Kusmardi Kusmardi
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Akurasi Diagnostik Lesi Indeterminate Nodul Tiroid Berdasarkan Ekspresi Imunositokimia CK19 Mieke Marindawati; Kusmardi Kusmardi; Lisnawati Lisnawati
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No 2 (2018): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.884 KB)

Abstract

Latar belakangBiopsi aspirasi jarum halus/fine needle aspiration biopsy (FNAB) pada lesi tiroid mempunyai keterbatasan dalam mendiagnosis lesi indeterminate karena belum dapat ditentukan sifat biologiknya. Hasil FNAB menentukan penatalaksanaan pasien sehingga perlu dilakukan pulasan imunositokimia untuk meningkatkan akurasi. Cytokeratin 19 (CK19) merupakan penanda yang sensitif untuk karsinoma papiler tiroid (KPT), namun masih jarang dilakukan pada spesimen FNAB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran imunositokimia CK19 dalam meningkatkan akurasi diagnostik lesi indeterminate pada FNAB nodul tiroid.MetodePenelitian ini merupakan desain potong lintang terhadap 42 kasus FNAB tiroid yang terdiri atas 11 kasus (26%) lesi jinak, 12 kasus (29%) atypia of undetermined significance (AUS), 10 kasus (24%) suspicious, dan 9 kasus (21%) KPT yang telah dilakukan operasi. Sampel didapatkan dari arsip Departemen Patologi Anatomik FKUI/RSCM tahun 2014-2015. Dilakukan pulasan imunositokimia CK19. Ekspresi dinilai menggunakan skor berdasarkan kurva receiver operating characteristic (ROC) dan sebagai baku emas adalah diagnosis histopatologik dari spesimen operasi.HasilPada 42 kasus yang dipulas dengan CK19 terdapat 22 kasus indeterminate yang terdiri atas 13 kasus yang terekspresi positif kuat dan 9 kasus yang menunjukkan ekspresi positif lemah/negatif. Dari 13 kasus yang terekspresi positif kuat, 11 kasus menunjukkan histopatologik ganas (berasal dari 7 kasus suspicious dan 4 kasus AUS) dan 2 kasus histopatologik jinak (berasal dari 1 kasus AUS dan 1 kasus suspicious). Sedangkan 9 kasus yang berekspresi positif lemah/negatif terdiri atas 8 kasus histopatologik jinak (berasal dari 6 kasus AUS dan 2 kasus suspicious) dan 1 kasus histopatologik ganas (berasal dari 1 kasus AUS). Dengan menggunakan tabel 2x2 diketahui bahwa pulasan imunositokimia CK19 pada lesi FNAB kategori indeterminate mempunyai sensitivitas 92%, spesifisitas 80%, nilai prediksi positif 85%, nilai prediksi negatif 89% dan akurasi diagnostik 86%.KesimpulanPulasan CK19 dapat digunakan sebagai penanda untuk membedakan karsinoma papiler tiroid dengan nodul jinak tiroid pada spesimen FNAB lesi indeterminate.
Hubungan Subtipe Imunofenotipik Berdasarkan Ekspresi CD56 dan CD16 dengan Ekspresi CD30 dan Ki-67 pada Limfoma Sel NK/T Ekstranodal Tipe Nasal Stephanie Maris; Kusmardi Kusmardi; Endang SR Hardjolukito; Maria Francisca Ham; Agnes Stephanie Harahap
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.533 KB)

