Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dukungan Sosiolinguistik Terhadap Penerjemahan Astuti, Purwani Indri
WIDYATAMA Vol 19, No 1 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan Sosiolinguistik Terhadap Penerjemahan Purwani Indri AstutiProgram Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Jl. Letjend Sujono Humardani No. 1 Jombor Sukoharjo, kode pos 57512. Telpon: +62-0271-593156, fax: +62-0271-591065 Abstrak  Kebutuhan manusia untuk saling berinteraksi sesamanya merupakan kebutuhan hakiki yang harus selalu dipenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan bahasa sebagai alat komunikasi manusia yang paling sempurna. Bahasa selalu digunakan dan dikaitkan dengan masyarakat penuturnya, untuk itulah sosiolinguistik lahir dengan memberikan banyak kontribusi di dalamnya. Salah satu dukungan yang nyata adalah dalam bidang penerjemahan. Penerjemahan sebagai kegiatan yang menjembatani 2 (dua) masyarakat yang berbeda sistem bahasanya diharapkan mampu mengalihkan pesan secara tepat. Pengalihan pesan ini tentu saja tidak lepas dari unsur‑unsur yang ada dalam masyarakat penutur maupun petutur. Kata-kata Kunci : Sosiolinguistik, Penerjemahan, Penutur, Petutur
Pengembangan Model Media Iklan Potensial Yang Tepat Sasaran Produk Unggulan UKM Suryono, Joko .; Astuti, Purwani Indri
WIDYATAMA Vol 21, No 2 (2012): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Model Media Iklan PotensialYang Tepat Sasaran Produk Unggulan UKM Joko Suryono1Purwani Indri Astuti2 1Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP.2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIPUniversitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Jl.  Letjen Sujono Humardani No. 1, Sukoharjo 57521. Tel. +62-0271-593156, fax. +62-0271-591065  Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menemukan sasaran pasar dan media  iklan produk unggulan Usaha Kecil Menengah  Kabupaten Sukoharjo  . Hal ini dimaksudkan agar penentuan sasaran pasar dan media  iklan produk unggulan dapat menjangkau sasaran pasar secara tepat. Target khusus penelitian ini  adalah ; a)   Deskripsi  segmentasi pasar    produk unggulan UKM Kabupaten  Sukoharjo,b) Deskripsi media iklan produk unggulan UKM Kabupaten Sukoharjo Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui antara lain : a) Studi pustaka dan pelacakan hasil penelitian relevan b) Proses wawancara  c) d) Focus Group Discussion. Berdasarkan pada pembahasan terhadap  temuan-temuan diperoleh bahwa untuk menentukan sasaran pasar harus melalui tahap-tahap pemahaman   rancangan terdiri dari Market study,  Consumer Behaviour, Segmenting, Targeting. Untuk menentukan media iklan harus melalui tahap-tahapmengetahui dan mempelajari produk, analisa kompetitor dan pasar, Analisa target audience, baru menetapkan tujuan media, analisa media, pemilihan media secara detail. Perkembangan penggunaan media baru internet seperti face book, twiter, blogspot, web, handphone banyak belum dipahami penggunaannya Kata Kunci: Sasaran Pasar, Media Iklan, Social Media Marketing  
Analisis Terjemahan Idiom Dalam Buku The Secret Karya Rhonda Byrne Astuti, Purwani Indri
WIDYATAMA Vol 22, No 1 (2013): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan bentuk idiom bahasa Inggris yang terdapat dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, 2) mendeskripsikan bentuk terjemahan idiom bahasa Inggris buku The Secret (sebagai B.Su) karya Rhonda Byrne ke dalam buku terjemahannya berbahasa Indonesia yang berjudul Mukjizat Berpikir Positif (sebagai B.Sa) oleh Susi Purwoko. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa idiom-idiom berbahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Data dikaji dengan menggunakan metode analisis isi, serta pengambilan data dilakukan dengan cara questioner, interview yang mendalam kepada narasumber. Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap seluruh data (sejumlah 106 data), dapat disimpulkan bahwa bentuk idiom bahasa Inggris yang terdapat dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne merupakan idiom pendek dan idiom panjang. Idiom pendek tersusun dari kombinasi unsur V dan Prep, V dan V, V dan N, V dan Adj, serta Adj dan N, sementara idiom panjang berupa kalimat. Selain itu, bentuk terjemahan idiom dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia mengalami perubahan bentuk 1) dari idiom (frasa) menjadi kata, 2) dari idiom (frasa) tetap menjadi frasa, 3) dari idiom (frasa) menjadi kalimat. Keywords: idiom, B.Su, B.Sa
Implikatur Percakapan Ditinjau dari Perspektif GRICE Astuti, Purwani Indri
WIDYATAMA Vol 19, No 2 (2010)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implikatur Percakapan Ditinjau dari Perspektif GRICE Purwani Indri Astuti Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Jl. Let.Jend S. Humardani No. 1 Jombor, Sukoharjo 57512, Telp. (0271) 593156, Fax. (0271) 591065 AbstrakDalam melakukan proses komunikasi, orang-orang yang terlibat di dalam proses komunikasi tersebut diharapkan dapat mematuhi prinsip kerjasama yang dicetuskan oleh GRICE, untuk bisa menghasilkan komunikasi yang efektif dan efisien. Prinsip Kerjasama tersebut terdiri dari 4 bidal, yaitu bidal kuantitas, kualitas, relevan dan tingkah laku. Pada kenyataannya dalam percakapan sehari-hari banyak dijumpai pelanggaran   terhadap   keempat bidal   tersebut, yang mengakibatkan adanya interpretasi yang berbeda-beda dari para petutur. Suatu keadaan dimana penutur ingin menyampaikan suatu makna yang lebih daripada kata yang diujarkan, disebut dengan implikatur. Dalam percakapan, implikatur ini terbagi menjadi beberapa jenis tergantung dari latar belakang konteks yang menyertai percakapan tersebut. Kata-kata kunci: Bidal kuantitas, Kualitas, Relevan, Tingkah laku
PENGAJARAN PENERJEMAHAN DI BIDANG BUDAYA Astuti, Purwani Indri
PROCEEDING Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : PROCEEDING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGAJARAN PENERJEMAHAN DI BIDANG BUDAYA Purwani Indri Astuti  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP, Universitas Veteran Bangun Nusantara SukoharjoE-mail: fawzie17@gmail.com  Abstrak Bidang penerjemahan muncul sebagai akibat dari kendala komunikasi yang disebabkan karena beda bahasa. Berbicara tentang bahasa berarti juga menyinggung tentang budaya, karena bahasa merupakan bagian dari budaya. Oleh karena itu, penerjemahan juga bisa dianggap sebagai komunikasi lintas budaya. Pengajaran penerjemahan di bidang budaya perlu mendapat perhatian yang serius mengingat kebudayaan tidak selalu bisa diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran dengan baik. Ada beberapa konsep dan teori penerjemahan yang harus diajarkan kepada mahasiswa, diantaranya tentang proses penerjemahan dan strategi penerjemahan, sehingga mahasiswa mendapatkan bekal yang memadai untuk dapat mengatasi permasalahan yang timbul ketika terjun di bidang penerjemahan yang sesungguhnya. Menyangkut strategi penerjemahan budaya yang sulit untuk dicari padanannya dalam bahasa sasaran, ada beberapa cara yang dapat dilakukan penerjemah untuk mengantisipasinya, diantaranya dengan cara paraphrase. Selain itu, ada juga beberapa metode pengajaran terkait dengan pengajaran penerjemahan di bidang budaya yang harus dilakukan oleh dosen. Pengajaran penerjemahan harus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk banyak berlatih secara terpimpin dengan dosen.  Kata kunci: pengajaran, penerjemahan, budaya
Analisis Implikatur dalam Wacana Meme Politik pada Akun Instagram Purwani Indri Astuti; Sihindun Arumi; Veronika Unun Pratiwi; Joko Suryono
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.823 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v13i2.2084

