Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH VARIASI BEBAN PLTG TERHADAP KINERJA HRSG DARI PLTGU Aziz, Amiral; Suwarna, Suwarna
MESIN Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In a combined cycle power plant without supplementary firing, the efficiency ofthe plant dependsmainly on the efficiency ofgas turbine powerplant. The power plant will be able to run over awide range i.erunfew gas turbines and opearting the remaining gas turbine at the highest efficiency close to thefull load.This paper presents some results ofstudy that carried out to evaluate the effect ofload variation ofthe GasTurbine Power Plant on the performance ofHeat Recovery Steam Generator ofthe combined cycle powerplant.
ANALYSIS OF THERMAL DISPERSION IN SELAT SEMBILAN WATERS, NORTH SUMATRA Aziz, Amiral
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1985.724 KB)

Abstract

Pangkalan Susu Coal Fire Steam Power Plants (CFSPP) are planned to build in Tanjung Pasir Village, Langkat Regency taking sea water as cooling condenser of power plants, and through it back into the sea. To explore the possibilities of re-entry of the circulation of hot water to the intake, it is necessary to study the termal dispersion within the framework of those plans. In this study, numerical modeling to determine termal distribution pattern that comes out from CFSPP outlet. From the study it could be concluded that with the given intake inlet – discharge outfall design configuration and under the worst scenario, cooling water system of Pangkalan Susu unit 3 & 4 is safe i.e. re-circulation of warmcooling water will not happen. The Pangkalan Susu unit 3 & 4 will consume intact sea water (30.5oC). However, the Pangkalan Susu unit 1 & 2 will be influenced by the warm cooling system that may decrease its cooling system efficiency since its inlet is covered by shattered sea water (31.2oC – 32.2oC).keywords : thermal dispersion, power plant. numerical modeling
EXERGY ANALYSIS OF GEOTHERMAL POWER PLANT KAMOJANG 68, 3 MW IN CAPACITY Aziz, Amiral
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 2: Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.256 KB)

Abstract

The importance of exergy analysis in preliminary design of geothermal power has been proven. An exergy analysis was carried out and the locations and quantities of exergy losses, wastes and destructions in the different processes of the plan were pinpointed. The obtained results show that the total exergy available from production wells KMJ 68 was calculated to be 6967.55 kW. The total exergy received from wells which is connected during the analysis and enter into the separator was found to be 6337.91 kW in which 5808.8 kW is contained in the steam phase. The overall exergy efficiency for the power plant is 43.06% and the overall energy efficiency is 13.05 %, in both cases with respect to the exergy from the connected wells. The parts of the system with largest exergy destruction are the condenser, the turbine, and the disposed waste brinekeywords: exergy, irreversibility, geothermal power plant, KMJ 68
Evaluasi Hate Rate dan Efisiensi suatu PLTU dengan menggunakan Batubara yang Berbeda dari Spesifikasi Design Aziz, Amiral; Hasan, Andi Rinaldi
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.036 KB)

Abstract

Tulisan ini menampilkan beberapa hasil penelitian yang dilakukan untuk mengevaluasi hate rate dan efisiensi PLTU batubara berkapasitas 300 MW yang menggunakan spesifikasi batubara yang berbeda dari spesifikasi rancangan setelah beroprasi sekitar dua tahun. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa efisiensi boiler (HHV basis) pada pengujian aktual 100% LRC mengalami penurunan sebesar 3,25% dan pada pengujian dengan komposisi 50% LRC dan 50% MRC mengalami mengalami penurunan sebesar 2,91% dibandingkan dengan hasil komisioning. Kehilngan panas karena gas buang kering, kandungan air dalam bahan bakar dan pembakaran hidrogen memberikan kontrobusi yang besar terhadap penurunan efisiensi boiler dibandingkan dengan hasil komisioning. Pada beban maksimun, turbine hate rate pada 2 (dua) pengujian aktual 100% LRC masing-masing sebesar 1.994, 67 kcal/kWh dan 1.918,55 kcal/kWh, sedangkan pada pengujian dengan komposisi 50% LRC dan 50% MRC turbine hate rate adalah 1.977,52 kcal/kWh. Nilai tersebut lebih rendah 4,47% dan 3,78% untuk pengujian aktual 100% LRC dan lebih rendah 3,45% untuk pengujian 50% LRC dan 50% MRC dibandingkan dengan hasil komisioning. Gross plant hate rate (HHV basis) pada 2 (dua) pengujian 100% LRC masing-masing 2.320,60 kcal/kg dan 2.293,63% kcal/kg, sedangkan pengujian 50% LRC dan 50% MRC gross plant hate rate (HHV basis) adalah 2.290,75 kcal/kg.  Nilai ini lebih besar masing-masing sebesar 3,28%, 2,08% dan 1,95% dibandinkan hasil komisioning (2.246.84 kcal/kWh)
Evaluasi Hate Rate dan Efisiensi suatu PLTU dengan menggunakan Batubara yang Berbeda dari Spesifikasi Design Aziz, Amiral; Hasan, Andi Rinaldi
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.036 KB)

