Amiruddin Supu
Program Studi Pendidikan Fisika,FKIP, Universitas Nusa Cendana

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimasi Parameter Tekanan Deposisi pada Penumbuhan Lapisan Tipis Polykristal Silikon dengan Metode Hot Wire Cell PECVD Amiruddin Supu; Ida Usman; Mursal Mursal; Toto Winata; Sukirno Sukirno
Jurnal Matematika & Sains Vol 10, No 1 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Hot wire Cell PECVD method has been developed to grow the poly-Si thin films. The poly-Si thin films were grown on the 7059 corning glass at a filament temperature of 1800 oC. Silane (SiH4) gas 10% diluted in hydrogen (H2) gas was used as gas source. In the hot wire cell PECVD method, reactant gases were decomposed as a result of reaction with a heated filament placed above the substrate and paralel to the gas inlet. The characterization results exhibited that the poly-Si thin films could be grown at the pressure of 200 to 500 mTorr with a substrate temperature of 275 oC. The analysis of XRD result showed that preferential intensity was obtained at the crystal orientation of . The highest values of peak intensity (111 cps), grains size (minor axis 0.5 µm) and dark conductivity (0.60x10-5 Scm-1) were obtained at the deposition pressure of 300 mTorr with deposition rate of 2.2 nm/s.
Analisis Sifat-sifat Optoelektronik Lapisan Tipis Silikon Amorf terhidrogenasi yang ditumbuhkan dengan Teknik VHF-PECVD pada Variasi Daya RF Ida Usman; Amiruddin Supu; Mursal Mursal; Sukirno Sukirno; Toto Winata; Mohamad Barmawi
Jurnal Matematika & Sains Vol 10, No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The hydrogenated amorphous silicon (a-Si:H) thin films have been deposited using VHF-PECVD technique. The deposition process was done by varied the rf power from 6 to 12.5 watts with 300 mTorr of chamber pressure and from 20 to 70 watts with 100 mTorr of chamber pressure. The highest deposition rate of 2.99 Å/sec and the highest photoconductivity of 1.13 x 10-4 S/cm were obtained from 8 watts of rf power when the rf power was varied from 6 to 12.5 watts. Then, the highest deposition rate of 9.57 Å/sec was obtained from 40 watts of rf power and the highest photoconductivity of 1.54 x 10-2 S/cm was obtained from 20 watts of rf power when the rf power was varied from 20 to 70 watts. Based on the analysis of characterization results, the degradation of a-Si:H film conductivity was caused by the formation of defect states such as band-tail defect and bandgap defect.
Pengaruh Daya RF terhadap Kandungan Ge dan Sifat Opto-Elektronik Lapisan Tipis a-SiGe:H Mursal Mursal; Amiruddin Supu; Ida Usman; Toto Winata; Sukirno Sukirno
Jurnal Matematika & Sains Vol 10, No 4 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effect of rf power on Ge content (CGe) and opto-electronic properties of a-SiGe:H thin films deposited by PECVD method had been investigated. a-SiGe:H thin films were grown on corning glass 7059 substrate from a gas mixture of SiH4 and GeH4 10% diluted in H2, respectively. The substrate temperature was kept at 275oC and the rf power was varied from 50 - 120 Watt. The results showed that the CGe of a-SiGe:H thin films decreases with increasing in rf power, and therefore the optical bandgap (Eopt) increases. We found that the optimum rf power was 90 Watt, which corresponds to the highest photo-sensitivity of 1.43 x 104.
Pengaruh Bentuk dan Fluktuasi Ukuran Dot terhadap Pelebaran Garis Spektral Inhomogen pada Quantum Dot Gallium Nitrida (QD GaN) Fitri Suryani Arsyad; Budi Mulyanti; Amiruddin Supu; Moehamad Barmawi
Jurnal Matematika & Sains Vol 12, No 4 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Theoretical analysis of the phenomena of the size fluctuation in Gallium Nitride quantum dot (GaN QD) is presented inthis paper. The effect of QD size fluctuation on the electron and hole energy level and the inhomogeneous linebroadening is studied. Analytical expressions for the inhomogeneous line broadening are derived for a Gaussian sizefluctuation distribution. Decreasing in the QD carrier energy level is observed when QD size increases. The peak ofoptical transition energy probability (Emax) is shifted to higher energy when dot size fluctuation (σL) increases. Theoptical transition energy distribution (fE) of cylindrical QD is at the higher energy with the inhomogeneous linebroadening (σE) wider than those of conical, ellipsoidal, as well as semi ellipsoidal QD.
Optimasi Parameter Tekanan Deposisi untuk Penumbuhan Lapisan Tipis Mikrokristal Silikon dengan Metode HWC PECVD Amiruddin Supu; I Wayan Sukarjita; Fakhruddin Fakhruddin; Fitri Suryani Arsyad; Toto Winata; Sukirno Sukirno
Jurnal Matematika & Sains Vol 13, No 4 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Hot Wire Cell PECVD method has been developed and successfully applied to grow the hydrogenated microcrystalline silicon ( µc-Si:H) thin films. The µc-Si:H thin films were grown on the 7059 corning glass at a filament temperature of 1000 oC. Ten percents silane (SiH4) gas diluted in hydrogen (H2) gas was used as gas source. In the hot wire cell PECVD method, reactant gases are decomposed as a result of reaction with a heated filament. The filament was placed parallelly with inlet gas system and outside of electrodes. The characterization results exhibited that the deposition rate increased from 1,45 Å/s to 1,56 Å/s with increasing the deposition pressure from 700 mTorr to 1100 mTorr. The SEM image and the XRD spectrum exhibited the transition of amorphous to microcrystalline silicon at an deposition pressure of 1000 mTorr. The transition of amorphous to microcrystalline was indicated by the reduction of amorphous parts and the appearance of peak diffraction at preferential crystal orientation. The dark and photo conductivities of the obtained µc-Si:H thin films was 1,2 x10-5 S cm-1 and 2,12 x 10-3 S cm-1, respectively.
Penerapan Model Pembelajaran Perubahan Konseptual Dengan Teknik Analogi Penghubung Dalam Pembelajaran Fisika Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VIII SMP Swasta Diakui Adhyaksa 2 Kupang Amiruddin Supu; Josua B. Mowata; Yusniati H. Muh. Yusuf
Jurnal Edukasi Sumba (JES) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : SekolahTinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53395/jes.v4i1.91

