Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PROFIL AKADEMIK ALUMNI DENGAN MENGGUNAKAN METODE KLASTERISASI K-MEANS Anggraini, Dewi; Wisnubhada, Irya; Mudjihartono, Paulus
Proceedings of KNASTIK 2013
Publisher : Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universities are currently required to have the ability to compete by utilizing all its resources. In addition to the resources of facilities, infrastructure, and human, data and information systems are some resources that can be used to improve the ability to compete. One of the elements that must be considered in the development of a college is to be able to compete data alumni academic. STIKOM Uyelindo Kupang have sufficient academic alumni data to be analyzed. With alumni academic data clustering, decision makers can identify the characteristics of alumni profiles. Characteristics of alumni profiles can then provide an overview and consideration of the development of university policies related to alumni. In this paper, k -means algorithm is used for the data mengklasterisasi academic graduates with the purpose of showing the characteristics of the profile information of alumni. Clustering results with 226 data from three study programs (S1/D3 informatics engineering and information systems S1), and with k = 3, the group acquired sufficient data points to a pattern of firm alumni profiles can support the decision.
POLA BAKTERI DAN ANTIBIOGRAM PENYEBAB ULKUS DIABETIKUM DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU PERIODE 2015 – 2018 Anggraini, Dewi; Yovi, Indra; Yefri, Riza; Christianto, Erwin; Syahputri, Eka Zulya
Biomedika Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v12i1.9316

