Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG BINTANG ACEH BESAR TAHUN 2104 Asiah, Nur; Wahyuni, Sari; Suzanni, Suzanni
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 2, No 2 (2014): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.131 KB) | DOI: 10.32672/jss.v2i2.95

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini 2,5 miliar orang atau dua perlima dari populasi dunia menghadapi risiko DBD. Kurang pengetahuan mengenai DBD merupakan salah satu penyebab tetap tingginya kasus DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Keluarga tentang Demam Berdarah Dengue Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Bintang Aceh Besar Tahun 2014. Desain penelitian ini adalah bersifat Deskriptif, metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara tehnik Accident Sampling dengan total sampel 40 orang responden. Pengumpulan data dilakukan mulai Juli s/d September 2014, dengan menggunakan kousioner yang terdiri 20 pernyataan positif dan negative. Analisa data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan responden secara umum tentang DBD berada dalam katagori rendah. Pengetahuan responden tentang pengertian DBD berada dalam kategori tinggi sebanyak 25 (62,5%) dari total 40 responden. Pengetahuan responden tentang penyebab DBD berada dalam kategori tinggi sebanyak 25 (62,5%) dari total 40 responden. Pengetahuan responden tentang tanda dan gejala DBD berada dalam kategori rendah sebanyak 33 (82,5%) dari total 40 responden. Pengetahuan responden tentang pencegahan DBD berada dalam kategori rendah sebanyak 21 (52,5%) dari total 40 responden. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka diharapkan kepada responden dapat menggali informasi lebih mendalam tentang pengetahuan kesehatan khususnya DBD melalui penyuluhan-penyuluhan kesahatan, buku-buku, dan media lainnya, dan bagi puskesmas agar dapat lebih meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan dan pengetahuan keluarga tentang penyakit DBD dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan khususnya di daerah yang tinggi kasus DBD Kata Kunci : Pengetahuan, Keluarga, Demam Berdarah Dengue (DBD)
PEMATANGAN GONAD CALON INDUK IKAN SEPAT MUTIARA (Trichogaster leeri Blkr) DALAM KERAMBA DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA Sukendi, Sukendi; Putra, Ridwan Manda; Asiah, Nur
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.18.1.71-82

