Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pola Pewarisan Karakter Jumlah Berkas Pembuluh Kedelai Yulia Alia; A. Baihaki; Nani Hermiati; Yuyun Yuwariah
Zuriat Vol 15, No 1 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i1.6820

Abstract

Jaringan pembuluh yang tersusun dalam berkas-berkas pembuluh mempunyai peranan penting terhadap peningkatan hasil kedelai. Dalam pemuliaan tanaman, heritabilitas, dan pola pewarisan suatu karakter merupakan parameter genetik yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan proses seleksi dan penggabungan karakter-karakter penting ke dalam suatu genotipe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai duga heritabilitas karakter jumlah berkas pembuluh, dan pola pewarisannya. Percobaan lapangan dilakukan di Sanggar Penelitian, Latihan, dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Arjasari, Kabupaten Bandung dengan ketinggian tempat 960 m dpl, jenis tanah Ultisol dengan pH rata-rata 5.7, tipe curah hujan B menurut klasifikasi Schmidt dan Fergusson, dari bulan April 2003–Agustus 2003). Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai duga heritabilitas arti luas karakter jumlah berkas pembuluh untuk populasi bersegregasi adalah 0.40 pada populasi I dan 0.48 pada populasi II. Nilai duga heritabilitas arti sempit adalah 0.32 pada populasi I dan 0.46 pada populasi II. Pola pewarisan karakter jumlah berkas pembuluh mengikuti pola segregasi Mendel dengan rasio 3:1, menunjukkan bahwa karakter ini dikendalikan minimal oleh sepasang gen dengan aksi gen aditif dominan.
Karakter Morfofisiologi Daun dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merill) Varietas Petek dan Varietas Jayawijaya pada Naungan Soverda, Nerty; Alia, Yulia
Jurnal Agro Teknologi Tropika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Agro Teknologi Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to study the effect of shade on morphophysiology character and results of soybean Petek andJayawijaya varieties. The study was conducted at the experimental site of Faculty of Agriculture, University of Jambi.Materials and tools used are paranet 50%, soybean seed Petek variety (shade tolerant) and Jayawijaya variety (shadesensitive), manure, NPK fertilizer, fungicide and insecticide. Equipment used includes field equipment, clear nail polish,microscope camera, analytical scales, tweezers and others. This study used a split plot design consisting 2 factors. Thefirst factor is the shade as the main plot (N) which consists of two levels, namely the auspices of 0 % (no shade) and 50% of shade. The second factor (subplot) is soybean varieties are Petek variety and Jayawijaya variety. The resultsshowed that the Petek showed consistency as shade-tolerant variety in shade 50% to show the state of the leaves arethinner, wider leaves, a decrease in stomatal density is lower and higher chlorophyll content compared with Jayawijayavariety (shade sensitive). There is no interaction between treatment shade and variety.
Penampilan Beberapa Genotip Kedelai Hasil Seleksi pada Lingkungan Ternaungi di Bawah Tegakan Karet Alia, Yulia; Soverda, Nerty; Lestari, Ardiyaningsih Puji; Fitriani, Miranti Sari
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.653 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v2i1.18

Abstract

Research was aimed to evaluate performance of new genotypes of soybean selected in shaded environment under rubber stands and compare it with superior soybean varieties. Field experiment was arranged in a simple Randomized Block Design. Treatments comprised five levels namely four soybean genotypes selected in artificial shade and one shade tolerant superior soybean variety as a check. Each treatment was replicated 5 times. Experimental unit was a plot with size 3 m x 2 m with 100 plant population. Ten plants were used as samples. Observations were made on growth and yield variables. Such variables were plant height, number of branches, and stem diameter, while the observed yield variables included number of pod per plant, 100 seed weight, and seed weight of 10 plants. Observed data were analyzed by Analysis of Variance and continued by Duncan Multiple Range Test at α 5% level to compare the tested genotypes. Results showed that all the tested soybean genotypes gave the same performance with superior varieties of Anjasmoro in terms of stem diameter, number of branches, number of pods per plant, weight of 100 seeds, and seed weight of 10 stems of the plant. The difference was seen in of plant height where the selection genotypes were significantly shorter than Anjasmoro Variety.
Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam Inovasi Pengembangan Budidaya dan Produk Olahan Kunyit Di Desa Ibru Kabupaten Muaro Jambi Ardiyaningsih Puji Lestari; Dede Martino; Buhaira Buhaira; Yulia Alia; Agus Kurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4848

