Joko Santoso
Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia Jogjakarta

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Peran Integrasi Teologi Psikologi Terhadap Pemulihan Prilaku Menyimpang Joko Santoso
SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Yerusalem Baru, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.726 KB) | DOI: 10.51615/sha.v1i2.24

Abstract

AbstractHumans were created in the image of God. Have a perfect personality. However, human perfection does not guarantee that humans are free from deviant behavior. This is evidenced by the biblical figures, namely Adam and Eve, deviating from God's law. Using literature studies in a qualitative descriptive approach. Thus, it can prove that theology is the foundation for everything related to humans and psychology which contributes according to their needs. Although the theological and psychological aspects have different roles and roles in handling patients, the integration of these two aspects certainly has a big impact on achieving expectations in behavioral problem. AbstrakManusia diciptakan segambar dengan Allah. Memiliki kepribadian yang sempurna. Namun kesempurnaan yang dimiliki manusia tidak menjamin manusia bebas dari perilaku menyimpang. Hal ini dibuktikan melalui tokoh Alkitab yaitu Adam dan Hawa menyimpang terhadap hukum Allah. Menggunakan studi literatur dalam pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teologi sebagai dasar fondasi atas segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia dan psikologi memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhannya. Walaupun aspek teologis dan aspek psikologi memiliki peran yang berbeda satu dengan yang lain dan penanganan terhadap pasien, namun dengan terintregrasinya kedua aspek tersebut tentunya sangat memberikan dampak besar untuk meraih harapan dalam menyelesaikan persoalan penyimpangan perilaku.