Herlina Agustin
Program Studi Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemetaan Kebutuhan Kualifikasi Jurnalis Pemula pada Industri Media Massa di Indonesia Agustin, Herlina
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.2, Desember 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Ini adalah artikel ilmiah yang membahas kualitas dan sistem seleksi jurnalis pemula di media massa Indonesiasaat ini. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilatarbelakangi kenyataan bahwa banyakjurnalis muda yang melakukan pelanggaran etika maupun teknis ketika sedang meliput. Penelitian yangmendasari artikel ini dilakukan terhadap beberapa media massa cetak, elektronik, dan online di Indonesia.Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang melibatkan observasi serta wawancara mendalam.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pendidikan ilmu jurnalistik secara umum tidak menjadi pritoritasutama dalam perekrutan jurnalis di media massa yang menjadi objek penelitian kali ini. Hal ini disebabkanmedia massa tidak merasa bahwa pendidikan jurnalistik dapat menjamin kualitas jurnalis. Hampirdi semua media massa, skill jurnalistik yang sesuai dengan karakter media masing-masing dirasakan dapatdilatih secara internal. Kualifikasi yang paling utama adalah adanya passion, loyalty, dan determination daripara kandidiat untuk menjadi jurnalis. Hal-hal itu dinilai dapat diperoleh dari latar belakang pendidikanapapun. Namun demikian semua media sepakat, pendidikan jurnalistik harus menjadi standar bagi kompetensijurnalis. Maka berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pendidikan jurnalistik mengembangkankurikulumnya sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan media massa akan jurnalis yang berkualitas,terutama dalam hal praktis.Kata-kata kunci: Jurnalistik, kualifikasi jurnalis, standar kompetensi wartawan
Pemetaan Kebutuhan Kualifikasi Jurnalis Pemula pada Industri Media Massa di Indonesia Agustin, Herlina; Karlinah, Siti; Abdullah, Aceng; Supriadi, Dandi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.268 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6039

Abstract

Ini adalah artikel ilmiah yang membahas kualitas dan sistem seleksi jurnalis pemula di media massa Indonesia saat ini. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilatarbelakangi kenyataan bahwa banyak jurnalis muda yang melakukan pelanggaran etika maupun teknis ketika sedang meliput. Penelitian yang mendasari artikel ini dilakukan terhadap beberapa media massa cetak, elektronik, dan online di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang melibatkan observasi serta wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pendidikan ilmu jurnalistik secara umum tidak menjadi pritoritas utama dalam perekrutan jurnalis di media massa yang menjadi objek penelitian kali ini. Hal ini disebabkan media massa tidak merasa bahwa pendidikan jurnalistik dapat menjamin kualitas jurnalis. Hampir di semua media massa, skill jurnalistik yang sesuai dengan karakter media masing-masing dirasakan dapat dilatih secara internal. Kualifikasi yang paling utama adalah adanya passion, loyalty, dan determination dari para kandidiat untuk menjadi jurnalis. Hal-hal itu dinilai dapat diperoleh dari latar belakang pendidikan apapun. Namun demikian semua media sepakat, pendidikan jurnalistik harus menjadi standar bagi kompetensi jurnalis. Maka berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pendidikan jurnalistik mengembangkan kurikulumnya sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan media massa akan jurnalis yang berkualitas, terutama dalam hal praktis.
INTERNET DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL (Studi Pemanfaatan Web Blog dalam Pelestarian Budaya Sunda oleh Pengelola Sundanesecorner.org) GUMILAR, GUMGUM; AGUSTIN, HERLINA
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.945 KB)

