Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DESAIN KONFIGURASI SISTEM PROPULSI HYBRID TERHADAP PENGURANGAN KONSUMSI BBM KAPAL PENANGKAP IKAN 30 GT (Configuration Design of a Hybrid Propulsion System to Reduce Fuel Oil Consumption of a 30 GT Fishing Vessel) Andi Haris Muhammad; . Baharuddin; Hasnawiya Hasan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 10 No. 1 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.008 KB) | DOI: 10.29244/jmf.10.1.1-9

Abstract

This study aims to reduce fuel oil consumption of a 30 GT fishing vessel through configuration design of diesel and electric motor hybrids propulsion system. The configuration design of hybrids propulsion system systematically include; i) loading assumption; ii) prediction of speed-thrust; iii) prediction of fuel oil consumption. Design of hybrids propulsion system was analyzed by using the concept of time domain simulation of vessel movement. The result indicated that the hybrids propulsion system implemented to fishing vessel was very effective to reduce fuel consumption compared with conventional propulsion system, especially in variation of loading and speed condition.Keywords: fishing vessel, hybrids propulsion system and fuel oilPenelitian ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak kapal penangkap ikan 30 GT melalui desain konfigurasi sistem propulsi hybrid diesel-listrik. Secara sistematis perancangan sistem propulsi hybrid meliputi; i) asumsi pembebanan operasi; ii) prediksi speed-thrust; iii) prediksi konsumsi bahan bakar. Desain sistem propulsi hybrid dianalisis dengan menggunakan konsep time domain simulation pergerakan kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem propulsi hybrid pada kapal penangkap ikan sangat efektif dalam mengurangi konsumsi bahan bakar dibandingkan dengan sistem propulsi konvensional, terkhusus pada kondisi pemuatan dan kecepatan yang bervariasi.Kata kunci: Bahan bakar, kapal penangkap ikan, sistem propulsi hybrid
KEBISINGAN PADA KAPAL MOTOR TRADISIONAL ANGKUTAN ANTAR PULAU DI KABUPATEN PANGKAJENE Baharuddin, .; Haryono, Eko
JURNAL RISET TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ikatan Sarjana Teknik Perkapalan UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal merupakan mode transportasi yang begitu penting bagi masyarakat Pulau Kulambing, Kab. Pangkajene. Namun umumnya kapal yang melayari rute ini berukuran kecil dan tidak menyediakan ruangan khusus untuk mesin sehingga diduga kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin melebihi ketentuan yang ditetapkan dan jika dibiarkan lambat laun akan mengganggu kesehatan baik penumpang atau ABK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kebisingan pada berbagai kondisi pelayaran serta titik pengambilan data. Metode pengambilan dilakukan secara langsung dengan menggunakan sound level meter. Sebagai tambahan akan diberikan asbes pada sepanjang pipa gas buang dengan harapan penambahan asbes tersebut dapat mengurangi kebisingan serta dampak yang ditimbulkan guna meningkatkan kesehatan dan kenyamanan pelayaran. Dan dari hasil penelitian ini tingkat kebisingan bunyi sebelum diberi peredam adalah berkisar 90 dB-110 dB. Pengurangan tingkat bunyi yang setelah diberi peredam berdasarkan hasil pengukuran antara 5,87 dB-10,45 dB. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan, pengurangannya berkisar 7,91 dB-8,01 dB
STUDI MOTOR PENGGERAK KEMUDI KMP. SULTAN MURHUM SETELAH MENGALAMI PERUBAHAN DIMENSI DAUN KEMUDI Baharuddin, .; Nikmatullah, Muhammad Iqbal
JURNAL RISET TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Ikatan Sarjana Teknik Perkapalan UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemudi merupakan salah satu di antara alat mekanis yang dipakai untuk menentukan dan mengaturarah haluan atau maneuvering kapal pada saat berlayar. Pada kapal KMP.SULTAN MURHUMterdapat permasalahan pada daun kemudinya, dimana terjadi getaran yang mengurangi kelincahanpada saat melakukan maneuvering. Oleh karena itu, pemilik kapal menginginkan perubahan ukuranatau dimensi daun kemudi yang tidak sesuai dengan ketentuan maneuvering kapal yang terjadi padaKMP.SULTAN MURHUM sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mencegah over maneuvering yangterjadi. Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui luas daunkemudi dan gaya-gaya yang bekerja pada daun kemudi, dan mengetahui berapa besar daya mesinpenggerak kemudi yang dibutuhkan. Gaya-gaya yang bekerja pada daun kemudi akibat perubahandimensi kemudi maka diperoleh gaya normal daun kemudi (Pn) = 1183,525 N, kapasitas mesinkemudi (Power Steering Gear) (D) = 2,50 Hp. Dari hasil perhitungan luas daun kemudi yang bekerjapada daun kemudi adalah = 0,910 m2.
PERENCANAAN ISOLASI TANGKI SETLING DAN TANGKI HARIAN BAHAN BAKAR MARINE FUEL OIL (MFO) PLTD LOPANA SEKTOR MINAHASA Klara, Syerly; Baharuddin, .
JURNAL RISET TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ikatan Sarjana Teknik Perkapalan UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTD Lopana Sektor Minahasa di Kabupaten Minahasa Selatan Kota Amurang Provinsi Sulawesi Utara melakukan penggantian jenis bahan bakar pada mesin diesel pembangkit tenaga listriknya yang semula menggunakan High Speed Diesel (HSD) menjadi Marine Fuel Oil (MFO). Tujuan penelitian ini untuk menentukan volume tanki settling dan tanki harian, merencanakan jenis isolasi dan sistem pemanas tanki bahan bakar MFO. Metode yang digunakan analisis persamaan perpindahan panas dengan mempertimbangkan specific fuel oil consumption (sfoc), viskositas bahan bakar dan kapasitas pompa yang digunakan untuk menentukan dan merencanakan dimensi dan bahan isolasi tanki bahan bakar MFO. Dari hasil rancangan, volume tanki sebesar 9,66 m3 dengan bahan isolasi terdiri dari Baja wolfram (5 mm), ceramic (5 mm), Busa urethane (6 cm) dan aluminium (2 mm). Beban pemanas bahan bakar pada tanki settling dan tanki harian masing-masing 18,03 kW dan 8,78226 kW dengan demikian jenis pemanas yang digunakan adalah electric heater untuk menjaga suhu bahan bakar MFO tetap konstan.
PEMULIAAN TANAMAN PADI AROMATIK LOKAL KABUPATEN ENREKANG SULAWESI SELATAN Masniawati, A; Baharuddin, .; Joko, Tri; Abdullah, Asadi
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4, No 2 (2015): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.917 KB) | DOI: 10.35580/sainsmat4220392015

