.1.11-17

Abstract

This study aims to study how the effect of adding rice husk additives to the characteristics of ceramic membranes with various variations of membrane-forming component composition in terms of surface morphology and pore size of the membrane produced. This research is expected to be used by the community as an alternative treatment of river water into clean water. In this study, the variables studied were the composition of the membrane constituent namely clay, iron powder and rice husk as an additives. The ceramic membrane was designed in the form of a tube, made from a mixture of clay, iron powder and rice husk with a diameter of 5 cm, an outer diameter of 6 cm, a thickness of 1 cm and a length of 25 cm. Housing membrane was made of glass fiber with an outer diameter of 9 cm, an inner diameter of 8.5 cm and a length of 30 cm. Making ceramic membranes were from clay, iron powder and rice husk with a ratio of 87.5%, 2.5%, 10%, 77.5%, 2.5%, 20% and 77.5%, 2.5%, 15%. The river water was treated by flowing to the complete separation process. It was taken every 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes, 60 minutes, 75 minutes, 90 minutes. Every sampling, the permeate volume was determined. Permeat events were analyzed for chemical parameters in the form of iron (Fe), Manganese (Mn) and Zinc (Zn). Based on the SEM-EDS analysis on the ceramic membrane produced shows that the membrane was classified in the microfiltration membrane group with a random and asymmetrical pore size and structure. According to the BET analysis on ceramic membranes shows that the best ceramic membrane produced in this study is C ceramic membrane with a clay composition of 87.5%; 10% of rice husk; and 2.5% of iron powder with a pore size of 2.8 μm and a large surface area of ​​45.38 m2/g. The difference in pressure of 2 bars gives the best results in reducing levels of contaminant compounds contained in river water with a percentage of Fe reduction of 92.18%, Mn of 89.23%, and Zn of 99.80%.
PERAMALAN PRODUKSI LISTRIK DI PLTGU 1 ULPL KERAMASAN MENGGUNAKAN METODE SINGLE MOVING AVERAGE Sisna yati; Selvia Aprilyanti; Arif Nurrahman; Rachmawati Apriani
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 10 No. 2 Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v10i2.944

Abstract

Abstrak: Peramalan sangat penting sekali, karena merupakan landasan kerja bagi perusahaan yang memiliki proses produksi secara terus-menerus maupun yang memiliki proses produksi terputus-putus. Energi listrik dihasilkan melalui pembangkit-pembangkit listrik yang ada di pusat tenaga listrik. Di Indonesia sendiri sebagian besar pusat pembangkit dikelola oleh PT. PLN (Persero).  Pada penelitian ini membahas tentang perbandingan metode peramalan produksi  listrik dalam rangka untuk menentukan produksi listrik yang dihasilkan oleh PT.PLN. Metode Single Moving Average (MA) dan Single Exponential Smoothing (SES) yang digunakan dalam perbandingan metode ini dimana, metode yang memiliki nilai error/ MAPE yang paling kecil akan sangat bagus digunakan untuk menghasilkan peramalan yang akurat dan presisi. Perhitungan pada penelitian ini menggunakan data produksi pada PLTGU 1 ULPL KERAMASAN pada bulan Januari – Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyimpangan (ERROR) dalam peramalan hasil produksi listrik pada PLTGU 1 ULPL keramasan PT.PLN (persero) dengan metode Moving Average 3 bulanan yaitu untuk mean absolute error sebesar 86.522 MWh dan untuk mean squared error sebesar -4763212925 MWh. Sedangkan 5 Bulanan menunjukkan mean absolute error sebesar 91.249 MWh dan untuk mean squared error sebesar 6.481.781.117 MWh.Kata kunci: listrik, moving average, peramalan, single exponential smoothing 
The Effect of Pressure and Time Operation of Water Treatment of Gasing River on Pollutant Concentration by Using Ceramic Membrane Separation Sisnayati Syechran
Sriwijaya Journal of Environment Vol 3, No 2 (2018): Soil and Water
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.419 KB) | DOI: 10.22135/sje.2018.3.2.47-54

Abstract

AbstractThe purpose of this study is  to treat water from Gasing River, Banyuasin District, South Sumatera Province by using ceramic membrane to produce clean water. Also, this study is to analyze the performance of ceramic membranes in terms of its ability to reduce the pollutants contained in water of Gasing River. The ceramic membrane was tube-shaped, made from clay (87.5% w), iron powder (2.5% w) and activated carbon of oil palm empty bunch (10% w). The operation condition of membrane separation was of 15 minutes; 30 minutes; 45 minutes; 60 minutes; 75 minutes; 90 minutes and the applied  pressure  was of 1.0 bar, 1.5 bar and 2.0 bar. The reduction pollutants (Fe, Mn, Zn, NH3-N, NO2- and PO4-3) concentration increased with increasing the pressure and the operating time of membrane separation, and the pollutants concentration in effluent was met the Environmental Quality Standards. 
ANALISIS METODE SIX SIGMA DALAM UPAYA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KERTAS DI PT. INDAH KIAT PULP & PAPER, Tbk Rachmawati Apriani; Desy Rahayu Ningsih; Sisna yati; Tine Aprianti; Arif Nurrahman
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2022): VOL 10 No. 1 2022
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v10i1.861

Abstract

Abstrak: PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Perawang adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan pulp (bubur kertas) dan kertas. Masalah yang terjadi adalah ketika dalam proses pembuatan terdapat produk yang mengalami defect. Hasil produksi di PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Perawang masih belum mencapai zero defect (kecacatan nol), karena masih ditemui adanya cacat pada proses produksi kertas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengendalikan kualitas produk kertas di PT. IKPP Perawang. Dalam prosesnya, peneliti menggunakan metode Six Sigma yang terdiri dari lima tahapan. Tahapan tersebut dikenal dengan DMAIC yang merupakan singkatan dari masingmasing tahapan yaitu define, measure, analyze, improve, dan control. Persentase jenis cacat reject weinkle sebesar 43,9% dan persentase jenis cacat reject wavy 38,1%. DPMO selama tahun 2020 adalah17.616. Hasil perhitungan level sigma selama tahun 2020 adalah 3,6 sigma yang mana level ini mencapai level rata-rata industri manufaktur di Indonesia. Hasil dari analisis FMEA adalah vibrasi pada mesin dengan nilai RPN 270 dan sensor thickness yang tidak bekerja dengan baik dengan nilai RPN 243. Usulan perbaikannya pada wrinkle yaitu melakukan perawatan pada mesin. Seperti pelumasan pada bearing dan penggunaan speed yang bertahap. Pada wavy yaitu kalibrasi sensor dan membersihkan sensor dari debu. Kata kunci: DMAIC, peningkatan kualitas, six sigma, zero defect