Warsito Atmodjo
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Dipenogoro

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Padatan Tersuspensi yang Dipengaruh oleh Proses Pasang Surut di Perairan Kaliboyo, Kabupaten Pekalongan Shabari, Anugrah Riskel; Satriadi, Alfi Satriadi; Atmodjo, Warsito
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v8i4.24775

Abstract

ABSTRAK: Perairan Kaliboyo merupakan daerah yang berpotensi mengalami pendangkalan akibat pengendapan sedimen tersuspensi. Potensi dari pengdangkalan tersebut dapat diketahui dengan mengetahui nilai konsentrasi dan sebaran Material Padatan Tersuspensi (MPT). Konsentrasi MPT yang tinggi di laut dipengaruhi oleh arus yang dibangkitkan oleh pasang surut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus laut terhadap konsentrasi dan sebaran MPT di Perairan Kaliboyo Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Materi yang digunakan meliputi utama berupa data sampel air dan arus laut sedangkan data pendukung berupa data pasang surut BMKG, dan debit sungai PSDA Jawa Tengah tahun 2017, bathimetri hasil pemeruman tanggal 15 September 2018, dan peta RBI 2017. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat eksploratif, penentuan lokasi pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling, pengambilan data arus laut menggunakan metode lagrange. Model matematik yang digunakan adalah Flow Flexible Mesh Model 2D untuk arah pergerakan arus dan Inverse Distance  Weighted  untuk interpolasi sebaran MPT.  Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai material padatan tersuspensi pasang menuju surut pada kedalaman 0.2d memiliki nilai antara 0,027 g/l – 0.114 g/l, kedalaman 0.6d memiliki nilai antara 0,030 g/l – 0,114 g/l, dan kedalaman 0.8d memiliki nilai antara 0,038 g/l – 0,118 g/l. Kecepatan arus memiliki nilai antara 0.0181 m/dt – 0.2011 m/dt dengan arah dominan ke arah barat laut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi tertinggi material padatan tersuspensi berada di muara sungai dan daerah yang masih dipengaruhi oleh sungai dan mengecil menuju laut lepas.ABSTRACT: Kaliboyo River is an area that has potential by silting due to the deposition of suspended sediments. The potential of this silting can be known by understanding the value of concentration and the distribution of suspended sediment load. The high suspended sediment load concentration in the ocean is influenced by currents generated by tides. The purpose of this research the effect of ocean currents on the concentration and distribution of suspended sediment load in the Kaliboyo River of Batang Regency, Central Java. The material used includes the main data such as water sample, and current. while the supporting data consists of tides data from BMKG, and river discharge from Central Java PSDA in 2017, bathimetry results from September 15, 2018, and RBI 2017 map This study uses quantitative methods that are explorative in nature, taking the location of sampling using the purposive sampling method, taking ocean currents using the lagrange method. The mathematical model used is 2D Flow Flexible Mesh Model for flow direction and Inverse Distance Weighted for TSS distribution interpolation. Based on the results of the study, it was found that the value of the tide suspended solids to tide at the 0.2d level had a value between 0.027 g / l - 0.114 g / l, 0.6d depth had a value between 0.030 g / l - 0.114 g / l, and 0.8d has a value between 0.038 g / l - 0.118 g / l. The current velocity has a value between 0.0181 m / dt - 0.2011 m / dt with the dominant direction to the northwest. Based on the results of the study it can be concluded that the highest concentration of total suspended solid in the estuary of the river and the area where still influeced by the river and shrinking towards the open sea.
SEBARAN SEDIMEN DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK PADA SEDIMEN DASAR PERAIRAN PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN Arisa, Raden Roro Putri; Kushartono, Edi Wibowo; Atmodjo, Warsito
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.175 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6006

