Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Kelayakan Finansial dan Kebutuhan Utilitas Proses Produksi “Stiff Oorid Mango” Ugali Instant Kaya Nutrisi dalam Upaya Penanggulangan Malnutrisi pada Anak – Anak di Kenya - Afrika Halimatus Sa'diyah; Aji Sutrisno; Agustin Krisna Wardani; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.858 KB)

Abstract

Malnutrisi merupakan masalah yang banyak terjadi di negara berkembang termasuk Kenya. Kasus malnutrisi yang banyak terjadi di Kenya adalah protein-energi malnutrisi dan defisiensi vitamin A. Pengembangan ugali (Stiff Oorid Mango) melalui fortifikasi mangga dan kacang tunggak dapat mengatasi masalah protein-energi malnutrisi dan defisiensi vitamin A di Kenya. Selain itu, pemilihan mangga sebagai Fortifikasi β-karoten yang pro-vitamin A pada produksi  Stiff Oorid Mango bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan mangga yang selama ini terbuang di Kenya.  Kelimpahan bahan baku tersebut dapat menjadi peluang besar bahwa produk baru Stiff oorid mango dapat diaplikasikan di Industri. Untuk mengetahui kelayakan produksi Stiff oorid mango, maka dilakukan analisis kelayak finansial dan kebutuhan utilitas. Aspek kelayakan finansial yang dianalisis yaitu Harga Pokok Produksi (HPP), Break Even Point (BEP), R/C Ratio dan Net Present Value (NPV). Sedangkan, aspek kebutuhan utilias yang dianalisis kebutuhan water system dan Sewage System. Penelitian ini bertujuaan mengetahui analisis finansial dan kebutuhan utilitas proses produksi Stiff oorid mango bila diterapkan di Industri. Berdasarkan hasil perhitungan kelayakan finansial, harga pokok produksi setiap kemasan Stiff Oorid Mango adalah Rp 2.020, atau setara K Sh. 17,91,  dengan  nilai Break Even Point (BEP) yaitu 12.739 kemasan,  dan R/C ratio 1.41 sehingga produk tersebut efisien untuk dijalankan karena >1. Analisis utilitas stiff oorid mango ini menganalisisis kebutuhan water system (distribusi pengolahan air bersih) bersumber dari dept well yang diolah dengan aerasi dan sand filter, dan Sewage System (pengolahan limbah)  menggunakan metode fisik meliputi penyaringan, equalisasi, penyeragaman, pendinginan dan filter pasir  dan metode biologis meliputi kolam aerasi dan lagoon.   Kata Kunci : Stiff oorid mango, Malnutrisi, Analisis Kelayakan Finansial, dan Kebutuhan Utilitas
Proses Penurunan Kadar Kalsium Oksalat Menggunakan Penepung ”Stamp Mill” untuk Pengembangan Industri Kecil Tepung Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume) Aji Sutrisno
JURNAL PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v20i4.178