Abstract

ABSTRAKUlkus diabetikum adalah salah satu komplikasi dari diabetes mellitus. Ulkus ini terjadi akibat kerusakan  sistem saraf dan pembuluh darah akibat dari hiperglikemia yang tidak terkontrol. Kurangnya nutrisi dari pembuluh darah serta penurunan sensasi akibat kerusakan jaringan saraf memudahkan terjadinya ulserasi infeksi. Pola bakteri ulkus diabetikum dan resistensi antibiotik perlu diketahui untuk meningkatkan kesembuhan bagi pasien. Penelitian ini dilakukan di RS X Riau periode tahun 2015-2018. Data penelitian didapatkan dari Laboratorium Mikrobiologi RS X Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klebsiella pneumonia adalah bakteri yang paling banyak menginfeksi penderita ulkus diabetikum di Rumah Sakit ini yaitu sebesar 17,9%. Bakteri lain yang menjadi penyebab adalah Escherichia coli (16,5%), Staphylococcus aureus (16,5%), Acinetobacter baumanii (14,7%) dan Pseudomonas aeruginosa (8,7%). Uji sensitivitas antibiotik menunjukkan bahwa Klebsiella pneumonia dan Escherichia coli paling sensitif terhadap antibiotik ertapenem, meropenem, amikacin dan tigecycline. Staphylococcus aureus ditemukan sangat resisten terhadap cefoxitine. Acinetobacter baumanii sensitif terhadap amikacin dan tigecycline, sedangkan Pseudomonas aeruginosa 100% resisten terhadap ampicillin, sefazolin, seftriakson, tygecycline, dan kotrimoksazol.Kata Kunci: Ulkus Diabetikum, Pola Bakteri, Pola Resistensi, Sensitifitas, Antibiotik  ABSTRACTDiabetic ulcer is a condition of diabetes?s complication. These ulcers occur due to damage of nerve tissues and blood vessels caused by uncontrolled hyperglycemia. Lack of nutrition from blood vessels and decreased sensation due to nerve tissue damage facilitates ulceration of the infection. It is important to know how the pattern of bacteria and antibiotic?s resistance to improve disease?s prognosis. This research was conducted at X Hospital Riau in the 2015-2018 periods. The research data was obtained from the Microbiology Laboratory of X Hospital Riau. The results showed that Klebsiella pneumonia was the most infecting bacterium with diabetic ulcer patients at this hospital, which was 17.9%. Other bacteria that cause are Escherichia coli (16.5%), Staphylococcus aureus (16.5%), Acinetobacter baumanii (14.7%) and Pseudomonas aeruginosa (8.7%). Antibiotic sensitivity tests show that Klebsiella pneumonia and Escherichia coli are most sensitive to ertapenem, meropenem, amikacin and tigecycline antibiotics. Staphylococcus aureus was found to be very resistant to cefoxitine. Acinetobacter baumanii sensitive to amikacin and tigecycline and Pseudomonas aeruginosa 100% resistant to ampicillin, cefazolin, ceftriaxone, tygecycline, and cotrimoxazole.Keywords: Diabetic Ulcer, Bacterial Pattern, Resistance Pattern, Sensitivity, Antibiotics
GAMBARAN EFEKTIFITAS PETIDIN 25 MG INTRAVENA UNTUK MENGURANGI REAKSI MENGGIGIL PADA PASIEN SEKSIO SESAREA PASCA ANESTESI SPINAL DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Masyitah, Sri Utari; ", Sony; Anggraini, Dewi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Kedokteran Vol 1, No 2 (2014): Wisuda Oktober Tahun 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shivering is a common complication in patient who received general dan regional anesthesia. In caesarean section, anesthesia technique that usually used is spinal anesthesia. The Incidence of post spinal anesthesia shivering in caesarean section was 85%. This condition wasn't comfortable for patient and would affect the ECG, blood pressure and oxygen saturation. Increasing of oxygen saturation on shivering would make hypoxemia for both mother and fetus. This research is a descriptive prospective study with consecutive sampling methods to discover the effectiveness of pethidine 25 mg intravenouse to reduce post spinal anesthesia shivering in caesarean section in general hospital of Riau province. This study used 30 patients of caesarean section who had post spinal anesteshia shivering in operation room in general hospital of Riau province. The results of this research were petidhine 25 mg intravenous is effective in amongst 30 samples, 16 shivering has decrease in pethidine 10 mg and 14 patient with 25 mg pethidine intravenous. After the surgery, 2 samples had recurrent shivering. The Onset of pethidine amongst 30 patients were ceased in 5 minutes in 28 patients and 10 minutes in 2 patients.Keywords: shivering, effectiveness pethidine, caesarean section, spinal anesthesia
PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BAGIAN KEUANGAN PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PESAWARAN Anggraini, Dewi
JURNAL HIMA HAN Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Hukum Administrasi Negara FH UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah, Peraturan Pemerintah No 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah mendefinisikan semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daearh yang dapat dinilai dengan uang, Pengelolaan keuangan daerah sebagaimana yang dimaksud, merupakan subsistem dari sistem pengelolaan keuangan negara dan merupakan elemen pokok dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan tugas pokok dan fungsi bagian keuangan serta faktor penghambat tugas pokok dan fungsi bagian keuangan Kabupaten.Pesawaran terdiri dari beberapa faktor yaitu: Terlambatnya pengajuan anggaran, Kurangnya kedekatan antara Pemkab dan DPRD, dan Rendahnya daya serap anggaran,kurangnya kelengkapan dokumen yang diajukan,terlambatnya surat pertanggungjawaban yang di berikan oleh dinas ke bagian keuanganPenelitian skripsi ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang dilakukan dengan cara meneliti data sekunder berupa bahan hukum primer dan skunder.Analisis data dan informasi dilakukan secara deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi keuangan daerah kabupaten.Pesawaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi berasarkan pada prinsip-prinsip tangungjawab, mampu memenuhi kewajiban keuangan, kejujuran, hasil guna dan pengendalian.
Peningkatan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pasca Implementasi Kebijakan Penggunaan Antimikroba di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Rosdiana, Dani; Anggraini, Dewi; Balmas, Mukhyarjon; Effendi, Dasril; Bet, Anwar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.7

Abstract

Ancaman global permasalahan resistensi antibiotik membutuhkan strategi pencegahan yang mencakup penggunaan antibiotik secara bijak melalui pengawasan penggunaan antimikroba. Penggunaan antibiotik harus memenuhi beberapa kriteria seperti indikasi, dosis, lama pemakaian, jarak pemberian yang tepat, serta aman dan terjangkau bagi masyarakat, dan juga memenuhi pola mikroba dan kultur. Pada penelitian ini dilakukan analisis rasionalitas penggunaan antibiotik di Bangsal Kenanga RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah implementasi kebijakan penggunaan antimikroba pada periode Maret hingga Agustus 2016. Terdapat 252 penggunaan antibiotik yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu pre-implementasi sebanyak 92 dan pasca-implementasi sebanyak 160 penggunaan antibiotik. Rasionalitas penggunaan antibiotik dinilai dengan metode Gyssens yang dilakukan oleh tim pengkaji. Penggunaan antibiotik rasional meningkat sebanyak 15,1%, penggunaan antibiotik tanpa indikasi menurun sebanyak 10,9% dan terdapat peningkatan pemeriksaan kultur sebanyak 57,7%. Berdasarkan uji statistik, terdapat peningkatan bermakna rasionalitas penggunaan antibiotik setelah implementasi pedoman penggunaan antibiotik (33,7% vs 48,8%, p=0,020), dan penurunan penggunaan antibiotik tanpa indikasi (27,2% vs 16,3%, p=0,038). Penerapan kebijakan penggunaan antimikroba efektif meningkatkan rasionalitas penggunaan antibiotik. Program ini dapat diperluas di bangsal lain sehingga rasionalitas penggunaan antibiotik merata di seluruh rumah sakit.
Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit Usaha Rakyat Menggunakan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) Ickhsan, Muhammad; Anggraini, Dewi; Haryono, Rocky; Sahir, Syafrida Hafni; Rohminatin, Rohminatin
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol 5, No 2 (2018): April 2018
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.917 KB) | DOI: 10.30865/jurikom.v5i2.610