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengkaji sebaran sedimen, total kandungan bahan organik sedimen dan hubungan nilai sortasi sedimen dengan total kandungan bahan organik pada sedimen dasar perairan pantai Slamaran Pekalongan. Pengambilan sampel dilakukan  pada bulan Mei 2012 dengan menggunakan grab sampler pada 20 stasiun. Sampel sedimen yang diperoleh kemudian dianalisis untuk penentuan besar ukuran butir sedimen dan dilakukan perhitungan statistik sedimen untuk mengetahui sebaran sedimen. Selain itu juga dilakukan analisis total kandungan bahan organik sedimen serta analisis hubungan nilai sortasi sedimen dengan total kandungan bahan organik sedimen. Jenis sedimen dasar yang dominan di perairan pantai Slamaran adalah jenis sedimen pasir lanauan. Dari perhitungan statistik sedimen didapatkan nilai mean sedimen antara 0,093 sampai dengan 0,625, nilai sortasi sedimen antara -0,0951 sampai dengan -0,6243, nilai skewness antara -0,8379 sampai dengan 0,0777 dan nilai kurtosis antara 0,6723 sampai dengan 2,5371. Sedimen dasar pantai Slamaran didominasi oleh kandungan bahan organik berkriteria sedang, yaitu antara 7% - 17%. Dengan kandungan bahan organik terendah sebesar 5,60% dan kandungan bahan organik tertinggi sebesar 20,84%. Dan adanya hubungan antara nilai sortasi sedimen dengan total kandungan bahan organik pada sedimen dasar perairan pantai Slamaran Pekalongan
TRANSPORT SEDIMEN DI LOKASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN PELABUHAN MARUNDA, JAKARTA UTARA Oktiarini, Dwi; Atmodjo, Warsito; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.08 KB)

Abstract

Salah satu faktor permasalah yang sering terjadi dalam pemilihan lokasi pengembangan pelabuhan yakni proses sedimentasi yang terjadi terus menerus sehingga berpotensi mengakibatkan pendangkalan. Pergerakan material sedimen dalam proses sedimentasi dipengaruhi oleh pergerakan aliran air seperti pasang surut, angin, arus dan gelombang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis sedimen dasar di sekitar lokasi perencanaan pembangunan, mengetahui perbandingan konsentrasi sedimen tersuspensi pada saat pasang dan surut serta membuat simulasi transport sedimen sehingga diharapkan memberikan informasi dan gambaran mengenai sedimentasi di perairan Perencanaan Pembangunan Pelabuhan Marunda.  Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pengambilan data lapangan, analisa sampel sedimen, dan pengolahan data serta penyusunan laporan.  Pengambilan data lapangan dilakukan pada bulan Juni 2014. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus, sedangkan untuk penentuan titik koordinat lokasi penelitian berlangsung adalah dengan menggunakan metode pertimbangan atau metode sampling.  Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data lapangan, diperoleh jenis sedimen yang terdapat di sekitar perairan pelabuhan yaitu sedimen pasir. Sedangkan konsentrasi sedimen tersuspensi disetiap stasiun pengamatan pada saat surut lebih besar dibandingkan pada saat pasang.  Dengan bantuan perangkat lunak MIKE 21 diperoleh volume sedimen dari pergerakan transport sedimen selama 15 hari adalah sebesar 5,083 x 10-3 m3.
STUDI SEDIMENTASI PADA PERENCANAAN PENGEMBANGAN PELABUHAN PATIMBAN, SUBANG Maris, Muhamad Ribhi; Handoyo, Gentur; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.949 KB)

