Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The “Pamali” of Wakatobi Bajo and Its Role for Marine Conservation Baskara, Benny; Astuti, Oce
Journal of Indonesian Coral Reefs Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Journal of Indonesian Coral Reefs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Bajo people are known as the sea people, because they live and depend on the sea for their livelihood. As in any other cultures, the Bajo people also have their own ethical system, which prevails as a ruling guide for their life. The ethical system of the Bajo people is called “Pamali”. This Pamali system is a kind of taboo system, which contains forbidden things that should not to be done. The example of things in Pamali concerned with the sea include: the disposal of waste in the sea, such as lemon peels, sFiges, and any other unused things, including spitting to the sea. Another example is that it is forbidden to catch small fishes and consume them before they reach harvestable size. Because the Bajo people are the sea people, they should keep and maintain the sea as their life environment. The Pamali system is the way for the Bajo people to keep and maintain the sustainability of their life in the sea. The overall program and policy on natural conservation in a wider scope in Indonesia should consider the local genius of the indigenous people, such as local values, wisdoms, and customs, which also play a significant role in maintaining the sustainability of their natural environment, in this case is the Pamali system of the Bajo people.
PKM Diversifikasi Olahan Rumput Laut untuk Mendukung Peningkatan Kesehatan dan Pendapatan Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Kendari Propinsi Sulawesi Tenggara Asnani, Asnani; Wahyuni, Sri; Astuti, Oce; Sarinah, Sarinah; Riani, Irdam; Effendi, Wa Ode Nilda A.; Jali, Wa
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 3, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v3i1.58

Abstract

Rumput laut khususnya jenis Kappaphycus alvarezii banyak dibudidayakan di Sulawesi Tenggara dan telah diteliti akan potensi bioaktifnya serta telah digunakan sebagai bahan utama maupun bahan tambahan dalam pengolahan pangan.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan akan manfaat rumput laut, memberi pengetahuan kewirausahaan dalam bidang pemasaran serta memberi ketrampilan baru dalam pembuatan produk pangan berbasis rumput laut. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok Majelis Taklim Almunajad Kelurahan Anggoeya Kota Kendari, dengan permasalahan belum pernah mendapatkan penyuluhan/ pelatihan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pengolahan pangan dan tehnik pemasaran. Oleh karena itu dilakukan kegiatan penyuluhan tentang manfaat rumput laut sebagai makanan dan tehnik pemasaran online serta pelatihan pembuatan makanan menggunakan rumput laut. Dari kegiatan PKM ini: (1) ada pengetahuan baru yang diperoleh dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat rumput laut terhadap kesehatan bila digunakan dalam makanan; (2) bertambahnya pengetahuan dan bertumbuhnya minat untuk menggunakan pemasaran menggunakan media online; (3) Meningkatnya ketrampilan peserta dalam membuat cendol, dodol, brownies, kerupuk serta bakso, khususnya dengan menggunakan bahan utama/bahan tambahan dari rumput laut. Kegiatan PKM ini telah meningkatkan pengetahuan akan manfaat rumput laut dan dan tehnik pemasaran onlie,  serta ketrampilan peserta dalam mengolah makanan dari rumput laut.
PENTINGNYA IMPLEMENTASI TEKNOLOGI WakatobiAIS DALAM PEMANFAATAN PERAIRAN LAUT DI WAKATOBI Asuhadi, Sunarwan; Amir, Andi Besse; Rahman, Arief; Astuti, Oce
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 5, No 4 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.839 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v5i4.15699

