Claim Missing Document
Check
Articles

PEMILIHAN MODEL CO-MANAGEMENT PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP Sutomo Sutomo; Ari Purbayanto; Domu Simbolon; Mustaruddin Manan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2011): NOVEMBER 2011
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.51 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.2.61-70

Abstract

Pemilihan model co-management pengelolaan perikanan tangkap di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sangat ditentukan oleh kriteria/aspek pengelolaan yang ingin dicapai, kondisi pengelolaan yang ada saat ini, dan alternatif model co-management yang ditawarkan dalam pengelolaan perikanan tangkap. Pemilihan model co-management pengelolaan perikanan tangkap di lokasi studi ini juga dipengaruhi berbagai kendala/pembatas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pemilihan model comanagement perikanan tangkap di Pelabuhanratu. Penelitian ini menggunakan metode AHP. Beberapa komponen pengelolaan berinteraksi signifikan adalah (a) aspek biologi urutan pertama yaitu dengan rasio kepentingan RK = 0,346 pada IR = 0,07. (b) aspek ekonomi urutan ke dua yaitu dengan rasio kepentingan RK = 0,286 pada IR = 0,07. (c) aspek sosial urutan ketiga terkait yaitu dengan RK= 0,205 pada IR = 0,07.
POLA IMPLEMENTASI CO-MANAGEMENT PERIKANAN TANGKAP DI PALABUHANRATU (Implementation Patterns of Capture Fisheries Co-Management in Palabuhanratu) Sutomo Sutomo; Ari Purbayanto; Domu Simbolon; Mustaruddin Mustaruddin
Buletin PSP Vol. 20 No. 1 (2012): Buletin PSP (Edisi Khusus)
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.499 KB)

Abstract

Co-management merupakan salah satu pendekatan pengelolaan sumberdaya perikanan yang memberi peran besar bagi partisipasi masyarakat dengan fasilitasi oleh pemerintah dan stakeholders lainnya dalam pengelolaan sumberdaya yang dimilikinya. Palabuhanratutermasuk kawasan pesisir yang telah banyak kegiatan/proyek melibatkan partisipasi masyarakat pemerintah, perguruan tinggi, LSM, dan swasta dalam pengembangan kegiatan perikanannya, dan saat ini menjadi kawasan minapolitan. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola implementasi co-management dalam mendukung pengelolaan perikanantangkap di Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Beberapa komponen pengelolaan berinteraksi signifikan adalah (a) pengembangan sumberdaya manusia dan permodalan (P
KAJIAN IDENTIFIKASI SISTEM REGISTRASI KAPAL DI PROVINSI ACEH Deni Achmad Soeboer Soeboer; Ari Purbayanto; M. Fedi A. Sondita; Budhi H. Iskandar
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah tragedi tsunami, Provinsi Aceh kehilangan banyak aset mulai dari infrastruktur, armada, dan jiwa manusia. Kondisi ini harus dibangun kembali normal. Untuk membangun kembali data dari armada  penangkapan ikan perlu mendaftar ulang untuk menghindari praktek IUU Fishing dan praktek penurunan harga dan juga biaya tinggi ternak. Masalah umum dalam pendaftaran kapal perikanan adalah konflik kepentingan antara incharges lembaga seperti Departemen Perhubungan dan Departemen Perikanan dan Kelautan Affair, karena kapal penangkap ikan pendaftaran di Indonesia dijalankan oleh institusi keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui masalah lain pada  pendaftaran kapal perikanan di Provinsi Aceh. Kapal perikanan sistem pendaftaran dihadapkan dengan banyak rumit dan kompleks, sehingga solusi melalui pendekatan analisis sistem (Burch, 1992). Dalammenerapkan sistem analisis langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan adalah: (1) menganalisis kebutuhan, (2) merumuskan masalah, (3) mengidentifikasi sistem, dengan membuat lingkaran diagram sebab akibat (causal loop) dan input-output diagram. Kesimpulan dari analisis sistem yang dilakukan adalah bahwa sistem pendaftaran saat ini belum terintegrasi, data itu tidak akurat karena pemahaman tentang metode pengukuran yang berbeda, proses dokumen informasi penyelesaian tidak dapat ditelusuri, pelaksanaan peraturan yang belum transparan baik dalam administrasi dan keuangan.Kata kunci: registrasi kapal ikan, pendekatan sistem
PENGARUH SEDIMENTASI TERHADAP TERUMBU KARANG DI KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH BINTAN TIMUR KEPULAUAN RIAU Adriman Adriman; Ari Purbayanto; Sugeng Budiharso; Ario Damar
Berkala Perikanan Terubuk Vol 41, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.922 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.41.1.90-101

