Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI SENYAWA LUTEIN DARI DUA JENIS BUNGA KENIKIR LOKAL Kusmiati, Kusmiati; Agustini, Ni Wayan Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.833 KB)

Abstract

ABSTRAK   Senyawa lutein merupakan zat warna alam yang dikelompokkan sebagai karotenoid yang banyak ditemukan pada tanaman. Senyawa ini terkandung dalam bunga kenikir (Tagetes erecta L.), hasil ekstraksi bunga kenikir dapat memperoleh 700-900 gram pigmen per kg konsentrat yang mengandung 90-95% lutein dan 5-10% zeaxantin. Bunga kenikir sudah dikenal penduduk lokal sebagai tanaman obat yang berkhasiat terhadap berbagai penyakit. Warna bunganya bervariasi kuning, jingga, merah hati hingga hitam kecoklatan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakter lutein dari dua jenis bunga kenikir berwarna kuning dan jingga. Serbuk bunga kenikir (T. erecta L.) kering dimaserasi dengan n-heksan, kemudian dilakukan digesti menggunakan isopropanol dan disaponifikasi dengan larutan NaOH 50%. Ekstrak lutein dimurnikan dengan kromatografi kolom dan dilakukan Kromatografi lapis tipis. Hasil isolasi senyawa dibandingkan terhadap lutein baku pembanding berdasarkan jarak bercak Rf. Senyawa diidentifikasi dengan spektrofotometri cahaya tampak, kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dan FTIR. Hasil menunjukkan bahwa Rf  lutein dari bunga kenikir kuning dan jingga sama dengan Rf lutein baku pembanding yaitu 0,57 cm. Hasil KCKT menunjukkan bahwa lutein bunga kenikir kuning muncul pada waktu retensi 3,10 menit, bunga jingga 3,11 menit dan lutein baku pembanding 3,12 menit. Hasil karakterisasi gugus fungsi dengan spektrometer FTIR pada ekstrak lutein bunga kenikir kuning dan jingga terdapat gugus Alkenil, Alkil, Alkena Aromatik, dan hidroksil sesuai dengan lutein baku pembanding.   Kata kunci:  Lutein, Bunga kenikir (Tagetes erecta L.), spektrofotometer,KCKT, FTIR
IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA AKTIF SECARA MASERASI DAN DIGESTI DALAM BERBAGAI PELARUT DARI MIKROALGA DUNALIELLA SALINA Agustini, Ni Wayan Sri; Kusmiati, Kusmiati
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.045 KB)

Abstract

ABSTRAK   Telah dilakukan uji aktivitas antibakteri dan identifikasi senyawa aktif yang terkandung dalam mikroalga Dunaliella salina. Sebanyak 20 g biomasa kering Dunaliella salina masing-masing diekstraksi menggunakan pelarut petroleum eter, aseton, dan etanol dengan cara maserasi dan digesti. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi cara cakram dengan bakteri uji  Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, sedangkan identifikasi senyawa aktif menggunakan KG-SM (Kromatografi Gas-Spektrometer Massa). Berdasarkan hasil yang diperoleh  menunjukkan bahwa, semua ekstrak Dunaliella salina mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji dan zona terbesar ditunjukkan pada ekstrak  etanol, baik secara maserasi maupun digesti. Hasil identifikasi dengan KG-SM menunjukkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak etanol adalah Asam Heksadekanoat, Asam. 9,12- oktadekadienoat, Asam. 9,12-metil ester oktadekadienoat, Neophytadiena, Phytol, dan Asam. 8,11-metil ester oktadekadieoat.   Kata Kunci: Dunaliella salina, maserasi, digesti, antibakteri, identifikasi
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI TOKSISITAS HAYATI PIGMEN FIKOBILIPROTEIN DARI EKSTRAK SPIRULINA PLATENSIS Agustini, Ni Wayan Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.247 KB)