Abstract

Desa Ibru adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan mestong Kabupaten Muaro Jambi. Sesungguhnya, desa tersebut memiliki banyak potensi dan ada banyak sumber daya manusia yang bisa dioptimalkan untuk mengembangkan potensi tersebut, namun ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.  Masyarakat khususnya petani desa Ibru belum dapat mengoptimalkan potensi hasil pertanian yang mereke miliki. Kegiatan pengabdian dilakukan selama 5 bulan yakni dari bulan Mei sampai November 2021. Metode yang akan digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah dengan membimbing petani dalam bercocok tanam kunyit selanjutnya menerapkan teknologi mesin Sanggai pada kunyit. Penerapan teknologi ini ditujukan supaya petani tidak hanya menjual kunyit dalam bentuk rimpang segar, namun dalam bentuk inovasi lain sehingga harganya bisa lebih tinggi. Metode tersebut akan diterapkan melalui beberapa kegiatan workshop, mulai dari workshop peningkatan produktivitas kunyit, penggunaan teknologi mesin Sanggai, hingga materi peningkatan jiwa kewirausahaan. Tim melakukan sosialisasi dan juga survei bahan baku kunyit langsung di kebun petani. Dari kasus tersebut, tim membuat rencana baik untuk perkembangbiakan kunyit ataupun pengolahan kunyit sehingga bisa meningkatkan nilai jual. Kegiatan kedua, tim mulai memperkenalkan teknologi untuk mengolah kunyit. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa produk bubuk kunyit murni tanpa pengawet dengan warna yang kuning cerah dan dikemas dengan variasi ukuran dan bernilai ekonomis tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pengolahan kunyit agar bernilai ekonomis tinggi.  Ibru Village is one of the villages in the Mestong District, Muaro Jambi Regency. The village has a lot of potentials, and many human resources can be optimized to develop this potential, but the local community faces some problems. The problem farmers face is that they have the potential to increase turmeric productivity, but they cannot optimize this potential. The service activity is carried out for five months, from May to November 2021. The method used in this service activity is to guide farmers in turmeric cultivation and then apply Sanggai machine technology to turmeric. The application of this technology is intended so that farmers do not only sell turmeric in the form of fresh rhizomes but other forms of innovation so that the price can be higher. The method will be applied through several workshop activities, ranging from workshops on increasing turmeric productivity using Sanggai machine technology to materials for improving the entrepreneurial spirit. The team carried out socialization and surveyed turmeric raw materials directly in farmers' gardens. From this case, the team made a plan for either breeding turmeric or processing turmeric so that it could increase the selling value. In the second activity, the team introduced technology to process turmeric. The results of this service activity are pure turmeric powder products without preservatives with bright yellow colour and packaged in various sizes and with high economic value. It can be concluded that this service activity has succeeded in increasing the skills and knowledge of the community in processing turmeric so that it has high economic value. 
Respons Morfologi Beberapa Genotipe Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Hasil Persilangan Varitas Toleran Dan Peka Pada Naungan Soverda, Nerty; Alia, Yulia
Agrium Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i2.1065