Abstract

Language for politics is different to other language style for the characteristic of politics that tends to be serious. However, this serious message can be delivered more relax with cartoon or can be called, now, as meme. This research belongs to qualitative research, the data of the research is political meme in instagram account. The data were collected by using documentation and simak catat method. Validity of data was found by using triangulation theories and all the data were analyzed by using Interactive Models by Miles and Huberman. From the research results of the political meme on the Instagram account comikita. ig and polyclitik can be concluded as follows: 1) The forms of speech in political memes are news, questions, commands and excitement 2) The implications of the implications contained in political memes in the form of political talks that lead to the development of conflicts in the form of political orders, political feelings in the form of threats from political figures, journalist independence, political promises, innuendos, political orders, political anger, political outcry, political regret. These political messages lead to political emotions that worsen political conflict. k Bahasa politik berbeda dengan ragam bahasa lainnya karena sifat atau muatan politik yang cenderung serius. Namun demikian, pesan yang serius ini bisa disampaikan dengan gaya yang lebih ringan melalui gambar kartun atau yang sekarang ini terkenal dengan sebutan meme. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian deskripstif kualitatif. Data dalam penetlitian ini adalah meme politik yang terdapat pada akun instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi dan metode simak catat. Data dalam akun instragram di screenshot kemudian disimak dengan teliti semua ujaran yang ada dalam akun tersebut untuk kemudian dicatat dalam kartu data. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi teori dan teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian meme politik akun instagram komikkita.ig dan poliklitik dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Bentuk tuturan meme politik tersebut adalah berita, tanya, perintah dan seru. 2. Makna implikatur yang terdapat dalam meme politik berupa pembicaraan politik yang mengarah kepada pengembangan konflik berupa perintah politik, perasaan politik yang berupa ancaman dari tokoh politik, independensi jurnalis, janji-janji politik, sindiran-sindiran, perintah politik, kemarahan politik, teriakan politik, penyesalan politik. Pesan-pesan politik tersebut mengarah pada emosi politik yang memperkeruh konflik politik.
Kolokasi di Bidang Penerjemahan Purwani Indri Astuti
Magister Scientiae No 36 (2014)
Publisher : Widya Mandala Surabaya Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.909 KB) | DOI: 10.33508/mgs.v0i36.622

Abstract

Di bidang penerjemahan, kolokasi merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh penerjemah karena ketepatan dalam menerjemahkan kolokasi akan mempengaruhi kualitas terjemahan yang dihasilkan. Kualitas terjemahan itu sendiri dipengaruhi oleh 3 aspek, yaitu: ketepatan, keberterimaan dan keterbacaan. Keberhasilan penerjemah dalam menerjemahkan kolokasi tersebut sangat mempengaruhi tingkat keterbacaan yang dihasilkan. Salah satu jenis kolokasi yang banyak mendapat perhatian uintuk ketelitian dalam terjemahan adalah jenis kolokasi verb + object. Terdapat dua faktor penyebab suatu kata memiliki jangkauan kolokasi terbatas, yaitu tingkat ketidaklaziman dan pengertian suatu kata. Karena kekhususan kolokasi ini, maka masalah dan kesulitan dalam penerjemahan kolokasi disebabkan karena beberapa hal: 1) pengaruh pola teks sumber yang ‘kuat’, 2) salah menginterpretasikan makna kolokasi B.Su, 3) pertentangan antara keakuratan dan kealamiahan, 4) kolokasi khusus berdasarkan budaya, 5) kolokasi tidak lazim pada bahasa sumber
AN ANALYSIS OF QUALITY MAXIM IN THE PROCESS OF THESIS GUIDANCE FOR ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT STUDENTS OF UNIVET BANTARA SUKOHARJO Purwani Indri Astuti; Giyatmi Giyatmi; Sihindun Arumi; Veronika Unun Pratiwi
International Journal of English Linguistics, Literature, and Education (IJELLE) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijelle.v1i1.352

Abstract

The objectives of this research were 1) to classify types of quality maxim, 2) to describe the types of quality maxim violation in the dialogue between students and lecturers in the process of thesis guidance.This research belongs to qualitative research. The data were all dialogues between lecturers and students having quality maxim (either violating or obeying), while the data source was the lecturers and students in the process of thesis guidance itself. This research used two kinds of data collection method, they were documentation and content analysis. The instruments were tape recorder and data cards, while the methods of data analysis were reduction, display and verification.After having analysis, it could be seen that the results of this research were type of qualitymaxim: obeying maxim and violating maxim. The violations were in the field of content(material), methodology and writing system.
MEANING ON TRANSLATION OF INDONESIAN-ENGLISH ADS TEXT Purwani Indri Astuti
Indonesian EFL Journal Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v3i1.658

