Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TEKNIK INDUSTRI

Perancangan Sistem Informasi Inventori Bahan Kimia Menggunakan Metode Distribution Research Planning (DRP) Tengku Nurainun; Ikhsan Ikhsan; Misra Hartati; Melfa Yola
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 10 No. 1 (2020): VOLUME 10 NO 1 MARET 2020
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v10i1.8393

Abstract

Intisari--Penelitian ini dilakukan pada salah satu Sistem penyediaan air minum (SPAM) yang ada di Kabupaten Siak. Sistem penyedia air minum Siak seringkali di hadapkan pada masalah persediaan bahan kimia, terutama bahan kimia PAC, Permasalahan yang sering terjadi adalah lokasi pemesanan yang jauh dan proses ekspedisi juga terjadi masalah, penyebabnya karena kendaraan mogok, rusak, dan macet, sehingga barang seharusnya ada ditempat ternyata belum ada. Permasalahan selanjutnya adalah sistem permintaan maupun peminjaman bahan kimia masih dalam bentuk manual, sehingga terjadi keterlambatan. Permasalahan berikutnya, besarnya jumlah kebutuhan bahan kimia PAC setiap minggunya pada bulan Juli 2017 sampai dengan Juni 2018 berbeda (Random) tergantung air baku, apabila cuaca hujan maupun air sungai pasang maka pemakaian bahan kimia akan tinggi juga. SPAM Dalam melakukan pemesanan tidak memiliki standar, keputusan yang menyangkut berapa banyak dan kapan harus melakukan pemesanan, merupakan permasalahan yang ada pada masalah persediaan perusaahan membutuhkan sebuah sistem informasi inventori, yang mana didalam sistem tersebut juga terdapat metode DRP (Distribusi Resource Planning) agar dapat memudahkan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku yang tepat, serta mengetahui kapan saatnya mulai mengadakan pemesanan kembali. Sistem inventori ini juga memudahkan petugas dalam proses pelaporan permintaan dan peminjaman bahan baku serta mengetahui segala informasi persediaan yang ada didalam gudang SPAM Siak.Abstract-- This research conducted on one of the Drinking Water supply systems (SPAM) in Siak. Siak's drinking water supply system was often face the problems on the supply of chemicals, especially PAC chemicals, the problem often occurs that the location to ordering the item was far away and the expedition process also has a problem, the reason is that the vehicle broke down and jammed. The demand and lending system for chemicals was using manual, and cause delays. Then, the amount of PAC chemical needs every week in July 2017 to June 2018 was different, it was depend on raw water, in rainy season the use of chemicals would be high too. SPAM does not have a standard, a decision concerning how much and when to make an order, is a problem that exists. In the problem of inventory SPAM requires an inventory information system, which in the system there is also a DRP method (Distribution Resource Planning) to facilitate proper planning and inventory control, and to find out when to reorder. This inventory system also makes it easier for officers in the process of reporting requests and borrowing raw materials and knowing all inventory information that is in the Siak SPAM warehouse.
Penjadwalan Produksi High Mix Low Volume Menggunakan Algoritma Non Delay untuk Meningkatkan Target Produksi di PT. X Tengku Nurainun; Yurike Novita Sari
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 9 No. 3 (2019): Volume 9 No 3 November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v9i3.6652

Abstract

Intisari— Penelitian ini mengenai penjadwalan produksi high mix low volume menggunakan metode algoritma non delay dan akan dilakukan perbandingan dengan penjadwalan aktual perusahaan untuk meminimasi makespan. PT. X merupakan industri manufaktur yang merupakan produsen medical device (alat medis) produk yang dibuat memiliki 1550 variasi (high mix low volume). Sistem produksi perusahaan ini adalah make to order. Pada tipe produksi ini sulit melakukan penjadwalan produksi karena proses high mix low volume, jenis proses dimana beragam jenis produk yang diproduksi dengan jumlah yang relative rendah. Tingginya beragam jenis produk yang diproduksi menyebabkan beberapa komplikasi dalam pelaksanaan aliran produksi. Sehingga menimbulkan masalah dalam perusahaan seperti estimasi waktu yang sulit yang berdampak pada tidak tercapainya target produksi 90% OTD. Berdasarkan permasalahn tersebut maka dilakukan perbandingan penjadwalan awal pada perusahaan dengan penjadwalan menggunakan metode algoritma non delay. Metode penjadwalan awal pada perusahaan menghasilkan makespan sebesar 125961 menit sedangkan metode algoritma non delay sebesar 27190,18 menit. Maka makespan yang dihasilkan oleh penjadwalan algoritma non delay berkurang 78% daripada penjadwalan awal perusahaan. Abstract— This study discusses the scheduling of high mix low volume production using non-delay algorithm methods and will be carried out by the company's actual scheduling to minimize makespan.  PT. X is a manufacturing industry that is a manufacturer of medical devices products that have 1550 variations (high mix low volume). The production system of this company is make to order. In this type of production it is difficult to schedule production because of the high mix low volume process, the type of process in which various types of products are produced with relatively low amounts. The high variety of products produced causes several complications in the implementation of the production flow. So as to cause problems within the company such as difficult time estimates that have an impact on not achieving the 90% OTD production target. Based on the problem, a comparison of the initial scheduling of the company is carried out by scheduling using the non-delay algorithm method. The initial scheduling method at the company produces makespan of 125961 minutes while the non delay algorithm method is 27190.18 minutes. Then the makespan produced by non-delay algorithm scheduling is reduced by 78% than the company's initial scheduling.