Abstract

The objectives of this study is to analyze efect of sedimentation on coralreef in RMCA Bintan Timur. A survey on rate sedimentation and ecosystem coralreef condition has been conducted in Regional Marine Conservation Area(RMCA) Bintan Timur. Eleven station were selected for the observace andmeasurement. Efect of sedimentation on coral reef analysis conducted by themethod of regression. The results showed that the sedimentation influcednegatively of life coral reef in RMCA Bintan Timur.Keywords: sedimentations, coral reef ecosystem, regression, Bintan Timur
Parameter Biologi Ikan Kerapu (Epinephelus sp.) Hasil Tangkapan di Perairan Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara Indonesia (Biological Parameters of Grouper (Epinephelus sp.) Caught in Wakatobi National Park, Southeast Sulawesi, Indonesia) Muslim Tadjuddah; Budy Wiryawan; Ari Purbayanto; Eko Sri Wiyono
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 4 No. 1 (2013): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.791 KB) | DOI: 10.29244/jmf.4.1.11-21

Abstract

 Studi ini mengidentifikasi parameter ikan kerapu yang terdiri dari hubungan panjang-berat, tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad yang tertangkap dengan pancing hekaulu, bubu dan panah. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik parameter biologi ikan kerapu berdasarkan pendekatan beberapa parameter populasi ikan. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Taman Nasional Wakatobi dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2010. Pengambilan data biologi ikan kerapu ini dilaksanakan di perairan P. Wangi-wangi, P. Kaledupa dan P. Tomia.  Pengambilan data pata panjang dan berat ikan langsung dilakukan di lapangan sedangkan data TKG dan IKG dilaksanakan pada lokasi yang telah ditentukan sesuai dengan metodologi. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan ikan kerapu dengan panjang infinity (L∞) sebesar, 59,43 cm, koefisien pertumbuhan  (K) sebesar 0,460 dan umur teoritis (t0) sebesar 0,2540. Pola pertumbuhan ikan kerapu yang tertangkap pada fishing ground pancing hekaulu dan bubu bersifat allometrik negatif  sedangkan yang tertangkap dengan panah bersifat  isometrik. Pada fishing ground alat tangkap bubu menangkap ikan kerapu dalam kondisi tidak matang gonad sebesar 62,5% dengan nilai indeks gonad berkisar 0,3680-0,8996 dan hanya 37,5% saja yang dalam kondisi matang gonad dengan nilai indeks gonad berkisar 1,0059–1,1058.Kata kunci: parameter biologi, kerapu, pancing hekaulu, bubu, panah, Taman Nasional Wakatobi
ZONASI PERIKANAN PASI UNTUK KEPENTINGAN PEMANFAATAN SECARA BERKELANJUTAN SUMBERDAYA IKAN KAKAP MERAH DI KEPULAUAN LEASE Matrutty, Delly Dominggas Paulina; Martasuganda, Sulaeman; Simbolon, Domu; Purbayanto, Ari
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 3 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Pasi adalah daerah penangkapan spesifik ikan kakap merah di Kepulauan Lease. Eksploitasi terhadap sumberdaya ikan kakap merah cenderung tinggi akhir-akhir ini karena sangat disukai di pasar lokal, regional maupun internasional, selain dijadikan sebagai objek wisata pancing. Kondisi ini akan mengancam kelestarian sumberdaya jika tidak dikelola dengan baik. Penetapan zonasi merupakan salah satu alternatif pengelolaan sumberdaya perikanan yang baik, dan jika dilakukan dengan benar akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tanpa mengganggu kelestariannya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan zonasi perikanan pasi untuk kepentingan pemanfaatan berkelanjutan sumberdaya ikan kakap merah di Kepulauan Lease. Data yang digunakan meliputi hasil kajian potensi sumberdaya ikan kakap merah, kondisi oseanografi  daerah penangkapan (pasi), dan sistem nilai perikanan pasi yang meliputi komponen nilai dasar ekologi, sosial dan teknologi, serta metode Participatory Rural Appraisal (PRA).  Berdasarkan kriteria yang dibangun dari seluruh aspek tersebut  maka dibuat zonasi khusus untuk kawasan pasi di Kepulauan Lease.  Berdasarkan hasil  analisis  diperoleh 4 (empat) dari  25  pasi  ditetapkan sebagai zona lindung, 21 pasi ditetapkan sebagai zona perikanan berkelanjutan sub-zona perikanan tangkap, sedangkan 13 di antaranya ditetapkan sebagai zona pemanfaatan sub-zona wisata pancing.
TOWARDS SUSTAINABLE COASTAL FISHERIES DEVELOPMENT: A CASE IN TRAMMEL NET FISHERY IN THE NORTHERN COAST OF JAVA Ari Purbayanto
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2005): Desember 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.531 KB)

