Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PENSIUN PADA KARYAWAN DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII UNIT USAHA BETUNG KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Ahmad, Fandi; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.658 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15376

Abstract

Masa pensiun merupakan masa peralihan dari bekerja menjadi memiliki banyak waktu luang. Pensiun seringkali menimbulkan kecemasan karena individu sulit menyesuaikan diri dari bekerja menjadi tidak bekerja. Oleh karena itu karyawan perlu memiliki kemampuan bersikap fleksibel dan memaknai secara positif masa pensiun yang akan dihadapi, hal tercakup dalam kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi pensiun pada karyawan di PT Perkebunan Nusantara VII Betung. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 105 karyawan masa persipan pensiun yang bekerja di PT Perkebunan Nusantara VII Betung dengan rentang usia 50 sampai 55 tahun. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan Skala Kecerdasan Spiritual (40 aitem, α = 0,944) dan Skala Kecemasan Menghadapi Pensiun (28 aitem, α = 0,920). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan negatif antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi pensiun (rxy = -0,724; p < 0,001) yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin rendah kecemasan menghadapi pensiun. Kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif terhadap kecemasan menghadapi pensiun sebesar 52,4%, sedangkan 47,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN MANGROVE DI DESA PALAES KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Suzana, Benu Olfie L.; Timban, Jean; Kaunang, Rine; Ahmad, Fandi
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/agrsosek.7.2.2011.89

Abstract

The purpose of this study to determine the economics value of mangrove forest ecosystems, as well asits contribution to society in the region of mangrove research sites in the Palaes Village, District of WestLikupang, North Minahasa regency. In this research, using primary and secondary data. The variablesmeasured were the direct benefit of the value generated from direct utilization of mangrove forests such asthe potential for wood (timber and firewood), palm leaves craftsmen , catching fish, shrimp and crab(Rp/year). The value of benefits Indirect value resulting from the utilization of mangrove forest indirectlynamed as breaking waves (break water) (Rp/year). Value of benefit options, namely the economic valuederived from potential direct or indirect utilization of a resource / ecosystem in the future the value ofBiodiversity (Rp/year).Based on INP calculation to determine the existence of a species in a community under study, obtainedPalaes Village mangrove forest dominated by Rhizophora at 109,499. INP data from other speciesin a row on the kind of Brugiera of 58,088, amounting to 57,492 Ceriops species, Xilocarpus of 41,491,20,860 species of Sonneratia and Avicennia species amounted to 12,860.Based on the calculations found that the benefits obtained if mangrove forests are maintained atRp10,888,218,123,/year, calculated from the sum of the direct benefits other than timber potential, indirectbenefits and benefits options. Meanwhile, if the potential for exploitation of timber obtained a profit ofRp273,617,273/year. It can be concluded that if the mangrove forest is maintained, then the benefits will39.8 times greater than exploiting the natural resources of mangrove forests Palaes Village.By considering the total economic value derived from the mangrove forest ecosystem in Palaes Village,it has the benefits of mangrove forest and an important functions as economic resources and ecologicalresources for the life of the people who are around him. Therefore, the presence of (physical condition)of mangrove forest ecosystems must be maintained as an asset development, be it by local communitiesand other parties such as government, private sector, researchers and LSM, so that development activitiescan work well and the availability of mangrove forest resources remain secure.
POLITIK HUKUM PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI MENJADI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI Ahmad, Fandi; Firdaus, Emilda; ', Junaidi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Vol 1, No 2 (2014): Wisuda Oktober 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Constitutional Court is one of the principals of judicial power as defined in the Indonesian Constitution of 1945. Constitutional Court also referred as the guardian of the constitution which was mandated by the Indonesian Constitution of 1945. The first legislation governing the Constitutional Court is Act No. 24 Year 2003 about Constitutional Court and the latest legislation,is Act No. 8 Year 2011 on about Amendment to Law Number 24 year 2003 about the Constitutional Court. The release of Act No. 8 Year 2011, making the assumption that this law was formed due to political intervention.The purpose of this research is: first, to determine the legal politics of changes Act No. 24 year 2003 to Act No. 8 year 2011 about Amendment of the Act No. 24 year 2003 about the Constitutional Court. Second, to determine the implications of Act No. 8 year 2011 about Amendment of the Act No. 24 year 2003 about the Constitutional Court toward the Constitutional Court. Third, to determine the implications of the Constitutional Court Decision No. 49/PUU-IX/2011 toward the authority of the Constitutional Court. Research used is also called normative or literature legal research. Because using the literature as a major cornerstone in conducting this research.From this research and discussion, it is concluded that: First, The legal politics changes the Act No. 24 of 2003 about the Constitutional Court into Act No. 8 of 2011 about the Amendment of Act No. 24 Year 2003 about the Constitutional Court is with the changes occurring the Basic Law of the Constitutional Court appears that the executive and legislative changes that weaken or strengthen the authority of the Constitutional Court. Second, the implications of Act No. 8 Year 2011 to the Constitutional Court, it is change the authority of Constitutional Court. It makes weaken and strengthen the Constitutional Court. The legislator should provide reinforcement not weakens because the Constitutional Court is the only institution which has the authority to interpret the Indonesian Constitution of 1945. Third, the decision of the Constitutional Court No. 49/PUU-IX/2011 affect the Constitutional Court being the State institution which is free from the political interests of the legislators who want to control the Constitutional Court and also become the state institutions that are not supervised by other State institution.Keywords : Counstitutional Court - Legal Policy - Authority
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Checks Dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Tepadu Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 1 Tabulahan Kab. Mamasa Ahmad, Fandi
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 5, No 2 (2016): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.794 KB) | DOI: 10.35580/sainsmat5232412016