Abstract

Daerah Patimban, Kabupaten Subang terdapat pelabuhan yang akan di kembangkan. Pengembangan pelabuhan dapat memicu proses sedimentasi di sekitar pelabuhan. Salah satu penyebab terjadinya sedimentasi adalah arus sepanjang pantai (Longshore Current). Mengetahui adanya hubungan arus sepanjang pantai (Longashore Current) yang mempengaruhi laju sedimentasi yang terjadi di suatu perairan. Analisis proses sedimentasi yang disebabkan dengan adanya pengaruh arus sepanjang pantai yang berada di sekitar bangunan pelabuhan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Desember – 28 Desember 2016 di Perairan Patimban, Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel sedimen pada 2 titik pengamatan. Metode analisa data untuk memperoleh hubungan antara hasil analitik dengan kondisi dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah datang gelombang pada musim barat yaitu dari arah utara dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 19,870 dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,645 m/dt. Untuk angkutan  sedimen pada musim barat sebesar 80386,68 m3/tahun. Pada musim timur, peralihan I, dan peralihan II dianggap tidak berpengaruh dikarenakan arah datang angin berasal dari wilayah daratan. Laju sedimentasi pada pelabuhan Patimban pada sisi timur sebesar 6,4634 kg/m2/tahun dan pada sisi barat sebesar 6,4348 kg/m2/tahun dengan jenis sedimen yaitu lanau pasiran.
STUDI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PANTAI LARANGAN KABUPATEN TEGAL Wardheni, Alan; Satriadi, Alfi; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.883 KB)

Abstract

ABSTRAKKecepatan dan arah arus yang selalu berlawanan arah setiap tahun dapat mempengaruhi sebaran sedimen dasar di sekitar pantai, sehingga diperlukan beberapa analisis mengenai kondisi arus serta pola sebaran sedimen dasar di perairan Pantai Larangan, Kabupaten Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan dan arah arus serta sebaran sedimen dasar di perairan Pantai Larangan Kabupaten Tegal. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, pengumpulan data lapangan yang meliputi pengukuran dan pengambilan data arus, pasang surut, dan sedimen dasar dilakukan pada tanggal 19 Mei - 5 Juni 2013, dan pengolahan data pada bulan Juni 2013. Teknik pengambilan sampel sedimen menggunakan metode sampling purposive (Grab sampler),  pengambilan data arus dan pasang surut menggunakan metode Euler (ADCP dan Palem pasut). Berdasarkan analisis data, diperoleh kecepatan arus rata-rata berkisar antara 0,023 – 0,301 m/s dengan arah dominan menuju Barat dan Barat Daya.  Kecepatan rata-rata pada kolom air permukaan adalah 0,472 m/s, kolom air tengah 0,056 m/s, dan kolom air dasar 0,049 m/s. Pola pergerakan arus dominan dipengaruhi oleh arus pasang surut. Sebaran sedimen dasar didominasi oleh lanau dan pasir. Kecepatan arus di perairan Pantai Larangan relatif kecil sehingga sebaran sedimen dasar didominasi oleh sedimen dengan ukuran butir halus (lanau).
Studi Pola Arus di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara Djati, Rahardjo; Atmodjo, Warsito; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1667.935 KB)

Abstract

Maraknya perkembangan wisata daerah pesisir, khususnya di Perairan Benteng Portugis yang memiliki karakteristik dengan tanjung, teluk, serta adanya pulau Mandalika. Belum adanya penelitian tentang pola arus membuat kurangnya informasi kepada wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola arus yang berada di Peairan Benteng Portugis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, purposive sample untuk penentuan lokasi, serta deskriptif kuantitatif dalam pengolahan data. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap besar yaitu survey lapangan dan tahap pengolahan dengan pendekatan model numerik dengan modul ADCIRC. Hasil yang didapat bahwa arus di Perairan Benteng Portugis didominasi oleh arus pasut yang mengarah ke barat saat pasang dan timur saat surut, dengan kecepatan maksimal 0,475 m/det, dan kecepatan minimum sebesar 0,015 m/det. 
PENGARUH GELOMBANG TERHADAP SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN TANJUNG KALIAN KABUPATEN BANGKA BARAT Azizi, Muhammad Iqbal; Hariyadi, Hariyadi; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.763 KB)

