Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Nonformal

Integrasi Program Sadar Wisata Dalam Membangun Kesadaran Literasi Di Desa Nglanggeran RB Suharta; Erma Kusumawardani; Yudan Hermawan
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i1p47-63

Abstract

AbstrakEra disrupsi ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis ekonomi, namun juga krisis literasi. Fakta ini didasarkan pada riset Central Connecticut State University 2016, yang mengatakan bahwa literasi Indonesia berada di tingkat kedua terbawah dari 61 negara. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran literasi masyarakat melalui keterpaduan program kelompok sadar wisata dan organisasi karangtaruna.   Untuk dapat membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang di amati, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Sehingga kegiatan sarasehan dan pendampingan sebagai satu bentuk aktivitas dalam pengumpulan data kepada masyarakat yang kemudian di analisis interaktif sesuai dengan metode deskriptif kualitatif yang kemudian menghasilkan pembentukan (1) Rintisan kemitraan antara kelompok sadar wisata dan generasi muda yang tergabung dalam organisasi karang taruna agar secara langsung terlibat dalam mengembangkan edukasi wisata. (2)  Kelompok sadar wisata dalam membangun kesadaran literasi masyarakat bersama dengan Taman Bacaan Masyarakat merupakan kolaborasi yang saling menguatkan. (3) Gerakan masyarakat dalam bentuk tulisan-tulisan penyemangat akan nilai keindahan, kebersihan, ramah, etika yang diletakkan di sudut-sudut jalan serta pengadaan buku informatif   tentang geopark Nglenggeran di beberapa omah (homestay) merupakan gagasan yang layak didukung oleh pemerintah setempat. Membangun kesadaran literasi bagi seluruh masyarakat menjadi penting terutama dalam mensikapi berkembangnya desa wisata dengan potensi alam yang begitu mempesona wisatawan. Untuk itulah kolaborasi kelompok sadar wisata dengan program pengembangan yang didukung taman bacaan masyarakat yang memenuhi kebutuhan belajar masyarakat kaitannya dengan gerakan mendukung desa wisataINTEGRATION OF TOURISM AWARENESS PROGRAMS IN BUILDING LITERATION AWARENESS IN NGLANGGERAN VILLAGEAbstractIn this era of disruption, Indonesia is not only experiencing an economic crisis, but also a literacy crisis. This fact is based on a 2016 Central Connecticut State University research, which states that Indonesian literacy is in the second lowest level of 61 countries. Based on this, this activity aims to build awareness of community literacy through integrated tourism awareness group programs and youth organizations. To be able to make a systematic, factual and accurate description, description or painting of the facts, properties and relationships between observed phenomena, the researcher uses a qualitative approach. So that the workshop and mentoring activities as a form of activity in collecting data to the community are then analyzed in accordance with the qualitative descriptive method which then results in the formation of (1) Pioneering partnerships between tourism awareness groups and the young generation who are members of the youth organization to be directly involved in developing tourism education. (2) The tourism awareness group in building community literacy awareness together with Community Reading Gardens is a mutually reinforcing collaboration. (3) Community movements in the form of encouraging writings on the values of beauty, cleanliness, friendliness, ethics placed on street corners and the procurement of informative books about the Nglenggeran geopark in several homestays are ideas that deserve to be supported by the local government. Building literacy awareness for the entire community is important, especially in response to the development of tourist villages with natural potential that fascinates tourists. For this reason, the collaboration of tourism awareness groups with development programs supported by community reading gardens that meet the learning needs of the community in relation to the movement to support tourism villages
Penguatan Kapasitas Inovasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Desa Wisata Berkelanjutan Erma Kusumawardani; Sujarwo Sujarwo; Iis Prasetyo
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 18, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v18i1p12-23

Abstract

Abstrak Sektor pariwisata menjadi salah satu pendukung dalam kegiatan pembangunan di Indonesia. Di samping itu sektor pariwisata memberikan banyak dampak positif untuk masyarakat dari upaya pemanfaatan potensi alam maupun budaya. Namun, proses rintisan, pengelolaan hingga upaya pengembangan desa wisata belum semua terarah pada terbentuknya desa wisata berkelanjutan. Salah satu kendalanya terkait sumber daya manusia sebagai subyek pengembang wisata tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mewujudkan desa wisata berkelanjutan. Metode penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Prosedur ini melibatkan warga masyarakat atau warga masyarakat sebagai pelaksana PAR. Partisipan dalam penelitian ini 30 yang terdiri dari anggota Pokdarwis, Pendamping Desa dan Pemuda. Adapun siklus yang dilakukan dikenal dengan istilah KUPAR (to Know, to Understand, to Plan, to Action dan to Reflection). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada partisipan dapat mendorong anggota pokdarwis untuk melakukan inovasi dengan diskusi dengan pakar yang di inisiasi oleh kelompok tersebut. Sehingga inovasi dapat dimunculkan melalui motivasi internal lebih dapat menginternalisasi upaya dalam melakukan pengembangan desa wisata utama nya di desa semoyo yang menjadi setting penelitianAbstractThe tourism sector is one of the supporters in development activities in Indonesia. In addition, the tourism sector provides many positive impacts for the community from efforts to exploit natural and cultural potential. However, the piloting process, management and efforts to develop tourist villages are not all directed towards the formation of sustainable tourism villages. One of the obstacles is related to human resources as the subject of the tourism developer. So this study aims to analyze efforts to increase the capacity of human resources in realizing a sustainable tourism village. The Participatory Action Research (PAR) method is used in this study. This method involves community members or members of the community acting as PAR implementers. There were 30 participants in this study consisting of Pokdarwis members, Village Facilitators and Youth. The cycle that is carried out is known as KUPAR (to Know, to Understand, to Plan, to Action and to Reflection). The results of this study indicate that through the education and training activities provided to participants, Pokdarwis members can be encouraged to innovate through discussions with experts initiated by the group. So that innovation can be raised through internal motivation to be more able to internalize efforts in developing the main tourism village in Semoyo village which is a research setting.