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe pair checks pada materi sistem pernapasan. Pengumpulan data yang dilakukan dengan jumlah subjek 21 siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 tabulahan dengan menggunakan angket untuk mengukur motivasi belajar siswa, dan untuk mengukur hasil belajar dengan menggunakan tes hasil belajar siswa pada setiap ahir siklus. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu pada siklus I 73% dan  meningkat pada siklus II menjadi 85,50%, sedangkan untuk  hasil belajar siswa, siklus I sebanyak 10 orang dengan kategori kurang atau dengan persentase 47,60% dan pada siklus II sebanyak 19 orang dengan kategori sangat tinggi atau dengan persentase 90,08%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe pair checks.Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Checks, Hasil Belajar dan Motivasi Belajar.ABSTRACTThis study is a classroom action research that aims to increase motivation and biology learning outcomes by applying cooperative learning model of pair checks type on the respiratory system. The data were collected from 21 students of class VIIIA SMP Negeri 1 Tabulahan by using questionnaires to measure student's learning motivation, and learning outcomes test to measure learning outcomes of the students at each end of the cycle. Study result showed that there is improvement of student's learning motivation in Integrated IPA subject. In cycle I learning motivation of students is 73% and increase in cycle II become 85,50%. While for student learning outcomes in cycle I there are 10 people with less category or with percentage 47 , 60% and in cycle II there are 19 people with very high category or with percentage 90,08%. From this study it can be concluded that there is an increase in motivation and student learning outcomes with the application of cooperative learning model of pair checks type. Key words: Cooperative Learning Model of Pair Checks Type, Motivation, and Learning Outcomes
PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI FLUIDA DINAMIK MENGGUNAKAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KREATIVITAS Ahmad, Fandi; Sukarmin, Sukarmin; Siti Aminah, Nonoh
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Fisika sebagai bagian dari mata pelajaran IPA, masih sering diidentikkan dengan persamaan matematika, angka dan hitungan yang susah dipahami sehingga tidak sedikit peserta didik yang takut atau tidak suka dengan pelajaran fisika yang berakibat peserta didik malas untuk belajar dan rendahnya prestasi belajar dan kreativitas. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan Inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas ditinjau dari sikap ilmiah dan kemampuan awal. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan teknik analisis Multivariat analisis of varians (MANOVA). Penelitian dilakukan di MA PPKP Darul Ma’la, kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah pada kelas XI IPA semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) tidak ada perbedaan prestasi belajar dan kreativitas bagi peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Inkuiri terbimbing, 2) ada perbedaan prestasi belajar dan kreativitas bagi peserta didik yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah, 3) tidak ada perbedaan prestasi belajar dan kreativitas bagi peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi dan rendah, 4) tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Inkuiri terbimbing dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik, 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Inkuiri terbimbing dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik, 6) tidak ada interaksi antara sikap ilmiah dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik, dan 7) tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan Inkuiri terbimbing, sikap ilmiah, dan kemampuan awal terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik.
PEMIKIRAN K.H. AHMAD DAHLAN TENTANG PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASINYA DI SMP MUHAMMADIYAH 6 YOGYAKARTA TAHUN 2014/2015 Ahmad, Fandi
Profetika Vol. 16, No. 2, Desember 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to describes K.H. Ahmad Dahlan’s thought of Muhammadiyah education and related to evaluating implementation about K.H. Ahmad Dahlans thought in SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta. The concept of Muhammadiyah education whose pioneered by K.H. Ahmad Dahlan apply holistic education. The education which combines general and religious education in the curriculum. This education will generate student who not only excellent in general knowledge but also in religious knowledge. By means of this research, researchers wanted to knowing the concept of Muhammadiyah education and that implementation in SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta. The data collected though interview to information resources, observation, and documentation study will be analyzed by qualitatively and descriptive served. Based on the results of descriptive analyzed revealed that the K.H. Ahmad Dahlan’s thought of Muhammadiyah education denote combines general education with religious education into a single unit are inseparable from one each other. Hence, this concept of Muhammadiyah education whose pioneered by K.H. Ahmad Dahlan not yet implementation in SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta because of the teachers still understand about the concept of Muhammadiyah education.Keywords: education; implementation;  Muhammadiyah 
Penerapan Model Pembelajaran MURDER untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 12 Makassar Munandar, Haris; Ahmad, Fandi
bionature Vol 17, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.396 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v17i2.2834