Abstract

Latar belakangLimfoma sel NK/T ekstranodal tipe nasal (NKTCL; extranodal NK/T-cell lymphoma, nasal type) dapat dikategorikan menjadi beberapa subtipe berdasarkan ekspresi CD56 dan CD16 sesuai dengan pola perkembangan fenotip sel natural killer (NK) normal. Ekspresi CD56 banyak ditemukan pada tahap diferensiasi sel NK yang lebih awal, sedangkan ekspresi CD16 terdapat pada sel NK dengan diferensiasi yang lebih mature. Selain fenotip normal, adanya infeksi virus Epstein-Barr (EBV) sebagai etiologi NKTCL berkaitan dengan fenotip teraktivasi yang ditandai dengan ekspresi CD30, kemudian mengaktifkan jalur sinyal nuclear factor kappa beta (Nf-KB) sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan dan proliferasi sel tumor. Pada penelitian ini diteliti hubungan antara subtipe NKTCL berdasarkan ekspresi CD56 dan CD16 dengan ekspresi CD30 serta indeks proliferasi Ki-67.MetodaPenelitian ini menggunakan metoda potong lintang. Sampel terdiri atas 32 kasus NKTCL di Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) periode Januari 2010 sampai April 2016. Dilakukan pulasan imunohistokimia CD16, CD30 dan Ki-67, sedangkan pewarnaan CD56 diambil dari arsip. Selanjutnya dihitung persentasis positivitas pada setiap pulasan tersebut.HasilPositivitas CD56 ditemukan pada semua kasus (100%). Positivitas CD16 sebanyak 16 (50%) kasus, positivitas CD30 sebanyak 17 (53,13%) kasus, dan indeks proliferasi Ki-67 tinggi sebanyak 16 (50%) kasus. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara subtipe NKTCL (CD56+CD16- dan CD56+CD16+) dengan ekspresi CD30 (p=0,723). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara subtipe NKTCL (CD56+CD16- dan CD56+CD16+) dengan indeks proliferasi Ki-67 (p=0,480). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara ekspresi CD30 dengan indeks proliferasi Ki-67 (p=0,723).KesimpulanSubtipe imunofenotipik NKTCL (CD56+CD16- dan CD56+CD16+) tidak berhubungan dengan fenotip teraktivasi (CD30) maupun proliferasi (Ki-67).
Perbandingan Profil Lipid pada Tikus Putih yang diberi Crude Fucoidan dari Rumput Laut Coklat (Sargassum polycystum) yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak Juliana Irem Adriana Purukan; Kusmardi Kusmardi; Dian Ratih Laksmitawati; Syamsudin Abdillah; Bambang Ponco Priosoeryanto
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 17 No 1 (2019): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.043 KB) | DOI: 10.35814/jifi.v17i1.648

Abstract

: Brown seaweed (Sargassum polycystum) is one of the plants that produces pharmacological activity which is as anti-atherosclerotic with the potential chemical content is fucoidan. The aim of this research is to know the effectiveness of crude fucoidan in decreasing total cholesterol, LDL, TG, increasing HDL levels and atherogenic index. In the optimization phase, 5 rat test animals were used to see the effect of the composition of a high-fat diet given on lipid profiles. While in the testing phase 30 test animals were divided into 6 groups to see the effect of a high-fat and crude fucoidan diet given to lipid profiles. Examination of lipid profiles was carried out three times, namely on the 0th, 14th and 36th days, after that the atherogenic index is calculated. On the 36th day the test, rats were anesthetized and necropsy for subsequent blood collection through the heart organ.The results showed that 200 mg crude fucoidan dose could significantly decreasing total cholesterol, LDL, TG, increased HDL levels and significantly decreased the atherogenic index of rat serum compared to the dosages of 100 mg and 50 mg, but did not differ significantly from the positive control at 10 mg atorvastatin.
Perbedaan Ekspresi BCL-2 pada Limfoma Sel B Jenis Sel Besar Difus sebagai Salah Satu Petanda Subtipe Germinal Center B-Cell Like dan Non-Germinal Center B-Cell Like Dayanto Indro Utomo; Maria Francisca Ham; Kusmardi Kusmardi; Endang SR Hardjolukito
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No 1 (2018): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.628 KB)