Abstract

This study aims to determine the best stocking solid in the gonad maturation of Tricho-gaster leeri Blkr in cages placed in ponds. Cage size used is 1 x 1 x 1 m were placed in thepond Fisheries and Marine Science Faculty, Riau University with a solid stocking respectivelyP1 = 30 fishes/cage, P2 = 40 fishes/cage and P3 = 50 fishes /cage. The fish were reared for 6(six) weeks, during maturation of fish feed shrimp pellets + vitamin E. Maturation observa-tions conducted each week by taking 20% of the samples. Parameters measured were maturitylevel, gonado somatic index (GSI), fecundity, egg diameter, semen volume, and mortality.The results showed that the best treatment was P1 = 30 fishes/cage produce attainment gonadmaturation (TKG IV) was 2 fishes, gonado somatic index (GSI) was 8.36 %, fecundity was1004 eggs, egg diameters was 0.66 mm, semen volume was 0.0173 ml and mortality was 2fishes.]
PARADIGMA KONTEMPORER SISTEM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEGURUAN MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI) ASIAH, NUR
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3, No 2 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih kuatnya paradigma pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning) menyebabkan pembelajaran menjadi tidak menarik, monoton, dan tidak memberikan tantangan bagi peserta didik sebagai calon guru. Pembelajaran konstruksionisme memberikan pencerahan bahwa satu-satunya alat atau sarana yang tersedia bagi seseorang untuk mengetahui sesuatu adalah indranya. Seseorang berinteraksi dengan objek dan lingkungan dengan melihat, mendengar, menjamah, mencium, dan merasakannya. Dari sentuhan indrawi itu seseorang membangun gambaran dunianya. Pembelajaran akan berhasil jika peserta didik terlibat langsung dalam mengolah, mencerna, memahami, mengalami, merasakan, dan mempraktikkan. Pembelajaran yang demikian adalah pembelajaran  yang berfokus pada perlibatan peserta didik secara total, baik fisik maupun mental. Diakui atau tidak, ternyata tidak semua perguruan tinggi pencetak calon guru telah menerapkan pembelajaran aktif dalam setiap proses perkuliahan. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pemecahan secara cepat dan tepat. Oleh karena itu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan calon-calon guru seharusnya mempersiapkan mahasiswanya agar memiliki keterampilan menerapkan pembelajaran aktif selama masa perkuliahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa calon guru dalam menerapkan pembelajaran aktif adalah dengan menerapkan strategi MEI yang meliputi: 1) modelling, menjadikan dosen sebagai model dalam menerapkan pembelajaran aktif dalam perkuliahan; 2) engaging, melibatkan mahasiswa secara nyata dalam pembelajaran aktif di setiap perkuliahan, rencana, proses, dan evaluasi perkuliahan oleh dosen harus mencerminkan terlaksananya pembelajaran aktif; 3) integrating, mengintegrasikan pembelajaran aktif dalam semua mata kuliah kependidikan baik secara teoritis maupun praktis, seperti pada mata kuliah strategi belajar mengajar, desain/perencanaan pembelajaran, pengembangan media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan mata kuliah yang menjadi ciri khas program studi Pendidikan Kerguruan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
PARADIGMA KONTEMPORER SISTEM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEGURUAN MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI) Asiah, Nur
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3, No 2 (2016): TERAMPIL
Publisher : Institut Agama Islam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih kuatnya paradigma pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning) menyebabkan pembelajaran menjadi tidak menarik, monoton, dan tidak memberikan tantangan bagi peserta didik sebagai calon guru. Pembelajaran konstruksionisme memberikan pencerahan bahwa satu-satunya alat atau sarana yang tersedia bagi seseorang untuk mengetahui sesuatu adalah indranya. Seseorang berinteraksi dengan objek dan lingkungan dengan melihat, mendengar, menjamah, mencium, dan merasakannya. Dari sentuhan indrawi itu seseorang membangun gambaran dunianya. Pembelajaran akan berhasil jika peserta didik terlibat langsung dalam mengolah, mencerna, memahami, mengalami, merasakan, dan mempraktikkan. Pembelajaran yang demikian adalah pembelajaran  yang berfokus pada perlibatan peserta didik secara total, baik fisik maupun mental. Diakui atau tidak, ternyata tidak semua perguruan tinggi pencetak calon guru telah menerapkan pembelajaran aktif dalam setiap proses perkuliahan. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pemecahan secara cepat dan tepat. Oleh karena itu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan calon-calon guru seharusnya mempersiapkan mahasiswanya agar memiliki keterampilan menerapkan pembelajaran aktif selama masa perkuliahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa calon guru dalam menerapkan pembelajaran aktif adalah dengan menerapkan strategi MEI yang meliputi: 1) modelling, menjadikan dosen sebagai model dalam menerapkan pembelajaran aktif dalam perkuliahan; 2) engaging, melibatkan mahasiswa secara nyata dalam pembelajaran aktif di setiap perkuliahan, rencana, proses, dan evaluasi perkuliahan oleh dosen harus mencerminkan terlaksananya pembelajaran aktif; 3) integrating, mengintegrasikan pembelajaran aktif dalam semua mata kuliah kependidikan baik secara teoritis maupun praktis, seperti pada mata kuliah strategi belajar mengajar, desain/perencanaan pembelajaran, pengembangan media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan mata kuliah yang menjadi ciri khas program studi Pendidikan Kerguruan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
ANALISIS KEMAMPUAN PRAKTIK STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF (ACTIVE LEARNING) MAHASISWA PGMI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN RADEN INTAN LAMPUNG Asiah, Nur
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4, No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi inti yang harus dimiliki guru. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung membekali kompetensi pedagogik pada mahasiswa melalui beberapa mata kuliah bidang kependidikan yang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, dengan beberapa mata kuliah ini diharapkan mahasiswa sudah memiliki berbagai kompetensi termasuk kemampuan dalam mempraktikkan strategi pembelajaran aktif. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh informasi bahwa tidak semua mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah mampu dan terampil dalam mempraktikkan strategi pembelajaran. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung dalam mempraktikkan strategi pembelajaran aktif?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara,dokumentasi, dan kuesioner sebagai data pendukung.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwakemampuan  praktikstrategi pembelajaran aktif  mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung kurang maksimal (kurang baik). Ini dapat ditunjukkan dengan data observasi dan wawancara. Adapun  kuesioner dipakai untuk menggali data minat dan motivasi yang menyatakan bahwa mahasiswa sangat berminat terhadap praktik strategi pembelajaran aktif. Namun kenyataan menunjukkan bahwa kemampuan praktik strategi pembelajaran aktif kurang baik dikarenakan ada faktor lain yaitu faktor pembiasaan.
HAK ASASI MANUSIA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Asiah, Nur
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.675 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.425

