Moh Yasir Alimi
Department Of Sociology And Anthropology Of Contemporary Muslim Societies, Uni- Versitas Negeri Semarang

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

TOLERANSI ANTAR PENGANUT NAHDHATUL ULAMA, MUHAMMADIYAH, DAN KRISTEN JAWA DI BATANG Irfani,, Adistya Iqbal; Alimi, Moh. Yasir; Iswari, Rini
Jurnal Komunitas Vol 5, No 1 (2013): Tema Edisi: Multikulturalisme dan Interaksi Sosial
Publisher : Jurnal Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bentuk toleransi dan faktor pendorong dan faktor penghambat toleransi masyarakat Jawa dengan studi kasus di Dukuh Medono Kabupaten Batang. Di dukuh tersebut, penganut organisasi agama seperti NU, Muhammadiyah dan Kristen Jawa di Dukuh Medono saling hidup rukun. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa toleransi antar penganut NU, Muhammadiyah, Kristen Jawa tampak berbagai bentuk. Antara NU dan Kristen Jawa dalam bentuk partisipasi dalam ritual tahlilan, sedangkan antar ketiganya tampak dalam bentuk kerja bakti, saling membantu dalam acara hajatan, perkawinan campur dan saling berkunjung bila ada yang sakit. Faktor pendorong toleransi antara lain budaya toleransi yang sudah lama, pernikahan antar penganut yang berbeda, sosialisasi toleransi dalam keluarga, dan kepemimpinan desa yang menekankan pentingnya toleransi. Sedangkan faktor penghambat toleransi yaitu perbedaan pandangan antar penganut NU dan Muhammadiyah dalam pelaksanaan ibadah, pernikahan beda keyakinan, dan sikap menyinggung keyakinan diantara penganut yang ada. The objective of this study is to explore forms of tolerance and the driving factor of religious tolerance in Dukuh Medono, Batang. In that village, the followers of NU, Muhammadiyah, and Kristen Jawa live peacefully and united in tolerance. The research method used here is a qualitative method with phenomenology approach. The result of the research shows that the tolerance between NU followers and Javanese Christians take the form of participation in tahlilan ritual. The tolerance between NU, Muhammadiyah followers, and Kristen Jawa followers are expressed through kerja bakti, mutual support in hajatan rituals, mixed marriage, visits to the sick, and social activities together. The factors which help to create tolerance include the culture of tolerance which exist in the village, marriages between religious followers, the socialization of tolerance within family, the socialization of tolerance within the society and the role of village administrative leaders. On the other hand, the factors which distract tolerance are different point of view between NU dan Muhammadiyah followers in some religious aspects, marriage between different religious followers, and the attitude of insulting others beliefs.
VIDEO ETNOGRAFI: PENGALAMAN PENELITIAN SOSIAL DENGAN VIDEO KAMERA DI SULAWESI SELATAN Yasir Alimi, Moh
Jurnal Komunitas Vol 4, No 1 (2012): Tema Edisi: Kearifan Lokal Tidak Pernah Kering
Publisher : Jurnal Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana video kamera dapat membantu focus pikiran peneliti, mempertajam naluri etnografi, memperbagus hubungan dengan masyarakat dan memperbagus laporan penelitian. Penelitian dilakukan di Sulawesi Selatan selama satu tahun dengan menggunakan handycam Sony DCR-TRV27, handycam Sony yang dilengkapi dengan fitur screen dan layar pengintip untuk siang hari. Kecanggihan teknologi kamera bertemu dengan kekayaan kehidupan social di Sulawesi Selatan, sebagaimana terefleksikan paling baik dalam upacara pernikahan. Video kamera secara sistematik mempunyai tempat yang penting dalam system knowledge/power local. Melakukan hal ini, artikel ini tidak hanya mendiskusikan tentang penggunaan kamera di praktek etnografis, tetapi juga mendiskusikan dunia sosial yang memungkinkan kamera mempunyai peran yang sangat penting didalamnya. In this article, the author explores how a video camera can refocus researcher’s mind, sharpens ethnographic senses, and improve relation with the community. This sophisticated feature of technology has met with the vibrancy of social life in South Sulawesi, best reflected in wedding ceremonies, placing camera nicely in the existing local system of knowledge/power. The research was done for one year using Sony handycam Sony DCR-TRV27. The study is drawn from a year fieldwork experience in South Sulawesi. This article does not only discuss  the use of camera in an ethnographic practice, but also discusses the social world that has enabled the camera to have a central place in it.
A METHODOLOGICAL MODEL FOR INTEGRATING CHARACTER WITHIN CONTENT AND LANGUAGE INTEGRATED LEARNING IN SOCIOLOGY OF RELIGION Alimi, Moh Yasir
Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn this article, I describe a methodological model I used in a experimental study on how to integrate character within the practice of Content and Language Integrated Learning (CLIL) at the higher education Indonesia.This research can be added to research about character education and CLIL in tertiary education, giving nuances to the practice of CLIL so far predominantly a practice in primary and secondary schools.The research was conducted in Semarang State University, in the Department of Sociology and Anthropology, in Sociology of Religion bilingual class. The research indicates that the integration of character within CLIL enrich the perspective of CLIL by strengthening the use of CLIL for intellectual growth and moral development. On the other side, the use of CLIL with character education gives methods and perspectives to the practice of character education which so far only emphasise contents reforms without learning methods reforms. The research also reveals that the weakness of CLIL in using text for classroom learning can be overcome by the use of specific reading and writing strategies. I develop a practical text strategy which can be effectively used in highly conceptual subject such as sociology of religion. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan model metodologis yang saya pakai untuk mengintegrasikannya karakter dalam Content and Language Integrated Learning (CLIL) pada pendidikan tinggi di Indonesia. Penelitian ini memperkaya penelitian mengenai pendidikan karakter dan penerapan CLIL di perguruan tinggi, selama ini penelitian semacam itu hanya biasa di level lebih rendah. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Semarang, pada kelas bilingual yang diikuti 25 mahasiswa, dan diujikan pada mata kuliah Sosiologi Agama. Pelajaran dari penelitian ini adalah integrasi karakter dalam CLIL dapat memperkaya CLIL. Sebaliknya penggunaan CLIL untuk mendidikkan karakter di kelas bilingual mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan karakter di Indonesia yang sebagian besar masih berupa pengintegrasian karakter dalam kurikulum saja, tanpa disertai perubahan metode pembelajaran. Penelitian juga menunjukkan bahwa kelemahan CLIL dalam mengintegrasikan teksbook dalam pembelajaran kelas bilingual bisa diatasi dengan penggunaan strategi reading dan writing yang spesifik.© 2013 Universitas Negeri Semarang
Nyai Dadah : The Elasticity of Gender Roles and Life History of Pesantren Woman Leader Chusniyah, Siti; Alimi, Moh Yasir
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 7, No 1 (2015): Komunitas, March 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v7i1.3602

