Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS DINAMIKA KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN JEMBER Anas, Ahmad; Wibowo, Rudi; Haryati, Yuli
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.053 KB)

Abstract

Food stability is not only in term of enough food availability but also capability to access  including to buy food and there is no dependency to another countries. The research focused in Jember Regency. The research was aimed to explain that the enough food availability is not meant guarantee  the food stability particularly for household rate. The analyze method that used  are descriptive, stability food analyse that conducted by Sumarwan and Sukandar (1998) and Angka Kecukupan Gizi/AKG (nutrient sufficiency number) for household that including energy sufficiency rate and protein sufficiency rate. The results show that (1) the available food in Jember Regency in 1991 – 2006 for six commodity including rice and corn are surplus, whereas soybean, peanut, cassava and sweet potato are minus, (2) Arjasa and Jelbuk subdistrict are linear decreasing in stability food, (3) AKG average number in Panduman village, Jelbuk Subdistrict as 59,51% that meant have not food stability category, (4) AKG average in Puger Wetan Village, Puger Subdistrict as 80,39% that meant have food stability category. Keywords: Stability food, Availability food, Household stability food and AKG
PEMBERDAYAAN PESANTREN UNTUK PENANGGULANGAN ABRASI DI PANTAI DEMAK DAN JEPARA Choliq, Abdul; Pimay, Awaludin; Anas, Ahmad
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2015.152.746

Abstract

karya pengabdian ini difokuskan untuk menanggulangi bencana abrasi pantai melalui pemberdayaan pesantren. Pelibatan komunitas pesantren dalam pengelolaan pesisir akan meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pelestarian pesisir melalui pendekatan keagamaan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang mempunyai fungsi ganda, sebagai lembaga pendilikan yang mampu mengembangkan pengetahuan dan penalaran, keterampilan dan kepribadian kelompok usia muda dan merupakan sumber referensi tata-nilai Islami bagi masyarakat sekitar, sekaligus sebagai lembaga sosial di pedesaan yang memiliki peran sosial dan mampu menggerakkan swadaya dan swakarsa masyarakat, mampu melakukan perbaikan lingkungan hidup dari segi rohaniah mau pun jasmaniah.Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian dosen ini, ada beberapa hal yang dapat penulis simpulkan yaitu: pertama, bencana abrasi yang terjadi di pantai Jepara dan Demak sudah masuk dalam tahap yang memprihatinkan; kedua, Penanganan bencana abrasi memerlukan kerjasama dari semua elemen masyarakat, baik pemerintah, pihak swasta, dan warga masyarakat; ketiga, warga masyarakat yang tinggal di sekitar pantai yang terkena abrasi perlu dibekali dengan tata cara penangan bencana; keempat, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana. Sistem pembelajaran yang integral dan holistic menjadi dasar pesantren untuk melestarikan lingkungan.
KONSEP IMAMAH DALAM PERSPEKTIF SYI’AH IMAMIYAH anas, ahmad
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 27, No 1 (2018)
Publisher : STAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v27i1.739

Abstract

Khilafah dan imamah adalah dua terma yang terkadang diartikan sama, yaitu mengacu kepada makna kepemimpinan. istilah khilafah lebih banyak dikenal dipakai untuk mengistilahkan kepemimpinan di dunia Islam Sunni, sedangkan imamah lebih banyak dipakai di dunia Islam Syi’ah. Khalifah dipilih oleh rakyat ataupun Ahl al-Hill wa al-Aqd, dan ini bersifat ijtihadi. Adapun Imam adalah merupakan ketetapan Tuhan yang dititipkan kepada Nabi untuk menentukan penerusnya. Kemudian penentuan selanjutnya ditunjuk oleh Imam sebelumnya sesuai dengan wasiat yang diterimanya.Artikel ini merupakan penelitian pustaka yang membahas tetntang konsep imamah dalam perspektif syi’ah imamiyah. Tujuan artikel ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan politik di kalangan Syi’ah yang berujung pada konsep imamah sebagaimana yang bisa disaksikan sampai hari ini. Potret Iran sebagai negara yang dengan terang-terangan mengusung mazhab Syi’ah sebagai ciri khas ketatanegaraannya adalah bukti kongkrit yang menarik untuk dikaji dan dicermati.Hasil penelitian menunjukan bahwa wilayat al-faqih yang dicetuskan oleh Imam Khomeinipasca Revolusi Islam Iran adalah bentuk pemerintahan Islam yang dipimpin oleh seorang faqih yang adil dan kapabel dalam menuntun umat.Model kepemimpinan faqih ini yang hingga sekarang tetap eksis di Negara Republik Islam Iran adalah bentuk perpaduan antara demokrasi dan pandangan agama. Sehingga dapat dikatakan bahwa wilayat al-faqih ini sebagai percontohan bahwa politik dan agama bisa bersandingan dalam menuntun umat manusia secara umum dan umat Islam secara khusus. Kata kunci: imamah, wilayat al-faqih dan syi’ah imamiyah.
Peran Tingkat Pendidikan dan Keikutsertaan Kajian Fiqih pada Praktik Filantropi Anas, Ahmad; Adinugraha, Hendri Hermawan; Purwatiningsih, Aris Puji
Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam Vol 2 No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.228 KB) | DOI: 10.22236/alurban _vol2/is1pp24-31

