Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN HIGH ALTITUDE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PARU PADA PEROKOK DI DESA NGADAS KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Ali Multazam; Dimas Sondang Irawan; Sophia Hanny Amandhea; Egalia Novika Hidayat; Rama Anggara Zikrullah; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 10, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v10i2p144-152

Abstract

Perbedaan karakteristik yang terjadi pada wilayah dataran tinggi sangat berefek besar terhadap anatomi dan fisiologis tubuh manusia, salah satunya terjadi pada sistem respirasi. Akibat perubahan karakteristik tersebut menyebabkan peningkatan kemampuan dari mereka yang berada di ketinggian, salah satunya adalah kemampuan fungsional paru. Tinggi rendahnya kemampuan fungsional paru dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya rokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara high altitude terhadap kemampuan fungsional paru pada perokok di dataran tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah anggota kelompok tani di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara high altitude terhadap kemampuan fungsional paru pada perokok di Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.
PELATIHAN PENANGANAN DAN PENCEGAHAN CEDERA UNTUK PELATIH CABANG OLAHRAGA KONI KOTA BATU Mu'arifin Mu'arifin; Ari Wibowo Kurniawan; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.378 KB) | DOI: 10.17977/um057v9i2p158-162

Abstract

Salah satu penyebab tingginya angka cedera atlet ialah karena perilaku atlet yang cenderung memaksakan diri untuk tetap latihan pada saat sudah mengalami cedera karena takut tidak diikutsertakan dalam kompetisi, hal ini justru hanya akan menyebabkan proses pemulihan semakin lama. Artinya para atlet bahkan mungkin termasuk pelatih belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cara menangani cedera olahraga. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberian pelatihan pencegahan dan penanganan cedera olahraga kepada pelatih-pelatih cabang olahraga di KONI Kota Batu. Secara umum program ini bertujuan untuk mengurangi angka kejadian cedera olahraga serta mengurangi tingkat keparahan akibat cedera olahraga. Kelompok sasaran program ini ialah pelatih cabang olaharaga di KONI Kota Batu. Pelaksanaan pengabdian dilakukan di mana peserta diberikan materi serta diberikan multimedia interaktif pencegahan dan penangan cedera. Solusi yang diambil tim pengusul adalah sebuah bentuk pelatihan pencegahan dan penanganan cedera bagi atlet, yang disampaikan kepada pelatih-pelatih KONI Kota Batu. Untuk pencegahan cedera yang disampaikan adalah pelatihan teknik-teknik stretching berpasangan yang lebih rinci mulai dari stretching otot leher sampai tungkai kaki, sehingga para pelatih memiliki pengetahuan pencegahan cedera yang sangat detail. Secara keseluruhan pelatihan ini dapat disimpulkan berhasil dan keterampilan pencegahan cedera dapat dikuasai dengan baik oleh peserta.
Pengaruh Circuit Training Terhadap Umpan Jarak Jauh (Long Pass) Dan Kecepatan Tendangan Pemain Ssb Karlos Malang Usia 15 Tahun Amri Biskhah Satria Pradana; Mahmud Yunus; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 11, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v11i1p58-65