Abstract

This articles discusses the life of Nyai Dadah, a woman leader of pesantren in Central Java Indonesia, through life history method, to shed light upon the gender elasticity of pesantren and the struggle of its woman to promote girls education in Indonesia. Nyai Dadah is the eldest daughter of Kiai Zubaidi, the founder of Pesantren Al Asror. When her father passed away, she continued the struggle of her father managing the pesantren. His younger brother was still in religious training, and when he completed the study she passed the leadership to him and then created a pesantren for girls. The study reveals that pesantren women have strategies to promote girls education and  pesantren doesnot close itself from the rise of women’s leadership. Nyai Dadah with her capabilities is able to manage the pesantren for girls. Nyai Dadah plays the roles either as a nyai in pesantren or a housewife, and religious leader in her village.Menggunakan metode life history, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan secara detil ketokohan seorang figur perempuan atau pemimpin pesantren di Semarang, yang disebut sebagai nyai. Life history nyai digunakan untuk menyampaikan perjuangan dan peran beliau di pesantren dan masyarakat. Nyai yang dikaji dalam penelitian ini adalah Nyai Dadah, anak perempuan tertua dari Kiai Zubaidi, pendiri Pesantren Al Asror, yang sekarang menjadi nyai di Pesantren Putri Huffadhul Quran Al Asror sejak tahun 2002 hingga sekarang. Studi ini berdasarkan pada konsep life history dan teori negosiasi gender. Penelitian menunjukkan bahwa pesantren tidak selalu menutup dirinya terhadap munculnya kepemimpinan perempuan. Nyai Dadah dengan kemampuannya, mampu mendirikan dan mengelola pesantren putri. Nyai Dadah menjalankan perannya baik sebagai seorang nyai di pesantren atau seorang ibu rumah tangga. Nyai Dadah juga berkontribusi di dalam masyarakat dengan menjadi penasehat Fatayat NU cabang Patemon dan memprakarsai ngaji selapanan sejak sepuluh tahun yang lalu sampai sekarang.
The Role of Dukun Suwuk and Dukun Prewangan in Curing Diseases in Kediri Community Arini, Ratih Tyas; Alimi, Moh Yasir; Gunawan, Gunawan
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 8, No 2 (2016): Komunitas, September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v8i2.4461

