Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE DAN MODEL PEMBELAJARAN KONSIDERASI TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA ASPEK AFEKTIF (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 16 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012) Anwar, Chairul
Educitizen Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Prodi PPKn FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.015 KB)

Abstract

The objective of research is to find out the different of Value Clarification Technique and Consideration learning models on civic education learning achievement in affective aspect in the VII Graders of SMP Negeri 16 Surakarta in the School Year of 2011/2012 in basic competency of applying norms, habits, customs, and regulation prevailing in society, nation, and country life. This study was a quantitative research. The method used was an experimental method. The population of research was all VII graders of SMP Negeri 16 Surakarta in the School Year of 2011/2012, consisting of 160 students. The sample consisted of 56 students taken using a simple random sampling technique. Technique of collecting data used was attitudinal scale questionnaire. Technique of analyzing data used was a one-way anova analysis technique. Considering the result of research conducted, it could be concluded that there was a different of value clarification technique learning model from that of consideration learning model on civic education learning achievement in affective aspect in the VII Graders of SMP Negeri 16 Surakarta in the School Year of 2011/2012 in basic competency of applying norms, habits, customs, and regulation prevailing in society, nation, and country life. It could be seen from the result of calculation using one-way anova analysis technique indicating that the learning achievement of civic education in affective aspect obtained Fstatistic = 5.70 > Ftable = 4.02 at significance level of 5%.
INTERNALISASI SEMANGAT NASIONALISME MELALUI PENDEKATAN HABITUASI (Perspektif Filsafat Pendidikan) Anwar, Chairul
ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman Vol 1, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNasionalisme di Indonesia lahir ketika penduduk negeri ini berada di bawah pemerintahan jajahan Belanda. Ideologi ini muncul menjadi sebuah kesadaran kolektif dipicu oleh perasaan senasib di masa lalu dan di masa yang sedang dijalani, dan yang lebih penting lagi adalah dipersatukan oleh cita-cita yang sama untuk masa depan. Namun dalam perkembangannya, semangat nasionalisme di kalangan generasi muda tampak melemah. Fenomena ini menunjukkan bahwa peran lembaga pendidikan menjadi sangat penting- tidak hanya agar peserta didik mengerti dan memahami makna nasionalisme tetapi yang terpenting mampu menghayati nilai-nilai filosofis di balik semangat nasionalisme itu. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan mengenalkan kembali nilai-nilai nasionalisme, menghayatinya melalui pendekatan habituasi (pembiasaan) di sekolah, sehingga nilai-nilai nasionalisme tertanam dalam jiwa para siswa. Dengan menggunakan pendekatan habituasi, para guru diyakini akan mampu menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada peserta didik baik melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan pemberian keteladanan, maupun kegiatan terprogram.Kata kunci: Nasionalisme; Pendidikan Nilai; Pendekatan Habituasi AbstractINTERNALIZATION OF THE SPIRIT OF NATIONALISM THROUGH HABITUATION APPROACH. (PHILOSOPHY OF EDUCATION PERSPECTIVE): Nationalism in Indonesia was born when the people of the country was under the Dutch colonial rule. This ideology appears to be a collective consciousness triggered by feelings of kinship in the past and in the time being, and more importantly, is united by the same goal for the future. In its development, however, the spirit of nationalism among the younger generation seem to weaken. This phenomenon indicates that the role of educational institutions are very important - not only to make the students understand and grasp the meaning of nationalism but also to impress them the philosophical values behind it. One way that can be taken to instill the values of nationalism is through the approach of habituation in schools, so that the values of nationalism embedded in the psyche of the student. By using the approach, teachers are believed to be able to instill the values of nationalism to their students either through routine activities, spontaneous activities, awarding exemplary activities, or, even, programmed activities.Keywords: Instilling the Spirit of Nationalism; Educational Value; Habituation Approach
INTERNALISASI SEMANGAT NASIONALISME MELALUI PENDEKATAN HABITUASI (Perspektif Filsafat Pendidikan) Anwar, Chairul
Analisis : Jurnal Studi Keislaman Vol 14, No 1 (2014): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.546 KB)