Abstract

ABSTRAK   Pigmen fikobiliprotein diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sebagai pewarna alami untuk makanan, kosmetik dan obat-obatan.  Salah satu mikroalga penghasil pigmen fikobiliprotein adalah Spirulina platensis. Berdasarkan literatur, diketahui bahwa fikobiliprotein dapat meredam radikal bebas dari 2,2?-azobis(2-amidinopropane)dihydroxychloride (AAPH) dan mencegah inisiasi reaksi radikal berantai.  Pigmen fikobiliprotein diekstraksi dari biomassa Spirulina platensis dengan menggunakan larutan kalsium klorida 1%. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara peredaman radikal DPPH dan uji aktivitas biologi secara BSLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek peredaman radikal bebas dari pigmen fikobiliprotein dan ada aktivitas biologi dengan menghitung tingkat kematian larva Artemia salina Leach. Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai IC50 sebesar 96,57µg/ml dan nilai LC50 sebesar 174,66µg/ml.   Kata Kunci: Antioksidan, toksisitas hayati, fikobiliprotein, antioksidan, Spirulina platensis.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA ASAM LEMAK DARI MIKROALGA Lyngbya sp. - (ANTIBACTERIAL ACTIVITY AND FATTY ACID COMPOUNDS IDENTIFICATION FROM MICROALGAE Lyngbya sp.) Agustini, Ni Wayan Sri; Kusmiati, Kusmiati; Handayani, D
Biopropal Industri Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.452 KB)

Abstract

Fatty acid has biological activity to terminate or inhibit the growth of pathogenic bacteria. Lyngbya sp. is one of microalgae that producing fatty acid. This study aims to obtain a compound with antibacterial activity from Lyngbya sp. The extraction method used specifically to isolate fatty acid with dichloromethane solvents. The A, B and C extracts were tested its antibacterial activity using diffusion method with paper disc. The C extract which most active was fractionated using SiO2 column chromatography, dichlromethane-ethyl acetate (1:1). The result then tested against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Fraction that had antibacterial activity with highest inhibition zone was identified using Gas Chromatography Mass Spectrometry. The 16th fraction of the C extract had the highest antibacterial activity with inhibition zone of 30.30 mm. The identification of 16th fraction showed it was phthalic acid (bis(2-ethylhexyl) phatalate 1.2 benzene dicarboxylic acid) with retention time 19.73 minutes which classified as fatty acid.Keywords: antibacterial, chromatography, fatty acid, Lyngbya sp.ABSTRAKAsam lemak memiliki aktivitas biologis untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Salah satu mikroalga penghasil asam lemak adalah Lyngbya sp. Penelitian ini bertujuan  untuk memperoleh senyawa kimia yang mempunyai aktivitas antibakteri dari mikroalga Lyngbya sp. Metode ekstraksi yang digunakan khusus untuk mengisolasi senyawa asam lemak dengan pelarut diklorometan. Ekstrak yang diperoleh adalah ekstrak A, B dan C, masing-masing ekstrak lalu diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi menggunakan kertas cakram. Setelah diketahui ekstrak C merupakan ekstrak teraktif, selanjutnya ekstrak tersebut difraksinasi menggunakan kromatografi kolom SiO2, dengan pelarut diklorometana-etil asetat (1:1). Fraksi yang diperoleh kemudian diuji aktivitas antibakterinya dan ditetapkan fraksi yang mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Fraksi yang mempunyai aktivitas antibakteri dengan zona hambat tertinggi diidentifikasi dengan kromatografi gas-spektrometri massa. Fraksi 16 ekstrak C memberikan aktivitas antibakteri dengan zona hambat 30,30 mm. Identifikasi fraksi 16 dengan kromatografi gas-spektrometer massa menunjukkan bahwa kandungan senyawa yangbersifat antibakteri adalah asam ftalat (bis(2 etil heksil) ftalat 1,2 benzena asam karboksilat) dengan waktu retensi 19,73 menit yang merupakan golongan asam lemak.Kata kunci: antibakteri, asam lemak, kromatografi, Lyngbya sp.
POTENSI ASAM LEMAK DARI MIKROALGA Nannochloropsis sp SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI Agustini, Ni Wayan Sri
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.784 KB)

