Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Tinjauan Desain dan Pengaruh Warna Tempat Sampah secara Psikologis serta Dampak yang Ditimbulkan terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat dalam Konteks Lingkungan Hidup (Studi Kasus di Kota Bandung) Aryani, Dewi Isma
Zenit Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Zenit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garbage problem is one of important issues in our country. In this modern era, garbage comes from industries and homes. Garbage can be recycled to produce biodegradable or ecofriendly fuel, fertilizer, alternative technology, even art and craft products. There are lots of ways to process garbage to be into converted precious products to meet human necessities. Referring to healthy environment, science and design have their contribution to solve and reduce the harmful effects coming from garbage. In this article, many kinds of garbage bins will be presented according to  their uniqueness, material, technology, function, colours or shapes as a design phenomenon.Keywords: garbage, design, environment, colour, concept
Tinjauan Desain terhadap Transformasi Visual Karakter Pikachu dalam Game Pokémon Series sebagai Budaya Populer Aryani, Dewi Isma
Zenit Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Zenit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game Pokémon is a RPG game which has advantages in terms of postmodern culture meanings and symbols available in each element of the characters; morever, the gameplay is built ininside the Pokémon game series. These postmodern culture meanings stem from childhood experiences, traditions and simplification of information and knowledge about the nature of the phenomenon that becomes the initial concept of designing Pokémon game characters. The effort of Pokémon game and animation is to lift up and introduce the culture and characteristics of a system of social values in Japan: the culture of respect for parents or elders, the culture of shame and apology at every mistake, cultural groups, cultural hierarchy of seniority (nenkoujoretsu), optimism, selfreliance, obligation to bear any responsibilities, and so on, are not obviously or semiotically displayed.Keywords: meanings, symbols, game, characters, semiotic, popular culture
Pelatihan pembuatan materi pembelajaran digital adaptif guna meningkatkan kompetensi guru pada masa pandemi Aryani, Dewi Isma; Pandanwangi, Ariesa; Ida, Ida; Manurung, Rosida Tiurma; Pattipawaej, Olga Catherina
Community Empowerment Forthcoming issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.5120

Abstract

Masa pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan pendidikan dari tatap muka menjadi virtual. Akibatnya diperlukan media yang dapat membantu para pendidik untuk dapat menyampaikan materi secara baik dan menarik kepada peserta didiknya. Dalam hal ini, pendidik di lingkungan sekolah dasar mengalami kesulitan terhadap penggunaan platform virtual karena keterbatasan penguasaan teknologi maupun hambatan penguasaan perangkat elektronik. Tujuan kegiatan ini untuk: 1) memberikan penguatan kemampuan penguasaan teknologi yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan 2) meningkatkan kerja sama dan citra Ikatan Kekeluargaan Perempuan Maranatha kepada masyarakat luas. Metode yang digunakan adalah metode Aset Based Community Development (ABCD) dengan pendekatan pendampingan dan praktik. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring yang diikuti oleh 50 tenaga pendidik sekolah dasar di Tangerang. Pada akhir kegiatan, peserta pelatihan mendapatkan wawasan dan mempraktikkan tentang teknik dan tips pembuatan materi PJJ dengan menggunakan power point yang komunikatif untuk mendukung proses belajar daring.
Kajian Transformasi Visual Desain Karakter Eevee pada Game Pokémon Series Generasi I-V Dewi Isma Aryani; Imam Santosa; Alvanov Zpalanzani
Journal of Visual Art and Design Vol. 5 No. 2 (2013): ITB Journal of Visual Art and Design
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokémon game series is a representation of the media culture that offers a world of simulation by creating signs through storyline, gameplay, environment, as well as game characters, so that it becomes a part of digital culture. The design of Pokémon character, in this case is Eevee, is able to generate its fans curiosity and addiction resulted from the application of Manga-matrix method, color theory and morphological-forced-connections technique through the visual transformation of character design itself. This study is a qualitative research that conducted through the application of Manga-matrix principle including internal and external factors on the characters, similarity analysis or the relation among the theories connected to visual element and the interpretation of character meaning, and the combination of character design theories as the reflection of the Satoshi Tajiri as well as Japanese society’s ideology or thinking pattern in cultural implementation. The analysis shows that Eevee’s changing form still contains similarity with its existence of additional elements creates variety of forms in Eevee’s character visualization. Those Eevee’s form variety becomes the essence of the creation of the character as the media that introduces the visual transformation of character design in a game, in this matter is the Pokémon game series.
Perancangan Busana Wanita Siap Pakai dengan Inspirasi Budaya Suku Kalash di Pakistan Abel Della Sisilia; Dewi Isma Aryani; Tan, Indra Janty
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 1 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i1.4032

