Claim Missing Document
Check
Articles

Perizinan Dalam Pengelolaan Perikanan Di Wilayah Pesisir Alimuddin, Alimuddin
INSPIRASI Vol 1, No 10 (2010)
Publisher : INSPIRASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.288 KB)

Abstract

Wilayah pesisir merupakan anugrah dari Allah SWT yang memiliki berbagai macam potensi yang wajib dikelola  untuk  kepentingan pembangunan pada umumnya dan bahkan untuk kelangsungan hidup manusia, sehingga setiap orang secara langsung atau tidak langsung dilarang untuk melakukan sesuatu, namun larangan tersebut diperbolehkan sepanjang mendapat izin dari pemerintah. Izin merupakan sesuatu yang dilarang tapi diperbolehkn. Bahkan  izin bertujuan  menghilangkan halangan, hal yang dilarang menjadi boleh.
Konsep Harga Jual Kejujuran: Meraih Keuntungan Menggapai Kemaslahatan Alimuddin, Alimuddin; Triyuwono, Iwan; Irianto, Gugus; Chandrarin, Grahita
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.685 KB)

Abstract

Honesty Based Selling Price Concept: Achieving Gain Reaching Goodness. This article aims to reconstruct honesty-based selling price concept in Islam. The research involved owners and management of YDT, Kopontren DT in Bandung, Charni’s Productions in Yogyakarta, as well as Kedai Assalamu’alaikum and Bismillah Restaurant in Malang. Analysis was conducted by using bayani, burhani and irfani epistemology. Honesty-based selling price concept could be classified as cost-plus pricing consistency, conditioned market mechanism, and balanced/equibrium market mechanism according to bayani, burhani and irfani epistemology respectively. Generally, honesty-based selling price concept in Islam is consistency market mechanism which is the determination of price at the very beginning until the complete consumption of products. Konsep Harga Jual Kejujuran: Meraih Keuntungan Menggapai Kemaslahatan. Makalah ini bertujuan menyusun konsep harga jual berbasis nilai kejujuran dalam Islam. Penelitian dilakukan pada pemilik dan manajemen YDT dan Kopontren DT di Bandung, Charni’s Productions di Yogyakarta, serta Kedai Assalamu’alaikum dan rumah makan Bismillah di Malang. Analisis dilakukan dengan menggunakan epistemologi bayani, burhani, dan irfani. Konsep harga jual berbasis nilai kejujuran dapat diklasifikasikan menjadi consistency cost-plus pricing, mekanisme pasar bersyarat serta mekanisme pasar keseimbangan dari epistemologi bayani, burhani dan irfani. Secara umum konsep harga jual berbasis nilai kejujuran di dalam Islam adalah consistency market mechanism, yaitu suatu konsep penetapan harga jual secara konsisten melalui mekanisme pasar sejak dari awal penetapan harganya hingga produk tersebut habis terjual.
MAKRIFATAKUNTANSI, DETERMINASI PUNCAK PERJALANAN SPIRITUALITAS AKUNTANSI: SUATU TINJAUAN ONTOLOGIS Ruslan, Muhammad; Alimuddin, Alimuddin
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.481 KB)