Abstract

INTERNALIZATION  OF THE SPIRIT OF NATIONALISM THROUGH HABITUATION  APPROACH.  (PHILOSOPHY  OF EDUCATION  PERSPECTIVE):  Nationalism  in Indonesia  was born when the people of the country was under the Dutch colonial rule. This ideology appears to be a collective consciousness triggered by feelings of kinship in the past and in the time being, and more importantly,  is united by the same goal for the future. In its development, however, the spirit of nationalism  among the younger generation  seem to weaken. This phenomenon indicates that the role of educational  institutions  are very important  - not only to make the students  understand  and grasp the meaning of nationalism  but  also to  impress  them  the  philosophical  values behind  it.  One  way  that  can  be taken  to  instill  the  values  of nationalism  is through  the approach of habituation    in schools, so that the values of nationalism  embedded in the psyche of the student. By using the  approach,  teachers are believed to be able to instill the values of nationalism to their students either through routine activities, spontaneous activities, awarding exemplary activities,  or, even,  programmed activities.
Perancangan dan Prototype Automatis Mesin Single Bore dengan Motor AC 1 Fasa Berbasis Pengontrolan Pneumatik dan PLC Bahri, Saeful; Anwar, Chairul
eLEKTUM Vol 14, No 2 (2017): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.14.2.13-20

Abstract

Programmable Logic Controller adalah suatu peralatan elektronika yang bekerja secara digital memiliki memori yang dapat diprogram, menyimpan perintah-perintah untuk melakukan fungsi-fungsi khusus seperti logika, timming, dan counting untuk mengontrol berbagai jenis mesin melalui modul input – output analog atau digital. Tugas akhir ini adalah pemanfaatan teknologi PLC OMRON SYSMAC CP1E – E20SDR – E dan elektropneumatik untuk mengotomasi mesin single bore dengan proses manual menjadi automatis yang dilakukan untuk pengaplikasiannya ke produksi. Inputnya berupa saklar push button, sementara outputnya berupa solonoid valve. PLC disini berfungsi sebagai kontroler yang mengolah input dan output. Pembuatan Tugas Akhir ini dilakukan dengan membuat alat peraga elektropneumatik PLC. Hasil dari perancangan ini adalah PLC berhasil mengontrol dari mesin single bore dengan automatis secara fungsinya, dengan demikian prototype sesuai dengan yang diharapkan. Penggerak silinder aktuator double acting MAL berdiameter 20 mm dan panjang langkah 50 mm. Sedangkan daya kompresor yang dibutuhkan adalah sebesar 0.5 HP.
Drama Komedi Parodi Karya N. Riantiarno Kajian Resepsi Intertekstual Anwar, Chairul
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol. 34 No. 3 (2019): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i3.786