Abstract

Decision Support System (DSS) is a system that can assist a person in making decisions that are accurate and targeted. To assist in determining the eligibility of the recipients of the People's Business Credit (KUR), a decision support system is required. In this research, Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) method is used to determine the eligibility of KUR recipient customers. There are several criteria which are the basis for decision making such as credit status, business productivity, business condition, guarantee, and collectibility. Credit status means the KUR recipient is not receiving KUR elsewhere. Productivity means whether the business is productive or not, in terms of business location, type of business, and monthly income. Business condition means whether the business is running in good condition or not, seen from business management, business equipment, and Human Resources (HR). Collateral means collateral in the form of what will be used as collateral, such as house/shop, land, and BPKB. While collectibility means the smoothness of prospective recipients of KUR in paying monthly installments.
PERBANDINGAN PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum annum, L.) ANTARA YANG MENGGUNAKAN MEDIA TANAM SEKAM BAKAR KOMPOS DENGAN SEKAM BAKAR PUPUK KANDANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA Anggraini, Dewi; Widowati, Hening
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 4, No 2 (2013): Nopember 2013
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was carried out in Yosomulyo village Metro Pusat Districk, Metro City. Objective of this reasearch was: (1) To know the different of red chili (Capsicum annum, L.) production beetwen using burn husk compost media plant and burn husk manure media plant. (2) To  know the highest red chili (Capsicum annum, L) production beetwen using burn husk compost media plant and burn husk manure media plant. The methode for this research wed experiment methode. With two treatments, for each treatment have 16 samples red chili plant. The data take with weighing the crop, and analyzing wed normalitas and homogenitas, so was gotten the result of the research as wellfor two level equation test got thit 23,68 > tdaf 2,04 at obvious level α = 0,05, with the result thit > tdaf, refuse H0 and the meaning  that any obvious difference of red chili production between use burn husk compost media plant and use burn husk manure media plant. For the two level difference test got thit 23,68 > 1,70 at obvious level α = 0,05 with the result thit > tdaf, refuse H0 and the meaning to the average red chili production with the burn husk compost media plant higher than production with the burn husk manure media plant. For education world, this research used the source for study biology subject about growth and development material.   Kata kunci:  media sekam bakar kompos, sekam bakar pupuk kandang, produksi cabai.
Peran LBH Hukum Padang Dalam Mengadvokasi Indikasi Pelanggaran HAM Pada Konflik Antara Masyarakat Mungo Versus BPTU SP Padang Mangatas Anggraini, Dewi
AL-RISALAH Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : AL-RISALAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conflict between villagers Mungo 300 families with BPTU SP Padang Mangatas longstanding since 1950 with mutual claims 280 hectares of agricultural land. In this conflict of eviction and criminalization of farmers, so there are found indications of human rights violations against the people Mungo conducted by the State with various actors. Legal Aid Institute (LBH) as a companion Padang society and its legal counsel as well as having a strategic role in the fight for the rights of farmers. In the role undertaken by LBH is facilitating the community in the form of critical legal education to the community, supporting people to stay afloat in land conflicts, negosiation and facilitation with various parties that can provide support for the Mungo people in maintaining their land, then also make a good network among NGOs and with other state agencies. In addition, it also conducted a campaign through mass media, both print and electronic.
Evaluasi Pelaksanaan Sistem Identifikasi Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Anggraini, Dewi; Hakim, Lukman; Imam, Cecilia Widjiati
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.601 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.32

