Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI DALAM KELUARGA DAN KELOMPOK PERGAULAN TERHADAP LITERASI INFORMASI, MEDIA DAN TEKNOLOGI PADA REMAJA DI BANDAR LAMPUNG Aryanti, Nina Yudha; Nurhaida, Ida; Faizal, Akhmad Riza
Prosiding Penelitian FISIP Unia 2012
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

interaction on family. It is deal with media and technology resources accessed, level education and economic of parents. The research shows that interaction in family influenced 35.32%, peer group 7.17% and others variables 53.76%. Further, the hypothesis test shown that peer groups have not significance influence to information, media and communication technology literacyKey Word: family, peer group, adolescent, literacy, information, media and technology
Javanese Cultural Socialization in Family and Ethnic Identity Formation of Javanese Adolescent Migrant at Lampung Province Aryanti, Nina Yudha
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 7, No 2 (2015): Komunitas, September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v7i2.3624

Abstract

Javanese adolescent migrants interactions in family across generations at multicultural society in Lampung stimulates a dynamic atmosphere  for adolescent ethnic identity formation. Through socialization, the adolescent acquires Javanese cultural information as a foundation to develop their ethnic identity. This research aims are to know, find and analyze the cultural socialization aspects in family that support ethnic identity formation of Javanese adolescent migrants in Lampung. Throughout qualitative research, this research showed that socialization and ethnic identity formation in family is based on six themes : (1) family migration history; (2) adopted and referred family culture; (3) family identity development; (4) parenting style and  amount of time spend for interaction in family and parent’s type of job ; (5) language used within the family; and (6) situations that support and obstruct of expression of ethnic identity.
Pengembangan Identitas Remaja Transmigran Jawa di Lampung melalui Pertemanan Antar Budaya di Sekolah Aryanti, Nina Yudha
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.2, No.1, Juni 2014
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Pertemanan antarbudaya remaja di sekolah secara umum beperan untuk mendukung pengembangan identitasdiri, tetapi belum maksimal untuk mendukung pengembangan identitas etnik remaja. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui dan menganalisa peranan pertemanan antarbudaya remaja dalam pengembangan identitasdiri dan identitas etnik. Melalui penelitian kualitatif diperoleh hasil bahwa (1) remaja memiliki dua konteksrelasi pertemanan antarbudaya dengan sepuluh tema interaksi yang berperan dalam pengembangan identitasdiri; (2) terkait pengembangan identitas etnik, remaja berada dalam tahapan unexamined identity, yang menempatkanidentitas etnik bukan sebagi prioritas dalam pertemanan antarbudaya di sekolah.Kata-kata kunci: Pertemanan antarbudaya, remaja, sekolah, identitas diri, identitas etnik
Pengembangan Identitas Remaja Transmigran Jawa di Lampung melalui Pertemanan Antar Budaya di Sekolah Aryanti, Nina Yudha
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.98 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6055

Abstract

Pertemanan antarbudaya remaja di sekolah secara umum beperan untuk mendukung pengembangan identitas diri, tetapi belum maksimal untuk mendukung pengembangan identitas etnik remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa peranan pertemanan antarbudaya remaja dalam pengembangan identitas diri dan identitas etnik. Melalui penelitian kualitatif diperoleh hasil bahwa (1) remaja memiliki dua konteks relasi pertemanan antarbudaya dengan sepuluh tema interaksi yang berperan dalam pengembangan identitas diri; (2) terkait pengembangan identitas etnik, remaja berada dalam tahapan unexamined identity, yang menempatkan identitas etnik bukan sebagi prioritas dalam pertemanan antarbudaya di sekolah.
Strategy of Ethnic Identity Negotiations of Javanese Migrants Adolescents in Family Interaction Aryanti, Nina Yudha
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 9, No 2 (2017): Komunitas, September 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v9i2.8071

Abstract

This article seeks to discuss the strategies of negotiation of Javanese ethnic identity in families among Javanese migrants in Lampung. The study found that there are three ways where the adolescents of Javanese migrants negotiate their ethnic identity. First, the adolescent states Javanese ethnic identity as a positive identity safely at family interaction. Second,they state Javanese ethnic identity as a single identity negatively in an unsafe situation. This happens when the adolescent avoid another ethnic identity that directed to them based on labeling in the family. Third, the adolescent choose one of two ethnic identities in a positive way. It’s referring to parent’s ethnic identity differences. Further, they use Javanese and non Javanese language at their family interaction as a basis for selecting ethnic identity.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DAN AKSES MEDIA DALAM MENDUKUNG KOMPETENSI INFORMASI PANGAN BAGI MASYARAKAT LAMPUNG Aryanti, Nina Yudha; Indriyani, Yaktiworo; Oktiani, Hestin
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.907 KB)