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk meningkatkan kualitas manusia. Pendidikan bisa diselenggarakan secara formal dan non-formal. Dengan meningkatkan tingkat pendidikan seseorang diharapkan akan semakin membuka cara fikir dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Salah satu wadah pembinaan nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat ialah dibentuknya majelis kajian fiqih. Karena pada majlis tersebut membahas semua masalah keagamaan, termasuk di dalamya masalah fiqih. Oleh karenanya, jika seseorang mengikuti kajian fiqih, diharapkan dapat meningkatkan pemahamannya tentang fiqih, khususnya fiqih mu’amalah, maka ia akan semakin menyadari bahwa harta yang ada padanya adalah titipan Allah dan terdapat hak-hak orang lain di dalamnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan seseorang dan intensitas mengikuti kajian fiqih seseorang terhadap praktik filantropi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota kajian fiqih pada masjid Darussalam, al-Muslihun, dan yasin-tahlil Ibu Sulkhan sebanyak 70 orang, dengan metode total sampling melalui kuesioner dan diolah dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan intensitas memberikan pengaruh terhadap praktik filantropi. Tingkat pendidikan formal berpengaruh negatif, pendidikan formal dan intensitas mengikuti kajian fiqih berpengaruh positif terhadap filantropi.
PEMIKIRAN GENDER FATIMA MERNISSI Wijayanti, Ratna; Adinugraha, Hendri Hermawan; Sartika, Mila; Anas, Ahmad
MUWAZAH Vol 10 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.731 KB) | DOI: 10.28918/muwazah.v10i1.1131

Abstract

The research is to know and examine the thoughts of Fatima Mernissi about the role of women and how the critics of Fatima Mernissi thought. The research method used literature research where the data obtained from literatures related to Fatima Mernissi thinking about the role of women in Islam. The result of this research is that Fatima Mernissi tried to reconstruct thinking about the role of Fatima woman by exploring the values and teachings in al-Qur’an that affirm equality of men and women.  Fatima Mernissi quotes several verses of the Qur’an, which assert that the vision and mission of Islam uphold and provide absolute certainty related to sexual equality. The moment of migration of a political action involving men and women, should be interpreted as an affirmation and justification of Islam for public participation of women in the social and political sphere.
ANALISIS DINAMIKA KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN JEMBER Ahmad Anas; Rudi Wibowo; Yuli Haryati
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (J-SEP) Vol 2 No 2 (2008)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food stability is not only in term of enough food availability but also capability to access  including to buy food and there is no dependency to another countries. The research focused in Jember Regency. The research was aimed to explain that the enough food availability is not meant guarantee  the food stability particularly for household rate. The analyze method that used  are descriptive, stability food analyse that conducted by Sumarwan and Sukandar (1998) and Angka Kecukupan Gizi/AKG (nutrient sufficiency number) for household that including energy sufficiency rate and protein sufficiency rate. The results show that (1) the available food in Jember Regency in 1991 – 2006 for six commodity including rice and corn are surplus, whereas soybean, peanut, cassava and sweet potato are minus, (2) Arjasa and Jelbuk subdistrict are linear decreasing in stability food, (3) AKG average number in Panduman village, Jelbuk Subdistrict as 59,51% that meant have not food stability category, (4) AKG average in Puger Wetan Village, Puger Subdistrict as 80,39% that meant have food stability category. Keywords: Stability food, Availability food, Household stability food and AKG
MEMBANGUN TEORI KONSUMSI ISLAMI MELALUI MODEL INFAK Ahmad Anas; Afaful Ummah
Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/justeko.v4i2.6879

