Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CHARACTERIZATION OF DRIED NOODLES FROM SEAWEED (Kappaphycus alvarezii) AS POTENTIAL SUBSTITUTE FOR WHEAT FLOUR Afifah Nurazizatul Hasanah; Aris Munandar; Dini Surilayani; Sakinah Haryati; Rifki Prayoga Aditia; Mulkas Hadi Sumantri; Ginanjar Pratama; Bhatara Ayi Meata
Food ScienTech Journal Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/fsj.v3i2.13001

Abstract

Dried noodles are one of the foods favored by people in Indonesia. The main ingredient of dry noodles is wheat flour which made from milling wheat. However, we usually obtain wheat from overseas by import. Therefore, to achieve food resilience in Indonesia, it is necessary to find substitutes for local ingredients with high nutrition that can be used to make dry noodles. This research aims to investigate the characteristics of dry noodles made from Kappaphycus alvarezii seaweed flour. The method used in this study was to substitute K. alvarezii seaweed flour as much as 0, 5, 10, 15, 20, and 25% in the production of dry noodles. Analysis was carried out on its chemical composition, physical properties, and organoleptic characteristics. The results showed the best result of substitution of K. alvarezii in the 5% treatment. The chemical composition in dry noodles of this treatment showed an air content of 8.39%; ash content 3.07%; fat content 0.59%; protein content 12.43%; and 0.29% crude fiber content. Meanwhile, the results of the physical test showed7.95% cooking loss;210.5 seconds cooking time; and 89.34% water absorption. The organoleptic values obtained are color 4.60 (like); aroma 4.80 (like); texture 4.23 (like); and taste 4.20 (like).
STUDI PEDAHULUAN RESPONS ADAPTASI PASCAPENGANGKUTAN Esomus metallicus (AHL 1923), SPESIES IKAN ASING DI INDONESIA DAN DISKUSI AWAL POTENSI PEMANFAATANNYA Edo Ahmad Solahuddin; Tia Noer Fadillah; Dinda Trie Suci; Nabila Putri; Fanny Yulianti Fatimah; Exel Muhamad Rizki; Muh. Herjayanto; Mas Bayu Syamsunarno; Ginanjar Pratama; Fathimah Zahro; Intan Nurani Drana Wasistha; Bhatara Ayi Meata; Afifah Nurazizatul Hasanah; Lukman Anugrah Agung; Kiki Roidelindho; Aris Munandar
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Media Akuakultur Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.771 KB) | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v1i2.357

Abstract

Esomus metallicus merupakan spesies ikan yang secara alami tidak tersebar di Indonesia (non-native). Pada beberapa kasus, jenis ikan non-native telah mengancam ekosistem alami di perairan umum. Melalui ekspedisi ilmiah, dilakukan pengamatan yang bertujuan untuk mengkaji respons awal adaptasi pascapengangkutan, yaitu sintasan dan tingkah laku ikan E. metallicus liar di dalam wadah terkontrol. Selain itu, juga dilakukan analisis terhadap potensi pemanfaatan untuk bidang akuakultur, pengolahan hasil perikanan, dan strategi edukasi kepada masyarakat tentang ikan E. metallicus. Ekspedisi dilakukan selama dua hari di bagian barat Pulau Jawa. Ikan diangkut menggunakan sistem tertutup selama 6 jam. Pemeliharaan ikan pascapengangkutan dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan sintasan ikan E. metalicus selama pengangkutan yaitu 96,72%. Ikan E. metalicus dapat beradaptasi dengan baik di dalam wadah pemeliharaan terkontrol yang terlihat dari sintasan akhir pengamatan 90,96%, tingkah laku berenang yang aktif secara berkelompok dan telah memakan pakan buatan. Potensi sebagai ikan hias dapat dilihat pada warna sisik metalik, ukuran tubuh yang kecil, dan tingkah laku berenang berkelompok dapat menjadi ikan untuk akuaskap. Selain itu, potensi pemanfaatan ikan ini yaitu sebagai pakan hidup untuk ikan predator, tepung ikan, ikan uji di laboratorium, dan bahan makanan. Kajian lebih lanjut hal tersebut sebagai solusi pengendalian ikan non-native perlu dilakukan. Analisis risiko menunjukkan bahwa E. metallicus termasuk ke dalam spesies risiko sedang. Strategi edukasi terhadap masyarakat perlu dilakukan karena masyarakat menganggap ikan E. metallicus adalah “benteur” atau “paray”, yang merupakan nama lokal untuk ikan dari genus Rasbora asli Indonesia karena kemiripan morfologi.
KARAKTERISASI KITOSAN KOMBINASI CANGKANG KERANG HIJAU (Perna viridis) DAN CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus) ASAL BANTEN, INDONESIA Rifki Prayoga Aditia; Ginanjar Pratama; Aris Munandar; Dini Surilayani; Sakinah Haryati; Julian Alifka Rizky; Afifah Nurazizatul Hasanah; Bhatara Ayi Meata; Devi Faustine Elvina Nuryadin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v12i2.17085

Abstract

Green mussel shells (Perna viridis) and crab shells (Portunus pelagicus) have not been optimally utilized. It’s can be used as chitosan. Chitosan from green mussels has a low degree of deacetylation, so it needs to be combined with crab shells in its manufacture. The aims of this study were to characterize and determine the best combination of raw materials for making chitosan from green mussel shells and crab shells. The method in this study used a completely randomized design with triplicate. The treatment in this study was a combination of raw materials from green mussel shells and crab shells, which were 100:0; 75:25; 50:50% (w/w). The results of this study showed that the combination of green mussel shells and crab shells 50:50% (w/w) resulted the best characterization of chitosan with a yield 12.56%, water content 7.55%, ash content 1.59%, degree of deacetylation 73.96% and viscosity of 279 cP
SOSIALISASI PERAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI SMK NEGERI 7 KOTA SERANG Ginanjar Pratama; Hendrawan Syafrie; Erik Munandar; Fahresa Nugraheni Supadmaningsih; Fitri Afina Radityani; Afifah Nurazizatul Hasanah; Lana Izzul Azkia; Devi Faustine Elvira Nuryadin; Bhatara Ayi Meata; Desy Aryani
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 5 No 2 (2023): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v5i2.5639

Abstract

Hutan mangrove sudah banyak diketahui sebagai salah satu plasma nutfah yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, pada saat ini keberadaan hutan mangrove sangat memprihatinkan karena banyaknya kasus deforestasi, pembalakan liar dan kasus ilegal lainnya yang menjadikan perubahan fungsi dari hutan mangrove. Kepedulian generasi penerus terhadap ekosistem hutan mangrove harus diperkenalkan sejak dini. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga ekosistem hutan mangrove agar tetap lestari dan dapat berkembang dengan baik tanpa ada tekanan dari luar. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran hutan mangrove sebagai mitigasi bencana pada siswa SMK Negeri 7 Kota Serang. Metode yang digunakan adalah ceramah, transfer knowledge, dan penyuluhan kepada 60 siswa dari berbagai angkatan. Antusiasme yang tinggi dari para siswa menjadi salah satu indikasi keberhasilan transfer knowledge yang dilakukan pada saat sosialisasi yang harapannya dapat dilanjutkan menjaga mangrove di kehidupan mendatang.