Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN PMR DAN MODEL KOOPERATIF TIPE GI DENGAN PMR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA Ardiawan, Yadi; Budiyono, Budiyono; Subanti, Sri
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 1, No 5 (2013): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.278 KB)

Abstract

Abstract: The aims of this research are to know: (1) which one gives better students’ mathematics achievement, cooperative model of NHT type with RME, cooperative model of GI type with RME or conventional model, (2) which one has better students’ mathematics achievement, student having high creativity, medium or low, and (3) for any level of creativities, which one gives better students’ mathematics achievement, cooperative model of NHT type with RME, cooperative model of GI type with RME or conventional model and for any kind of models which one has better students’ mathematics achievement, student having high creativity, medium or low. The type of this research was a quasi experimental by 3x3 factorial design.The population in this research was the seventh grade students of junior high school in Pontianak in the academic year 2012/2013. Sampling was done by stratified cluster random sampling. The instrument of research using mathematics achievement test and verbal creativity test. The conclusions of the research were as follows. (1) There is an influence of the learning model toward students’ mathematics achievement. Cooperative model of NHT type with RME provides  students’ mathematics achievement better than the cooperative model of GI type with RME and conventional model. Cooperative model of GI type with RME provides students’ mathematics achievement better than the conventional model. (2) There is an influence of the student’s creativity level toward students’ mathematics achievement. Students having high creativity have better mathematics achievement than students having medium and low creativity. Students having medium creativity have better mathematics achievement than students with low creativity. (3) For any level of creativities that the cooperative model of NHT type with RME gives better student’s mathematics achievement than cooperative model of GI type with RME and conventional model, and cooperative model of GI type with RME gives better students’ mathematics achievement than conventional model. For any kind of models, students having high creativity have better mathematics achievement than students having medium and low creativity, and students having medium have better mathematics achievement than students having low creativity. Keywords: Cooperative Model of NHT (Numbered Heads Together) type, Cooperative Model of GI (Group Investigation) type, RME (Realistic Mathematics Education) Approach, Student’s Creativity
EFEKTIVITAS PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MATA KULIAH TRIGONOMETRI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK Ardiawan, Yadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.778 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v4i2.308

Abstract

This study aimed to compare the results between student given learning mathematics instruction in the subject of trigonometry using a scientific approach and which does not use a scientific approach in the Program Studi Pendidikan Matematika PGRI Pontianak. The method used is the method of experimental research, the research form quasi-experimental design. This is because the educational research often are difficult to control manipulate all relevant variables. Results of this study are average student results provided scientific approach that is equal to 24.06 of a maximum score of 40. That is the percentage of scientific learning outcomes of 60.15% (quite enough). While the average student results are given learning without a scientific approach that is equal to 20.72 of a maximum score of 40. That is the percentage of learning outcomes without scientific amounted to 51.8% (relatively low). It can be concluded that the learning outcomes of students who are taught using a scientific approach is better than the learning outcomes of students who are taught not to use a scientific approach.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MATA KULIAH TRIGONOMETRI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK Ardiawan, Yadi
AKSIOMA (Jurnal Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.778 KB)