Abstract

Keamanan pelayanan di rumah sakit dimulai dari ketepatan identifikasi pasien. Rumah sakit harus membangun sistem yang menjamin bahwa pelayanan yang tepat diberikan kepada pasien yang tepat. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab belum optimalnya pelaksanaan sistem identifikasi pasien serta mencari alternatif solusi untuk mengoptimalkan pelaksanaan sistem identifikasi pasien di Ruang Rawat Inap RS.X Malang. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan focus group discussion (FGD), wawancara, pengamatan serta studi dokumen. Identifikasi prioritas alternatif solusi menggunakan brainstorming dengan mempertimbangkan urgency, severity/seriousness, growth (USG). Secara struktur sistem identifikasi pasien cukup lengkap.  Pengetahuan perawat tentang sistem identifikasi pasien cukup baik. Sikap perawat dan petugas lain terhadap pelaksanaan prosedur identifikasi pasien adalah positif namun tidak selalu melakukan prosedur verifikasi sesuai ketentuan terutama untuk tindakan yang menurut perawat tidak berisiko terutama pada saat shift sore dan malam.  Keterbukaan untuk melaporkan insiden pada petugas masih belum optimal. Kendala dan hambatan terutama dirasakan masih sulit merubah kebiasaan untuk selalu melakukan verifikasi, terkadang pasien mengeluh jika terlalu sering ditanya identitasnya, tidak dirasakan adanya kendala ketersediaan gelang identitas, kadang-kadang terjadi salah cetak nama pada stiker identitas. Penyebab utama belum optimalnya pelaksanaan sistem identifikasi pasien berhubungan dengan sistem supervisi terhadap pelaksanaan prosedur identifikasi yang belum optimal serta budaya safety yang masih perlu terus ditingkatkan.Kata Kunci: Budaya keselamatan pasien, keselamatan pasien, sistem identifikasi pasien
Prevalensi dan Pola Sensitivitas Antimikroba Multidrug Resistant Pseudomonas aeruginosa di RSUD Arifin Achmad Anggraini, Dewi; Gusti Yulindra, Utari; Savira, Maya; Djojosugito, Fauzia Andrini; Hidayat, Nopian
Majalah Kedokteran Bandung Vol 50, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.057 KB) | DOI: 10.15395/mkb.v50n1.1150