Abstract

Konsep pengembangan perikanan tangkap berkelanjutan telah disosialisasikan sejak dasawarsa terakhir oleh pemerintah Indonesia. Akan tetapi konsep ini belum diimplementasikan dalam aktivitas perikanan khususnya untuk perikanan pantai yang telah mendapatkan tekanan tinggi dari aktivitas penangkapan intensif, polusi industri, sampah rumah tangga, dan lain-lain. Trammel net merupakan salah satu jenis alat tangkap yang digunakan secara meluas di perairan pantai oleh nelayan tradisional di seluruh Indonesia untuk menangkapudang sebagai spesies target dan spesies non-target lainnya. Alat tangkap ini telah berkembang pesat di pantai utara Jawa, Selat Malaka, dan Selat Makassar setelah dihapuskannya trawl pada tahun 1980. Karena tidak adanya aturan khusus pada perikanan ini ditambah lagi dengan rendahnya pengawasan dan perhatian pemerintah,mengakibatkan trammel net dari tahun ke tahun menunjukkan pertambahan jumlah yang pesat, meskipun sumber daya ikan di pantai utara Jawa telah menagalami lebih tangkap. Makalah ini mendiskusikan perkembangan perikanan trammel net dan menelaah penelitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan pengembangan perikanan ini secara berkelanjutan di pantai utara Jawa dalam rangka mengusulkan pengelolaanyang lebih baik.Kata kunci: perikanan berkelanjutan, trammel net, pantai utara Jawa, pengelolaan perikanan.
SELEKSI JENIS ALAT TANGKAP DAN TEKNOLOGI YANG TEPAT DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA LEMURU DI SELAT BALI Himelda Himelda; Eko Sri Wiyono; Ari Purbayanto; Mustaruddin Mustaruddin
Buletin PSP Vol. 20 No. 1 (2012): Buletin PSP (Edisi Khusus)
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.601 KB)