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh circuit training terhadap long pass dan kecepatan tendangan pemain SSB Karlos Malang usia 15 tahun. Metode latihan untuk meningkatkan long pass dan kecepatan tendangan menggunakan metode latihan circuit training 7 pos latihan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pre-experimental, dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populiasi pada penelitian ini sebanyak 101 pemain dan sampel yang sesuai kriteria sebanyak 15 pemain. Teknik pengambilan data menggunakan instrumen tes yaitu tes long pass dan tes kecepatan tendangan yaitu menggunakan tes shooting 16,5 meter. Data di uji dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan uji t amatan ulangan (paired sample t-test) dibantu menggunakan aplikasi SPSS statistic for windows version 25. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t amatan ulangan (paired sample t-test) dengan signifikansi α < 0,05. Berdasarkan dari hasil analisis data, diperoleh bahwa circuit training memberi pengaruh signifikan terhadap peningkatan long pass pemain SSB Karlos usia 15 tahun (sig 0,000 < 0,05) dan circuit training memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan tendangan pemain SSB Karlos usia 15 tahun (sig 0,000 < 0,05). Hasil dari penelitian menunjukkan adanya pengaruh circuit training terhadap umpan jarak jauh (long pass) dan kecepatan tendangan.
HUBUNGAN ANTARA DETRAINING SELAMA PANDEMI COVID-19 DENGAN KEMAMPUAN KECEPATAN REAKSI ATLET UKM KARATE UNIVERSITAS NEGERI MALANG Julio Eko Sasetiono; Olivia Andiana; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi virus corona telah memaksa semua orang untuk melakukan pembatasan sosial atau melakukan pengurungan diri di rumah. Dampak yang paling nyata terlihat yaitu berkurangnya aktivitas fisik pada semua orang tak terkecuali penggiat olahraga yang dapat memicu terjadinya detraining. Detraining merupakan berkurangnya jatah latihan yang dapat menyebabkan turunnya berbagai unsur kebugaran jasmani yang dibutuhkan ketika berolahraga. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan, salah satunya dengan mengetahui hubungan detraining selama pandemi virus corona dengan kemampuan kecepatan reaksi atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain sebab akibat dengan responden 19 atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian dilakukan uji analisis spearman dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS 25.0 menunjukan nilai p-value sebesar 0,002 dan correlation coefficient sebesar 0,667 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan yang kuat antar variabel. Jadi dapat disimpulkan terdapat hubungan antara detraining selama pandemi virus corona dengan kecepatan reaksi atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang.
CIRCUIT TRAINING IN SAND MEDIA HAS A SIGNIFICANTLY MORE INFLUENCE ON INCREASING AGILITY COMPARED TO CIRCUIT TRAINING IN HARD MEDIA (CASE STUDY IN FOOTBALL PLAYERS AT THE REGULAR GROUP U-16 AREMA FC ACADEMY) Mohammad Firman Sholikhin; Mahmud Yunus; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 10, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.905 KB) | DOI: 10.17977/um057v10i1p85-95

Abstract

ABSTRACTThis study aims at determine the effect of differences in circuit training in the hard media with circuit training in the sand media towards increasing the agility on a football players in regular group of  the U-16 Arema FC (Football Club) Academy. The training method to increase agility in this study uses the circuit training exercise method which consists of 10 training posts. The research design in this study uses quasi-experimental methods with the two group pre-test and post-test design approaches. Sample selection and group division using purposive sampling technique. The population in this study were all football players in the U-16 Arema FC (Football Club) Academy consisting of 56 players and obtained a sample of football players in regular group of U-16 Arema FC (Football Club) Academy of 36 research samples, which were then divided into 2 training groups (18 samples in the circuit training groups in hard media and 18 samples in the circuit training groups in sand media). Parameters for measuring agility use the illinois agility run test. The exercise program is carried out for 6 weeks with a frequency of 3 exercises a week. The exercise program is carried out for 6 weeks with a frequency of 3 exercises a week. Data analysis techniques used one way ANOVA and further different tests used Games-Howell test with significance level α = 0.05 and with the help of SPSS version 23 application. The results of this study indicate the circuit training group in hard media increased agility by 1.04 seconds and the circuit training group in sand media increased agility by 1.11 seconds. Difference in difference in increasing agility of the circuit training group in hard media and circuit training group in sand media by 0.07 seconds. The conclusion of this research is that the circuit training group in the sand media significantly and better influence to increase agility compared to the circuit training group in the hard media.
SURVEI PRASARANA DAN SARANA BOLA VOLI KOTA MALANG DALAM RANGKA PERSIAPAN PORPROV JATIM VII Mochamad Ilham Erdik Pradana; Mahmud Yunus; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v11i2p106-114

