Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Technopreneur (JTech)

KARAKTERISITIK SIFAT FISIKOKIMIA TEH HERBAL "SEKAM" (SERAI KOMBINASI KAYU MANIS) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Desi Arisanti; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.104 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.199

Abstract

Penggunaan serai menjadi produk baru merupakan hal penting sebagai diversifikasi pangan. Serai memiliki kandungan zat anti mikroba, kandungan tersebut berguna khususnya dalam mengobati infeksi pada lambung, usus, saluran kemih dan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah teh herbal dari tanaman serai dengan tambahan kayu manis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1).Untuk mengetahui kandungan fisikokimia teh herbal serai-kayu manis yang berupa kadar flavonoid, kadar abu, kadar air dan kadar vitamin C. 2). Bagaimana tingkat kesukaan panelis terhadap teh herbal serai-kayu manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kombinasi teh serai dengan kayu manis yang tepat terhadap tingkat kesukaan panelis yang terbaik adalah perlakuan T1 (warna, aroma) dan T3 (Rasa). Adapun hasil analisis sifat kimia dengan penambahan kayu manis yaitu; kadar air 6.08% (T2), kadar abu 5.84% (T2), kadar flavonoid (T1), dan kadar vitamin C 15.00% (T3). Tingkat kesukaan yang dihasilkan dari 3 perlakuan teh sekam secara keseluruhan dalam taraf netral sampai agak suka oleh panelis adalah perlakuan T2 (daun serai 1,5 g dan kayu manis 0,2 g). Dan dari data hasil analisis kimia teh sekam dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan T2 (kadar air dan kadar abu) dan T3 (vitamin C).
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG BERAS MERAH KOMBINASI UBI JALAR UNGGU TERHADAP MUTU PANCAKE Desi Arisanti; Syaiful Umela
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 1 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.528 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i1.146

Abstract

Beras merah merupakan jenis beras yang memiliki warna merah. Warna merah dari beras merah ditimbulkan oleh pigmen antosianin yang terdapat pada bagian lapisan luarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan pancake dan untuk mengetahui kandungan nutrisi pancake. Parameter yang digunakan dalam uji tingkat kesukaan yaitu warna, rasa, aroma dan tekstur. Sedangkan untuk analisa sifat kimia yaitu kadar air, kadar lemak, kadar abu, dan kadar total gula. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan penerimaan panelis untuk perlakuan terbaik adalah perlakuan A1 (500 g tepung beras merah), yaitu warna 3,77%; rasa 4,00%; aroma 3,8%; dan tekstur 3,77%. Adapun hasil analisa sifat kimia dari pancake tepung beras merah adalah kadar air A1 54,67%; kadar lemak 4,88%; kadar abu 1,03%; dan kadar total gula 10,40%. Dari data hasil penelitian tingkat kesukaan dan analisis kimia pancake tepung beras merah, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada skala 3,53% - 4,00% atau dalam taraf biasa sampai suka, dan pancake tepung beras merah yang paling disuka adalah A1. Dan dari data hasil analisis kimia pancake tepung beras merah dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan yang paling disuka adalah perlakuan A1 (500 g tepung beras merah).
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA DAN KIMIA TAKAKURA COMPOSTING ASAL KULIT PISANG GOROHO MELALUI UJI KERJA KULTUR KERING BAL (BAKTERI ASAM LAKTAT) Desi Arisanti; Satriawati Pade
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 7 No 2 (2019): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.06 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v7i2.361

Abstract

Pisang goroho merupakan tanaman yang memiliki banyak kegunaan serta memiliki kandungan kimia yang beragam seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi serta keberadaannya berlimpah di daerah Gorontalo. Kandungan kimia ini tidak hanya terdapat dalam buahnya, tetapi kulitnya pun mempunyai komposisi yang tidak jauh berbeda. Tingginya ketersediaan kulit pisang goroho serta unsur hara yang terkandung di dalamnya membuat bahan tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pembuatan pupuk organik adalah jenis mikroba yang aktif selama proses berlangsung. Dalam penelitian ini aktivator yang digunakan yaitu BAL (Bakteri Asam Laktat) yang terdapat dalam minuman yogurt. Inokulum BAL yang digunakan bukan dalam bentuk cair, namun aplikasi BAL kultur kering. Pada prinsip dasarnya proses pembuatan kultur kering meliputi tahapan penyiapan starter, pembuatan starter cair aktif, tahapan sentrifugasi dan homogenisasi dengan bahan pengisi. Penggunaan bahan pengisi ini untuk menjaga viabilitas sel BAL dari pengeringan. Setelah menjadi kultur kering bioaktivator tersebut diaplikasi dalam pupuk organik kulit pisang goroho. Metode pengomposan yang digunakan dalam penelitian ini metode Takakura. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan menganalisis kualitas pupuk organik yang dihasilkan dengan menggunakan bioktivator dekomposisi kultur kering BAL dengan variasi dosis. Beberapa parameter penelitian yang mengacu pada mutu pupuk organik menurut SNI 19-7030-2004 yang meliputi pH, kadar air kadar abu. Faktor Perlakuan dari penelitian ini 2 taraf faktor yaitu faktor variasi konsentrasi biaktivator BAL dan faktor suhu. Variasi dosis kultur kering BAL terdiri dari 3 taraf yaitu Kontrol, 20%, 30%, dan 40% dari bobot bahan organik dan suhu pengomposan terdiri dari 450C,500C,600C. Berdasarkan hasil penelitian kadar abu terbaik dengan variasi konsentrasi kultur BAL pada perlakuan K3 (81,53%), variasi suhu (65,81%); Kadar air terbaik dengan variasi konsentrasi kultur BAL pada perlakuan K3 (27,78%), variasi suhu S3 (65,81%); namun untuk nilai pH pada kompos tidak sesuai dengan SNI kompos.
KARAKTERISTIK MI KERING SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (HYLOCAREUS COSTARICENSIS) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Adnan Engelen; Desi Arisanti; Kadek Sugiarta
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 8 No 1 (2020): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.171 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v8i1.530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap mi kering singkong ekstrak kulit buah naga merah dan mengetahui beberapa sifat fisik (dan kimia) mi kering. Proses pembuatan mi kering singkong meliputi persiapan bahan, pencampuran masing-masing perlakuan, pemipihan dan pembentukan lembaran mi, pengukusan, dan pengeringan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 faktor perlakuan yaitu perlakuan P1 (pati singkong 80% dan tepung singkong 20%), perlakuan P2 (pati singkong 70% dan tepung singkong 30%) perlakuan P3 (pati singkong 60% dan tepung singkong 40%) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat formulasi yang terbaik antara konsentrasi pati singkong dan tepung tapioka ekstrak kulit buah naga merah terhadap tingkat kesukaan panelis adalah perlakuan P1 (pati singkong 80% dan tepung singkong 20%) sebesar 5,20%. Adapun hasil analisis sifat fisik dan kimia mi kering pada perlakuan P1 yaitu: kadar air 6,63%, kadar abu 1,75% dan tekstur 1.320,50 gf. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa mi kering berbahan pati singkong dan tepung tapioka ekstrak kulit buah naga merah berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar abu, nilai tekstur (kekerasan) tapi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai warna. Adapun kisaran nilai kadar air dan kadar abu berturut-turut adalah 6,63-7,34% dan 1,75-1,86%.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN EKSTRAK KURMA TERHADAP KARAKTERISTIK GIZI FRUITGHURT Desi Arisanti; Syahmidarni Al Islamiyah
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 8 No 2 (2020): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v8i2.598