Abstract

Pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. We Are Social mencatat pengguna internet di Indonesia sampai awal tahun 2016 mencapai 88,1 juta dimana sekitar 3 juta diantaranya adalah pengguna blog (blogger). Saat ini blog tidak hanya digunakan untuk aktivitas pribadi, tetapi juga digunakan untuk pendidikan dan pengembangan budaya lokal, salah satunya adalah Blog sundanesecorner.org. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemanfaatan Web Blog sebagai media baru dalam pelestarian budaya sunda oleh Blog Sundanesecorner.org. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pengelola sundanesecorner.com, penelusuran isi halaman web sundanesecorner.org dan studi literatur. Hasil penelitian ini memerlihatkan sundanesecorner.org dibuat dan dikembangkan oleh seorang kolumnis dan editor yang memiliki ketertarikan pada bahasa, literatur dan budaya sunda bernama Hawe Setiawan. Pengelola menyajikan halaman web dengan menggunakan bahasa inggris dengan tujuan agar tema kebudayaan Sunda menjangkau pembaca yang lebih luas daripada kalangan penutur bahasa Sunda sendiri. Informasi disajikan berdasarkan rubrik/kategori, serta umpan balik lebih banyak dilakukan oleh pembaca dari luar negeri. Kata Kunci : blog, sundanesecorner.com, sunda, budaya, hawe setiawan
PENGABAIAN ISU KESEHATAN JIWA DALAM PEMBERITAAN KASUS-KASUS NABI BARU DI INDONESIA - Studi Kasus Intrinsik Pemberitaan Nabi Baru di Media Massa Dalam Jaringan Di Indonesia AGUSTIN, HERLINA; HIDAYAT, DADANG RAHMAT
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku A- Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.808 KB)

Abstract

Bagi masyarakat Indonesia, agama merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Ada 6 agama resmi yang diakui pemerintah Indonesia, yaitu Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Khonghucu. Dalam Islam, Muhammad adalah nabi terakhir sehingga jika ada yang mengaku nabi baru tentu dianggap sebagai fenomena yang tidak biasa yang menarik perhatian umat Islam dan juga media massa. Karena beririsan dengan agama, media massa cenderung memberitakannya hanya dari pendekatan agama saja, padahal ada aspek lain yang bisa dilihat dari kasus ini. Riset ini menggunakan pendekatan studi kasus intrinsik dari Stakes untuk mengetahui bagaimana pemberitaan nabi baru di media massa dalam jaringan dari sudut penggunaan Bahasa dan perspektif media. Data dikumpulkan dari 10 media massa sejak 2013 hingga 2016. Berita dipilih dari media massa yang paling banyak dilihat pada isu tersebut. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan pendekatan nilai berita, elemen jurnalisme dan kesehatan jiwa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa media massa hanya memiliki sedikit perspektif saja, yaitu agama dan kriminal. Padahal sudut pandang kesehatan jiwa menjadi salah satu hal penting yang seharusnya digali lebih dalam oleh media massa. Pemberitaan yang berperspektif agama dan kriminal dapat menggiring khalayak untuk merundung sang nabi yang pada akhirnya dapat menimbulkan depresi lebih lanjut. Media massa disarankan untuk lebih bijak mencari perspektif dan tidak hanya mencari sensasi untuk kepentingan bisnis.
POTENSI JURNALIS DI DAERAH PERBATASAN : STUDI MENGENAI POTENSI JURNALIS MEDIA LOKAL DI NUSA TENGGARA TIMUR Gumilar, Gumgum; Agustin, Herlina; Agustin, Herlina
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.214 KB)

Abstract

Perkembangan daerah perbatasan tidak terlepas dari peran media lokal dalam menyampaikan informasi, hal ini menyebabkan kebutuhan jurnalis media lokal yang memiliki kualifikasi serta kompetensi menjadi semakin besar. Persaingan media di daerah perbatasan bukan hanya antara media lokal, tetapi juga bersaing dengan media di negara yang berbatasan dengan wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai kualifikasi jurnalis media lokal di Nusa Tenggara Timur khususnya kota Kupang yang wilayah kerjanya mencakup wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Metode yang digunakan adalah Metode Deskriptif dengan Informan penelitian Wakil Ketua KPID, Pemimpin Redaksi Media Cetak, Wartawan TVRI, dan Pengelola Media Online di Kupang. Hasil Penelitian memperlihatkan jurnalis di Kota Kupang masih sedikit yang telah lulus uji kompetensi wartawan baik cetak maupun elektronik. Sumber daya manusia yang tersedia masih kurang, pemenuhan kebutuhan wartawan yang sesuai dengan pendidikannya sulit, dan minat untuk menjadi wartawan masih rendah. Berbagai kendala dihadapi media lokal untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi wartawannya. Media lokal di Kupang melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualifikasi serta kompetesi wartawannya antara lain mengirimkan wartawan untuk mengikuti uji kompetensi, mengikutsertakan wartawan dalam pelatihan di luar daerah, menyelenggarakan pelatihan internal serta menyediakan unsurunsur pendukung kerja wartawan. Kata Kunci: Jurnalis, kompetensi, kupang, media lokal, nusa tenggara timur, Perbatasan
POTENSI JURNALIS DI DAERAH PERBATASAN : STUDI MENGENAI POTENSI JURNALIS MEDIA LOKAL DI NUSA TENGGARA TIMUR Gumilar, Gumgum; Agustin, Herlina; Agustin, Herlina
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.214 KB)