Abstract

Finding a cure when people get sick is an important thing. One of  the efforts done by Kediri people in finding for a cure is to come to a Dukun (Shaman/traditional healer) Suwuk and Dukun Prewangan. The purposes of this research are to know the profiles and methods of Dukun Suwuk and Dukun Prewangan, and their role in curing diseases. This research used descriptive qualitative method. The results of this research show that (1) the process of healing and problem solution performed by Dukun Suwuk uses prayer as a key source of power. And Dukun Prewangan uses the help of supernatural beings who become their working partners to cure or resolve the problem, (2) Dukun Suwuk and Dukun Prewangan has an important role in society because of their presence is needed and respected. In addition, Dukun Suwuk and Dukun Prewangan who have been offering the services had experienced a lot of things as a living experience, (3) healing process performed by Dukun Suwuk and Dukun Prewangan is one solution for patients to be free from the ambiguous conditions of liminal stage. Choosing to go to a traditional healer healing is a rational choice for each patient.
NYAI LEBE ; OTORITAS MODIN PEREMPUAN PADA MASYARAKAT PESISIR JAWA (Studi Kasus di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang) Septiano, Marzuqo; Lutfi, Asma; Alimi, Moh Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 4 No 2 (2015): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan profil Nyai Lebe sebagai Modin perempuan yang memiliki otoritas pada masyarakat pesisir Jawa tepatnya di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyai Lebe merupakan figur lokal pada masyarakat pesisiran yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Peran sosial–keagamaan Nyai Lebe terimplementasi dari perannya sebagai mediator dalam ritus islam-lokal. Nyai Lebe memiliki otoritas yang lebih luas dibandingkan dengan Bapak Lebe. Hal tersebut terlihat dari peran Nyai Lebe sebagai mediator dalam wilayah jangkauan ritus hingga 6 Kelurahan, sedangkan Bapak Lebe hanya dalam satu Kelurahan saja. Selain itu, Nyai Lebe juga berperan sebagai mediator dalam ritus islam-lokal yang lebih banyak jika dibanding dengan Bapak Lebe. Hegemoni budaya patriarki yang ada di masyarakat dan negara menjadi faktor utama yang menyebabkan timbulnya perilaku diskriminatif dan ketimpangan apresiasi antara Nyai Lebe dan Bapak Lebe
FUNGSI KERUKUNAN KELUARGA KALANG (K3) DALAM ASPEK SOSIAL EKONOMI (KASUS DI DESA AMBALKEBREK KEBUMEN) Anggraeni, Putri; Alimi, Moh Yasir; Brata, Nugraha Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 1 No 1 (2012): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalang society is no longer identical to the shape of the house and rituals that symbolizes nobility. Kalang should complement its traditional institutions with modern ones to cope with the increasingly complex situation of the modern world. Kalang community in Ambalkebrek have modern ideas by forming K3 (prop family harmony) which have an impact on new relationships in the community. K3 and society in the social aspect is open to the members of the K3 is the head of the village, and the presence of family Kalang (K3) is honored with a title nganten. K3 and society in the economic aspects of cooperation, in running a business entrepreneur K3 employ many local people. The method used in this study is qualitative research methods. The focus of research is the function of K3 in social economic relations in Ambalkebrek Ambal Kebumen.
PEMAKAIAN JILBAB KREASI BARU DI KALANGAN MAHASISWI (STUDI KASUS TERHADAP MAHASISWI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG) Mula Hela, Rofiul; Alimi, Moh Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 2 No 2 (2013): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of the veil now likely to lead to consumer behavior is characterized by the development of lifestyle. Veiled style among adolescents in particular, with the development of new creations hijab models to be very diverse. The attraction of individuals to wear the hijab headscarf with the development of new creations that vary a lot Semarang State University student to imitate and wear the hijab as a clothing model that is now said to be so out of date. Among female students who wear headscarves new creations were not always wear her hijab wherever she travels. This study attempts to answer the research problem is how the meaning of the State University of Semarang student of the veil of new creations. The study used a qualitative approach. In the analysis phase, authors use the theory of consumer behavior Jean P. Baudrillard and lifestyle concepts David Chaney. The results showed that most students make sense of the veil that she wears but to follow the rules of Islamic dress, were also influenced by the veil which follow fashion trend. Veil also for some students UNNES have the meanings not only as an obligation of a Muslim woman in a close the genitals but can interpret as an elegant dress, formal dress and modern. They wear the hijab was expanded to a modern life style headscarves and follow the trend that is popular in the community. So that the veil became a collection of hunting and result in consumer shopping behavior.
POLA PERILAKU NITOR BUNGA KAMBOJA DI AREA PEMAKAMAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KONDISI SOSIAL EKONOMI (STUDI KASUS DI KABUPATEN CILACAP) Sundari, Ety; Brata, Nugroho Trisnu; Alimi, Moh Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nitor bunga kamboja merupakan istilah untuk menyebut pekerjaan memungut bunga kamboja di area pemakaman. Meningkatnya harga bunga kamboja mengakibatkan munculnya para pemungut bunga kamboja di beberapa area pemakaman. Naik turunnya harga bunga kamboja mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat Dusun Sumpilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku nitor bunga kamboja di area pemakaman Dusun Sumpilan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran jaringan dalam perspektif Cook dan Whitmeyer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan masyarakat melakukan nitor bunga kamboja karena alasan ekonomi, alasan religi dan letak area pemakaman yang strategis. Pola perilaku nitor yaitu adanya  perubahan perilaku para pemungut bunga kamboja pada saat harga murah, kemudian  harga tinggi dan kembali menurun. Hal tersebut juga mempengaruhi jumlah pemungut bunga kamboja. Aktivitas nitor bunga kamboja dibagi menjadi 3 yaitu ngalumna, numbrasna dan nggaringna. Aktivitas nitor bunga kamboja memberikan dampak pada masyarakat Dusun Sumpilan dari segi kondisi sosial ekonomi.
VIDEO ETNOGRAFI: PENGALAMAN PENELITIAN SOSIAL DENGAN VIDEO KAMERA DI SULAWESI SELATAN Yasir Alimi, Moh
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 4, No 1 (2012): Tema Edisi: Kearifan Lokal Tidak Pernah Kering
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v4i1.2395