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui permasalahan kemaritiman di Wakatobi, khususnya dalam pemanfaatan transportasi laut. Pengambilan data dilakukan dengan interview, dan studi pustaka. Kajian dilakukan dengan cara mengurai resiko kegiatan nelayan dan pelayaran, serta kesiapan teknologi untuk mengurangi tingkat resiko tersebut, termasuk dukungan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% responden pernah mengalami mati mesin dan hanyut, 13,3% pernah mengalami tenggelam, dan 3,33% pernah mengalami tubrukan. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi yang bisa memantau pergerakan kapal, dalam hal ini AIS yang berukuran kecil, sebagaimana teknologi yang dihasilkan oleh LPTK BRSDM KP, yang dikenal dengan Wahana Keselamatan dan Pemantauan Objek Berbasis Informasi AIS (Automatic Identification System) disingkat WakatobiAIS. Kebutuhan WakatobiAIS di Kabupaten Wakatobi sebanyak 100 unit dimungkinkan disiapkan sendiri oleh pemilik kapal, sisanya sebanyak 1.816 unit dapat didukung oleh Pemerintah maupun Pemerintah Daerah, khususnya kepada nelayan bodi batang dan nelayan katinting.Kata kunci : Kecelakaan Laut, Keselamatan Laut, WakatobiAIS
Sosialisasi Rumput Laut (Eucheuma Cotonii) Hasil Kultur Jaringan di Desa Puulemo Kecamatan Poleang Timur Kabubaten Bombana Astuti, Oce; Sara, La; Mansur, Akhmad; Ira, Ira
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.953

Abstract

Sosialisasi rumput laut (Eucheuma cottonii) hasil kultur jaringan ini merupakan salah satu kegiatan pengandian kepada masyarakat yang disatukan dengan KKN UHO, yang bertujuan untuk memberikan pembelajaran kultur jaringan rumput laut kepada mahasiswa sekaligus memberikan keterampilan kepada masyarakat pembudidaya terkait cara mengikat dan penempatan rumput laut yang tepat di perairan. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu penyuluhan kepada masyarakat. Tahapan kegiatan yang dilakukan yaitu pembelajaran dan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh mahasiswa sebelum terlibat langsung ke masyarakat. Kegiatan sosialisasi dilakukan oleh mahasiswa dan dosen kepada masyarakat khususnya pembudidaya rumput laut dan anak-anak SMPN 05 poleang timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi terutama anak-anak dan ibu-ibu rumah tangga yakni dengan terlibat secara langsung dalam kegiatan pelatihan dan sosialisasi.
Pengaruh Pemberian PakanKerang Darah (Anadara granosa), Kerang Pokea (Batissa violacea celebensis), dan Kerang Kalandue (Polimesoda sp.) Tehadap Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Sudarmono, .; Muskita, Wellem; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.288 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i2.5009