Abstract

This research was actually about the meaning of translation in Indonesian-English ads text, the booklet of PUD in Sukoharjo regency. Translating ads text is not simple because ads text has certain structure to be fulfilled. Then, to translate some cultural terms in ads text, it needs some considerations to keep the quality of the translation itself. One of the considerations is about the concept of readibility that consists of length of sentence average,  new words, and grammatical complexity. The research belonged to qualitative research and  the data were all the phrases and the sentences in the booklet of PUD Sukoharjo regency. The methods of data collecting were questionaire, in-depth interview, and content analysis with the instrumens of questions, interview guides, and data card. The data were then analyzed by using Miles and Huberman interactive model while the data validity was data triangulation. The result of the research showed that the readibility of Indonesian-English ads text was rather low for the score of the readibilty rating instrument was 2.2 from the total score of 3.Keywords: translation, ads text, readibility
PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KOMPETITIF KLASTER (PMK-K) Veronica Unun Pratiwi; Purwani Indri Astuti; Sari Handayani; Nurnaningsih Nurnaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 1, No 02 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v1i02.69

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata di wilayah karesidenan Surakarta paVeroda umumnya dan Kampung Batik Laweyan pada khususnya. Lebih diutamakan untuk melayani kunjungan wisatawan yang berasal dari negara-negara yang masyarakatnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional karena wisatawan asing lebih konsumtif daripada wisatawan domestik. Berdasarkan penjelasan tersebut maka diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang handal dalam hal penguasaan bahasa Inggris. Sumber daya manusia yang dimaksud seperti pramuwisata atau yang lebih dikenal dengan sebutan guide dan tukang becak yang sering mangkal disekitar tempat wisata yang bersangkutan. Dalam hal ini wisatawan yang sangat menyukai wisata batik. Berdasarkan kenyataan diatas, para tukang becak yang mampu berbahasa Inggris baik dari segi kualitas maupun kuantitas sangat diperlukan, terutama di kota solo dimana becak masih mudah dijumpai. Fenomena ini menunjukkan bahwa para tukang becak yang mampu berbahasa Inggris sangat dibutuhkan di kota Solo. Sehubungan dengan permasalahan di atas team pengabdian melakukan pelatihan serta pendampingan bagi para tukang becak di Kawasan wisata kampung batik Laweyan. Faktor penghambat dari kegiatan ini relatif kecil, dari 25 tukang becak hanya 2 atau 3 orang tukang becak yang tidak berpendidikan yang kesulitan mempelajari bahasa Inggris karena mereka tidak bisa membaca. Hasil dari pretest menunjukkan pemahaman mereka akan ketrampilan berbahasa Inggris meningkat, terutama antusias pembelajaran mereka. Setelah diadakan postest dan evaluasi, dapat dilihat bahwa hasil pelatihan serta pendampingan bisa dikatakan berhasil meski mitra hanya mampu mempelajari ungkapan-ungkapan yang sederhana. Selain itu team pengabdian juga membuat modul semacam buku saku ketrampilan berbahasa Inggris serta buku saku tentang tempat wisata berbahasa Inggris di karesidenan Surakarta. Kata Kunci : Bahasa Inggris, wisata batik, tukang becak This service activity aims to support the tourism sector in the Surakarta residency area in general and Batik Laweyan Village in particular. It is preferred to serve tourists coming from countries whose people use English as a national language because foreign tourists are more consumptive than domestic tourists. Based on this explanation, it is necessary to have reliable human resources in terms of mastering English. Human resources are referred to as guides or better known as guides and pedicab drivers who often hang around the tourist attractions in question. In this case tourists are very fond of batik tourism. Based on the above facts, pedicab drivers who are able to speak English both in terms of quality and quantity are indispensable, especially in solo cities where pedicabs are still easy to find. This phenomenon shows that pedicab drivers who can speak English are needed in the city of Solo. In connection with the problems above the service team conducted training and assistance for pedicab drivers in the tourist area of the village of Laweyan batik. The inhibiting factor of this activity was relatively small, out of 25 pedicab drivers, only 2 or 3 pedicab drivers were uneducated who had difficulty learning English because they could not read. The results of the pretest showed their understanding of English language skills increased, especially the enthusiasm of their learning. After the posttest and evaluation, it can be seen that the results of training and mentoring can be said to be successful even though partners are only able to learn simple expressions. In addition, the dedication team also made a module such as a pocket book in English skills and a pocket book about English-speaking tourist spots in the Surakarta residency. Keywords: English, batik tourism, pedicab drivers