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis drama komedi parodi Konglomerat Burisrawa dan Semar Gugat karya N. Riantiarno. Kedua drama tersebut adalah respon terhadap pemerintahan rezim Orde Baru yang bertentangan dengan demokrasi. Kedua drama tesebut adalah parodi dari mitos manunggaling kawula Gusti dalam lakon wayang Sembadra Larung dan Semar Gugat yang menjadi hipogramnya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi atau content analysis. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teori resepsi intertekstual dan konsep ironi serta teknik permutasi atau teknik replacement, yaitu teknik perpindahan atau pertukaran tempat dari drama komedi parodi Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesatuan penokohan Arjuna, Srikandi, dan Semar dalam lakon wayang sebagai penokohan simbolis yang melestarikan mitos manunggaling kawula Gusti bertukar tempat menjadi penokohan parodi yang mengalami split karakter atau pribadi terbelah, sehingga kesatuan mitos tersebut mengalami keterbelahan dan hanya menjadi parodi mitos. Hal ini bertentangan dengan demokrasi.
Pengembangan Media Berbentuk Infografis sebagai Penunjang Pembelajaran Fisika SMA Kelas X Sari, Eka Puspita; Anwar, Chairul; Irwandani, Irwandani
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol 1, No 1 (2018): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.464 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to know the feasibility of infographic media developed and getting a positive response from learners to developed infographic media. This research is an R & D research by following Borg and Gall 7 stage development model. Infographic media validation is done by material experts and media experts, developed infografis tested try to 45 students class X in SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung, SMA Gajah Mada Bandar Lampung and SMA Peintis 1 Bandar Lampung. Analysis techniques in this study using descriptive statistics for qualitative and quantitative descriptive for qualitative. The results of this study indicate that infographical media is feasible to be used, as evidenced by the assessment by material experts who scored an average of 88.4% with excellent categories, judging by media experts who scored an average of 87.9% with very feasible categories. Small group trials rated an average of 87.8% and 85.6% on field trials. The physics teachers response scored an average of 97.4% with good category. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media infografis yang dikembangkan dan mengetahu kemenarikan media infografis yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan mengikuti model pengembangan Borg and Gall 7 tahap. Validasi media infografis dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, infografis yang dikembangkan diuji cobakan kepada 45 peserta didik kelas X di SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung, SMA Gajah Mada Bandar Lampung dan SMA Peintis 1 Bandar Lampung. Tekhnik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistic deskritif untuk data kuantitatif dan deskritif kualitatif untuk data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media infogrfis layak digunakan, terbukti dengan penilaian oleh ahli materi yang mendapatkan nilai rata-rata 88.4% dengan katagori sangat baik, penilaian oleh ahli media yang mendapatkan nilai rata-rata 87.9% dengan katagori sangat layak. Uji coba kelompok kecil mendapatkan nilai rata-rata 87.8% dan 85.6% pada uji coba lapangan. Respon guru fisika mendapat nilai rata-rata 97.4% dengan kategori baik. 
The Effectiveness of Islamic Religious Education in the Universities: The Effects on the Students Characters in the Era of Industry 4.0 Anwar, Chairul; Saregar, Antomi; Hasanah, Uswatun; Widayanti, Widayanti
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 3, No 1 (2018): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.164 KB) | DOI: 10.24042/tadris.v3i1.2162

Abstract

The fourth industrial revolution (Industry 4.0) has become a major topic worldwide. The era of Industry 4.0 stimulates the advancement of science and technology through the Internet of Things (IoT), the Internet of Services (IoS), the Internet of Data (IoD) and Cyber-Physical Systems (CPS) which resulting in the creation of smart machines or autonomous robots. The era of Industry 4.0 gets rapid response worldwide, Indonesia is no exception. The Indonesian government appeals to the nation of Indonesia technology literacy in all aspects, especially on the aspect of education. Higher education is the driving force for change. One of the efforts undertaken by universities to prepare for the fourth industrial revolution can be done by character strengthening, so that science is not value-free and there is no statement that human as a robot with no conscience. Islamic religious education plays an important role in controlling the power of Industry 4.0 through character education. The result of this research is that character building is not only done in a formal education (educational institution), but non-formal education (parents, friends, and organization) also gives a big impact to the students. In facing the era of Industry 4.0, the character building from parents, educational institutions and government are needed.
Pengaruh Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Sarniah, Siti; Anwar, Chairul; Putra, Rizki Wahyu Yunian
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) lebih baik dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan metode eksperimen semu. Desain yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII di salah satu SMP Lampung Selatan. Simple random sampling merupakan teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini. Kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis N-gain kemampuan pemahaman konsep matematis pada materi relasi dan fungsi diperoleh bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) lebih baik dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa. Kata kunci: Auditory Intellectually Repetition, pemahaman konsep.   ABSTRACT This study aims to determine whether the increasing of students mathematical concepts understanding on the class with Auditory Intellectually Repetition (AIR) model is better than on the class with usual learning models. This study is a quantitative research by using the quasi-experimental method. The design is Pretest-Posttest Control Group Design. The population is all of eighth grade students of a Junior High School in South Lampung. Simple random sampling technique is used to get the sample. The VIII A class is the experimental class and VIII B class is the control class. Based on the results of the N-gain hypothesis test of the ability to understand mathematical concepts in relation and function material, the understanding of students' mathematical concepts with the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model is better than students who use usual learning models. Keywords: Auditory Intellectually Repetition, concept understanding.
Perancangan Just In Time Di Proses Produksi Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Komponen Otomotif Pada PT Chuhatsu Indonesia Anwar, Chairul; Nurhidayat, Asep Endih
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v2i2.178