Abstract

Tulisan ini menampilkan beberapa hasil penelitian yang dilakukan untuk mengevaluasi hate rate dan efisiensi PLTU batubara berkapasitas 300 MW yang menggunakan spesifikasi batubara yang berbeda dari spesifikasi rancangan setelah beroprasi sekitar dua tahun. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa efisiensi boiler (HHV basis) pada pengujian aktual 100% LRC mengalami penurunan sebesar 3,25% dan pada pengujian dengan komposisi 50% LRC dan 50% MRC mengalami mengalami penurunan sebesar 2,91% dibandingkan dengan hasil komisioning. Kehilngan panas karena gas buang kering, kandungan air dalam bahan bakar dan pembakaran hidrogen memberikan kontrobusi yang besar terhadap penurunan efisiensi boiler dibandingkan dengan hasil komisioning. Pada beban maksimun, turbine hate rate pada 2 (dua) pengujian aktual 100% LRC masing-masing sebesar 1.994, 67 kcal/kWh dan 1.918,55 kcal/kWh, sedangkan pada pengujian dengan komposisi 50% LRC dan 50% MRC turbine hate rate adalah 1.977,52 kcal/kWh. Nilai tersebut lebih rendah 4,47% dan 3,78% untuk pengujian aktual 100% LRC dan lebih rendah 3,45% untuk pengujian 50% LRC dan 50% MRC dibandingkan dengan hasil komisioning. Gross plant hate rate (HHV basis) pada 2 (dua) pengujian 100% LRC masing-masing 2.320,60 kcal/kg dan 2.293,63% kcal/kg, sedangkan pengujian 50% LRC dan 50% MRC gross plant hate rate (HHV basis) adalah 2.290,75 kcal/kg.  Nilai ini lebih besar masing-masing sebesar 3,28%, 2,08% dan 1,95% dibandinkan hasil komisioning (2.246.84 kcal/kWh)
PERFORMANCE TEST OF GAS TURBINE PART OF THE COMBINED CYCLE Aziz, Amiral
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 14 No. 2 (2012)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.347 KB) | DOI: 10.29122/jsti.v14i2.913

Abstract

Tulisan ini menampilkan beberapa hasil pengujian parameter turbin gas daripembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) ”Tanjung Priok Gas Fired Power Plant Extension Project (740 MW)”. Dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa untuk power turbin gas 184 MW, konsumsi bahan bakar adalah 51.6 m3/h dengan komposisi gas buang adalah CO2 adalah 0.4 % volume, SO2 adalah1.1 ppm, NOx adalah 1.4 ppm dimana harga ini masih dalam batas-batas yang dipersyaratkan secara teknis. Getaran tertinggi terjadi pada bantalan no 2 yakni sebesar 56 um pada arah x dan 54 um pada arah y.
INVESTIGASI PENGARUH PEMANFAATAN TANDAN BUAH KOSONG SEBAGAI BAHAN BAKAR BOILER TERHADAP PEMBENTUKAN GAS RUMAH KACA Aziz, Amiral
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.114 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i2.178

