Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : e-Dinamis

PENGARUH PROSES TEMPERING DAN PROSES PENGEROLAN DI BAWAH DAN DI ATAS TEMPERATUR REKRISTALISASI PADA BAJA KARBON SEDANG TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN SERTA STRUKTUR MIKRO UNTUK MATA PISAU PEMANEN SAWIT Ahmad Azhari
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.49 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian pengaruh proses tempering dan proses pengerolan di bawah dan di atas temperaturrekristalisasi pada baja karbon sedang terhadap kekerasan, ketangguhan dan struktur mikro untukmata pisau pemanen sawit. Tujuan penelitian adalah memperbaiki sifat mekanis baja karbonsedang untuk mata pisau pemanen sawit. Kajian proses tempering (suhu 550°C selama 1 jam, 2jam dengan media pendingin air es dan suhu 550°C selama 1 jam dengan media pendingin udara),proses pengerolan di bawah temperatur rekristalisasi (suhu 650°C deformasi 10%, 5% dan suhu600°C deformasi 5%), dan proses pengerolan di atas temperatur rekristalisasi (suhu 800°Cdeformasi 20%, 10%, dan suhu 950°C deformasi 20%). Dapat disimpulkan bahwa pengaruhproses tempering dan proses pengerolan di bawah dan di atas temperatur rekristalisasi pada bajakarbon sedang terhadap kekerasan, ketangguhan dan struktur mikro untuk mata pisau pemanensawit adalah dengan meningkatnya nilai kekerasan maka nilai ketangguhan dan struktur mikrocenderung menurun artinya dimana semakin keras bahan maka nilai ketangguhannya akansemakin menurun dan ukuran diameter butir semakin kecil pada proses tempering dan prosespengerolan di bawah temperatur rekristalisasi, sedangkan pada proses pengerolan di atastemperatur rekristalisasi dengan meningkatnya nilai kekerasan maka nilai ketangguhan meningkatartinya dimana semakin keras bahan maka nilai ketangguhannya akan semakin meningkatsedangkan untuk struktur mikro diameter butirnya semakin kecil. Kekerasan dan ketangguhanbahan yang paling optimal dari berbagai proses yaitu pada proses pengerolan di atas temperaturrekristalisasi dengan suhu 800°C deformasi 20% yaitu kekerasan sebesar 420 BHN danketangguhan sebesar 1,7 J/mm² dimana kekerasan bahan meningkat seiring meningkatnya nilaiketangguhan bahan.Keywords: Tempering, deformasi, rekristalisasi.