Abstract

Perairan Tanjung Kalian Terletak di Desa Mentokasin, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Salah satu permasalahan utama yang terjadi pada wilayah perairan di Kepulauan Bangka Belitung adalah erosi, diantaranya Kabupaten Bangka Barat. Erosi dipengaruhi oleh faktor gelombang. Gelombang yang datang menuju pantai akan menimbulkan arus sejajar pantai dan angkutan sedimen sepanjang pantai. Sehubungan dengan kondisi yang terjadi di Perairan Tanjung Kalian maka perlu dilakukan analisa untuk mengetahui nilai faktor gelombang yang mempengaruhinya, selain itu peneliti juga ingin mengetahui pengaruh gelombang terhadap sebaran sedimen pada perairan yang diteliti.Penelitian ini menggunakan data utama dan data pendukung. Data utama, meliputi contoh sedimen dan data gelombang. Sedangkan untuk data pendukung, meliputi data angin, data pasang surut, peta Rupa Bumi Indonesia Kabupaten Bangka Barat dan peta Lingkungan Perairan Indonesia. Pengambilan contoh sedimen dilakukan dengan menggunakan alat sediment grab. Pengambilan contoh sedimendilakukan di 20 lokasi yang mewakili lokasi perairan. Pengukuran data gelombang dilakukan selama 3 jam setiap hari yang dilakukan selama 3 hari dengan interval waktu pengambilan data adalah 45 detik.Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat diketahui sebaran sedimen di Perairan Tanjung Kalian terdiri dari 3 jenis, yaitu pasir lanauan, lanau pasir lempungan dan lanau lempungan.  Nilai kecepatan arus sepanjang pantai berkisar antara 0,25 m/detik sampai dengan 0,67 m/detik, dengan nilai kecepatan arus sepanjang pantai terbesar terjadi pada musim barat dan nilai kecepatan arus sepanjang pantai terkecil terjadi pada musim timur yang menyebabkan terjadinya angkutan sedimen sepanjang pantai dengan nilai yang berkisar antara 6688,70 (m3/tahun) hingga 27310,73 (m3/tahun).
ANALISIS PERAMALAN PASANG SURUT DENGAN METODE ADMIRALTY DAN AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) DI PERAIRAN PANTAI WIDURI KABUPATEN PEMALANG Wicaksono, Pulung Puji; Handoyo, Gentur; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.108 KB)

Abstract

Pantai Widuri merupakan salah satu pantai wisata yang berada di Kabupaten Pemalang. Pengembangan wisata Pantai Widuri terhambat kurangnya informasi data hidrooseanografi, yaitu pasang surut. Perhitungan pasang surut dapat dilakukan secara analisa harmonik dengan metode Admiralty dan analisa statistik dengan metode ARIMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut dan meramalkan serta membandingkan nilai MSL di Perairan Pantai Widuri pada tahun 2016 sampai 2018 dengan pendekatan analisa harmonik dan pendekatan statistik. Pengukuran di lapangan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus-4 September 2015 di dermaga Pantai Widuri dengan menggunakan palem pasut selama 15 hari dengan interval setiap jam. Data lapangan yang telah diteliti kemudian diolah dengan menggunakan metode Admiralty 15 piantan sehingga diperoleh 9 komponen pasang surut yang kemudian dilanjutkan dengan peramalan pasang surut (Rampas). Inputan ARIMA menggunakan data MSL bulanan pada Januari 2010 sampai September 2015 dari Badan Informasi Geospasial. Pengolahan ARIMA menggunakan software Minitab 16. Langkah peramalan dengan ARIMA adalah (1) melakukan proses identifikasi model dengan proses differencing, (2) melakukan estimasi parameter, (3) melakukan diagnostik dengan melihat apakah residual bersifat acak dan normal, (4) melakukan peramalan. Hasil metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 0,61 dengan nilai HHWL= 130 cm, MSL= 90 cm dan LLWL= 50 cm, yang berarti Perairan Pantai Widuri memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda. Peramalan nilaiMSL dengan metode Admiralty berkisar 49,99 cm-60,58 cm dengan MRE sebesar 26,70%. Peramalan nilai MSL metode ARIMA diperoleh nilai berkisar 76,24 cm-83,45 cm dan nilai MRE sebesar 4,84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peramalan MSL jangka pendek dengan menggunakan metode ARIMA lebih akurat bila dibandingkan dengan metode Admiralty.
SEBARAN SEDIMEN DASAR DI MUARA SUNGAI SAMBAS KALIMANTAN BARAT Harjono, Rani Dewi Fortuna; Rochaddi, Baskoro; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.832 KB)