Abstract

Abstrak: HAM pada dasarnya adalah anugerah Allah yang terbesar kepada manusia dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai khalifatullah tanpa diskriminasi antara satu dengan yang lainnya. Hanya saja, ada sebagian kalangan yang menganggap bahwa dalam hukum Islam tidak ditemukan rumusan HAM seperti halnya konsep HAM ala Barat melainkan hanya memuat aturan kewajiban dan tugas untuk patuh kepada Allah dan hukum-Nya saja. Berdasarkan penelusuran terhadap ayat-ayat al-Qur‟an dan as-Sunnah disimpulkan bahwa Hukum Islam telah merumuskan pengaturan dan perlindungan HAM bagi manusia. Berbeda dengan HAM ala Barat yang antrophosentris, HAM dalam hukum Islam bukan saja mengakui hak antar sesama manusia (huququl „ibad) tetapi hak itu dilandasi kewajiban asasi manusia untuk mengabdi kepada Allah swt (huququllah). Hukum Islam menetapkan prinsip utama dalam perlindungan HAM yang signifikan dengan tujuan hukum Islam yaitu prinsip perlindungan terhadap agama (hifdz al-din), jiwa (hifdz al-nafs), akal (hifdz al-„aql), keturunan (hifdz al-nasl) dan harta (hifdz al-mal).
ISTISHLAH DAN APLIKASINYA DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM Asiah, Nur
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 14 No 2 (2016): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.01 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v14i2.230

Abstract

In essence, all the laws that have been established by God Almighty it has benefits because all legal aspects either the command or prohibition provides benefits in human beings. However, when humans find a problem that does not have sharih argument,then benefit consideration and prevention of damages becomes urgent in law enforcement.In its application as evidence, scholars are divided into two groups: first, scholars who received istishlah as evidence under the condition that the beneficiaries is essential and it is not the alleged beneficiaries, it is general, personal, and it is not contrary to the arguments of syara’.Secondly, scholars who deny the application of istishlah as evidence in establishing Islamic law.
PARADIGMA KONTEMPORER SISTEM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEGURUAN MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI) Asiah, Nur
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3, No 2 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i2.1187