Abstract

This study was based on the assumption that Islamic concumption theory which existstoday is result from combination between conventional concumption theory and Islamicreligion theory. Conventional concumption theory has many limitations and incompatibilitywith Islamic teachings and ethics concumption. This study aims to build Islamic concumptiontheory through infak model. Infak model which is not only materialist, but shar'i, spiritualist,socialist, fair, moral and ethical is believed to be very compatible with the characteristics ofMuslim consumers. This study is a type of library study that requires philosophical andtheoretical studies that have to do with empirical facts. Results of study showed that Infak ofconsumption is an activity to spend wealth in an effort to fulfil the needs for the benefit of theworld and the hereafter. In infak of concumption activities, consumers must pay attention tolimitations that cover two important components, namely Islamic law and ethics. Then infakmodel explains the level of priority that is the theory of consumer decision making inspending wealth. Furthermore, the purpose of consumption in infak of consumption includestwo components; material satisfaction and prosperity in hereafter. Both components arecontained in a term called "maslahah".
Students’ Investment Decisions with Intention as an Intervening Variable Ummah, Afaful; Ahsan, Muhamad; Anas, Ahmad
EQUILIBRIUM Vol 9, No 1 (2021): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v9i1.9995

Abstract

This quantitative research aimed to determine the factors influencing students’ decisions to invest with intention as an intervening variable using the Partial Least Square (PLS) method through the smartPLS 3.0. The population in this study was UINSA students who already had accounts in GIS UINSA. The research sample of 110 respondents was selected using purposive sampling techniques. The results showed that intention influences students’ investment decisions. Returns and technological advancements influence their investment decision through intention, both directly and indirectly.Conversely, knowledge, motivation, and capital market training do not affect that, either directly or indirectly. Therefore, knowledge and Islamic capital market training need more attention. It can be done by optimizing the socialization and education about the Islamic capital market by holding seminars, training, webinar and providing facilities and tools that promote the motivation to invest in the Islamic capital market to influence the intention of students to invest.
KONSEP IMAMAH DALAM PERSPEKTIF SYI’AH IMAMIYAH anas, ahmad
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 27, No 1 (2018): Teologi Kontekstual dan Isu-Isu Global
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v27i1.739

Abstract

Khilafah dan imamah adalah dua terma yang terkadang diartikan sama, yaitu mengacu kepada makna kepemimpinan. istilah khilafah lebih banyak dikenal dipakai untuk mengistilahkan kepemimpinan di dunia Islam Sunni, sedangkan imamah lebih banyak dipakai di dunia Islam Syi’ah. Khalifah dipilih oleh rakyat ataupun Ahl al-Hill wa al-Aqd, dan ini bersifat ijtihadi. Adapun Imam adalah merupakan ketetapan Tuhan yang dititipkan kepada Nabi untuk menentukan penerusnya. Kemudian penentuan selanjutnya ditunjuk oleh Imam sebelumnya sesuai dengan wasiat yang diterimanya.Artikel ini merupakan penelitian pustaka yang membahas tetntang konsep imamah dalam perspektif syi’ah imamiyah. Tujuan artikel ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan politik di kalangan Syi’ah yang berujung pada konsep imamah sebagaimana yang bisa disaksikan sampai hari ini. Potret Iran sebagai negara yang dengan terang-terangan mengusung mazhab Syi’ah sebagai ciri khas ketatanegaraannya adalah bukti kongkrit yang menarik untuk dikaji dan dicermati.Hasil penelitian menunjukan bahwa wilayat al-faqih yang dicetuskan oleh Imam Khomeinipasca Revolusi Islam Iran adalah bentuk pemerintahan Islam yang dipimpin oleh seorang faqih yang adil dan kapabel dalam menuntun umat.Model kepemimpinan faqih ini yang hingga sekarang tetap eksis di Negara Republik Islam Iran adalah bentuk perpaduan antara demokrasi dan pandangan agama. Sehingga dapat dikatakan bahwa wilayat al-faqih ini sebagai percontohan bahwa politik dan agama bisa bersandingan dalam menuntun umat manusia secara umum dan umat Islam secara khusus. Kata kunci: imamah, wilayat al-faqih dan syi’ah imamiyah.
PEMIKIRAN GENDER FATIMA MERNISSI Ratna Wijayanti; Hendri Hermawan Adinugraha; Mila Sartika; Ahmad Anas
Muwazah Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v10i1.1131

Abstract

The research is to know and examine the thoughts of Fatima Mernissi about the role of women and how the critics of Fatima Mernissi thought. The research method used literature research where the data obtained from literatures related to Fatima Mernissi thinking about the role of women in Islam. The result of this research is that Fatima Mernissi tried to reconstruct thinking about the role of Fatima woman by exploring the values and teachings in al-Qur’an that affirm equality of men and women. Fatima Mernissi quotes several verses of the Qur’an, which assert that the vision and mission of Islam uphold and provide absolute certainty related to sexual equality. The moment of migration of a political action involving men and women, should be interpreted as an affirmation and justification of Islam for public participation of women in the social and political sphere.