Abstract

Rajungan merupakan spesies yang bernilai ekonomis tinggi, olehnya sudah mulai diupayakan pembudidayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pakan yang baik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan. Penelitian ini dilakukan dengan mengujikan tiga jenis pakan dengan lama pemeliharaan selama 40 hari yaitu pada bulan Agustus – September 2017. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 20x20x25 cm. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, panjang karapak, dan lebar karapaks. Perlakuan pakan yang diujikan adalah: A (kerang darah), B (kerang pokea), dan  C (kerang kalandue). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Pertumbuhan mutlak bobot pada penelitian ini berkisar (15,975-23,55 g). Pertumbuhan lebar karapaks berkisar antara (0,375-0,575 cm). Panjang karapaks berkisar antara (0,6 -1,25 cm). Laju pertumbuhan spesifik berkisar antara (1,89%-3,13%). Pengamatan kualitas air selama penelitian menunjukkan nilai kisaran yang mendukung kelangsungan hidup rajungan, dimana suhu berada pada kisaran 28-300C, nilai pH 7-8, dan salinitas pada kisaran 29-31 ppt. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketiga jenis pakan yang diujikan dapat meningkatkan pertumbuhan rajungan. Kata Kunci: Pakan, Pertumbuhan, Rajungan (Portunus pelagicus)
Pengaruh Pemberian Keong Bakau (Telescopium telescopium) dan cumi-cumi (loligo sp.) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (Portunus pelagicus) Qamariah, Nurul; Muskita, Wellem H.; Astuti, Oce; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.587 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i2.4278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian keong bakau (Telescopium telescopium) dan cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan  (P. pelagicus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) berdasarkan ukuran yaitu ukuran I (10,46-13,08 g)  dan ukuran II (23,70-31,60 g). Setiap ukuran diulang tiga kali dan masing-masing diberi pakan A (keong bakau) dan pakan B (cumi-cumi). Dosis pemberian pakan sebanyak 5% dari bobot tubuh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting yang diberi pakan A menghasilkan pertumbuhan mutlak yang lebih tinggi baik pada kelompok ukuran I (33,05±15,12 g) maupun ukuran II (2,11±10,55) dibandingkan pemberian pakan B pada ukuran I (18,11±1,63 g) dan II (16,22±13,62). Pertumbuhan panjang karapaks pada pakan A lebih tinggi baik pada perlakuan ukuran I (1,66±0,18) maupun ukuran II (1,38±0,41) dibandingkan panjang karapaks kepiting yang diberi pakan B baik ukuran I (1,24±0,19) maupun ukuran II (1,24±0,41). Lebar karapaks pada perlakuan A lebih tinggi pada ukuran I  (2,46±1,03) dan ukuran II (2,02±0,50) dibandingkan dengan pemberian pakan B pada kelompok ukuran I (1,05±0,12) dan ukuran II (1,27±0,92). Laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada pemberian pakan A baik ukuran I (2,99±0,98%) maupun ukuran II (1,65±0,34%). Laju pertumbuhan spesifik pada pakan B hanya sebesar (1,73±0,06%) dan (0,97±0,81%) masing-masing pada ukuran I dan II.  Konsumsi pakan pada perlakuan pakan A ukuran I (2,65±1,311%) dan ukuran II (4,84±0,980%) lebih tinggi dibandingkan pada perlakuan pakan B ukuran I (2,38±1,005%) dan ukuran II (4,04±1,636%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian pakan keong bakau lebih baik dibandingkan cumi-cumi terhadap pertumbuhan optimal dan kelangsungan hidup rajungan. Kata Kunci : Keong Bakau, Cumi-cumi, pertumbuhan dan kelangsungan hidup, Rajungan, Portunus pelagicus
Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Maggot Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Febrianti, Erica; Muskita, Wellem H.; Astuti, Oce; Kurnia, Agus; Hamzah, Muhaimin; ., Yusnaini
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.068 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan dan tepung maggot dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname L. vannamei. Tiga jenis pakan perlakuan dibuat dengan kandungan persentasi tepung ikan tongkol dan  tepung  maggot 25% TI Tongkol + 5% TM (pakan A),  20% TI Tongkol + 10% TM (pakan B) dan  15% TI Tongkol + 15% TM (pakan C), yang disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Frekuensi pemberian pakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari dengan dosis 5% dari bobot tubuh selama 45 hari pemeliharaan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, rasio konversi pakan, retensi protein, konsumsi pakan dan kelangsungan hidup.  Hasil dari penelitian ini adalah pertumbuhan mutlak, LPS dan efisiensi pakan udang vaname masing-masing sebesar 6,14-6,49 g, 2,47-2,66% dan 56,57-62,41%. Nilai rasio konversi pakan, retensi potein dan konversi pakan udang vaname yang diberi pakan uji berkisar antara 1,62-1,76, 41,04-69,17% dan 10,05-11,14 g, secara berturut-turut. Dan kelangsungan hidup  udang vaname selama penelitian adalah 100%. Analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian pakan uji yang berbeda menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada setiap nilai variabel pengamatan. Kata Kunci: Tepung Ikan Tongkol, Tepung Maggot, Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname
Pengaruh Salinitas Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Juvenil Rajungan (Portunus pelagicus) Jumaisa, .; Idris, Muhammad; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.218 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i2.4279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salinitas optimal untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil rajungan Portunus pelagicus.Rajungan dipelihara selama 45 hari dengan tiga salinitas berbeda, salinitas 20±1 ppt (perlakuan A), salinitas 26±1 ppt (perlakuan B), dan salinitas 32±1ppt (perlakuan C). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pertumbuhan mutlak bobot rajungan yang dipelihara pada salinitas 26±1 ppt(16,93±3,55 g), diikuti oleh rajungan yang dipelihara pada salinitas 32±1 ppt (10,46±2,77g), dan salinitas 20±1 ppt (8,66±2,96 g).Rata-rata lebar karapas rajungan yang dipelihara pada salinitas 26±1 ppt (4,97±0,85 cm), diikuti oleh rajungan yang dipelihara pada salinitas 32±1 ppt (3,81±0,97 cm), dan salinitas 20±1 ppt (3,58±0,86 cm). Juga, hasil pengukuran rata-rata panjang rajungan yang dipelihara pada salinitas 26±1 ppt (2,09±0,88 cm), diikuti oleh rajungan yang dipelihara pada salinitas 32±1 ppt C (1,25±0,37 cm), dan salinitas 20±1 ppt (1,14±0,19 cm). Ketiga perlakuan tersebut memberikan tingkat kelangsungan hidup (TKH)100%.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwasalinitas optimal untuk budidaya juvenil rajungan adalah 26 ppt. Kata Kunci: Salinitas, Pertumbuhan mutlak, Kelangsungan hidup, Juvenil rajungan
Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Keong Bakau Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Rahman, Rahman; Kurnia, Agus; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i1.15165