Abstract

The gas produced in solid waste disposal sites, particularly CH4 can be a local environmental hazard if precaution are not taken to prevent uncontrolled emissions or migration into surrounding land. Gas can migrate from solid waste disposal sites either laterally or by venting to atmosphere, causing vegetation damage and unpleasant odors at low concentration, while at concentration of 5-15 per cent in air, the gas may be form explosive mixture.Recently, a forest fire on the Indonesian islands of Sumatra and Kalimantan left not only Indonesia but neighboring countries as well covered under a thick cloud of haze. Some palm plantations and palm oil refineries once disposed of palm oil waste (Empty Fruit Bunches ) by drying them in ovens and then burning them in fields. This paper discusses some results of the experimental and theoretical investigations which conducted to examine effects of the utilization of palm oil wastes particularly Empty Fruit Bunches as the fuel of boiler on greenhouse gas emission.
Analisa Eksergi PLTU Berbahan Bakar Sampah Padat Kota Kapasitas 600 Ton per Hari Aziz, Amiral
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.974 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i2.2755

Abstract

ABSTRACTExergy analysis was conducted in evaluating the performance of Muncipal Solid Waste Fired Steam Power Plant (PLTSa) to determine the locations and quantities of exergy losses. Wastes and exergy destructions in different processes of the plant were also been calculated. Total exergy available at incinerator input was 60.560,54 kW, consisted of 58.242,45 kW in MSW and 2.318,08 kW in the combustion air. The burning of 600 ton per day MSW in the PLTSa produced 8.482,83 kW Net Electric Power, accounted for 14,01 % of the overall exergy efficiency of the power plant. The plant produced electrical energy 59.447.673 kWh/year and reduced 240.900 ton MSW/year, thus contributing to CO2 emission reduction. Exergy efficiency of the turbine generator and condenser were 86,21 % and  78,48 % respectively. PLTSa component with the largest exergy destructions was incinerator-boiler (56,53 %), far exceeded the turbine generator (8,69 %), and condenser (3,79 %).Keywords: Exergy, Exergy Destruction, Steam Power Plant, Muncipal Solid Waste  (MSW), Exergy Efficiency.ABSTRAKPentingnya analisa eksergi dalam mengevaluasi kinerja PLTSa telah terbukti. Analisa eksergi PLTSa telah dilakukan untuk mengetahui lokasi dan jumlah kerugian eksergi. Limbah dan destruksi eksergi dalam proses yang berbeda telah diindikasikan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa total eksergi yang tersedia pada input Incenerator adalah 60560,54 kW. Nilai ini terdiri dari 58242,45 kW yang terkandung dalam MSW dan 2318,08 kW dalam udara pembakaran. Pembakaran 600 ton per hari MSW pada sistem PLTSa menghasilkan  8482,83 kW daya listrik bersih dan 14,01 % efisiensi eksergi keseluruhan pembangkit. Pembangkit menghaslkan energi listrik sebesar 59447673 kWh/tahun dan mengurangi timbunan sampah sebanyak 240900 ton MSW/tahun, sehingga berkontribusi dalam mengurangi emisi CO2. Efisiensi eksergi dari sistem turbin generator dan sistem kondensor masing-masing adalah 86,21 % dan  78,48 %. Komponen PLTSa dimana terjadi destruksi eksergi yang terbesar berturut-turut adalah pada sistem Insinerator-boiler sebesar 56,53 % , sistem turbine - generator 8,69% dan sistem kondensor 3,79%.Kata kuncis: Eksergi, Destruksi Eksergi,  PLTUSa, Sampah Padat Kota (MSW), Efisiensi Eksergi
Kajian Terbentuknya Scaling pada Komponen Turbin Uap Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Skala Kecil Aziz, Amiral; Ola, Kornelis K
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.504 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i1.2832