Abstract

Perkembangan daerah perbatasan tidak terlepas dari peran media lokal dalam menyampaikan informasi, hal ini menyebabkan kebutuhan jurnalis media lokal yang memiliki kualifikasi serta kompetensi menjadi semakin besar. Persaingan media di daerah perbatasan bukan hanya antara media lokal, tetapi juga bersaing dengan media di negara yang berbatasan dengan wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai kualifikasi jurnalis media lokal di Nusa Tenggara Timur khususnya kota Kupang yang wilayah kerjanya mencakup wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Metode yang digunakan adalah Metode Deskriptif dengan Informan penelitian Wakil Ketua KPID, Pemimpin Redaksi Media Cetak, Wartawan TVRI, dan Pengelola Media Online di Kupang. Hasil Penelitian memperlihatkan jurnalis di Kota Kupang masih sedikit yang telah lulus uji kompetensi wartawan baik cetak maupun elektronik. Sumber daya manusia yang tersedia masih kurang, pemenuhan kebutuhan wartawan yang sesuai dengan pendidikannya sulit, dan minat untuk menjadi wartawan masih rendah. Berbagai kendala dihadapi media lokal untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi wartawannya. Media lokal di Kupang melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualifikasi serta kompetesi wartawannya antara lain mengirimkan wartawan untuk mengikuti uji kompetensi, mengikutsertakan wartawan dalam pelatihan di luar daerah, menyelenggarakan pelatihan internal serta menyediakan unsurunsur pendukung kerja wartawan. Kata Kunci: Jurnalis, kompetensi, kupang, media lokal, nusa tenggara timur, Perbatasan
Identifying the victims of workplace cyberbullying among lecturers mirawati, ira; Suryana, Asep; Agustin, Herlina; Hidayat, Mien
Jurnal Studi Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.665 KB) | DOI: 10.25139/jsk.v3i2.1535

Abstract

Cyberbullying exists not only among kids and teenagers but also adults. It takes place in many work sectors, including education. This research qualitatively investigated the victims of cyberbullying among lecturers. Thirty lecturers in West Java and Banten, fifteen males and fifteen females, were in-depth interviewed in this phenomenological research. Interviews were conducted by using a semi-structured guide. The results revealed that the victims were the “minority” of their group. They are unmarried young lecturers, lecturers with “negative” physical condition, lecturers with unique or silly habits, male lecturers who feel “scared” of their wives, the “ignored” lecturers, and young lecturers with unproductive working behaviour.
Identifying the victims of workplace cyberbullying among lecturers mirawati, ira; Suryana, Asep; Agustin, Herlina; Hidayat, Mien
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v3i2.1535

Abstract

Cyberbullying exists not only among kids and teenagers but also adults. It takes place in many work sectors, including education. This research qualitatively investigated the victims of cyberbullying among lecturers. Thirty lecturers in West Java and Banten, fifteen males and fifteen females, were in-depth interviewed in this phenomenological research. Interviews were conducted by using a semi-structured guide. The results revealed that the victims were the “minority” of their group. They are unmarried young lecturers, lecturers with “negative” physical condition, lecturers with unique or silly habits, male lecturers who feel “scared” of their wives, the “ignored” lecturers, and young lecturers with unproductive working behaviour.