Delyuzar Delyuzar
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ekspresi H19 dan Insulin-Like Growth Factor 2 (IGF2) pada Tumor Epitel Permukaan Ovarium Tipe Serosum dan Musinosum Rita Juliana Pohan; Nadjib Dahlan Lubis; Delyuzar Delyuzar
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No 2 (2018): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.032 KB)

Abstract

Latar belakang Tumor-tumor epitel permukaan ovarium merupakan neoplasma ovarium yang paling sering. Kanker ovarium mempunyai prognosis buruk karena gejalanya tidak spesifik dan kebanyakan dijumpai sudah stadium lanjut. Genomic imprinting adalah proses epigenetik yang menyebabkan ekspresi allel yang berbeda dari gen parental dalam sel-sel somatik. Adanya loss of imprinting gen IGF2 dan H19 diperkirakan terlibat dalam terjadinya kanker ovarium. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan adanya perbedaan ekspresi H19 dan IGF2 pada tumor jinak dan ganas yang berasal dari epitel permukaan ovarium, tipe serosum dan musinosum, mendeteksi kekambuhan dini dan terapi target.MetodePenelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 80 blok parafin jaringan ovarium dari operasi ooforektomi yang telah didiagnosis tumor jinak dan ganas ovarium, tipe serosum dan musinosum dengan pewarnaan hematoksilin eosin. Sampel akan dievaluasi intensitas dan kuantitas ekspresi immunohistokimia H19 dan insulin-like growth factor 2 (IGF2), kemudian diamati dan dianalisa dengan uji Fisher’s exact. Hasil H19 terekspresi kuat (81,82%) pada tumor serosum jinak, sedang pada tumor serosum ganas sebagian besar terekspresi lemah (88,89%), nilai p 0,005. Pada tumor musinosum jinak, H19 terekspresi kuat (77,78%) dan pada yang ganas terekspresi lemah (72,73%), dengan nilai p 0,070. IGF2 terekspresi kuat (90,91%) pada sebagian besar tumor serosum ganas, sedang pada tumor serosum jinak semuanya (100%) terekspresi lemah, dengan nilai p = 0,001. Pada tumor musinosum, IGF2 terekspresi kuat pada yang ganas (62,50), pada yang jinak (37,50%) juga terekpresi kuat, nilai p 0,087.Kesimpulan Expresi H19 dan IGF2 dapat menyokong kepastian diagnosis histologik tumor serosum jinak dan ganas. Ekspresi kuat H19 menunjukkan prognosis baik, ekspresi kuat IGF2 menunjukkan prognosis buruk pada tumor serosum.
Hubungan Ekspresi Protein Gene Product (PGP9.5) dalam sel Cancer Associated Fibroblasts (CAFs) dengan Derajat Histopatologik Adenokarsinoma Kolorektal Feby Yanti Harahap; Delyuzar Delyuzar; T. Ibnu Alferally
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 2 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.328 KB)

Abstract

Latar belakang Adenokarsinoma kolon merupakan keganasan yang paling sering dijumpai pada saluran cerna dan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Protein Gene Product (PGP9.5) dikenal sebagai ubiquitin hidrolase L1 karboksil-terminal, mengkatalisis hidrolisis ester C-terminal ubiquitin dan amida, memiliki peran penting dalam degradasi protein melalui daur ulang ubiquitin bebas dengan membelah ubiquitinylated peptides. Hubungan PGP9.5 dengan sel-sel kanker dapat ditunjukkan dalam berbagai tumor dan berbagai neoplasma mesenkim seperti tumor selubung saraf, tumor miofibroblastik, dan tumor pembuluh darah. Namun belum ada upaya untuk fokus pada ekspresi PGP9.5 khusus pada cancer associated fibroblasts (CAFs). Tujuan penelitian ini untuk melihat ekspresi PGP9.5 pada cancer associated fibroblasts (CAFs) pada penderita adenokarsinoma kolorektal dan dihubungkan dengan derajat histopatologiknya. Metode Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 33 blok parafin adenokarsinoma kolorektal. Potongan jaringan kemudian diwarnai secara imunoistokimia dengan antibodi primer anti PGP9.5. Dilakukan analisis dengan statistik tentang ekspresi pada CAFs adenokarsinoma colorektal dan hubungannya dengan derajat histopatologiknya. Hasil Sejumlah 33 pasien didiagnosis dengan adenokarsinoma kolorektal. Dalam penelitian ini diketahui rentang usia penderita adalah 17 hingga 72 tahun. Distribusi penderita berdasarkan ekspresi PGP9.5 pada CAFs dengan low expression pada well differentiated sebesar 33,33%, moderately differentiated 48,49% dan poorly differentiated 9,09%. Sedangkan distribusi penderita berdasarkan ekspresi PGP9.5 pada CAFs dengan high expression tidak ditemukan pada well differentiated, moderately differentiated 6,06% dan poorly differentiated 3,03%. Tidak terdapat hubungan antara ekspresi PGP9.5 dengan derajat histopatologi adenokarsinoma kolorektal dengan nilai p=0,215 (p>0,05). Kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara ekspresi PGP9.5 dengan derajat histopatologik adenokarsinoma kolorektal. Kata kunci : adenokarsinoma kolorektal, cancer associated fibroblasts (CAFs), imunohistokimia, protein gene product (PGP9.5), derajat histopatologik.
Ekspresi Epidermal Growth Factor Reseptor (EGFR) dan B-Cell Leukemia/Lymphoma-2 (BCL-2) pada Subtipe Histopatologik Karsinoma Sel Basal nurlela nurlela; Delyuzar Delyuzar; tengku ibnu alferraly
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No 3 (2018): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.547 KB)

Abstract

Latar belakangKarsinoma sel basal (KSB) adalah tumor ganas pada kulit yang berasal dari sel-sel primordial pluripotensial di lapisan basal epidermis, dapat juga berasal dari selubung luar folikel rambut atau kelenjar sebasea, atau adneksa kulit lainnya. KSB merupakan jenis kanker terbanyak pada kulit dan keganasan tersering pada manusia. Penelitian yang telah dilakukan untuk melihat adanya kecenderungan faktor risiko rekuren dan perkembangan terapi target, dengan beberapa petanda biologik seperti epidermal growth faktor reseptor (EGFR) dan B-cell leukemia/lymphoma-2 (BCL-2) pada KSB. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi EGFR dan BCL-2 pada subtipe histopatologik karsinoma sel basal.MetodePenelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah blok parafin yang didiagnosa sebagai KSB. Sejumlah 40 sampel terdiri dari mikro-nodular 17 sampel, nodular 12 sampel, infiltrating 4 sampel, pigmented 4 sampel, superfisial 2 sampel dan basoskuamous 1 sampel. Seluruh sampel dipulas dengan immunohistokimia dengan antibodi primer anti EGFR dan BCL-2 dan dilakukan interpretasi dengan menilai intensitas dan kuantitas tampilan warna pada sel tumor.HasilPada 20 sampel EGFR dengan ekspresi lemah, dijumpai 12 sampel (60%) juga menunjukkan ekspresi BCL-2 lemah dan 20 sampel dengan ekspresi EGFR kuat dijumpai 12 sampel (60%) juga menunjukkan ekspresi BCL-2 kuat. Hasil ekspresi EGFR dan BCL-2 terdapat kesesuaian yang dianalisis dengan uji McNemar.KesimpulanHasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesesuaian ekspresi antara EGFR dan BCL-2 yang signifikan dengan (p-value <0,001) pada penderita KSB.