Abstract

Latar belakangLimfoma non-Hodgkin sel B jenis sel besar difus (DLBCL; Diffuse Large B-Cell Lymphoma) adalah jenis limfoma non-Hodgkin yang paling banyak ditemukan dan merupakan suatu entitas yang sangat heterogen secara klinik maupun morfologik. Para ahli mengelompokkan DLBCL ke dalam dua subtipe yaitu subtipe Germinal Center B Cell-Like (GCB) dan non-Germinal Center B-Cell Like (non-GCB), di mana GCB memiliki prognosis yang lebih baik. Penjelasan tentang perbedaan dari kedua subtipe belum sepenuhnya diketahui. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan ekspresi Bcl-2 pada kedua subtipe DLBCL yang mungkin dapat menjelaskan perbedaan prognosisnya.MetodeStudi potong lintang dilakukan pada 41 kasus DLBCL, terdiri atas 18 kasus subtipe GCB dan 23 kasus subtipe non-GCB. Dilakukan review diagnosis histopatologik dari sediaan H&E serta review imunofenotip dari sediaan imunohistokimia. Dilakukan pemeriksaan ekspresi Bcl-2 secara imunohistokimia dan penilaian positivitas dengan nilai cut off 31%. Selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney.HasilSeluruh kasus DLBCL, sejumlah 18 kasus subtipe GCB, 15 kasus ekspresi Bcl-2 dikategorikan tinggi. Sejumlah 23 kasus subtipe non-GCB ditemukan 22 kasus ekspresi Bcl-2 termasuk kategori tinggi. Ekspresi Bcl-2 pada DLBCL subtipe non-GCB (nilai rerata 78,70%) lebih tinggi secara bermakna dibandingkan ekspresi Bcl-2 subtipe GCB (nilai rerata 66,61%) (p<0,05).KesimpulanEkspresi Bcl-2 pada DLBCL subtipe non-GCB lebih tinggi dibandingkan ekspresi Bcl-2 subtipe GCB. Hal ini mungkin dapat menjadi salah satu penjelasan perbedaan prognosis diantara keduanya.
Aktivitas Antiinflamasi Crude Extract Fukoidan dari Sargassum crassifolium pada Sel RAW 264.7 yang Diinduksi LPS Pangartika Hikariastri; Hendig Winarno; Kusmardi Kusmardi; Dian Ratih Laksmitawati; Syamsudin Abdillah
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 9, NOMOR 2, AGUSTUS 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.183 KB) | DOI: 10.22435/jki.v9i2.1547

Abstract

Inflammation is known as the basic mechanism underlying various chronic diseases. Macrophage activation by inflammatory stimulus induces the release of inflammatory mediators, thus the mediators becoming a promising target of anti-inflammatory drug development. Previous studies indicated that fucoidan has anti-inflammatory activity by inhibiting the release of proinflammatory mediators. The aim of this study is determining anti-inflammatory activity of fucoidan crude extract form Sargassum crassifolium Garut waters by observing its effect on proinflammatory cytokines TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Fucoidan is a polysaccharide substance which has various characteristics, depending on the source and the extraction method which is influencing its bioactivity. Sargassum crassifolium collected from Garut-West Java is extracted using diluted HCl 0,1 M and precipitated with ethanol to obtain fucoidan crude extract. The crude extract is tested on LPS-induced RAW 264.7 cells to evaluate its effect on TNF-α, IL-1β, and IL-6 level using ELISA method. The result showed that fucoidan crude extract decreased the level of TNF-α by the dose of 25 and 50 μg/ml, and decreased the level of IL-1β and IL-6 by the dose of 25 μg/ml. The dose of 50 μg/ml failed to inhibit IL-1β and IL-6 production. This study showed that fucoidan crude extract derived from S. crassifolium has anti-inflammatory activity to RAW 264.7 cells by the dose of 25 μg/ml.
Pengaruh Crude Fukoidan dari Ekstrak Sargassum crassifolium terhadap Kadar ICAM-1 dan VCAM-1 pada Sel Raw 264.7 yang Diinduksi Lipopolisakarida Ayu Werawati; Esti Mumpuni; Kusmardi Kusmardi; Dian Ratih Laksmitawati; Syamsudin Abdillah
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 17 No 1 (2019): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.613 KB) | DOI: 10.35814/jifi.v17i1.704

Abstract

Inflammation is the response of vascular tissue to infection and damaged tissue to remove agents that cause inflammation. Macrophages are the dominant cells in the inflammatory reaction. Adhesion of leukocytes to vascular endothelium is a main feature of the inflammatory process. The presence of adhesion molecules, such as ICAM-1 and VCAM-1, can lead to adhesion of monocytes and lymphocytes to endothelial cells via bonding adhesion molecules to endothelial cells. Crude fukoidan derived from Sargassum crassifolium taken from Garut waters and extracted with dilute HCl, tested for anti-inflammatory activity through inhibition of ICAM-1 and VCAM-1 using lipopolysaccharide-induced RAW 264.7 cell models. The viability test was carried out in the concentration range of 0.49-1000 µg / mL. The pattern of inhibition of cell proliferation is influenced by concentration. The highest concentration that caused cell viability of 80% was the concentration of 86.46μg / ml. Crude fukoidan reduced ICAM-1 and VCAM-1 levels at concentrations of 50 and 25 μg / ml.. Percent inhibition of ICAM-1 at 50 µg / mL concentration was 61.04% compared to control and 74.26% at 25 µg / mL concentration. While the percent inhibition of VCAM-1 a