Abstract

Dalam dunia olahraga, pembinaan merupakan faktor terpenting dikarenakan perkembangan suatu dunia olahraga tersebut tergantung dari pembinaan olahraga itu sendiri, salah satunya cabang olahraga bola voli. Pada Cabang olahraga Bola Voli Kota Malang sejak PORPROV Jatim I-VI belum pernah berprestasi. untuk mengetahui kesesuaian prasarana dan sarana cabang olahraga bola voli Kota Malang dalam persiapan porprov VII Jatim 2021 dengan standar nasional dan untuk mengetahui kecukupan jumlah prasarana dan sarana cabang olahraga bola voli Kota Malang. Rancangan penelitian, menggunakan metode survei dengan pengumpulan data menggunakan form pengukuran dan pengamatan. Teknik Analisis data  menggunakan Editing. Klasifikasi yaitu penggolongan data. Analisis data. Objek penelitian yang diambil adalah prasarana yaitu dan sarana di cabang olahraga bola voli Kota Malang. Hasil penelitian di tempat latihan cabang olahraga bola voli Kota Malang di Gor Ken Arok adalah Prasarana yaitu gedung,lapangan dan sarana yaitu bola voli, tiang net, net di lihat dari pengukuran dan kecukupan jumlah sudah baik dan memenuhi standar nasional akan tetapi keberadaan rod antena cabang olahraga bola voli Kota Malang masih belum ada. Keadaan prasarana yaitu gedung dan lapangan cabang olahraga bola voli Kota Malang sudah baik dan memenuhi standar nasional. Jumlah sarana yaitu bola voli, net, tiang net cabang olahraga bola voli Kota Malang cukup untuk digunakan pelatihan.
PERBEDAAN POLA CEDERA OLAHRAGA PADA ATLET LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Ahmad Abdullah; Septian Dwi Cahyo; Rias Gesang Kinanti
Jurnal Sport Science Vol 10, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v10i2p123-128

Abstract

Cedera olahraga dapat disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya ialah karakteristik individu atlet seperti jenis kelamin (gender). Identifikasi pola cedera atlet berdasarkan gender penting dilakukan untuk mengurangi angka kejadi cedera serta menyusun teknik latihan olahraga sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan lokasi dan  tingkat cedera olahraga pada atlet laki-laki dan perempuan pada cabang olahraga karate, bolavoli dan atletik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional pada atlet KONI Kota Malang dengan jumlah sampel 60 orang (purposive sampling), analisis statistik menggunakan Uji Mann-Whiteny dan Uji T tidak berpasangan. Hasil: Pada cabang olahraga karate, perbedaan yang signifikan ditemukan pada tingkat cedera berat (p-value=0,0399), sedangkan pada cabang olahraga bolavoli perbedaan yang signifikan ditemukan pada tingkat cedera ringan (p-value=0,0255) dan lokasi cedera ekstremitas atas (p-value=0,0093). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pola cedera olahraga antara atlet perempuan dan laki-laki utamanya pada cabang olahraga karate dan bolavoli.
Survei Penatalaksanaan Pasca Cedera Olahraga Dengan Pengobatan Tradisional Atau Dengan Pengobatan Modern Pada Atlet Olahraga Permainan Bola Besar Kota Malang Nofan Saputra; Rias Gesang Kinanti; Ahmad Abdullah
Gerak: Journal of Physical Education, Sports, and Health Vol 2 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Phsyical Education Health and Recreation Department of STKIP-YPUP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.667 KB) | DOI: 10.37086/gerak.v2i1.549

Abstract

People in choosing treatment of injuries in sports is still use traditional methods. The traditional method is sangkal putung massage. Sangkal putung is believed as the cheaper and faster treatment than sports rehabilitation which takes a relatively long time. This study aims to determine how the post-injury rehabilitation with modern or traditional methods for athletes in Malang City. This study uses a quantitative descriptive research design with a survey approach. The population in this study were athletes of the big ball game in Malang City and the sample was 21 athletes taken by the Nonprobability Sampling technique, with a stratified random sampling type with a portion of 25%. This study used a questionnaire instrument with a Likert scale. The collected data analyzed by categorizing using the mean and standard deviation. The results of data analysis showed that the level of knowledge of athletes in big ball games regarding to sports injuries at KONI Malang City was that most of the athletes were in the poor category or using traditional massage sangkal putung, while the rest were in moderate and good category. The conclusion of this study is that most athletes still use traditional massage sangkal putung for treatment in post-injury sports.
LATIHAN SKIPPING DAN SQUAT DAPAT MENINGKATKAN KESEIMBANGAN ATLET BULUTANGKIS PUSAT LATIHAN KOTA MALANG UNTUK PERSIAPAN PORPROV TAHUN 2022 Aan Nisbad Lutfiana; Mahmud Yunus; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v12i1p21-26

