Jusuf Fantoni
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Ekpresi E-Cadherin dengan Invasi Limfovaskular dan Status KGB pada Karsinoma Payudara Tripel Negatif Citra Dewi; Henny Sulastri; Jusuf Fantoni; Zen Hafy
Majalah Patologi Indonesia Vol 22 No 1 (2013): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.192 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Karsinoma payudara tripel negatif (KPTN) memiliki karakteristik, prognosis dan terapi yang khas dan dengan angka kematian yang tinggi. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan biomolekuler mengenai penanda tumor, telah banyak penanda prognosis yang diteliti dan salah satunya adalah E-cadherin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan ekspresi E-cadherin dengan invasi limfovaskular dan status kelenjar getah bening (KGB) serta ekspresi E-CD berdasarkan ukuran tumor, morfologi tumor dan derajat histologi pada KPTN. Metode Penelitian ini adalah penelitian retrospektif cross sectional. Tiga puluh sampel jaringan hasil biopsi, lumpektomi dan mastektomi diambil secara acak dari arsip di Bagian Patologi Anatomik Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, dilakukan pulasan dengan antibodi E-cadherin dan diteliti hubungannya dengan invasi limfovaskular serta sebaran ekspresinya berdasarkan usia, morfologi tumor dan derajat histologi. Dua puluh dua sampel jaringan hasil mastektomi diteliti untuk menilai hubungan antara ekspresi E-cadherin dengan status KGB dan sebarannya berdasarkan ukuran tumor. Hasil Sebaran ekspresi E-cadherin positif terbanyak pada KPTN dengan ukuran massa tumor >2 cm, jenis karsinoma duktal invasif, derajat histologi tinggi (43,3%). Rasio prevalens hubungan ekspresi E-cadherin dengan invasi limfovaskular dan status KGB masing-masing 1,14 (Interval Kepercayaan 0,19-0,39;p>0,01) dan 1,65 (Interval Kepercayaan-0,143-0,663; p>0,05). Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E-cadherin belum bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan invasi limfovaskular dan status KGB pada kasus KPTN sehingga E-cadherin kurang dapat memberikan informasi mengenai prognosis penderita KPTN khususnya bagi klinisi dan penderita sendiri. Kata kunci : Karsinoma payudara tripel negatif, E-cadherin, invasi limfovaskular, status KGB. ABSTRACT Background Triple negative breast carcinoma (TNBC) has some unique characteristics, prognosis and treatment, and also a high mortality rate. Prognostic markers have been widely studied and one of them is Epithelial-Cadherin (E-cadherin). This study aims to look the relationship between E-cadherin expression with lymph vascular invasion, lymph node status, tumor size, morphology and histologic grade in TNBC. Methods This was a retrospective cross sectional study. Thirty samples of biopsy, lumpectomy and mastectomy specimens were taken randomly from the archives of the Anatomical Pathology Department of Mohammad Hoesin Hospital Palembang, stained with E-cadherin antibody, were used to investigate the relationship between the expression of E-cadherin with lymph vascular invasion, age, tumor morphology and histologic grade. Twenty-two tissue samples of mastectomy specimens were used to investigate the relationship between E-cadherin expression with lymph node status and tumor size. Results Mostly, positive expression of E-cadherin was expressed in tumor mass >2cm, in invasive ductal carcinoma type (40%) and in a high histologic grade tumor (43,3%). The prevalence ratio (PR) of E-cadherin expression of lymph vascular invasion was 1.14 (Convidence Interval 0.19-0.39; p> 0.05) and the PR of E-cadherin expression of the lymph nodes status was 1.65 (Convidence Interval -0.143-0.663; p> 0.05). Conclusion This study demonstrates that E-cadherin could’nt provide information on prognosis of TNBC as E-cadherin can’t be used as indicator for lympho-vascular invasion and lymphnode status. Key words: TNBC, E-cadherin, lymph vascular invasion, lymph node status
Pemeriksaan helicobacter pylori dengan PCR dari lambung penderita gastritis kronis Novi Triana; Mezfi Unita; Jusuf Fantoni; Theodorus; Yuwono
Majalah Patologi Indonesia Vol 19 No 1 (2010): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.66 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar belakangHelicobacter pylori (H.pylori atau Hp) adalah bakteri yang hidup pada mukus dan epitel lambungmanusia. Bakteri ini merupakan salah satu penyebab terjadinya gastritis, ulkus duodenum danlambung, atau salah satu faktor penyebab keganasan lambung. Di negara berkembang prevalensiH.pylori dilaporkan lebih tinggi dibandingkan negara maju. Angka prevalensi juga tergantung daristatus sosialekonomi, budaya, lingkungan dan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperbandingan nilai sensitifitas dan spesifisitas pemeriksaan PCR dengan pemeriksaan histopatologik dalam mendeteksi H.pylori serta mengetahui nilai dugaan positif dan negatif pemeriksaanPCR.MetodeSampel diambil dari arsip slide dan blok parafin di Laboratorium Patologi Anatomik, dan cairanlambung dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya/Rumah SakitDr. Mohammad Hoesin Palembang. Jumlah sampel yang diperlukan untuk penelitian ini sebanyak30 sampel, kemudian dilakukan review oleh spesialis Patologi Anatomik, dilakukan pulasan Giemsadan pemeriksaan PCR untuk cairan lambung.HasilPada penelitian ini didapatkan 30 sampel, tujuh sampel (23,3%) dengan atrofi kelenjar, 5 sampel(16,7%) dengan metaplasia intestinal dan 14 sampel H.pylori positif (46,7%). Hasil pemeriksaansequen DNA H.pylori positif sebanyak 28 orang (93,3%) dan sequen DNA H.pylori negatif sebanyak2 orang (6,7%). Setelah dilakukan uji diagnostik didapati nilai sensitifitas 92,85%, spesifisitas6,25%, prediksi positif 46,4% dan prediksi negatif 50%. Sampel terbanyak (27) adalah gastritiskronik aktif, diikuti oleh gastritis kronik nonaktif.KesimpulanUntuk mengetahui adanya H.pylori pada lambung, pemeriksaan dengan metode PCR ini bisadijadikan pemeriksaan alternatif apabila pasien menolak untuk dilakukan biopsi lambung.