Abstract

Accounting makrifat, determination of journey of accounting spirituality: ontological evaluation. Accounting is basically a product of ideol-ogy was form as an ideological instrument to construct of reality. Logic Contradic-tions in building basic ontology of accounting to reproduce the contradictions in reality be the form of contradictions that lead to inequality and marginalization. The presence of Islamic accounting to be deconstructing the power of capitalism, altough in fact impressed’’ barren’’. The spirit of Islam as liberation ideology is reduced in the grip of market power. Therefore, an ontological perspective review to reassess the basic philosophy of Islamic accounting. Efforts to redefine and re-parse the critical relations with Islamic as ideology of science in accounting as a doctrinal-theoretical framework. Creating patterns to be Islamic of ideology in accounting as a basic framework for understanding the scope Islamic accounting study, by positions’’ liberation’’ as the highlight of the discourse (makrifat) Islamic accounting.Abstrak: Makrifat akuntansi, determinasi puncak perjalanan spirituali-tas akuntansi: suatu tinjauan ontologism. Akuntansi pada dasarnya adalah produk ideologis yang lahir sebagai instrumentdalam mengkonstruk realitas. Kontradiksi logicdalam bangunan dasar ontologi akuntansi akan mereproduksi model-model kontradiksi dalam realitas berupa lahirnya pertentangan-perten-tangan yang berujung pada ketimpangan dan marginalisasi. Hadirnya ideologis akuntansi Islam dalam mengdekonstruksi kuasa akuntansi kapitalisme, dalam kenyataannya terkesan ‘’mandul’’. Semangat pembebasan Islam sebagai ideologi tereduksi dalam cengkeraman kuasa pasar. Oleh karenanya tinjauan ontolo-gis merupakan sudut pandang untuk menilai kembali filosofi dasar akuntansi Islam. Upaya untuk meredefinisi dan mengurai kembali dengan kritis hubun-gan Islam sebagai ideologi dengan akuntansi sebagai ilmu pengetahuan dalam kerangka doktrinal-teoritis. Menciptakan pola pengideologisasian Islam dalam akuntansi sebagai kerangka dasar untuk memahami ruang lingkup kajian akun-tansi Islam, dengan menempatkan ‘’pembebasan’’ sebagai puncak perjalanan (makrifat) akuntansi Islam
Cellulose production from modified cassava skin 2-mercaptobenzotiazole for controlling cadmium (II) metal pollution Yusuf, Bohari; Alimuddin, Alimuddin; Saleh, Chairul; Rahayu, Desy Ridho
Jurnal Sains Dasar Vol 3, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.166 KB) | DOI: 10.21831/jsd.v3i2.4143

Abstract

The research study of cadmium (II) metal ion adsorption in a solution by 2-mercaptobenzotiazole modified cellulose and unmodified cellulose had been done. The aims of this research are to know the ability of 2-mercaptobenzotiazole modified and unmodified celluloses for adsorbing cadmium (II) metal ion with the composition of modification. The modification processes of cellulose were done by the composition variation between cellulose and MBT of 1:1, 1:2, and 1:3. The adsorption process of metal ions by 2-mercaptobenzotiazole modified cellulose were done by shaking at pH 3, 4, 5, 6, 7, 8, and 9 with the effect of metal ions concentration of 0.05; 0.1; 0,15; 0,2, and 0,25 mg/L. The analysis of functional groups of cellulose-MBT and cellulose unmodified was using FTIR Spectrophotometer. The analysis of cadmium (II) concentration metal ions as cadmium metals were done by atomic absorption spectrophotometer (AAS). The result of this research showed that on the functional groups which derived from FTIR spectrum, there was some similarity of functional groups between unmodified cellulose and MBT-cellulose which could be seen from the wave length of C-S stretching at 663.51 cm-1; functional group of C-H aromatic stretching at 3749.62 cm-1; functional group of C-N at 1319.31 cm-1, and functional group of C=N that came from diazole  functional group (-N=C-S) which could be seen at 1597.06 cm-1. The optimum adsorption metal ions cadmium by MBT-cellulose happened at 1:2 composition modification, pH 4, and at the concentration of 0.2 mg/L.   Key words: adsorption, modified, cadmium (II) metal ion, cellulose, 2-merkaptobenzotiazole
Students’ Perception on the Classroom-Task-Based Subject Delivery Of The Subject Of Evaluation Of The Fine Art Learning Hasnawati, Hasnawati; Alimuddin, Alimuddin
Indonesian Journal of Educational Studies Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.625 KB) | DOI: 10.26858/ijes.v16i1.3970