Abstract

Untuk meningkatkan produksi kedelai yang ditanam sebagai tanaman sela, diperlukan perhatian ke arah pengembangan varietas kedelai yang toleran terhadap naungan dan berproduksi tinggi. Untuk pembentukan varietas tersebut diperlukan informasi tentang mekanisme toleransi, karakter-karakter fisiologi dan morfologi sebagai karakter penciri toleransi terhadap naungan. Berdasarkan kenyataan diatas maka perlu dilakukan studi dan perbaikan sumber daya genetik untuk perakitan varietas kedelai toleran terhadap naungan guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan tegakan di Indonesia umumnya dan di Provinsi Jambi khususnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu genotype   yang terdiri dari: G0: Varietas Dena-1, G1: MDL-01, G2: MDL-02, G3: MDL-03 dan        G4: MDL-04. Penanaman dilakukan dibawah naungan paranet 50%. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan, hasil dan karakter morfologi penciri toleransi terhadap naungan. Dari penelitian ini didapat bahwa Genotipe MDL-02 memiliki karakter jumlah cabang primer, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, tebal daun lebih tinggi dibandingkan dengan Varietas Dena
Sistem Pertanaman Tumpangsari Antara Beberapa Genotip Kedelai (Glycine max (L) Merill) Dengan Jagung Manis (Zea mays Var.Saccharatasturt) Yang Ditanam Secara Multi Rows Soverda, Nerty; Alia, Yulia
Agrium Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v13i2.1895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara genotip – genotip kedelai dengan pola tumpangsari, mendapatkan genotip-genotip kedelai yang beradaptasi baik pada pola tumpangsari antara kedelai dengan jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Teaching and Research farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi yang dilaksanakan dari bulan Desember 2015 sampai dengan bulan Maret 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah genotip yang terdiri 4 genotip kedelai (g) yaitu g1 = 5–196–4–3, g2 = 5–196–9–3, g3 = 5–196–9–11 dan g4 = 5–196–9–12, dan faktor kedua adalah pola tanam (p) yang terdiri 3 pola tanam p1  = 1 Tanaman kedelai : 1 Tanaman jagung, p2  = 2 Tanaman kedelai : 1 tanaman jagung dan p3 = 3 Tanaman kedelai : 1 tanaman jagung. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang dua kali sehingga terdapat  24 petak percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan mengunakan sidik ragam dan kemudian dilanjutkan dengan DMRT ( Duncan Multiple Range Test) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara genotip kedelai dengan pola tanam pada jumlah polong per tanaman dan jumlah polong berisi per tanaman. Perlakuan genotip berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kedelai, jumlah polong pertanaman, jumlah polong berisi, produksi kedelai (ton/ha), Perlakuan pola tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, bobot 100 bji, hasil kedelai (ton/ha). Perlakuan terbaik pada pola tanam 2 kedelai: 1 jagung.Kata kunci : Genotip Kedelai, Pola tanam.
Respons Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Kompos Ampas Tebu Indraswari, Elly; Alia, Yulia; Soverda, Nerty
Agrium Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i2.1074

Abstract

Tanaman kacang hijau merupakan jenis tanaman yang termasuk dalam suku polong-polongan (Fabaceae) yang menghasilkan biji yang mengandung banyak karbohidrat dan protein. Di Provinsi Jambi sebagian besar budidaya tanaman kacang hijau dilakukan pada lahan ultisol. Tanah ultisol merupakan jenis tanah miskin kandungan hara makro terutama P, K, Ca, Mg dengan kandungan bahan organik yang rendah. Alternatif yang dapat dilakukan adalah selain menambahkan pupuk anorganik juga dapat dilakukan penambahan bahan organik seperti pupuk kompos ampas tebu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu dosis pupuk kompos ampas tebu yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk kompos ampas tebu (p0), 10 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p1), 20 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p2) dan 30 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan demikian terdapat 24 petakan percobaan. Setiap petakan percobaan terdiri dari 4 tanaman sampel. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati lakukan Uji Anova dan Uji Lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos ampas tebu dengan dosis 10 ton ha-1   adalah merupakan dosis terbaik untuk parameter bobot 100, hasil (ton ha-1) dan nilai indeks panen.
Diversitas Genetik Populasi Padi (Oryza sativa L.) Payo di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Berdasarkan Marka Morfologi Nusifera, Sosiawan; Alia, Yulia; Lestari, Ardiyaningsih Puji; Maulana, Muhammad
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.130