Abstract

PT Chuhatsu Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang komponen otomotif, salah satu produknya adalah coil spring untuk jenis mobil toyota. Permasalahan yang terjadi di perusahaan ini adanya sisa bahan baku yang tidak terpakai dalam pembuatan produk sehingga menimbulkan biaya simpan digudang. Tujuan penelitian ini mengetahui jumlah pengiriman optimal setiap kali pesan, kuantitas pengiriman optimal, kuantitas pesanan, frekuensi pembelian bahan baku pertahun, mengetahui total biaya persediaan dan biaya penghematan dengan sistem just in time. Dari perhitungan kebijakan perusahaan masih belum maksimal dan belum efisien untuk biaya persediaan. Adapun bahan baku untuk pemakaian periode tahun 2016 sebanyak 163.379 kg, 2017 sebanyak 165.643 kg dan 2018 sebanyak 164.620 kg. Biaya persediaan yang terdiri dari biaya pemesanan dan penyimpanan menurut perhitungan perusahaan tahun 2016 Rp 18.342.670,50, 2017 Rp 19.744.301,52, dan 2018 Rp 21.094.967,25. Dalam perhitungan sistem just in time periode tahun 2016 Rp 6.767.451,60, 2017 Rp 7.149.413,74, dan 2018 Rp 8.606.915,82. Maka penghematan yang didapat perusahaan dalam biaya persediaan dengan sistem just in time tahun 2016 Rp 11.575.218,9, 2017 Rp 12.594.887,78, dan 2018 Rp 12.488.051,43.
PERBANDINGAN PENGARUH EM4 DENGAN RAGI (SACCAROMYCES CEREVISIAE) TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI MOLASES Gunawan, Reno; Anwar, Chairul; Effendy A, Sahrul; Taufik, Muhammad; Silviyati, Idha
Jurnal Distilasi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i2.4127

Abstract

Kebutuhan energi dunia saat ini dapat disubstitusi dengan etanol sebagai bahan bakar alternatif. Bahan baku produksi etanol dapat menggunakan molases yang merupakan sisa pembuatan gula tebu namun masih mengandung glukosa dan nutrisi tinggi. Penelitian ini memanfaatkan limbah pabrik gula/molasess sebagai bahan dasar pembuatan etanol. Tetes tebu berupa cairan kental dan diperoleh dari tahap pemisahan kristal gula. Molases masih mengandung gula dengan kadar 50-60%, asam amino dan mineral. Tingginya kandungan gula dalam molases sangat potensial dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Dalam penelitian konversi molases menjadi bioetanol pada bioreaktor menggunakan variabel konsentrasi berat Saccaromyces cerevisiae sebagai variabel bebas. Variabel tetap yang digunakan adalah pH 5, temperatur ruangan, kecepatan pengadukan sebesar 50 rpm, komposisi nutrisi ragi, dan bahan utama (molases) yang digunakan. Dari hasil penelitian didapatkan nilai densitas yang paling mendekati fuel grade densitas bioetanol yaitu sebesar 0,808 gr/mL pada saat menggunakan EM4 sebanyak 17 mL. Namun jika dilihat dari kadar bioetanol yang dihasilkan, hasil yang paling optimum justru terjadi pada saat penambahan ragi sebanyak 13 gram dengan kadar bioetanol sebesar 80 %. Sedangkan untuk nilai kalor yang dihasilkan, hasil yang paling optimum tejadi pada saat menggunakan EM4 sebanyak 17 mL dengan nilai kalor sebesar 8584,364 cal/gr.