Abstract

ABSTRACTScaling and corrosion are two major problems in operation of the Small Scale Geothermal Power Plant. This paper discusses some results of the study that was conducted to assess the scaling formation in the Kamojang 3 MW Small Scale Geothermal Power Plant. The result of the study concluded that scaling occurred on the nozzle and steam turbine blade where the main minerals contained in sample A (solid) are Tridymate (SiO2), Pyrite (FeS2) and Chlorite (ClO2). While in sample B (sand) where the main mineral contained in the sample is Tridymate (SiO2), Pyrite (FeS2), Plagioclase (Na,Ca)(Si, Al)4O8 and Chlorite (ClO2). The analysis of this scaling was done by XRD (X-Ray Diffraction) method.  Scaling of the nozzle of the steam turbine causes the steam flow rate to decrease, thus lowering the power that the Small-Scale Geothermal Power Plant generates because the power generated by the Small-Scale Geothermal Power Plant is directly a function of the steam flow rate and the enthalpy difference between the inlet side and the outlet side of the turbine. However, scaling does not occur on the exit side of the wellhead KMJ 68 because the concentration of silica is very small that is 0.05 ppm at geothermal steam temperature 200.5°C.Keywords: geothermal steam, scaling, corrosion, Small Scale Geothermal Power Plant ABSTRAKScaling dan korosi merupakan dua masalah yang sangat serius ditemukan pada pengoperasian PLTP Skala Kecil. Tulisan ini membahas sebagian hasil studi yang dilakukan untuk mengkaji pembentukan scaling pada PLTP Skala Kecil Kamojang 3 MW dan pengaruhnya pada daya listrik yang dihasilkan oleh PLTP Skala Kecil. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa scaling terjadi pada Nozzle dan sudu-sudu turbin dimana mineral utama yang terdapat didalam sampel A (berupa endapan/padat) adalah Tridymate (SiO2), Pyrite (FeS2) dan Chlorite (ClO2). Sedangkan pada sampel B (endapan lepas/pasiran) dimana mineral utama yang terdapat didalam sampel adalah Tridymate (SiO2), Pyrite (FeS2), Plagioclase (Na,Ca)(Si,Al)4O8 dan Chlorite (ClO2). Analisis scaling ini dilakukan dengan menggunakan metoda XRD.(X-Ray Diffraction). Scaling yang terjadi pada bagian nozzle dari turbin uap menyebabkan laju aliran uap berkurang sehingga menurunkan daya yang dihasllkan PLTP Skala Kecil karena daya yang dihasilkan PLTP Skala Kecil secara langsung merupakan fungsi dari laju aliran uap dan perbedaan entalpi antara sisi masuk dan sisi keluar dari turbin. Akan tetapi, tidak terjadi scaling pada sisi keluar kepala sumur KMJ 68 karena kosentrasi silika sangat kecil yaitu sebesar 0,05 ppm pada temperatur uap panas bumi 200,5oC .Kata kunci : uap panas bumi, scaling, korosi, PLTP Skala Kecil, 
ANALYSIS OF THERMAL DISPERSION IN SELAT SEMBILAN WATERS, NORTH SUMATRA Aziz, Amiral
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 7, No 3: Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1985.724 KB)

Abstract

Pangkalan Susu Coal Fire Steam Power Plants (CFSPP) are planned to build in Tanjung Pasir Village, Langkat Regency taking sea water as cooling condenser of power plants, and through it back into the sea. To explore the possibilities of re-entry of the circulation of hot water to the intake, it is necessary to study the termal dispersion within the framework of those plans. In this study, numerical modeling to determine termal distribution pattern that comes out from CFSPP outlet. From the study it could be concluded that with the given intake inlet ? discharge outfall design configuration and under the worst scenario, cooling water system of Pangkalan Susu unit 3 4 is safe i.e. re-circulation of warmcooling water will not happen. The Pangkalan Susu unit 3 4 will consume intact sea water (30.5oC). However, the Pangkalan Susu unit 1 2 will be influenced by the warm cooling system that may decrease its cooling system efficiency since its inlet is covered by shattered sea water (31.2oC ? 32.2oC).keywords : thermal dispersion, power plant. numerical modeling