Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi

Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Beberapa Fraksi Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth.) terhadap Bakteri Penyebab Penyakit Kulit Mayang Tari; Lidia; Nilda Nely
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.045 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antibakteri dari beberapa fraksi daun sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) terhadap bakteri penyebab penyakit kulit. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Uji aktivitas antibakteri dari ketiga fraksi digunakan metode difusi agar. Bakteri yang digunakan adalah Staphylococcus aureus ATCC 25923, Staphylococcus epidermidis ATCC 28954, dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027. Dari uji ketiga fraksi, fraksi etil asetat yang menunjukkan aktivitas terhadap ketiga bakteri dengan konsentrasi 10%, 8%, 6%, 4% dan 2% dengan rata-rata diameter hambat terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25823 yaitu 15,3 mm; 11,3 mm; 10,2 mm; 8,7 mm; 7,3. Pada bakteri Staphylococcus epidermidis ATCC 28954 diperoleh rata-rata diameter hambat yaitu 13,3mm; 11,3 mm; 10,1 mm; 8,7 mm; 7,7 mm dan terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027 diperoleh rata-rata diameter hambat yaitu 14,5 mm; 12,4 mm; 11,2 mm; 8,2 mm; 7,3 mm fraksi n-heksan dan air tidak mempunyai aktifitas antibakteri terhadap ketiga bakteri tersebut.
Penentuan Perbedaan Stabilitas Fisik Suspensi Kering Ampisilin Generik dan Nama Dagang setelah Direkonstitusi dengan Air Suling Lidia; Deni Kurniawan
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.79 KB)

Abstract

Telah diteliti perbedaan kestabilan fisik suspensi kering ampisilin generik dan nama dagang setelah direkonstitusi dengan air suling dan disimpan pada suhu kamar selama 7 hari. Dari 7 variabel yang diteliti diantaranya menunjukkan adanya perbedaan stabilitas fisik seperti volume sedimentasi, bobot jenis, kadar air, kemampuan redispersibilitas, viskositas dan 2 variabel lainnya tidak menunjukan perbedaan seperti perubahan bentuk partikel, pH selama 7 hari penyimpanan. Dari ketiga suspensi kering ampisilin bahwa ampisilin nama dagang 1 memiliki kestabilan fisik lebih baik dibandingkan ampisilin nama dagang 2 dan generik.
Pengembangan Formulasi Sediaan Emulgel dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) dan Uji Antioksidan dengan Metode DPPH Lidia; Kiki Amalia; Nia Azzahra
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.652 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengembangan formulasi sediaan emulgel dari ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) dan uji antioksidan dengan metode DPPH (1,1 – diphenyl – 2 – picrylhydrazil).dibuat 3 formula dengan konsentrasi HPMC (gelling agent) yaitu 2,5%, 3,5%, 4,5%. Setelah itu dilakukan evaluasi pada sediaan emulgel ekstrak daun pepaya diantaranya penentuan mutu fisik sediaan (organoleptis, pemeriksaan Ph, uji homogenitas, dan uji frezz thaw), uji iritasi kulit dan uji antioksidan. Didapatkan formula ke-1 dengan konsentrasi HPMC 2,5% yang mempunyai kestabilan fisik paling baik. Setelah itu dilakukan uji iritasi kulit terhadap 10 orang responden dan menunjukkan hasil negatif, terakhir dilakukan uji antioksidan di dapat bahwa sediaan emulgel dengan konsentrasi HPMC 2,5% mengandung nilai IC50 sebesar 79,08 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
Uji Antioksidan Krim Lulur Mandi Ekstrak Teh Hitam (Camellia sinensis) dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Lidia; Monica Destiara Maharani; Mauizatul Hasanah
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.767 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji antioksidan krim lulur mandi ekstrak teh hitam (Camellia sinensis) dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 krim lulur mandi ektrak teh hitam (Camellia sinensis) yang paling baik pada konsentrasi trietanolamin konsentrasi 2%, 3%, dan 4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwapengukuran nilai IC50 pada sediaan krim lulur ekstrak teh hitam dengan konsentrasi trietanolamin 2%, 3% dan 4% didapatkan hasil yaitu nilai IC50 formulasi I 124,18 ppm, nilai IC50 formulasi II 3% 75,02 ppm dan nilai IC50 formulasi III 76,08 ppm. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada sediaan krim lulur mandi formulasi II dengan trietanolamin 3% yaitu dengan nilai IC50 75,02 ppm dan aktivitas antioksidan terendah terdapat pada sediaan krim lulur mandi formulasi I dengan trietanolamin 2% yaitu dengan nilai IC50 124,18 ppm.
Pengembangan Formulasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dengan Variasi Konsentrasi Natrium Lauril Sulfat dan Sorbitol Lidia; Darmacik; Yopi Rikmasari
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.95 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengembangan formulasi sediaan obat kumur menggunakan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan pada sediaan obat kumur. Kestabilan sediaan ditentukan dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan uji viskositas menggunakan metode cycling tes, serta uji daya hambat. Dari hasil penelitian diperoleh nilai signifikan menggunakan Spss adalah untuk uji pH formula I sig. 0,020; formula II sig. 0,063; formula III sig. 0,094. Untuk uji viskositas formula I sig. 0,058; formula II sig. 0,029; formula III 0,094. Dari hasil tersebut formula III menunjukkan nilai sig. >0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang terjadi selama dilakukan uji cycling test. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menghasilkan zona hambat dengan rata-rata 6,4mm.