Abstract

Suku Kalash merupakan suku minoritas yang terletak di Chitral, Pakistan dan keberadaannya pun terancam punah. Suku Kalash menerapkan modernisasi pada pakaian tradisionalnya yaitu Piran dengan menambahkan ornamen bordir dan manik-manik yang didapat dari luar lingkungan Suku Kalash. Keberadaan ornamen bordir dan manik pada, busana tradisional Suku Kalash menjadi salah satu unsur penarik perhatian masyarakat di luar Suku Kalash sehingga mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke perkampungan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kualitatif berdasarkan studi literatur dan observasi beberapa referensi busana tradisional suku-suku masyarakat dunia. Pakaian dan motif dalam budaya Suku Kalash menjadi inspirasi perancangan koleksi busana siap pakai wanita dengan menerapkan siluet A-Line dan H-Line. Reka tekstil yang diterapkan pada busana adalah unsur gathering dengan stilasi motif asli melalui teknik bordir dan manik-manik. Hasil dari perancangan koleksi busana siap pakai wanita ini ditujukan untuk wanita dewasa kalangan menengah ke atas dengan rentang usia 23-33 tahun, berkarakter mudah bergaul, ceria, dan feminin, berkepribadian menarik, menyukai seni dan warna-warna terang serta berani.
Perancangan Busana Wanita Siap Pakai dengan Inspirasi Facial Mask Pada Opera Beijing Felicia Gunawan; Dewi Isma Aryani; Tan, Indra Janty
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i2.4884

Abstract

Facial Mask atau yang disebut sebagai Lian Pu merupakan topeng Cina yang dilukis di wajah menggunakan make-up dengan motif dan warna yang memiliki arti dan penggambaran tertentu. Koleksi busana siap pakai berjudul SAVOIR DE LIAN PU merupakan pakaian semi-formal yang terinspirasi dari keunikan facial mask yang digunakan oleh pemain Opera Beijing yang terdiri dari Sheng (生), Jing (净), Dan (旦), dan Chou (丑). Keempat facial mask dikemas menjadi pakaian multiguna dalam bentuk modern sehingga cocok dikenakan oleh wanita urban, terutama yang memerlukan mobilitas tinggi. Selain mengadaptasi motif pada facial mask, koleksi ini juga mengadaptasi beberapa kebudayaan khas Tiongkok terutama pada Dinasti Ming yang merupakan asal mula Opera Beijing diciptakan, seperti bunga Lotus, tassel, dan motif double happiness. Motif dan karakteristik konsep diaplikasikan pada busana melalui teknik embroidery, ombre dye, painting, drapery, dan tassel. Koleksi ini mengacu kepada Indonesia Trend Forecasting 2021/2022 “The New Beginning” dengan tema Essentiality dan style Classic Elegant. Koleksi busana siap pakai SAVOIR DE LIAN PU ditujukan untuk wanita dengan rentang usia 23-30 tahun berpendapatan menengah ke atas, memiliki karakter sophisticated dan elegan, serta berdomisili di kota-kota besar baik di Indonesia maupun mancanegara. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk: 1) Menciptakan koleksi busana wanita siap pakai dengan inspirasi Facial Mask Opera Beijing, 2) Menerapkan teknik manipulasi material berupa embroidery, ombre dye, painting, drapery, dan tassel ke dalam koleksi busana wanita urban. Metode yang digunakan yaitu metode PBL (Project Based Learning) berupa pembelajaran yang menggunakan proyek nyata melalui pencarian informasi dan sintesis data, eksplorasi material, penilaian kelayakan, dan interpretasi desain untuk menghasilkan hasil akhir berupa satu koleksi busana.
Penerapan Motif Batik Pesisir Utara Jawa pada Perhiasan Logam (Studi Kasus: Warak Ngendog) Dewi Isma Aryani; Elliati Djakaria
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i2.11605