Abstract

ABSTRAKLatihan skipping dan squat termasuk dalam latihan yang dapat meningkatkan keseimbangan dalam olahraga bulutangkis, pada saat ini atlet bulutangkis pusat latihan Kota Malang akan mengikuti kejuaraan PORPROV tahun 2022 dan perlu dilakukan pelatihan kondisi fisik, dengan menerapkan latihan keseimbangan. Penelitian ini memiliki tujuan agar bisa melihat pengaruh latihan skipping dan squat bagi keseimbangan atlet bulutangkis pusat latihan Kota Malang untuk persiapan PORPROV tahun 2022. Penelitian dilaksanakan di Gor Platinum Kota Malang dan di Komplek Araya Kota Malang. Penelitian ini memakai penelitian dalam bentuk eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ialah semua atlet yang beranggotakan 11 atlet. Latihan skipping dan squat dilakukan dengan program latihan dalam kurun waktu 8 minggu dengan porsi latihan dua hari dalam seminggu. Tes keseimbangan dilakukan dua kali, sebelum perlakuan (pre-test) dan setelah perlakuan (post-test). Hasil uji paired t test didapat nilai signifikansi 0,000 < 0,05, ini berarti ada perubahan dan menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha atau hipotesis diterima. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, bisa disimpulkan bahwa latihan skipping dan squat mempengaruhi keseimbangan atlet bulu tangkis pusat latihan Kota Malang untuk persiapan PORPROV tahun 2022. 
ANALISIS GERAK SMASH FOREHAND TERHADAP KETEPATAN SASARAN PADA ATLET BULU TANGKIS REMAJA PUTRA Alfan Ibnu Ade; Olivia Andiana; Ahmad Abdullah
Jurnal Sport Science Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v12i1p12-20

Abstract

Bulu tangkis menjadi olahraga raket yang tercepat di dunia dengan smash bulu tangkis dapat menyebabkan kecepatan shuttlecock mencapai 200 km/j. Pukulan smash terdiri dari gerakan rumit yang membutuhkan koordinasi semua segmen tubuh utama. Terdapat banyak teknik dalam melakukan gerakan pukulan smash dimulai dari footwork, pandangan, gerakan tangan dan gerakan tubuh. Teknik-teknik tersebut melandasi dari gerakan pukulan smash yang baik dan benar. Tujuan dari analisis gerak smash forehand yaitu untuk mengetahui tingkat ketepatan sasaran yang ditinjau dari prinsip-prinsip biomekanika. Metode penelitian ini menggunakan instrumen berupa sudut siku, sudut bahu, sudut sendi lutut, sudut pukulan dan tinggi titik pukulan yang dianalisis melalui software kinovea.Analisis menunjukan bahwa hal yang memengaruhi akurasi shuttlecock dalam pelaksanaan smash forehand yaitu adalah sudut pukulan yang tidak mendekati 90⁰, sudut siku lengan yang tidak terlalu besar berkisar ≥125⁰ dan mejaga kestabilan kuda-kuda sebelum melakukan smash dengan sudut sendi lutut yang lebih kecil. Faktor lain yang mempengaruhi yaitu tinggi titik pukulan dan lurus atau tidaknya tangan saat raket tumbukan dengan shuttlecock. Dapat disimpulkan bahwa analisis gerak smash forehand tingkat ketepatan pada atlet remaja dipengaruhi oleh faktor sudut siku, sudut pukulan dan kestabilan kuda-kuda pada saat melakukan gerakan smash.Faktor lain yang mempengaruhi yaitu tinggi titik pukulan dan lurus atau tidaknya tangan saat raket tumbukan dengan shuttlecock. Dapat disimpulkan bahwa analisis gerak smash forehand tingkat ketepatan pada atlet remaja dipengaruhi oleh faktor sudut siku, sudut pukulan dan kestabilan kuda-kuda pada saat melakukan gerakan smash.Faktor lain yang mempengaruhi yaitu tinggi titik pukulan dan lurus atau tidaknya tangan saat raket tumbukan dengan shuttlecock. Dapat disimpulkan bahwa analisis gerak smash forehand tingkat ketepatan pada atlet remaja dipengaruhi oleh faktor sudut siku, sudut pukulan dan kestabilan kuda-kuda pada saat melakukan gerakan smash.