Abstract

Abstract- In Indonesia, the use of microalgae is still lacking, therefore, the antibacterial and antioxidant activity of the extract fatty acids from microalgae Nannochloropsis sp. Nannochloropsis sp biomass. extracted by soxhletasi with petroleum ether and ethanol, whereas the fatty acid extraction method by Indonesian National Standard. Antibacterial activity by disc diffusion method and antioxidant activity using the method of reduction of free radicals (DPPH). The results showed that the petroleum ether extract showed antibacterial and antioxidant activity better than the ethanol extract. The results of the identification of fatty acids in petroleum ether extract was dodecanoic acid (18.88%), while the ethanol extract was hexadecanoic acid (14.02%). Keywords: antioxidant, antibacterial, fatty acid, Nannochloropsis sp
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI TOKSISITAS HAYATI PIGMEN FIKOBILIPROTEIN DARI EKSTRAK Spirulina platensis Agustini, Ni Wayan Sri
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pigmen fikobiliprotein diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sebagai pewarna alami untuk makanan, kosmetik dan obat-obatan.  Salah satu mikroalga penghasil pigmen fikobiliprotein adalah Spirulina platensis. Berdasarkan literatur, diketahui bahwa fikobiliprotein dapat meredam radikal bebas dari 2,2’-azobis(2-amidinopropane)dihydroxychloride (AAPH) dan mencegah inisiasi reaksi radikal berantai.  Pigmen fikobiliprotein diekstraksi dari biomassa Spirulina platensis dengan menggunakan larutan kalsium klorida 1%. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara peredaman radikal DPPH dan uji aktivitas biologi secara BSLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek peredaman radikal bebas dari pigmen fikobiliprotein dan ada aktivitas biologi dengan menghitung tingkat kematian larva Artemia salina Leach. Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai IC50 sebesar 96,57µg/ml dan nilai LC50 sebesar 174,66µg/ml.   Kata Kunci: Antioksidan, toksisitas hayati, fikobiliprotein, antioksidan, Spirulina platensis.
Bioactive Compounds from Microalgae Spirulina platensis as Antibacterial Candidates Against Pathogen Bacteria Hidhayati, Noor; Agustini, Ni Wayan Sri; Apriastini, Marsiti; Diaudin, Dhea Peby Ananda
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 2 (2022): Volume 25 Issue 2 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.25.2.41-48

Abstract

Microbial infection by bacteria has caused severe health problems worldwide. Treatment with antibiotics as the current solution has several drawbacks and triggers the phenomenon of bacterial resistance. Therefore, there is an urgency to look for a natural antimicrobial that is safer and has fewer side effects. One of the most promising antibacterial agents is Spirulina platensis. This research was conducted to evaluate the antibacterial activity of microalgae S. platensis against Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis, and Enterobacter aerogenes and identify compounds from the active fraction of microalgae. Biomass was extracted with ethanol 96% using the reflux method then partitioned with immiscible solvents such as hexane, ethyl acetate, and water. Partial purification was carried out by chromatography techniques such as thin-layer chromatography and column chromatography. The compounds of active fractions were identified by GC-MS analysis. The result showed that ethyl acetate extract had vigorous antibacterial activity against all tested bacteria. The highest activity (14.4 ± 0.63 mm and 16.9 ± 1.48 mm) was achieved against P. acne; followed by S. epidermidis (13.05± 0.14 mm and 13.15 ± 0.0 mm), and E. aerogenes (11.7 ± 2.05 mm and 12.6 ± 1.90 mm), at concentrations 20,000 ppm and 30,000 ppm, respectively. The results indicated that the extract is more sensitive to Gram-positive bacteria (P. acne and S. epidermidis) than Gram-negative bacteria (E. aerogenes). Purification of the extract resulted in fraction 2 and fraction 6 as the most potential fractions for further analysis and identification. Based on the antibacterial activity, inhibition zones of fractions are wider than extracts. It could be assumed that the purification process enhances the activity of a sample. GC-MS analysis revealed that the dominant compounds of fractions 2 and 6 were bis (2-ethylhexyl) phthalate (67.76%) and 1,2-Benzendicarboxilic acid, bis (2-ethylhexyl) ester (50,88%), respectively. This result indicated that the ethyl acetate fraction of the microalgae S. platensis has the potential as a natural antibacterial.