Abstract

Abstrak—Perhiasan telah dikenal oleh manusia sejak zaman prasejarah yang terbuat dari batu-batuan maupun tulang hewan. Perhiasan tidak hanya memiliki fungsi estetis, melainkan juga status sosial bagi pemakainya. Seiring dengan berkembangnya peradaban manusia, teknologi pengolahan perhiasan juga mengalami kemajuan dari segi pembuatannya salah satunya dengan ditemukannya teknik pengerjaan logam. Salah satu teknik pengerjaan logam yang berkembang dan banyak digunakan oleh para pengrajin perhiasan logam adalah teknik elektroplating atau penyepuhan. Melalui artikel ini akan dipaparkan tentang desain perhiasan logam yang dikombinasikan dengan penerapan beberapa motif batik Pesisir Utara Jawa, salah satunya dari Batik Semarang yaitu motif Warak Ngendog, sebagai hasil akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab melalui penggambaran hewan mitologi sebagai simbol keharmonisan menurut kepercayaan masyarakat Kota Semarang. Material yang digunakan sebagai bahan utama perhiasan adalah logam tembaga karena bersifat reaktif terhadap elektroplating. Teknik pengolahan logam dengan metode elektroplating dipilih karena teknik ini sudah banyak digunakan dalam bidang industri kerajinan logam, khususnya perhiasan di Indonesia. Adapun metode penelitian ini adalah eksperimental deskriptif melalui percobaan  teknik elektroplating pada logam tembaga disertai proses identifikasi dan dokumentasi terstruktur. Hasil akhir dari eksperimen ini berupa satu set produk perhiasan dengan penerapan motif Warak Ngendog berupa anting, gelang, dan liontin kalung. Abstract—Jewelry has been known to humans since prehistoric times made of rocks and animal bones. Jewelry not only has an aesthetic function, but also a social status for the wearer. Along with the development of human civilization, jewelry processing technology has also progressed in terms of manufacture, one of them being the discovery of metalworking techniques. One of the developed metalworking techniques and widely used by metal jewelry craftsmen is electroplating or gilding techniques. Through this article, we will describe the design of metal jewelry combined with the application of several North Coast Java batik motifs, one of them are Batik Semarang, namely Warak Ngendog motifs, as a culture result of Javanese, Chinese, and Arabic acculturation through the depiction of mythological animals as symbols of harmony according to Semarang’s people beliefs. The main jewelry material used is copper due to its electroplating reactivity. The metal processing technique with the electroplating method was chosen because this technique has been widely used in the metal craft industry, especially jewelry in Indonesia. The research method is descriptive experimental through electroplating technique experiments on copper accompanied by a structured identification and documentation process. The final result of this experiment is a set of jewelry products with the application of the Warak Ngendog motif in the form of earrings, bracelets, and necklace pendants.
DINAMIKA PERUBAHAN KEMASAN SIGARET KRETEK DI INDONESIA SEBAGAI WUJUD WARISAN BUDAYA Dewi Isma Aryani; Kristianus Satrio Budi Nugroho
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2021
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v5i1.910