Abstract

Umbi iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume) mengandung glukomanan yangsangat tinggi dengan kadar mencapai 15-65 persen. Pemanfaatan iles-iles di Indonesia masih sangat terbatas karena terkendala oleh kandungan kalsium oksalat yang tinggi. Kalsium oksalat dalam iles-iles menyebabkan rasa gatal, iritasi dan gangguan kesehatan bila dikonsumsi.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kadar glukomanan dan menurunkan kandungan kalsium oksalat dalam tepung iles-iles menggunakan mesin penepung stamp mill. Mesin stamp mill digunakan karena tidak menimbulkan panas sehingga mampu mempertahankan sifat-sifat glukomanan. Penelitian dirancang secara deskriptif eksploratif untuk mempelajari pengaruh berat chip iles-iles dan lama penumbukan. Perlakuan berat chip iles-iles terdiri 1,5; 2 dan 2,5 kilogram, sedangkan faktor lama penumbukan terdiri dari 0, 3, 6, 9, 12, dan 15 jam, dengan 3 kali Ulangan. Penumbukan dengan stamp mill selama 15 jam dan dengan berat chip iles-iles 1,5 kg menghasilkan tepung terbaik dengan komposisi: kadar glukomanan 81,86 persen, kalsium oksalat 0,095 persen, protein 3,585 persen, abu 4,197 persen, kadar air 9,29 persen, dan viskositas 23416 mPa.s. Penepungan dengan stamp mill terbukti mampu meningkatkan kadar glukomanan sekaligus menurunkan kandungan senyawa non-glukomanan khususnya kalsium oksalat pada tepung iles-iles yang selama ini menjadi kendala pemanfaatannya sebagai bahan pangan di Indonesia.kata kunci : tepung iles-iles, stamp mill, glukoIles-iles tuber (Amorphophallus muelleri Blume) contains high glucomanan up to 15-65 percents. However, the utilization of iles-iles tuber in Indonesia as food is very limited due to its calcium oxalate content. Calcium oxalate crystal is toxic component that causes itchy, irritation and health problems when consumed.This research aims to increase the glucomannan content and reduce the calcium oxalate content of iles-iles flour using a stamp mill.Stamp mill was chosen because it did not generate heat that could damage the function of glucomannan. The effects of iles-iles chip mass and milling time are studied. Three levels of iles-iles-chip mass, namely 1.5 kg, 2 kg, and 2.5 kg, and six (6) levels of milling time, namely 0, 3, 6, 9, 12, and 15 hours are applied. The best treatment, which produces high quality flour, is found to be from the milling using stamp mill for 15 hours and iles-iles-chip mass of 1.5 kilograms. The composition of the flour are as follows: glucomannan content is 81.86 percent, calcium oxalate is 0.095  percent, protein is 3.585 percent, ash is 4.197 percent, moisture content is 9.29 percent, and viscosity is 23416 mPa.s.The stamp mill method could improve the glucomannan content and reduce non-glucomannan compounds especially calcium oxalate as well. 
STABILITAS pH DAN SUHU DAN BERAT MOLEKUL PEKTIN HIDROLASE EKSTRASELULER BAKTERI PEKTINOLITIK DALAM KLARIFIKASI JUS JERUK Esti Widowati; Harijono Harijono; Aji Sutrisno
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakter enzim pektin hidrolase ekstraseluler dalam klarifikasijus jeruk dari isolat bakteri pektinolitik yaitu kestabilan enzim terhadap pH dan suhu dan berat molekul enzim.Isolat 15 diperoleh dari kulit jeruk yang dibusukkan dengan suhu inkubasi 37°C sedangkan isolat 19 dan 21diperoleh dari kulit jeruk ditambah tanah kebun dengan suhu inkubasi masing-masing 50°C dan 55°C. Enzimpektin hidrolase ekstraseluler isolat 15 stabil pada pH 3,0-4,0 sedangkan enzim pektin hidrolase ekstraselulerisolat 19 dan 21 stabil pada pH 3,0-5,0. Ketiga enzim inaktif pada pH 9,0 pada suhu inkubasi 50 C. Enzimpektin hidrolase ekstraseluler isolat 15, 19 dan 21 stabil pada suhu 30-50 C kemudian inaktif pada suhu 90 Cpada pH 7,0. Enzim pektin hidrolase ekstraseluler isolat 15, 19 dan 21 masing-masing memiliki berat molekulsebesar 35,5 kDa; 34,5 kDa dan 37,5 kDa.
Optimasi Produksi Tepung Porang dari Chip Porang Secara Mekanis dengan Metode Permukaan Respons Anni Faridah; Simon Bambang Widjanarko; Aji Sutrisno; Bambang Susilo
Jurnal Teknik Industri Vol. 13 No. 2 (2012): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol13.No2.158-166

Abstract

Porang Tuber (Amorphophallus oncophyllus) has high Glucomanan content which is very useful in food and non food industry as well as in medical industry. The only main problem in development of porang flour is its Calcium Oxalate content that stipulates irritation (itchiness) and health disorder. Optimization study of diminution (reduction) content of Calcium Oxalate during mechanical grinding process using stamp mill and blowing fractionation. Optimization was performed by applying Response Surface Model (RSM), central composite model. Three variables i.e. weight of porang chip, grinding time and grinding speed were studied in order to study the Calcium Oxalate content as a response. Response model obtained was quadratic which was acquired at 1.3 kg porang optimum weight; grinding time 17.4’8”; and grinding speed at 19,23 rpm. Optimum Calcium content has been predicted at 0.2978% which was 0.3% in actual, decrease 92,12%