Abstract

Alat tangkap yang digunakan oleh nelayan untuk penangkapan ikan lemuru di Selat Bali, baik oleh nelayan di Kabupaten Banyuwangi maupun di Kabupaten Jembrana terdiri dari beberapa jenis.  Jenis alat tangkap tersebut adalah purse seine (sleret), gillnet, payang, bagan, dan pukat pantai.  Untuk memperoleh pedoman pengembangan alat tangkap, diperlukan suatu kajian dan seleksi terhadap alat yang digunakan.  Kajian ini dapat dijadikan sebagai informasi dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis alat tangkap yang baik untuk penangkapan lemuru di Selat Bali, dilihat dari aspek biologi, teknis, sosial, ekonomi, dan aspek ekosistem. Analisis yang digunakan adalah analisis skoring.  Hasil penelitian ini membuktikan bahwa unit alat tangkap yang dapat dijadikan sebagai dasar dan pedoman untuk dikembangkan dalam rangka upaya pemanfaatan sumberdaya perikanan lemuru di Selat Bali yang dilakukan oleh nelayan di Kabupaten Banyuwangi secara berurutan adalah purse seine, gillnet, payang, dan bagan.  Untuk Kabupaten Jembrana secara berurutan alat tangkap yang dapat dikembangkan adalah purse seine, gillnet, dan pukat pantai.  Jika dilihat secara keseluruhan, maka alat tangkap utama yang potensial untuk menangkap lemuru (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) adalah purse seine. Namun demikian, hal yang perlu dipertimbangkan bahwa alat tangkap selain purse seine yangdimiliki oleh nelayan kecil tetap dapat diupayakan karena menyangkut kelangsungan hidup nelayan yang menggunakan alat tangkap selain purse seine di Selat Bali. Pembaharuan terhadap  kuota alat tangkap purse seine di masing-masing wilayah melalui keputusan bersamadua Provinsi.  Berdasarkan keputusan bersama tersebut, dapat terwujud pengelolaan sumberdaya perikanan lemuru (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) di Selat Bali secara berkelanjutan, ramah lingkungan dan lestari.Kata kunci:  Selat Bali, seleksi alat tangkap, skoring, sumberdaya lemuru, teknologi
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BUBU MODIFIKASI DAN BUBU KONVENSIONAL NELAYAN SIBOLGA Lucien Pahala Sitanggang; Fedi Alfiadi Sondita; Ari Purbayanto; Domu Simbolon
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini perkembangan kegiatan penangkapan ikan demersal di Pantai Barat mulai terhambat dengan adanya pelarangan beroperasi oleh pemerintah setempat. Bubu kawat merupakan salah satu alat tangkap nelayan Sibolga yang digunakan untuk  menangkap ikan demersal atau ikan yang berhabitat di sekitar terumbu karang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi teknik pengoperasian bubu kawat Pantai Barat Sumatera, untuk menganalisis tingkat produktivitas bubu modifikasi dan bubu konvensional dalam pengembangan perikanan demersal dan mengukur kinerja teknis pengoperasian bubu kawatmodifikasi sebagai hasil dari perbaikan alat tangkap. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Barat Sumatera. Hasil dari penelitian ini  menunjukkan teknik pengoperasian bubu kawat masih memerlukan beberapa perbaikan khususnya dari proses pendaratan bubu di dalam air. Hasil tangkapan rata-rata ikan target dari bubu konvensional milik nelayan 57,66% lebih rendah dari hasil tangkapan rata-rata ikan target bubu modifikasi yakni sebesar 75,28%. Hal ini menunjukkan bahwa nelayan masih membutuhkan pengembangan dan perbaikan metodepengoperasian untuk keberlanjutan usaha bubu mereka.     Kata kunci: bubu, demersal, Sibolga 
ANALISIS PEMETAAN JARINGAN PERDAGANGAN IKAN KERAPU HIDUP DI TAMAN NASIONAL WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA, (Mapping Analysis of Life Groupers Trade In Wakatobi Marine National Park Southeast Sulawesi Province, Indonesia) Muslim Tadjuddah; Budy Wiryawan; Ari Purbayanto; Eko Sri Wiyono
Buletin PSP Vol. 20 No. 2 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.889 KB)