Abstract

Muara Sungai Sambas merupakan pintu masuk bagi kapal nelayan yang akan melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan di TPI Pemangkat. Tingginya sedimentasi di muara Sungai Sambas berpotensi menyebabkan pendangkalan di area muara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sebaran sedimen dasar di muara Sungai Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang dgunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengolahan data menggunakan analisa granulometri. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data sedimen dasar, arus, pasang surut serta data penunjang berupa peta batimetri, peta RBI, data gelombang, data debit sungai. Berdasarkan pengolahan data, bahwa jenis sedimen yang berada pada muara Sungai Sambas adalah lanau pada daerah badan sungai dan lanau pasiran pada daerah muara sungai hingga laut lepas. Jenisarus yang mendominasi di muara Sungai Sambas adalah arus pasang surut. Tipe pasang surut yaitu campuran condong keharian ganda. Potensi sedimentasi terjadi di sekitar muara Sungai Sambas yang merupakan alur pelayaran Pelabuhan Perikanan Nusantara. Berkaitan dengan hal tersebut, maka dilakukan penelitian tentang arus dan sedimen dasar di perairantersebut.
SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KETIWON, TEGAL Qualifa, Fortina; Atmodjo, Warsito; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.719 KB)

Abstract

 Muara Sungai Ketiwon merupakan salah satu lokasi yang berpotensi mengalami pendangkalan akibat pengendapan sedimen tersuspensi. Potensi dari terjadinya pendangkalan tersebut dapat diketahui dengan menentukan nilai dari material padatan tersuspensi. Besar konsentrasi material padatan tersuspensi di laut dipengaruhi oleh arus pasang surut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran material padatan tersuspensi pada saat pasang menuju surut dan surut menuju pasang di perairan Muara Sungai Ketiwon, Tegal. Materi utama yang digunakan berupa data sedimen tersuspensi dan data arus yang berupa arah arus dan nilai kecepatan arus. Materi penunjang berupa data pasang surut bulan Mei 2015 dan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) Tegal tahun 1999 dengan skala 1:25.000. Metode penelitian berupa studi kasus. analisa yang digunakan berupa kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan  sampel air dilakukan pada 20 stasiun dengan 3 kedalaman, yaitu pada kedalaman 0.2d, 0.6d dan 0.8d. Peta dari sebaran material padatan tarsuspensi menggunakan software ArcGIS 10.Hasil dari penelitian bulan Mei menunjukkan bahwa nilai batimetri memiliki nilai antara 2,82 m - 5,78 m. Nilai material padatan tersuspensi pada kondisi menuju pasang pada kedalaman 0,2d memiliki nilai antara 10 mg/l - 194 mg/l, kedalaman 0,6d memiliki nilai antara 35 mg/l - 203 mg/l, kedalaman 0,8d memiliki nilai antara 38 mg/l - 218 mg/l, sedangkan kondisi menuju surut pada kedalaman 0,2d memiliki nilai antara 14 mg/l - 315 mg/l, kedalaman 0,6d memiliki nilai antara 37 mg/l - 324 mg/l, kedalaman 0,8d memiliki nilai antara 45 mg/l - 346 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah material padatan tersuspensi yang terbanyak terdapat di muara sungai dan mengecil menuju laut.