Abstract

Abstract: Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan pemahaman konsep fisika yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik analogi penghubung dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik anomali.Populasi penelitian  adalah siswa kelas VIII SMP Swasta Diakui Adhyakasa 2 Kupang dengan sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen (kelas VIII A) atau siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik analogi penghubung dan kelas kontrol (kelas VIII B) model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik anomali.Dari  hasil analisis data penelitian menggunakan uji t. Uji hipotesis pertama menggunakan uji dua pihak, sedangkan uji hipotesis kedua menggunakan uji t satu pihak yaitu uji pihak kanan. Uji hipotesis pertama diperoleh   dan  dengan taraf signifikan ( = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 36. Oleh karena   maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis satu (H1) diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika siswa yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik analogi penghubung, dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik anomali. Sedangkan uji hipotesis kedua diperoleh  dengan taraf signifikan dan derajat kebebasan (dk) = 48. Oleh karena  maka  hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis satu (H1) diterima. Hal ini berarti pemahaman konsep fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik analogi penghubung lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik anomali. Kata kunci :  Model  Perubahan Konseptual, Teknik Analogi Penghubung, Pemahaman konsep
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA SMA NEGERI 4 KUPANG Benu, Merlyn Yoan Trivosa; Yusuf, Yusniati H; Supu, Amiruddin
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jrfes.2021.v8i1.4684