Abstract

Penambahan ekstrak kurma sebagai penstabil sekaligus pemanis alami, sehingga dapat memperbaiki sifat organoleptik dan gizi fruitghurt yang dihasilkan terutama protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai gizi minuman probiotik fruitgurt dari sari kacang hijau dan kulit semangka, dan untuk mengetahui karakteristik fruitgurt yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak kurma dengan yaitu S1= 5%, S2 =15%, S3 = 25%. Parameter pengamatan penelitian terdiri dari kadar vitamin C, kadar protein dan kadar total asam laktat. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kurma yang berbeda-beda menghasilkan fruitghurt dengan kandungan gizi berupa vitamin C, protein dan total asam laktat yang berbeda-beda pula. Penambahan ekstrak kurma dengan konsentrasi yang berbeda-beda memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik gizi pada fruitghurt yang dihasilkan baik pada kadar vitamin C, kadar protein dan kadar total asam laktat. Karakteristik gizi fruitghurt terbaik berdasarkan kadar tertinggi baik vitamin C dan kadar protein adalah dengan penambahan ekstrak kurma 25% (S3). Berdasarkan kadar total asam laktat, perlakuan terbaik adalah penambahan ekstrak kurma 15% (S2).
VARIAN IKAN NIKE (Awaous melanocephalus) DAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) TERHADAP MUTU KERUPUK Desi Arisanti
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 5 No 2 (2017): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.981 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v5i2.115

Abstract

the current utilization of nike fish and tuna is still limited to fresh condition. Crackers are a very popular food by all levels of society. Utilization of nike fish and tuna in processed form with longer shelf life has not been done. Nutritional content of both types of fish is a reason in the selection as a basic ingredient in making crackers. The purpose of this research is to know the formulation of nike fish and tuna to the quality of crackers. The observation parameters in this study are the level of favorite or hedonic method, water content, ash content, bloom and texture analizer. The results showed that the average water content of nike fish crackers and skipjack fish from treatment A1 3.3%, treatment A2 3.29%, A3 3.77%. Mean of ash content at treatment of A1 1,97%, treatment of A2 1,55%, treatment of A3 1,58%. The average of A1 is 283,54%, A2 242,75%, A3 182,23%. and the mean of analyzer analyzer test at A1 1185,6%, A2 708,9%, and A3 783,83%. Based on the results and the discussion that has been done on the quality of crackers, it can be concluded that the best formula and liked by the panelists is formula A1
MUTU TEMPE VARIASI KACANG TANAH DAN KEDELAI Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Desi Arisanti; Pemriliani Suleman
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 1 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.755 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i1.158

Abstract

Tempe merupakan makanan tradisional yang telah lama dikenal di Indonesia. Penelitian tentang mutu tempe variasi kacang tanah dan kedelai ini bertujuan untuk melihat variasi pembuatan tempe menggunakan kacang tanah dan kedelai. Pengujian tempe variasi kacang tanah dan kedelai dalam penelitian ini yaitu mengunakan uji organoleptik serta melakukan analisis kimia seperti kadar air, kadar abu, dan kadar lemak. Hasi uji organoleptik terhadap rasa menujukan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap perlakuan T3 lebih tinggi dibanding T1 dan T2. Hasil uji organoleptik terhadap aroma menunjukan bahwa perlakuan T2 lebih tinggi dibanding T1 dan T3. Hasil uji organoleptik terhadap tekstur menunjukkan bahwa T1 lebih tinggi disbanding T2 dan T3. Nilai rata-rata kadar air yaitu T2 memiliki nilai kadar air 56,47%, T1 memiliki nilai kadar air 55,17% dan T3 memiliki nilai 50,45%. Nilai rata-rata kadar abu perlakuan T1 0,59%, T2 0,90%, dan T3 0,67%. Nilai kadar lemak tertinggi pada perlakuan T3 yaitu 4,93% sedangkan rata-rata kadar lemak yang terendah yaitu perlakuan T1 sebesar 3,89%.