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas dengan penerapan model pembelajaran MURDER. Subjek penelitian ini siswa kelas XI IPA5 tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah siswa 43 orang. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitaif. Data kualitatif diperoleh dari observasi dan pemberian angket, sementara data kuantitatif diperoleh dari tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan prestasi belajar siswa, yaitu dimana pada siklus I ada 19 siswa nilainya tidak tuntas dengan persentase 44% ,dan siswa yang tuntas ada 24 siswa dengan persentase 56% dan pada siklus II mengalami peningkatan siswa yang tuntas. dan mengalami penurunan siswa yang tidak tuntas. Siswa yang tuntas ada 39 siswa dengan persentase 91%, siswa yang tidak tuntas ada 4 siswa dengan persentase 9%.   Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Pembelajaran MURDER, dan Hasil Belajar
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS HIPERTEXT PADA MATERI POKOK STRUKTUR ATOM DAN TABEL PERIODIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 3 MAKASSAR Ahmad, Fandi
Jurnal Ilmiah Pena: Sains dan Ilmu Pendidikan Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Pena Volume 6 Nomor 1 November 2014
Publisher : STKIP Pembangunan Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51336/jip.v6i1.17

Abstract

This research is a quasi experiment that aims to determine the effect the use of hypertext-based  as media on  atomic structure and periodic table to the study results of the students Class X of  SMAN 3  Makassar  with  "pre and post-test control group design." The population for this study is the students class X  SMAN  3   Makassar, that consists of nine classes and the samples consits of two that a class  experiment X2 and X3 class as a control group that created by random sampling method. Variables consisted of free variables by using media-based learning hipertext. while the dependent variable is learning of student result. The  data was collected by pretest and posttest. Data were analyzed by descriptive  and inferential statistics with SPSS (Statistial Package for Social Science) for Windows version 16. The results showed the average value of experimental pretest was 21.88 with a standard deviation of 8.21 and the average posttest value was 73.59 with a standard deviation of 10.15. While the control class average pretest value was 22.50 with a standard deviation of 8.80 and the average value posttest was 65.88 with a standard deviation of 10.17. ANACOVA test results, obtained significance value of p = 0.000 <α = 0.05, This means that Ho is rejected and the HI is received, the hypertext-based as media on  Atomic Structure and Periodic Table influence on students result learning at class X SMAN 3 Makassar.
Deskripsi Kemampuan Membuat Soal Interaktif Mahasiswa Calon Guru di STKIP-PI Makassar Khadijah, Khadijah; Astuti, Wiwik Wiji; Ahmad, Fandi
Jurnal Saintifik Vol 3, No 1 (2017): VOLUME 3 NOMOR 1 JANUARI 2017
Publisher : Fakultas MIPA UNSULBAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v3i1.112