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana video kamera dapat membantu focus pikiran peneliti, mempertajam naluri etnografi, memperbagus hubungan dengan masyarakat dan memperbagus laporan penelitian. Penelitian dilakukan di Sulawesi Selatan selama satu tahun dengan menggunakan handycam Sony DCR-TRV27, handycam Sony yang dilengkapi dengan fitur screen dan layar pengintip untuk siang hari. Kecanggihan teknologi kamera bertemu dengan kekayaan kehidupan social di Sulawesi Selatan, sebagaimana terefleksikan paling baik dalam upacara pernikahan. Video kamera secara sistematik mempunyai tempat yang penting dalam system knowledge/power local. Melakukan hal ini, artikel ini tidak hanya mendiskusikan tentang penggunaan kamera di praktek etnografis, tetapi juga mendiskusikan dunia sosial yang memungkinkan kamera mempunyai peran yang sangat penting didalamnya. In this article, the author explores how a video camera can refocus researcher’s mind, sharpens ethnographic senses, and improve relation with the community. This sophisticated feature of technology has met with the vibrancy of social life in South Sulawesi, best reflected in wedding ceremonies, placing camera nicely in the existing local system of knowledge/power. The research was done for one year using Sony handycam Sony DCR-TRV27. The study is drawn from a year fieldwork experience in South Sulawesi. This article does not only discuss  the use of camera in an ethnographic practice, but also discusses the social world that has enabled the camera to have a central place in it.