Abstract

Peneltian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain penelitian randomized control group pre-test post-test design. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, (2) untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIA SMA Negeri 4 Kupang, dengan pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah diperoleh dari instrumen soal essay pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Terdapat perberdaan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning; 2) kemampuan pemecahan masalah fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning Kata Kunci: Model Pembelajaran Creative Problem Solving, Model Pembelajaran Problem Based Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah
Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Tipe Connected Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Lapisan Bumi Kelas VII Astiti, Kadek Ayu; Supu, Amiruddin; Sukarjita, I Wayan; Lantik, Vinsensius
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 4, No 2 (2021): JPPSI, Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i2.38498

Abstract

Pembelajaran IPA di tingkat SMP kini diharapkan dilaksanakan secara terpadu agar siswa memperoleh pemahaman secara holistik. Sementara itu di lapangan, pembelajaran IPA belum diajarkan secara terpadu. Tidak jarang juga bahan ajar yang digunakan oleh guru-guru SMP belum menyajikan IPA secara terpadu. Bahan ajar dari kajian fisika, kimia dan biologi yang disajikan secara terpisah. Bahan ajar memberikan ruang kepada siswa untuk belajar kapan saja dan dimana saja. Pembelajaran diharapkan dapat mengakomodir kesiapan, minat, serta profil siswa demi terwujudnya merdeka belajar. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pembelajaran yang mampu mengakomodir kebutuhan siswa untuk mewujudkan merdeka belajar. Tujuan dari penelitian R & D ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar berupa modul IPA Terpadu tipe connected berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada materi lapisan Bumi kelas VII. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan pengujian terhadap bahan ajar yang dikembangkan kepada ahli materi, ahli media dan uji praktisi (guru dan siswa) menunjukkan kategori baik pada rentang nilai 75%-89%.
Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Tipe Connected Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Lapisan Bumi Kelas VII Astiti, Kadek Ayu; Supu, Amiruddin; Sukarjita, I Wayan; Lantik, Vinsensius
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 4, No 2 (2021): JPPSI, Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v4i2.38498

Abstract

Pembelajaran IPA di tingkat SMP kini diharapkan dilaksanakan secara terpadu agar siswa memperoleh pemahaman secara holistik. Sementara itu di lapangan, pembelajaran IPA belum diajarkan secara terpadu. Tidak jarang juga bahan ajar yang digunakan oleh guru-guru SMP belum menyajikan IPA secara terpadu. Bahan ajar dari kajian fisika, kimia dan biologi yang disajikan secara terpisah. Bahan ajar memberikan ruang kepada siswa untuk belajar kapan saja dan dimana saja. Pembelajaran diharapkan dapat mengakomodir kesiapan, minat, serta profil siswa demi terwujudnya merdeka belajar. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pembelajaran yang mampu mengakomodir kebutuhan siswa untuk mewujudkan merdeka belajar. Tujuan dari penelitian R & D ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar berupa modul IPA Terpadu tipe connected berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada materi lapisan Bumi kelas VII. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan pengujian terhadap bahan ajar yang dikembangkan kepada ahli materi, ahli media dan uji praktisi (guru dan siswa) menunjukkan kategori baik pada rentang nilai 75%-89%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPA SMAN 5 KUPANG Natalia.D. Naikteas.Bano; Amiruddin Supu; Vinsensius Lantik
EduFisika Vol. 4 No. 02 (2019): Edufisika: Jurnal Pendidikan Fisika Volume 04 Nomor 02, Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/edufisika.v4i02.7652

Abstract

The purpose of this study was to determine the difference in students ' critical thinking skills taught using the learning models of Numbered Heads Together and Group Investigation. This research was an experimental research with the design of randomized control group pre-Test post-Test design. Research conducted in class XI IPA SMA Negeri 5 Kupang. Data analysis was conducted using test-T. T test result with a significant level of 5% (α = 0.05) obtained the value of Sig (2-tailed) 0,006<0,05 so Ha accepted. It indicates that there are significant differences in critical thinking skills between students taught using Numbered Heads Together and Group Investigation learning models. The critical thinking ability of students taught using the Numbered Heads Together learning model is higher than the students taught using the Group Investigation learning model.