Abstract

The study was objective to describe students’ sight on the subject delivery through the classroom-task-based on the subject of fine art learning evaluation. The subject of the study was all students of the Fine Art Program about 45 students. The study was utilized descriptive qualitative method.  The required data was collected by means of questionary, interview, and documentation schemes. Data has gathered to be utilizing questionary, observations sheet, interview sheet, and camera.  The data was analyzed qualitatively descriptive scheme. Result of the study was suggested that classroom-task-based subject delivery may applied in good manner for the subject of fine art learning, that is could be support students to decrease their problem in acquiring learning contents, to support student’s performance to finish all questions of the related subject, students is to be enjoyful, that is promotes their motivation and active in their class, students quickly comprehends delivered subject, students’ is to be facilitated in finishing their assigned tasks.
Construction of a DNA Vaccine Using Glycoprotein Gene and Its Expression Towards Increasing Survival Rate of KHV-Infected Common Carp (Cyprinus carpio) Nuryati, Sri; Alimuddin, Alimuddin; Sukenda, Sukenda; Soejoedono, Retno Damayanti; Santika, Ayi; Pasaribu, Fachriyan Hasmi; Sumantadinata, Komar
Jurnal Natur Indonesia Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.942 KB) | DOI: 10.31258/jnat.13.1.47-52

Abstract

Deoxyribonucleic acid (DNA) vaccine has recently been developed as an alternative vaccine against virus infection.This study was the first step of DNA vaccine development to protect cyprinids including common carp (Cyprinuscarpio) and fancy koi (Cyprinus carpio) from KHV (koi herpesvirus) infection in Indonesia. One of KHV glycoproteingenes, i.e. glycoprotein (GP) was ligated with Japanese medaka (Oryzias latipes) â-actin promoter to generatepAct/GP as a DNA vaccine. Fourty fish in body weight of 10-15 g/fish were individually injected by pAct/GP intomuscle in different dosage of 2.5 μg, 7.5 μg and 12.5 μg/100 μl phosphate buffer saline. Total RNA was extractedfrom the 12.5 μg of pAct/GP-injected fish muscle at 24, 48 and 67 hours post-injection to analyze GP expression byRT-PCR method. Potential of pAct/GP as DNA vaccine was examined by injecting KHV into the 30-days-vaccinatedfish. Both of possitive and negative control fish group were not vaccinated. Possitive control fish group wereinjected with KHV, but negative control fish group were not. KHV-challenged fish were reared for 1 month, and thedeath fish were calculated daily. Result of RT-PCR analysis showed that GP gene expression were detected at 3 dpost-injection. Expression of GP in the vaccinated fish groups helped to improve their survival rate after challengedby KHV. All of fish without DNA vaccination had dead 17 days after KHV injection. The results demonstrated thatpAct/GP had high potency to be used as a DNA vaccine against KHV infection in cyprinids.
PERANCANGAN BRAND IDENTITY JALANGKOTE LAHALEDE Tai, Ronal Edy; Said, Abdul Azis; Alimuddin, Alimuddin
JURNAL IMAJINASI Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.441 KB) | DOI: 10.26858/i.v1i2.13746

Abstract

Perancangan ini bertujuan menciptakan sebuah brand identity atau merek yang memudahkan pengembangan produk, menambah nilai jual serta menjadi investasi masa depan usaha kuliner Jalangkote Lahalede. Memperkenalkan identitas baru dari usaha kuliner Jalangkote Lahalede kepada masyarakat khususnya target audiens. Merancang Media Komunikasi Visual yang aktraktif dan beridentitas serta Menciptakan differensiasi yang jelas, mengapa merek dari usaha kuliner Jalangkote Lahalede berbeda dibandingkan dengan usaha kuliner sejenis di pasaran. Melalui Perancangan Brand Identity Jalangkote Lahalede, penulis menggunakan metode perancangan yang yakni merupakan tahapan atau proses desain secara ilmiah, logis, sistematis, dan prosedural. Penelitian diawali dengan kegiatan observasi langsung pada internal perusahaan, terkhusus data mengenai produk jalangkote kemudian dilanjutkan sesi wawancara pemilik perusahaan mengenai asal usul sampai visi misi perusahaan Jalangkote Lahalede. Penelitian selanjutnya dengan melakukan riset dokumentasi mengenai karakteristik kebudayaan setempat yakni Suku Bugis, berfokus pada benda-benda budaya yang khas. Analisa kompetitor sejenis dan target audiens juga menjadi fokus penulis selama proses perancangan berlangsung untuk menghadirkan positioning dan differensiasi dalam proses pengenalan merek. Selanjutnya Bentuk perancangan menerapkan proses stilasi untuk membangun desain yang terintegrasi dengan memenuhi prinsip-prinsip desain diantaranya memiliki kesatuan/unity dan irama/ritme, dilanjutkan dengan penerapan gaya desain yang mengadopsi gaya desain formal/statis tapi tetap terlihat dinamis. Hasil perancangan mencakup beberapa hal yakni penciptaan brandmark, brandname beserta tagline yang saling berkaitan dan berkesinambungan dalam strategi pengenalan merek/brand identity Jalangkote Lahalede di Kota Parepare. Pengadaan Media Komunikasi Visual yang tidak lepas dari kekuatan visual dari bentuk dan eksistensi karakter khas produk dan budaya Suku Bugis serta fungsi praktis dan simbolik pada media utama maupun pendukung.
ANYAMAN TRADISIONAL SERAT LONTAR (Tantangan, Potensi dan Pengembangannya) Alimuddin, Alimuddin
JURNAL IMAJINASI Vol 1, No 4 (2004)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v1i4.221

