Aryo Tedjo
Department of Medical Chemistry, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta 10430, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Majalah Patologi Indonesia

Minyak Ikan dari Limbah Pengalengan Ikan Berpotensi Menurun- kan Ekspresi Penanda Inflamasi pada Proses Keganasan Kolon Mencit yang Diinduksi Azoksimetan dan Dextran Sodium Sulfate Kusmardi .Kusmardi; Aryo Tedjo
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 3 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.49 KB)

Abstract

Studi epidemiologi yang menghubungkan diet minyak ikan diet dengan risiko kanker kolorektal telah banyak dilaporkan walaupun hasinya tidak konsisten. Kebanyakan laporan menunjukkan adanya hubungan yang positif. Penelitian ini dilakukan untuk memahami efek penghambatan minyak ikan yang diperoleh dari sisa produk pengalengan ikan pada ekspresi penanda inflamasi dari preneoplasia kolorektal mencit yang diinduksi oleh azoxymetane (AOM) dan dekstran natrium sulfat (DSS). Dalam penelitian ini, mencit Balb/c diinduksi dengan AOM 10 mg/kg berat badan diikuti dengan pemberian 1% DSS selama seminggu. Minyak ikan diberikan secara oral dengan dosis 1,5 mg, 3 mg, dan 6 mg pada setiap mencit percobaan per hari. Ekspresi PGE2 diamati pada sel epitel kripta pada mukosa kolon. Pada bulan kedua, ekspresi PGE2 menurun dengan pemberian dosis sedang (3 mg/hari) dan tinggi (6 mg/hari) minyak ikan. Sedangkan pada bulan ketiga dan keempat, penurunan ekspresi PGE2 diamati karena pemberian minyak ikan dosis rendah, sedang dan tinggi (p=0,010 dan 0,005 m). Kesimpulannya, pemberian dosis sedang minyak ikan pada mencit yang diinduksi AOM/DSS telah menurunkan ekspresi PGE2 pada bulan kedua adalah dosis yang paling efektif.
Minyak Ikan dari Limbah Pengalengan Ikan Berpotensi Menurunkan Ekspresi Penanda Inflamasi pada Proses Keganasan Kolon Mencit yang Diinduksi Azoksimetan dan Dextran Sodium Sulfate Kusmardi1; Aryo Tedjo
Majalah Patologi Indonesia Vol 28 No 2 (2019): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.934 KB)

Abstract

ABSTRAKStudi epidemiologi yang menghubungkan diet minyak ikan diet dengan risiko kanker kolorektal telah banyakdilaporkan walaupun hasinya tidak konsisten. Kebanyakan laporan menunjukkan adanya hubungan yangpositif. Penelitian ini dilakukan untuk memahami efek penghambatan minyak ikan yang diperoleh dari sisaproduk pengalengan ikan pada ekspresi penanda inflamasi dari preneoplasia kolorektal mencit yang diinduksioleh azoxymetane (AOM) dan dekstran natrium sulfat (DSS). Dalam penelitian ini, mencit Balb/c diinduksidengan AOM 10 mg/kg berat badan diikuti dengan pemberian 1% DSS selama seminggu. Minyak ikandiberikan secara oral dengan dosis 1,5 mg, 3 mg, dan 6 mg pada setiap mencit percobaan per hari. EkspresiPGE2 diamati pada sel epitel kripta pada mukosa kolon. Pada bulan kedua, ekspresi PGE2 menurun denganpemberian dosis sedang (3 mg/hari) dan tinggi (6 mg/hari) minyak ikan. Sedangkan pada bulan ketiga dankeempat, penurunan ekspresi PGE2 diamati karena pemberian minyak ikan dosis rendah, sedang dan tinggi(p=0,010 dan 0,005 m). Kesimpulannya, pemberian dosis sedang minyak ikan pada mencit yang diinduksiAOM/DSS telah menurunkan ekspresi PGE2 pada bulan kedua adalah dosis yang paling efektif.
Peran Sel T Memori dalam Pengendalian Pandemi Covid-19 Kusmardi; Dimas Ramadhian N; Irandi P Pratomo; Aryo Tedjo
Majalah Patologi Indonesia Vol 30 No 2 (2021): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.48 KB) | DOI: 10.55816/mpi.v30i2.476

Abstract

ABSTRACTEvaluation of changes in antibody orders is a common exclusion in vaccination strategies because of the method ofanalysis. The fact that protection by antibodies produced by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2(Sars-Cov-2) infection both naturally and through vaccines will decrease in less than one year, is a challenge for acountry with a large population like Indonesia to run its vaccination program. The main challenge is whether thevaccination strategy adopted will overcome the vaccine barrier and the race between the rate of vaccination and therate of viral mutation and antibody reduction. In addition to antibodies, the adaptive immune system is also run by Tcells that are included in the cell-mediated immune system (CMI) group. In patients with asymptomatic or mildsymptoms of Coronavirus 2019 (Covid-19), T and CMI responses are known to appear in some patients who are notknown to have been exposed to Sars-Cov-2 before. This evidence suggests that the adaptive catastrophe for SarsCov-2 has been acquired by ordering memory T cells and may last longer than previously thought. For countries withlarge populations, this will certainly help overcome the limitations of vaccines and the time needed to implement theirvaccination strategies.