Abstract

Abstrak Masih kuatnya paradigma pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning) menyebabkan pembelajaran menjadi tidak menarik, monoton, dan tidak memberikan tantangan bagi peserta didik sebagai calon guru. Pembelajaran konstruksionisme memberikan pencerahan bahwa satu-satunya alat atau sarana yang tersedia bagi seseorang untuk mengetahui sesuatu adalah indranya. Seseorang berinteraksi dengan objek dan lingkungan dengan melihat, mendengar, menjamah, mencium, dan merasakannya. Dari sentuhan indrawi itu seseorang membangun gambaran dunianya. Pembelajaran akan berhasil jika peserta didik terlibat langsung dalam mengolah, mencerna, memahami, mengalami, merasakan, dan mempraktikkan. Pembelajaran yang demikian adalah pembelajaran  yang berfokus pada perlibatan peserta didik secara total, baik fisik maupun mental. Diakui atau tidak, ternyata tidak semua perguruan tinggi pencetak calon guru telah menerapkan pembelajaran aktif dalam setiap proses perkuliahan. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pemecahan secara cepat dan tepat. Oleh karena itu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan calon-calon guru seharusnya mempersiapkan mahasiswanya agar memiliki keterampilan menerapkan pembelajaran aktif selama masa perkuliahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa calon guru dalam menerapkan pembelajaran aktif adalah dengan menerapkan strategi MEI yang meliputi: 1) modelling, menjadikan dosen sebagai model dalam menerapkan pembelajaran aktif dalam perkuliahan; 2) engaging, melibatkan mahasiswa secara nyata dalam pembelajaran aktif di setiap perkuliahan, rencana, proses, dan evaluasi perkuliahan oleh dosen harus mencerminkan terlaksananya pembelajaran aktif; 3) integrating, mengintegrasikan pembelajaran aktif dalam semua mata kuliah kependidikan baik secara teoritis maupun praktis, seperti pada mata kuliah strategi belajar mengajar, desain/perencanaan pembelajaran, pengembangan media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan mata kuliah yang menjadi ciri khas program studi Pendidikan Kerguruan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kata kunci: Aktif, konstruksionisme, MEI, PGMI, strategi pembelajaran.
Pengaruh Penyuluhan Dalam Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Pengurus Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa UHAMKA Asiah, Nur
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Counseling Impact on Increasing Adolescent Reproductive Health Knowledge of UHAMKA Student Counseling and Knowledge Center’s MemberIntroduction. Peer educator takes an important role considering most of adolescent getting reproductivehealth information from their peers. PIK M HERO is a group organized from, by and for undergraduatestudent in UHAMKA who has assignment to give an information and counseling regarding populationand family planning. To improve managerial aspect and services of PIK M HERO, it is necessary toconduct the training for PIK M HERO member. This study aimed to determine knowledge difference ofPIK M HERO member before and after education program. Methods. This study was analytic research using one group pretest-posttest design. The study began withfilling out the questionnaire (pretest), then researchers conducted education for respondents thenrespondents filled out the same questionnaire (posttest). The research was conducted on 25 students ofPIK M UHAMKA member whereas total sampling method has been used. Bivariate analysis wasconducted to determine the effect of health education on the level of respondent knowledge aboutreproductive health. Data were tested using paired t test and Wilcoxon test. Results. The average score knowledge of respondent before being given education is 66.4 which wascategorically 64% on the low score and 36% on the high score categoric. After given education, averagescore becomed 82,56 whereas categorically 68% has a high score categoric and 32% has a low scorecategoric. Statistic test show that there was a kwowledge score difference before and after giveneducation (p value = 0.001). Thus counseling was effective in gaining respondent knowledge aboutreproductive health.  
PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA BOJONG, KARANG TENGAH, CIANJUR Asiah, Nur
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One effort to reduce child mortality and improve maternal health in achieving the Millennium Development Goals (MDGs) in 2015, exclusive breastfeeding needs to be improved. WHO (2009)stated that approximately 15% of the total cases of deaths in children under the age of five indeveloping countries are caused by non-exclusive breastfeeding. The study was conducted in orderto understand the importance of the mother of his baby exclusive breastfeeding. This study wasdescriptive cross-sectional design, the population is mothers who have babies 7 -12 months inKarang Tengah District Bojong village, Cianjur, West Java in 2015 as many as 235 mothers andtotal population sample of 235 people who meet the inclusion criteria, namely mother who havechildren aged 7-24 months and are willing to become respondents, settled in Bojong village ofKarang Tengah District Cianjur, and be a participant in the region tersebut research indicatesthat more respondents had low knowledge (70.6%) of Exclusive breastfeeding. Mothers age mostare in the 20-35 year group (77%), education Mother most in the low category is Not The EndElementary School, Graduate from elementary school and junior high school Graduate (79%).Mother most is Not Working (86%). Thus, efforts are needed to increase knowledge of motherson exclusive breastfeeding through education, training, focus group discussion (FGD) and others.Keywords: Knowledge mother, breastfeeding, exclusive breastfeedingABSTRAKSalah satu upaya mengurangi tingkat kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu dalam pencapaian tujuan Millenium Development Goals (MDGs) 2015, maka pemberian ASIeksklusif perlu ditingkatkan. WHO (2009) menyatakan sekitar 15% dari total kasus kematiananak di bawah usia lima tahun di negara berkembang disebabkan oleh pemberian ASI tidakeksklusif. Penelitian dilakukan agar ibu paham akan pentingnya ASI Ekslusif terhadap bayinya.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan disain crosssectional, populasi adalah ibu-ibu yangmemiliki bayi 7 –12 bulan di Desa Bojong Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, JawaBarat 2015 sebanyak 235 ibu dan sampel penelitianadalah total populasi berjumlah 235 orangyang memenuhi criteria inklusi yaitu ibu yang memiliki balita yang berusia 7-24 bulan danbersedia jadi responden, menetap di Desa Bojong Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur,dan menjadi peserta posyandu di wilayah tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebihbanyak responden memiliki pengetahuan yang rendah (70,6%) tentang pemberian ASI Eksklusif.umur Ibu yang paling banyak berada di kelompok 20--35 Tahun (77 %), pendidikan Ibu palingbanyak dalam kategori rendah yaitu Tidak Tamat SD, Tamat SD, dan Tamat SMP (79%). Ibupaling banyak adalah Tidak Bekerja (86%).Dengan demikian perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan ibu mengenai pemberian ASI eksklusif melalui penyuluhan, pelatihan, focus group discussion (FGD) dan lain-lain.Kata kunci: Pengetahuan ibu, ASI Ekslusif, Pemberian ASI eksklusif