Abstract

Rendahnya IPM Provinsi Lampung berkaitan dengan rendahnya kualitas indikator IPM yaitu hidup sehat, standar hidup layak dan pengetahuan. Salah satu keterkaitan SDM dengan IPM dapat dilihat dari keterkaitan antara keersediaan dan kualitas pangan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat perkotaan dan perdesaan serta akses terhadap media massa dalam mendukung kompetensi pangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan subyek penelitian yaitu rumah tangga di perkotaan dan perdesaan di Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar pribadi di masyarakat dan media massa memiliki peran yang moderat dalam mendukung kompetensi bidang pangan. Kompetensi informasi pangan didukung oleh beberapa interaksi responden dengan: (1) teman/ tetangga, (2) tokoh masyarakat, tenaga kesehatan/ tenaga pendidik, (3) pertemuan di sekitar tempat tinggal, (4) media massa. Komunikasi antarpribadi memiliki peranan yang lebih tinggi dibandingkan media massa dalam beberapa hal, yaitu informasi tentang: (1) sumber ide pangan, (2) jenis pangan, (3) cara pengolahan pangan, (4) pola makan sehat, (5) komposisi gizi seimbang, (6) makanan bermutu. Selain itu, media massa memiliki dalam memberikan informasi pangan yang aman. Dukungan komunikasi antarpribadi berimbang dengan media massa dalam memberikan dukungan terhadap informasi tentang gizi pangan. Kata kunci: informasi, kompetensi, komunikasi antar pribadi, media massa, pangan
AKSES REMAJA PADA TELEVISI LOKAL DI LAMPUNG SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN HIBURAN DENGAN KONTEN KEDAERAHAN OKTIANI, HESTIN; SULISTYARINI, DHANIK; ARYANTI, NINA YUDHA
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.776 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan ringkasan hasil penelitian yang membahas mengenai bagaimana akses remaja di Bandar Lampung pada televisi lokal di Lampung. Televisi lokal memiliki konten kedaerahan yang lebih banyak dibanding televisi nasional dan televisi berjaringan. Konten kedaerahan meliputi berita, informasi tentang Lampung dan hiburan yang terkait dengan budaya Lampung. Konten kedaerahan seharusnya menjadi nilai lebih bagi televisi lokal untuk menjaga eksistensinya dalam menghadapi kompetisi di industri penyiaran televisi karena idealnya menjadi pilihan utama masyarakat Lampung, termasuk remaja di Lampung. Metode penelitian ini adalah survey, dengan responden remaja penonton televisi lokal di Bandar Lampung yang dipiilh secara acak. Bandar Lampung dipilih sebagai lokasi penelitian karena di wilayah ini siaran televisi lokal dapat ditangkap dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun penetrasi remaja pada internet semakin tinggi, televisi masih menjadi pilihan bagi sebagian remaja di Bandar Lampungi. Tetapi tidak banyak remaja yang mengakes televisi lokal Lampung. Beberapa faktor yang membuat remaja di Bandar Lampung jarang mengakses siaran televisi lokal Lampung adalah format penyajian yang kurang menarik, konten tentang Lampung diangggap belum cukup dan kurang bervariasi, serta kesulitan untuk mengakses karena belum semuanya bersiaran dengan jaringan internet. Kata Kunci: televisi lokal, akses informasi
Javanese Cultural Socialization in Family and Ethnic Identity Formation of Javanese Adolescent Migrant at Lampung Province Aryanti, Nina Yudha
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 7, No 2 (2015): Komunitas, September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v7i2.3624

Abstract

Javanese adolescent migrants interactions in family across generations at multicultural society in Lampung stimulates a dynamic atmosphere  for adolescent ethnic identity formation. Through socialization, the adolescent acquires Javanese cultural information as a foundation to develop their ethnic identity. This research aims are to know, find and analyze the cultural socialization aspects in family that support ethnic identity formation of Javanese adolescent migrants in Lampung. Throughout qualitative research, this research showed that socialization and ethnic identity formation in family is based on six themes : (1) family migration history; (2) adopted and referred family culture; (3) family identity development; (4) parenting style and  amount of time spend for interaction in family and parent’s type of job ; (5) language used within the family; and (6) situations that support and obstruct of expression of ethnic identity.
PERANAN PENYULUHAN DAN PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM LAYANAN WISATA TELUK KILUAN LAMPUNG Aryanti, Nina Yudha; Windah, Andi; Atika, Dewie Brima
Indonesian Journal of Socio Economics Vol 1, No 1 (2019): IJSE : Indonesian Journal of Socio Economics
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.361 KB)

Abstract

Teluk Kiluan has the potential for marine tourism that can be relied upon to increase local revenue. The existence of rare bottle dolphins is a special attraction. This condition is supported by a multi-ethnic local culture and local community participation by providing homestay services. The purpose of this study was to determine the role of counseling and training to increase community participation in Teluk Kiluan tourism services in Lampung. This research uses a qualitative descriptive method; the respondents in this study were 34 homestay managers. The results of the study indicate that the sharing of training activities carried out is fully supported through the active participation of the target community. The training activities carried out included tourism management training, village website creation and the creation of promotional media, as well as, english. some obstacles in increasing community active participation in tourism services are the low level of education and the economy of the community; the community is concentrated in the agriculture and fisheries sector so that the service sector has not been made a leading sector in improving the economy. This condition is also supported by the lack of facilities and infrastructure that support tourism services.   Keywords: extension, marine tourism, society participation