Abstract

Perdagangan ikan kerapu telah menjadi suatu kegiatan ekonomi yang penting di Asia-Pasifik, yang melibatkan lebih dari 20 negara, dengan nilai komersial diperkirakan US$ 350juta per tahun. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan ikan kerapu telah dimanfaatkan secara berlebihan di banyak negara terutama di Asia Tenggara seperti di Filipina dan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis jaringan perdagangan serta memetakan aktoraktor yang memperoleh keuntungan terbesar dari perdagangan ikan kerapu. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagi pemerintah daerah Wakatobi dalam menentukan kebijakan pengelolaan ikan kerapu agar dapat berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif field research dengan strategi penelitian studi kasus. Untuk memperoleh data, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi di lapangan. Berdasarkan analisis jaringan perdagangan ikan kerapu dapat dipetakan bahwa keuntungan terbesar dinikmati oleh eksportir, kemudianoleh pedagang besar (ponggawa darat) selanjutnya oleh koordinator (ponggawa laut), Berdasarkan analisis keuntungan setiap aktor yang terlibat dalam jaringan perdagangan ikankerapu di lokasi penelitian semestinya nelayan kerapu masih memungkinkan untuk mendapatkan upah yang lebih besar dari jumlah yang diterimanya, dengan sistem perdaganganseperti inilah, diduga sebagai penyebab tetap miskinnya nelayan kerapu di lokasi penelitian sedangkan pedagang besar dan eksportir menikmati surplus yang jauh lebih besar dariperdagangan ikan ini.Kata kunci: ikan kerapu, pemetaan sosial, pangan ikan karang hidup, Taman NasionalWakatobi
Co-Authors ', Adriman Abdul Hafidz Olii Abdul Rokhman Adi Susanto Adi Susanto Adriman Adriman Ahmad Fauzi Alfi Sahri R. Baruadi Am Azbas Taurusman Anwar Bey Pane Arif Satria Arik Permana Ario Damar Aristi Dian Aristi Dian P Fitri Aristi Dian Purnama Fitri Asep Priatna Asep Priatna Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budy Wiryawan Carolina C. Rakhmadevi Haluan Carolina Catur Rakhmadevi Charles Parningotan Haratua Simanjuntak D S.S. Natsir D. Ernaningsih Daniel Monintja Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Daniel R. Monintja Delly Dominggas Paulina Matrutty, Delly Dominggas Paulina Deni Achmad Soeboer Soeboer Domu Simbolon Dwi Ernaningsih Eddi Husni Eddi Supriyono Eko Sri Wiyono Eko Sulkhani Etty Riani Fedi Alfiadi Sondita Feni Aprilias Dewi Fernando Dayandri Willem Dangeubun Gondo Puspito Gugun Gunawan Harald Asmus Hariadi Kartodihardjo Himelda Himelda Husni, Eddi I Wayan Nurjaya Iin Solihin Indra Jaya Irma Dwi Maulina Ismawan Tallo Ita Djuwita Ita Djuwita John Haluan JOHN HALUAN JOHN HALUAN Joko Santoso Julia E. Astarini Lucien Pahala Sitanggang M Fedi Sondita M Riyanto M. Fedi A Sentosa M. Fedi A Sondita M. Fedi A. Sondita Mita Wahyuni Mochammad Riyanto Mohammad Imron Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Johar Rudin Muhammad Marzuki Mulyono S Baskoro Mulyono S. Baskoro Muslim Tadjuddah Mustaruddin . N adiarti Nadiarti Nadiarti Nazori Djazuli Nono Sampono Noveldesra Suheri Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani Ruslan H.S. Tawari Ruslan HS Tawari Shafira Bilqis Annida Siti Radarwati SOEWARNO T. SOEKARTO SOEWARNO T. SOEKARTO Sugeng Budiharso Sugeng Budiharso Sugeng Budiharsono Sugeng Budiharsono Sugeng Hari Wisodo Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Suparman Sasmita Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Syawaluddin Soadiq Tjahjo Tri Hartono Totok Hestirianoto Tri Wiji Nurani Umar Alatas Victor P.H. Nikijuluw Victor Ph. Nikijuluw Wazir Mawardi Welem Waileruny Wesley Simanungkalit YULIAN FAKHRURROZI YULIAN FAKHRURROZI Zulkarnain Zulkarnain