Abstract

The development of cloves cigarettes and their packaging can be called a manifestation of physical culture according to Koentjaraningrat's description that an object is a physical product and the activities, deeds, and works of all humans are concrete. In addition, the development of the type of cloves cigarettes and their packaging fulfills the requirements for the stipulation of an object/intangible as a cultural heritage in accordance with Law Number 11 Year 2010 Chapter III Article 5. Therefore, the author attempts to explain the common thread from the history of Haji Djamhari's pioneering cloves cigarettes to changes in Indonesia’s cigarettes packaging when it began to be marketed in a modern way by Nitisemito to its effect on packaging designs that exist and circulate in society today. Less recorded fact that the cigarettes industry existed and developed in 1870-1880 in Kudus, the historical development of cloves cigarettes and its packaging in Indonesia at that time, cigarettes industry declining due to the racial riots in 1918, and the emergence of the subscription system also influenced the philosophy of creating cigarette packaging in Indonesia. The method used is descriptive qualitative with the theory of design, packaging, and branding so that the changes in cigarette packaging that occur in Indonesia are caused by the influence of market leaders from each type that exists, the image element is no longer the main logo but is replaced by logotype and logofont elements on packaging.
KAJIAN PENGARUH FASHION DALAM GAME DIGITAL PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP MAHASISWA DIII-SRD UK. MARANATHA (STUDI KASUS: CITY GIRL LIFE) Dewi Isma Aryani; Irawati Tirtaatmadja
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 02, No 01 (Maret 2017) demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v2i01.769

Abstract

City Girl Life (CGL) adalah sebuah game dengan genre life simulation pada media sosial Facebook yang dikembangkan oleh Rockyou sebagai game developer, sebagai perkembangan dari Disney City Girl (DCG) oleh Disney Playdom. CGL bermula diciptakan pada Desember 2012 dan telah diluncurkan pertama kali pada Januari 2013 dengan format awal yakni DCG. CGL memperlihatkan tentang interaksi sosial yang terjadi antara player dengan pemain lain sebagaimana halnya sistem permainan pada game simulasi fenomenal, The Sims, yang lebih mengutamakan konsep girly di dalamnya. Berbekal desain avatar dan konten baju-baju rancangan desainer terkenal, CGL merupakan game yang menampilkan konsep dan gaya hidup sosialita dengan berbagai aktivitas yang dapat dimainkan seperti profesi fashion designer, celebrity chef, author, musician, dan engineer, yang sedang menjadi tren di kalangan generasi muda dewasa ini. Penelitian mengenai CGL ini ditujukan untuk mengetahui hingga sejauh mana keterikatan pemain game CGL terhadap user interface dan interaksi yang terjadi di dalamnya, serta pengaruh fashion dalam konteks memperkenalkan budaya fashion yang ditampilkan di sepanjang storyline game CGL.
PERANCANGAN KOLEKSI BUSANA SIAP PAKAI DELUXE UNTUK WANITA DENGAN INSPIRASI SIMBOL DAN WARNA SUKU ZULU DI AFRIKA Tia Erliawati; Dewi Isma Aryani; Indra Jati Tan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v6i3.583

Abstract

Africa has a number of tribes and cultures, among other is the Zulu tribe that uses Isi-Zulu language, symbols and colors as means of communication.  It has inspired an extravagant ready-to-wear collection entitled “Isiko se-Zulu”. For Zulu women, fashion style depends on their marital status: maiden or not married yet, engaged and married. In the collection, Zulu symbols, colors, ethnic motifs and basic silhouette are made more modern and applied to clothes by using digital printing techniques and enriched with beadwork, embroidery, and tassel.Keywords: Ethnic, Beadwork, Symbol, Zulu Tribe ________________________________________________________________ Afrika memiliki berbagai suku dan budaya, salah satunya adalah suku Zulu yang menggunakan bahasa Isi-Zulu, simbol dan warna sebagai media komunikasi. Hal ini menjadi inspirasi koleksi pakaian siap pakai yang mewah berjudul “Isiko se-Zulu”. Gaya busana wanita Zulu dipengaruhi statusnya: masih gadis atau tidak menikah, bertunangan, atau menikah. Dalam koleksi pakaian ini, symbol, warna, motif etnis dan siluet dasar Zulu dibuat lebih modern dan diterapkan pada pakaian menggunakan teknik cetak digital, dengan detail manik-manik, bordir, dan rumbai.Kata Kunci: Etnis, Manik-manik, Simbol, Suku Zulu