Abstract

Tujuan kegiatan ini yaitu hendak mengupayakan pengembangan keterampilan dan kemampuanprofessional guru dalam mengembangkan soal interaktif sebagai upaya peningkatan kualitaspendidikan di era teknologi seperti sekarang ini. Materi pembelajaran yang disajikan tidaklengkap tanpa adanya soal-soal latihan, untuk memastikan bahwa soal yang diberikan dikerjakanlangsung oleh siswa tanpa menyontek dan agar siswa dapat menilai dirinya sendiri makasebaiknya soal diberikan dengan menggunakan teknologi yang interaktif. Belum adanyaketerampilan pembuatan soal dengan teknologi yang interaktif bagi mahasiswa calon guru dikampus mitra menjadi pendorong pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Untuk itu, kegiatan iniakan memberikan pelatihan pembuatan soal interaktif, agar nantinya mahasiswa calon guru dikampus mitra mampu membuat sendiri soal yang bersifat interaktif. Metode penyajian materi danpraktikum pelatihan yaitu metode ceramah dan diskusi tanya jawab. Hasil yang dicapai berupapengetahuan cara mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan penggunaan teknologi yaitudengan melibatkan tampilan yang menarik dari suatu aplikasi komputer, meningkatnyakemampuan dan keterampilan mahasiswa calon guru dalam membuat soal interaktif. Haltersebut tampak dari hasil kerja mandiri peserta dalam menghasilkan soal interaktif yangmenarik. Hasil kegiatan juga berupa antusiasme dan semangat peserta pelatihan yang tampakdari kehadiran peserta dan ketertarikan untuk lebih mendalami materi. Pemahaman danketerampilan pembuatan soal interaktif juga cukup tinggi yang tampak dari penguasaan langkahpembuatan dan kreasi tampilan soal interaktif.Kata Kunci: Soal Interaktif, teknologi pembelajaran
RANCANG BANGUN APLIKASI PENGOLAAN BENGKEL SERVICE INDAH MOTOR BERBASIS WEB Ahmad, Fandi; Sunarto, Dewiyani; Soebijono, Tony
Jurnal Sistem Informasi dan Komputerisasi Akuntansi (JSIKA) Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Sistem Informasi dan Komputerisasi Akuntansi (JSIKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Service Indah Motor adalah sebuah bengkel yang menyediakan layanan jasa service. pelanggan datang menunggu antrian lalu mekanik melakukan service. Hal ini merupakan yang ada dalam Servis Indah Motor yang mana sistemnya terkesan masih manual dan pada pembayaran gaji mekanik yang dibayar perharinya, tidak mengetahui berapa yang peroleh. Karena hal ini sering kali ada perdebatan antara mekanik berdasarkan permasalahan tersebut SIM ingin membuat system yang mana dapat mengatasi permasalahan yang ada, yakni dengan mengelola bengkel mulai dari pencatatan pelanggan datang hingga proses pembayaran. Output dari system ini juga terdapat laporan transaksi dari service, laporan penjualan, dan laporan pendapatan.  Solusi yang didapat dari permasalahan membuat system pengolaan yang didalamnya dapat mengelola service mulai dari pelanggan datang hingga selesai, dan pada laporan juga terdapat output yang menampilkan laporan transaksi dari service, laporan penjualan, dan laporan pendapatan mekanik.