Abstract

This study aimed to compare the results between student given learning mathematics instruction in the subject of trigonometry using a scientific approach and which does not use a scientific approach in the Program Studi Pendidikan Matematika PGRI Pontianak. The method used is the method of experimental research, the research form quasi-experimental design. This is because the educational research often are difficult to control manipulate all relevant variables. Results of this study are average student results provided scientific approach that is equal to 24.06 of a maximum score of 40. That is the percentage of scientific learning outcomes of 60.15% (quite enough). While the average student results are given learning without a scientific approach that is equal to 20.72 of a maximum score of 40. That is the percentage of learning outcomes without scientific amounted to 51.8% (relatively low). It can be concluded that the learning outcomes of students who are taught using a scientific approach is better than the learning outcomes of students who are taught not to use a scientific approach.Keywords: learning outcomes, scientific approach, trigonometry.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUKTIKAN KESAMAAN UNSUR-UNSUR TRIGONOMETRI MAHASISWA IKIP PGRI PONTIANAK Ardiawan, Yadi
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.681 KB) | DOI: 10.31571/edukasi.v14i1.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan membuktikan kesamaan unsur-unsur trigonometri mahasiswa. Pengembangan bahan ajar ini memodifikasi model 4-D  dari Thiagarajan. Pengembangan bahan ajar trigonometri ini telah dilakukan mulai dari tahap pendefinisian, perancangan hingga pada tahap pengembangan dengan penilaian oleh tim ahli. Tahap pendefinisian, dilakukan dengan cara menganalisis kelemahan dan kebutuhan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan membuktikan kesamaan unsur-unsur trigonometri. Tahap perancangan, dilakukan penyusunan prototype bahan ajar sesuai kebutuhan. Tahap pengembangan dilakukan dengan meminta tim ahli memberikan penilaian, komentar, dan saran terhadap prototipe sebelum bahan ajar tersebut digunakan, kemudian merevisi hal-hal yang perlu sesuai dengan saran tim penilai ahli. Berdasarkan pendapat tiga orang penilai, bahan ajar yang telah disusun tergolong valid baik dari segi kecermatan isi, kecernaan, penggunaan bahasa, maupun perwajahan, dengan beberapa catatan perbaikan. Kata Kunci: Pengembangan, bahan ajar, trigonometri 
EFEKTIVITAS RESPONSI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEORI BILANGAN Ardiawan, Yadi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.423 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v5i2.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Teori Bilangan setelah diberikan responsi, 2) hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Teori Bilangan yang tidak diberikan responsi dan 3) manakah yang memiliki hasil belajar lebih baik antara mahasiswa yang diberikan responsi dan mahasiswa yang tidak diberikan responsi pada mata kuliah Teori Bilangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan bentuk penelitiannya adalah Quasy Experimental Design. Sedangkan rancangan yang digunakan adalah Posttest-Only Control Design. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Matematika Semester II yang terdiri dari 4 rombongan belajar (kelas) yakni 2 kelas pagi (IIA & IIB) dan 2 kelas sore (IIA & IIB). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan sebagai berikut. 1) Hasil belajar mahasiswa yang diberikan responsi tergolong baik yaitu dengan rata-rata sebesar 75,05 dan variansi sebesar 194,02. 2) Hasil belajar mahasiswa yang tidak diberikan responsi tergolong baik yaitu dengan rata-rata sebesar 70,29 dan variansi sebesar 193,40. 3) Hasil belajar mahasiswa yang diberikan responsi lebih baik daripada mahasiswa yang tidak diberikan responsi dengan  = 0,009. Kata Kunci: pengaruh, responsi, teori bilangan.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA DI IKIP PGRI PONTIANAK Ardiawan, Yadi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.801 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v4i1.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kesalahan dalam menyelesaikan soal induksi matematika yang dilakukan oleh mahasiswa laki-laki dan perempuan, (2) penyebab kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan soal induksi matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tunggal terpancang dengan subyek penelitian adalah mahasiswa semester II program studi pendidikan matematika IKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2010/2011. Pemilihan subyek menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 2 orang mahasiswa dan 2 orang mahasiswi yang memperoleh nilai terendah dalam menyelesaikan soal induksi matematika. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes berbentuk essay sebanyak 3 soal dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) jenis kesalahan yang dialami mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam mengerjakan soal Induksi Matematika antara lain kesalahan pemahaman konsep dan kesalahan prosedur aturan Induksi Matematika, (2) faktor-faktor penyebab kesalahan mahasiswa antara lain: kurangnya penguasaan konsep Induksi Matematika, kurang menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan sehingga mahasiswa langsung mengoperasikan ke dalam rumus, kurang teliti dalam melakukan operasi hitung dan tergesa-gesa dalam mengerjakan soal sehingga menimbulkan kesalahan. Kata Kunci: analisis, kesalahan mahasiswa, induksi matematika.
EKSPERIMENTASIMETODE DISKUSI DENGAN PENDEKATANQUANTUM LEARNING DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN SISWA Septianawati, Desty; Ardiawan, Yadi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.325 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v3i2.695