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi Tepung ikan (TI) dengan Tepung Keong Bakau (TKB)  dalam pakan terhadap pertumbuhankepiting rajungan yang dipelihara di karamba jaring apung (KJA).  Penelitian ini dilaksanakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Sebanyak 24 ekor kepiting rajungan (rata-rata berat awal 30-50 g) disebar ke dalam 12 kotak jaring apung (2 ekor/wadah). Tiga jenis pakan dibuat berdasarkan persentase substitusi TI dengan TKB dalam pakan yang terdiri dari: 100% TI  + 0% TKB (pakan A), 75% TI  + 25% TKB (pakan B), 50% TI+ 50% TKB (pakan C) dan 25% TI+ 75% TKB (pakan D). Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan uji tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap PM, LPS dan TKH rajungan. PM rajungan berkisar antara28,42  ± 13,01 g-40,83 ± 13,02 g. Sedangkan LPS rajungan berkisar antara1,80± 0,03-2,87± 0,16 %/hari. TKHkepiting rajungan pada semua perlakuan adalah 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi tepung ikan dengan tepung keong bakau sampai 75% dapat digunakan dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan rajungan yang dipelihara dalam karamba jaring apung.Kata Kunci: Kepiting Rajungan, Tepung Keong Bakau, Tepung Ikan, Pertumbuhan.
Studi Perbandingan Pertumbuhan Ikan Gabus (Channa striata) yang Diberi Pakan Pellet Dan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Muliati, Waode; Kurnia, Agus; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.623 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i1.4381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan ikan gabus yang diberi pakan pellet dan keong mas. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan September – Oktober 2017. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Ran-cangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan Pakan Uji A (Keong mas) dan Perlakuan B (Pakan komersil) dengan pemberian 10% dari bobot tubuh ikan gabus. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan (P<0.5), namun memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup dan laju pertmbuhan spesifik (P>0,05). Pertumbuhan mutlak berkisar 19,55g-11,81 g, laju pertumbuhan spesifik hari ke-15 berkisar 1,71-1,25%, laju pertumbuhan spesifik hari ke-30 berkisar 2,89-1,81%, selanjutnya laju pertumbuhan spesifik hari ke-45 berkisar 3,15-1,97%, tingkat kelangsungan hidup berkisar 60-53,33%, rasio konversi pakan berkisar 1,0-0,99 dan efisiensi pakan berkisar 101,8-96,1%. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan berupa keong mas lebih lebih baik dibandingkan  pakan komersil bagi per-tumbuhan ikan gabus.Kata Kunci: Pertumbuhan, Ikan Gabus Channa striata, Keong Mas Pomacea canaliculata, pellet.