Hubungan antara Ekspresi VEGF dan Karakteristik Kliniko-patologis pada Karsinoma Sel Skuamosa Serviks Linda Fatrisia; Jusuf Fantoni; Ika Kartika; Erial Bahar
Majalah Patologi Indonesia Vol 22 No 3 (2013): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.879 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Kanker serviks masih menjadi masalah yang signifikan di seluruh dunia. Angiogenesis sangat berperan dalam hal progresivitas, invasi dan metastasis.Vascular endothelial growth factor (VEGF) sebagai faktor angiogenik primer merupakan salah satu faktor prognostik karsinoma sel skuamosa serviks bila ekspresinya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ekspresi VEGF dan karakteristik klinikopatologis pada karsinoma sel skuamosa serviks. Metode Penelitian ini adalah penelitian cross sectional. Lima puluh tiga sampel terdiri atas 40 jaringan hasil biopsi dan 13 histerektomi diambil dari arsip di bagian Patologi Anatomi RSMH, dilakukan pulasan dengan antibodi VEGF, diidentifikasi dan dianalisis hubungannya dengan stadium klinis, derajat keganasan histologi, invasi limfovaskular, status limfonodus, kedalaman invasi dan keterlibatan parametrium. Hasil Ekspresi VEGF positif pada karsinoma sel skuamosa serviks lebih banyak dijumpai pada kelompok usia >50 tahun, stadium IIIB dan IVA, derajat keganasan semakin buruk, invasi limfovaskular dan status limfonodus positif serta kedalaman invasi stroma hingga 2/3 bagian luar dan tanpa keterlibatan parametrium. Terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi VEGF dengan kategori usia (p=0,038) dan korelasi yang kuat antara persentase positif ekspresi VEGF dengan usia (r=0,709) dan derajat keganasan (r=0,897). Namun, tidak ada hubungan yang bermakna antara ekspresi VEGF dengan karakteristik klinikopatologis (p>0,05). Kesimpulan VEGF belum dapat digunakan sebagai faktor prediktor progresivitas pada karsinoma sel skuamosa serviks Kata kunci : Karsinoma sel skuamosa serviks, VEGF, karakteristik klinikopatologis. ABSTRACT Background Cervical cancer remains a significant problem worldwide. The angiogenesis has an important role in the progression, invasion and metastasis. VEGF is a primary angiogenic factor that is one of the prognostic factor of cervical squamous cell carcinoma if the expression of VEGF increases. This study aimed to determine the relationship between the expression of VEGF and clinicopatological characteristics of the cervical squamous cell carcinoma. Methods It was a cross-sectional study. Fifty-three samples of biopsy and hysterectomy tissue were from the archives of the Anatomical Pathology Department of RSMH, stained with VEGF antibody, identified and analyzed the relation to clinical stage, histological grade, lymphovascular invasion, lymph node status, depth of invasion and parametrial involvement. Results The positive expression of VEGF in cervical squamous cell carcinoma was more common in the age group > 50 years, stage IIIB and IVA, the worse histological grade, the positive invasion lymphovascular and lymph nodes status, deep of stromal invasion up to the outside 2/3 and without parametrial involvement. There was a significant correlation between the expression of VEGF and the age category (p=0.038) and a strong correlation between the percentage of positive expression of VEGF andthe age range (r=0.709) and the histological grade (r=0.897). There was no significant correlation between the expression of VEGF and clinicopatologic characteristics (p>0.05). Conclusion VEGF can not be used as a progression predictor factorof thesquamous cell carcinoma. Key words : cervical squamous cell carcinoma, VEGF, clinicopathologic characteristics