This Author published in this journals
All Journal Al'Adalah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HEGEMONI DUNIA ISLAM MELALUI GLOBALISASI ISU TERORISME DAN RADIKALISME: Resensi Buku Kun Wazis
Al'Adalah Vol. 20 No. 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia sedang dilanda kecemasan global atas isu besar dunia, yakni terorisme dan radikalisme. Bahkan, terorisme merupakan salah satu dari 10 isu global selain lingkungan hidup, ketahanan pangan, HAM, ketahanan energi, kemiskinan struktural, tata ruang, perdagangan manusia, krisis ekonomi yang merubah tata uang dunia, dan ledakan jumlah penduduk. Posisi tero-risme sendiri disejajarkan dengan kejahatan narkoba. Karena itu, kelompok ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nasional (BNPT) Sri Yu-nanto (2017) menggambarkan bahwa terorisme telah menyebar secara acak dan tak terduga menyerang kota-kota besar yang menjadi simbol-simbol peradaban dunia, seperti New York, Washington di Amerika, London, Paris, Madrid dan Brussel di Eropa. Di tempat lain, terorisme juga terjadi di tengah-tengah konflik sosial politik, yang bercampur isu keagamaan seperti di Nigeria, Somalia, Libya, Maroko, Mesir, Irak, Suriah dan Yaman. Konflik-konflik itu kemudian melebar ke negara-negara lain seperti Arab Saudi, Ku-wait, Yordan, Libanon di Timur Tengah, Afghanistan, Pakistan, India di Asia Selatan, Indonesia, Filipina dan Thiland di Asia Tenggara dan Australia. Serangan-serangan riil kemudian diikuti dengan ancaman-ancaman akan ter-jadinya serangan teror di negara-negara sekitar. Ratusan ribu korban tewas dan luka dan ratusan ribu pengungsi harus meninggalkan negaranya untuk menghindari konflik dan kematian dan juga hancurnya fasilitas publik, infra-struktur akibat konflik dan terorisme.
KOMUNIKASI ISLAM SEBAGAI KOMUNIKASI TIGA DIMENSI: Resensi Buku Kun Wazis
Al'Adalah Vol. 19 No. 1 (2016)
Publisher : LP2M IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul Buku : Komunikasi IslamPenulis : Harjani HefniPenerbit : Kencana Prenadamedia Group, JakartaCetakan : 2015Tebal : xiv, 278 halaman “People cannot not communicate” (manusia tidak bisa tidak berkomunikasi), demikian pakar komunikasi Paul Latzlawick mengungkapkan fenomena komunikasi selalu hadir dimana-mana (omnie present) sehingga memunculkan bidang-bidang kajian komunikasi yang “multi side”. Hal ini meneguhkan bahwa manusia “tidak hanya” sekadar dipelajari identitasnya sebagai makhluk sosial, tetapi dia memiliki entitas lain sebagai “hamba komunikasi” (human communication). Dilihat dari bentuknya, dapat berwujud komunikasi personal (komunikasi interpersonal dan komunikasi intrapersonal), komunikasi grup (komunikasi kelompok besar dan komunikasi kelompok kecil), komunikasi massa (komunikasi media massa cetak, komunikasi media massa elektronik, komunikasi media siber), dan komunikasi budaya. Dipandang dari sifat komunikasinya, bisa berupa komunikasi verbal (komunikasi teks/tulisan dan komunikasi oral/ lisan), komunikasi non verbal (komunikasi gesture dan komunikasi visual), komunikasi tatap muka (face to face communications), dan komunikasi bermedia (mediated communictaion).