Abstract

Padi payo merupakan salah satu varietas padi lokal dari Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi yang cukup populer disebabkan tekstur dan citarasa yang enak. Eksistensi padi payo semakin lama semakin terancam akibat pembangunan infrastruktur dan beralihnya pilihan petani ke varietas unggul modern. Penelitian ini bertujuan mengetahui diversitas genetik populasi padi payo di Kabupaten Kerinci berdasarkan marka morfologi. Penelitian bersifat non eksperimen, data diperoleh dari hasil survai atau karakterisasi langsung secara in situ. Penentuan sampel dilakukan secara Proportionate Stratified Random Sampling. Karakter yang diobservasi merupakan karakter morfologi yang diukur secara kualitatif dan kuantitatif dengan mengacu pada panduan yang dikeluarkan oleh Bioversity International, IRRI, dan WARDA, dengan sedikit modifikasi. Data yang diukur secara kuantitatif dianalisis dengan menggunakan parameter koefisien keragaman sedangkan data yang diukur secara kualitatif dianalisis dengan parameter indeks diversitas relatif (J). Diversitas genetik antar individu dalam populasi dianalisis dengan menggunakan analisis klaster yang ditampilkan dalam bentuk dendrogram. Hasil menunjukkan bahwa beberapa karakter morfologi yaitu jumlah anakan produktif, sudut daun bendera, kerontokan, jumlah gabah hampa, warna telinga daun, warna leher daun, permukaan daun, dan warna gabah, memperlihatkan variabilitas yang luas hingga sangat luas, sedangkan karakter lainnya sempit dan sangat sempit. Terdapat diversitas genetik yang luas dalam populasi padi payo di Kabupaten Kerinci. Tidak kurang dari 21 genotipe berbeda terdapat dalam populasi padi payo saat ini.
PENGARUH PUPUK KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Rindy Azhari; Nerty Soverda; Yulia Alia
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.727 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v1i2.6341

Abstract

Tanaman kacang hijau merupakan jenis tanaman yang berasal dari daerah tropis yang termasuk dalam suku polong-polongan (Fabaceae) yang menghasilkan biji. Biji kacang hijau kaya akan karbohidrat dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau dan mendapatkan dosis terbaik pupuk kompos ampas tebu yang dapat meningkatkan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi selama 4 bulan mulai 31 Desember 2017 sampai dengan 22 April 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu dosis pupuk kompos ampas tebu yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk kompos ampas tebu (p0), 10 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p1), 20 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p2) dan 30 ton ha-1 pupuk kompos ampas tebu (p3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan demikian terdapat 24 petakan percobaan. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati lakukan Uji Anova dan Uji Lanjut Duncan. Pupuk kompos ampas tebu berpengaruh terhadap jumlah polong per tanaman dan jumlah polong berisi per tanaman akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang primer per tanaman, bobot 100 biji dan hasil kacang hijau. Pupuk kompos ampas tebu 10 ton ha-1 merupakan dosis terbaik yang memberikan tinggi tanaman 46,56 cm, jumlah cabang primer per tanaman 6,95 cabang, jumlah polong 21,63 polong, jumlah polong berisi 21,42 polong, bobot 100 biji 7,58 g dan hasil 2,07 ton ha-1.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Isolat Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) yang Ditanam pada Tanah Bekas Tambang Batu Bara Lizawati Lizawati; Elis Kartika; Yulia Alia; Rajjitha Handayani
Biospecies Vol. 7 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberiankombinasi isolat fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap pertumbuhan vegetatiftanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada tanah bekas tambang batu bara.Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengansatu faktor yaitu kombinasi beberapa isolat FMA : yang terdiri dari Glomus-sp 3, 6, 15dan 16 dengan dosis 20 gr per polybag. Hasil penelitian menunjukkah bahwa pemberianisolat FMA Glomus-sp 3, Glomus-sp 15, Glomus-sp 16 masing – masing sebanyak 6.67g diduga merupakan kombinasi terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif bibit jarak pagarumur 4 bulan setelah tanam pada tanah bekas tambang batu bara.