Abstract

Abstrak Menggali potensi untuk menguat nilai terhadap kerajinan anyaman tradisional serat lontar di Sulawesi Selatan, yang kini masih sederet kelemahan dan tantangan yang melekat padanya di tengah era kompetitif suvenir. Karena itu, diperlukan pengembangan pada subjek dan objek. Pengembangan subjek melalui pembinaan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan objek melalui karya anyaman dengan kreasi dan inovasi berbagai aspek yang berpihak pada tuntutan selera pasar. Bahasan terhadap kelemahan, potensi dan pengembangan untuk mengiringi menjadi produk suvenir andalan. Penting dilakukan sorotan terhadap tantangan, potensi dan pengembangannya agar ke depan ada solusi pada kerajinan anyam tradisional ini untuk diharapkan mampu berkompetitif di era kesejagatan. Kata Kunci: anyaman, serat lontar, suvenir, subjek dan  objek.
MEMAHAMI SENI KONSEPTUAL DI INDONESIA Yabu M, Yabu; Alimuddin, Alimuddin
JURNAL IMAJINASI Vol 1, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v1i3.146

Abstract

Abstrak Seni konseptual telah menjadi gerakan yang memayungi berbagai bentuk kesenian akhir-akhir ini. Seni konseptual, juga banyak berhubungan dengan persoalan abstraksi dari ide (gagasan) sebagai perkembangan baru dalam berkesenian. Bahkan telah menumbuhkan beragam seni baru yang lazim disebut-sebut sebagai karya konseptualisme. Diantaranya adalah performance art, process art, eart atau land art, environment art, dan happening art.. Dari segi perwujudannya, seni konseptual merupakan sebuah gerakan dalam seni rupa yang lebih mementingkan konsep - yang dalam praktiknya menggunakan beragam media untuk merealisasikan kompleksitas konsepnya. Kata kunci: Seni konseptual, seniman konseptual, refleksi seni konseptual.
PERANCANGAN MEDIA INTERAKTIF KAMUS BAHASA BUGIS UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH Syamsuryani, Andi; Alimuddin, Alimuddin; Aswar, Aswar
JURNAL IMAJINASI Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.836 KB) | DOI: 10.26858/i.v1i1.9883

Abstract

Bahasa daerah adalah sesuatu yang wajib untuk dilestarikan, namun seiring berjalannya waktu, bahasa daerah semakin tertinggal dan terlupakan. Kurangnya media ajar seperti kamus pun membuat masyarakat kesulitan untuk mempelajari bahasa daerah Bugis. Perancangan ini bertujuan sebagai media ajar yang dapat menunjang dan membantu peserta didik dalam mempelajari bahasa daerah Bugis, sehingga mampu menarik kembali minat siswa dalam mempelajari bahasa daerahnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka dimana penulis mengumpulkan berbagai macam kamus, melakukan observasi dan wawancara di Balai Bahasa Provinsi, membagikan kuesioner penelitian kepada siswa, serta melakukan riset terhadap motif sarung tenun sutera. Langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut untuk diolah menjadi suatu karya media interaktif kamus bahasa daerah Bugis dengan visual menggunakan motif sarung tenun sutera sebagai backgroundnya. Hasilnya media interaktif Kamus Bahasa Bugis berbentuk sebuah aplikasi android yang memuat 6400 kata