Abstract

Resistensi antimikrob merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang besar yang dihadapi manusia sejak era ditemukan antimikrob. Angka multidrug resistant P. aeruginosa salah satunya semakin meningkat di berbagai belahan dunia yang berdampak pada kesulitan penanganan infeksi oleh bakteri ini. Penelitian deskriptif retrospektif ini bertujuan mengetahui prevalensi MDR P.aeruginosa dan pola sensitivitasnya. Data diambil dari hasil kultur bakteri dan uji resistensi antibiotik dari berbagai spesimen klinis pasien di RSUD Arifin Achmad sepanjang tahun 2015. Uji resistensi dilakukan dengan menggunakan alat Vitek 2 compact. MDR P. aeruginosa didefinisikan sebagai P. aeruginosa yang tidak sensitif terhadap tiga atau lebih golongan antibiotik berikut: meropenem atau imipenem, siprofloksasin, gentamisin atau amikasin, seftazidim atau sefepim, dan piperasilin/tazobaktam. Prevalensi MDR P. aeruginosa adalah 45,5%. Isolat MDR P. aeruginosa serta paling banyak berasal dari instalasi perawatan surgikal dan instalasi perawatan intensif, dan paling banyak berasal dari spesimen pus dan sputum. Sensitivitas P. aeruginosa paling baik dengan amikasin (76,9%), piperasilin/tazobaktam (57,2%), meropenem (57,0%), gentamisin (54,5%), sefepim (53,7%), seftazidim (49,6%), ciprofloksasin (48,8%) dan aztreonam (35,5%). Sensitivitas MDR P.aeruginosa terhadap antibiotik jauh lebih rendah dibanding dengan P. aeruginosa. Penelitian ini menunjukkan angka MDR P. aeruginosa tinggi khususnya di Pekanbaru. Pola sensitifas P. aeruginosa dapat menjadi pedoman dalam memilih antibiotik yang sesuai untuk infeksi karena P. aeruginosa.Kata kunci: Multidrug resistant, Pekanbaru, pseudomonas aeruginosa, sensitivitas antibiotik Prevalence and Antimicrobial Susceptibility Profile of Multidrug Resistant Pseudomonas aeruginosa in Arifin Achmad General HospitalAntimicrobial resistance is one of major public health problems since the era of antimicrobial discovery, inclusing multidrug resistant (MDR) P. aeruginosa. The prevalence of this resistance  is increasing in different parts of the world, leading to the difficulties in dealing with this bacteria. The aim of this descriptive retrospective study was to determine the prevalence of MDR P. aeruginosa and its susceptibility profile. Data were collected from the bacteria cultures and antibiotic susceptibility test results from various clinical specimens in Arifin Achmad General Hospital throughout 2015. The test was performed in VITEK 2 Compact. MDR P. aeruginosa is defined as P. aeruginosa which is not sensitive to three or more following antibiotics: meropenem or imipenem, ciprofloxacin, gentamicin or amikacin, ceftazidime or cefepime, and piperacilin/tazobactam. The prevalence of MDR P. aeruginosa was 45.5%. The isolates of MDR P. aeruginosa was mostly derived from pus and sputum specimens from the surgical ward and intensive care unit. .  The most sensitive antibiotics was amikacin (76.9%) followed by piperacilin/tazobactam (57.2%), meropenem (57.0%), gentamicin (54.5%), cefepime (53.7%), ceftazidime (49.6%), ciprofloxacin (48.8%), and aztreonam (35.5%). Antibiotic sensitivity in MDR P. aeruginosa was much lower than in P. aeruginosa. This study shows a high prevalence of MDR P. aeruginosa, especially in Pekanbaru. This susceptibility profile can serve as a guideline for the selection of appropriate antibiotics for infections caused by P. aeruginosa.Key words: Antibiotic susceptibility, multidrug resistant, Pekanbaru, pseudomonas aeruginosa
Co-Authors Alimuddin Alimuddin Aprilya, Dea Asty, Wina Bahtiar Bahtiar Balmas, Mukhyarjon Bet, Anwar Betty Holiwarni BR SIAHAAN, RINA FRISKA Cecilia Widjiati Imam CIAMAS, ELSERRA SIEMIN Dani Rosdiana Daniel Thorp, Jhon Dewi Sri Susanti Dino Irawan Djojosugito, Fauzia Andrini Effendi, Dasril Erlida Ariani Ernanda, Revi Erwin Christianto Faisal Faisal Fajri, Mhd Fitriani, Wieke Giri Widakdo Gunawan Tabrani Gusti Yulindra, Utari Handriman, Tries Hardiati, Iis Sri Harsoyo, Musniwati Haryono, Rocky Hening Widowati Hidayat, Nopian Hidayati, Dini I Dewa Made Sukrama, I Dewa Made Ickhsan, Muhammad Ikit INDRA YOVI Jabar, Aryuni Salpiana Jamain, Tries Handriman Juhaepa, Juhaepa Juniarly, Amalia Kumala, Vina La Husen Zuada, La Husen La Ode Monto Bauto, La Ode Monto Lilyani Asri Utami, Lilyani Asri Lukman Hakim M. Najib Husain Mardhiyah, Sayang Ajeng Marliana Marliana, Marliana Maya Puspasari Maya Savira Muhammad Arsyad Muhammad Rivai Muhammad Yasir Munadi, Muhammad Cholil MY, Ani Siska Ning Tias, Merista Ayu Arum Nirmawati, Nirmawati Nur Salam Nursanti, Irna Nyoman Ayu Anggayanti, Nyoman Ayu Pantini, Intan Pardi Affandi Paulus Mudjihartono Pertiwi, Ni Kadek Fiora Rena Pratami, Putu Fenti Surya Pratiwi, Marisya Riza Yefri, Riza Rohminatin, Rohminatin Ruza Prima Rustam, Ruza Prima Sahir, Syafrida Hafni Sekar Wulandari Sholihin, Uswathun Hasanah Sony " Sri Utari Masyitah sudirman, Putu lestari Sukmawati Anggraeni Putri, Sukmawati Anggraeni Sulaiman, Fahmi Sulsalman Moita, Sulsalman Suri, Oryza Intan Syahputri, Eka Zulya VINCENT, WILLIAM Weny, Weny Wisnubhada, Irya Wulandari, Dwi Pratitiwi YONGGO, FLORENCE Yuliana . Yuni Yulida Yusuf, Ardi Zulfadli Zulfadli