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) mana yang lebih efektif, pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan pendekatan Quantum Learning (QL) atau pembelajaran konvensional; (2) mana yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis atau Phlegmatis; (3) mana yang lebih efektif untuk masing-masing tipe kepribadian siswa, pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan  pendekatan QL atau pembelajaran konvensional.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan populasi seluruh siswa SMP Se-Kabupaten Lampung Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 202 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untuk mendapatkan nilai ujian akhir semester genap kelas VII sebagai data kemampuan awal; metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa; dan metode angket untuk data tipe kepribadian siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut.(1) Pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan pembelajaran QL lebih efektif dibandingkan pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan pembelajaran konvensional. (2) Pada siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis maupun Phlegmatis memiliki prestasi belajar matematika yang sama. (3) Untuk masing-masing tipe kepribadian, pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan pendekatan QL lebih efektif dibandingkan pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci: Pendekatan Quantum Learning, Tipe KepribadianSanguinis dan Phlegmatis
PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT Fadillah, Syarifah; Susiaty, Utin Desy; Ardiawan, Yadi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.955 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian berupa pelatihan penggunaan media pembelajaran matematika untuk guru matematika sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 44 Kecamatan Pontianak Barat. Peserta dalam kegiatan pengabdian adalah guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) gugus IV Kecamatan Pontianak Barat. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah: (1) Mengidentifikasi konsep-konsep matematika SD yang memerlukan media pembelajaran matematika inovatif untuk memudahkan siswa memahami materi; dan (2) Meningkatkan pengetahuan para guru tentang media pembelajaran matematika yang inovatif dan memiliki kemampuan untuk mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian telah menambah pemahaman guru matematika SD mengenai penggunaan media pembelajaran (alat peraga matematika) dalam pembelajaran di kelas untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Kata Kunci: media pembelajaran matematika, konsep matematika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN GAMES MISKIN PADA MATERI PLSV KELAS X SMA NEGERI 2 MELIAU Ningsih, I Iesti Surya; Darma, Yudi; Ardiawan, Yadi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.685 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v7i1.767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapan model pembelajaran PAKEM dengan menggunakan bantuan games miskin pada materi pertidaksamaan linear. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini 45 siswa yeng terdiri dari kelas XA dan XB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata marginal hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran PAKEM dengan menggunakan bantuan games miskin adalah 70,76 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol yang menggunakan model konvensional dengan bantuan games miskin adalah 63,09. Ini berarti bahwa rerata marginal kelas ekperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensional.Kata kunci: Model pembelajaran PAKEM, hasil belajar, pertidaksamaan linear satu variabel, games miskin
PENGARUH KEMAMPUAN BERHITUNG DAN MENYEDERHANAKAN BENTUK ALJABAR TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH TRIGONOMETRI Ardiawan, Yadi
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.115 KB) | DOI: 10.31571/edukasi.v17i2.1293

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengukur pengaruh kemampuan berhitung dan kemampuan menyederhanakan bentuk aljabar terhadap kemampuan menyelesaikan masalah Trigonometri. Metode penelitian adalah deskriptif dengan bentuk penelitian studi hubungan. Populasi penelitian seluruh mahasiswa Pendidikan Matematika IKIP PGRI Pontianak yang mengambil mata kuliah Trigonometri tahun akademik 2017/2018 sebanyak 100 orang yang terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas AP, BP, dan CP. Sampel adalah mahasiswa kelas AP dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah tes kemampuan menghitung, menyederhanakan bentuk aljabar, dan menyelesaikan masalah Trigonometri dalam bentuk esai yang terdiri dari 5 butir soal untuk masing-masing tes. Teknik analisis data menggunakan uji parametrik. Hasil penelitian adalah: (1) Terdapat pengaruh yang positif antara kemampuan berhitung terhadap kemampuan menyelesaikan masalah Trigonometri sebesar 23,4%; (2) Terdapat pengaruh yang positif antara kemampuan menyederhanakan bentuk aljabar terhadap kemampuan menyelesaikan masalah Trigonometri sebesar 19,9%; dan (3) Terdapat pengaruh yang positif secara bersama-sama antara kemampuan berhitung dan kemampuan menyederhanakan bentuk aljabar terhadap kemampuan menyelesaikan masalah Trigonometri sebesar 29%. AbstractThe research aims to measure the effect of the ability to count and to simplify the form of algebra on the ability to solve Trigonometric problems. The research method was descriptive with a form of relationship study research. The research population was all students of Mathematics Education of IKIP PGRI Pontianak taking Trigonometry courses in the academic year 2017/2018 were 100 people divided into 3 classes, namely AP, BP, and CP classes. Samples are AP class students with a cluster random sampling technique. The measuring instrument used the ability to calculate tests, simplify the form of algebra, and solve Trigonometry problems in the form of essays consisting of 5 items for each test. Data analysis techniques used parametric. The results of the research: (1) There is a positive influence between the ability to count on the ability to solve Trigonometry problems by 23.4%; (2) There is a positive influence between the ability to simplify the form of algebra to the ability to solve Trigonometry problems by 19.9%; and (3) There is a positive influence jointly between the ability to count and the ability to simplify the form of algebra on the ability to solve trigonometric problems by 29%.