Abstract

Kabupaten Enrekang merupakan  sentra penanaman padi lokal Aromatik, hanya saja padi lokal tersebut memiliki umur yang panjang dan produktivitasnya masih rendah. Salah satu cara untuk memperbaiki karakter padi lokal adalah dengan menyilangkan dengan padi unggul nasional.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bibit padi lokal aromatik yang memiliki karakter seperti padi unggul nasional yaitu berumur pendek, memiliki aoma, potensi produksi tinggi dan tinggi berkisar 100 cm. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret ? September 2014. Persilangan dilakukan antara padi Aromatik Lokal Kab. Enrekang yaitu Pare Mandoti, Pare Pallan, Pare Pinjan dan Pare Lotong dengan varietas unggul  Ciherang. Hasil penelitian hingga tahap ini telah berhasi diperoleh generasi Fi hasil persilangan dan akan dikarakterisasi secara morfologi dan molecular untuk mendapatkan bibit tanaman padi Aromatik Unggul. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Telah berhasil dilakukan persilangan antara padi lokal aromatic Kabupaten Enrekang dengan varietas unggul ciherang, 2. Telah diperoleh generasi F1 dari hasil silangan antara Pare Mandoti, Pare Pinjan, Pare Lambau, dan Pare Lotong dengan varietas unggul Ciherang.Kata Kunci: Kabupaten Enrekang, Padi Aromatik, Pemuliaan Tanaman, Varietas Unggul
KONVERSI ENERGI PANAS PENGGERAK UTAMA KAPAL BERBASIS THERMOELECTRIC Baharuddin, .; haryanto, agli
Jurnal Riset Teknologi Kelautan Vol 13, No 1 (2015): JURNAL RISET TEKNOLOGI KELAUTAN (JRTK)
Publisher : Jurnal Riset Teknologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.58 KB)

Abstract

Energi sudah menjadi salah satu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dalam segala aktivitas manusia. Energi saat ini dapat diperoleh dari sumber daya alam seperti minyak bumi yang telah ada dan juga dengan memanfaatkan gejala alam sebagai tenaga penggerak untuk memperoleh energi. Namun ketidakseimbangan antara kebutuhan energi dan energi yang tersedia saat ini membuat manusia berfikir untuk membuat energi alternative lainnya. Tidak terkecuali dalam dunia perkapalan, salah satunya yang kemudian diangkat dalam skripsi ini adalah memanfaatkan energi panas buangan mesin penggerak utama kapal sebagai sumber energi terbarukan dengan menggunakan metode konversi energi (thermoelektric). Thermoelectric merupakan metode konversi energi yang memanfaatkan perbedaan temperatur untuk menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan prinsip kerja peltier. Pada penelitian ini digunakan beberapa peltier yang disusun secara seri maupun parallel pada kondisi putaran mesin variasi mulai dari 1000 RPM sampai 2500 RPM yang bertujuan untuk mengetahui besar energi listrik yang dapat dihasilkan dari perbedaan temperature pada panas mesin utama kapal hasil pembakaran yang terbuang dengan suhu kamar mesin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebuah peltier mampu menghasilkan maksimal daya pada kondisi putaran mesin 2500RPM dengan perbedaan suhu 33 ºC sebesar 1,12 Watt, dan susunan 2 buah peltier dirangkai seri memiliki daya yang lebih besar dibandingkan susunan peltier secara parallel pada kondisi putaran mesin yang sama yaitu sebesar 8,4 Watt. Ini menunjukkan sinkronisasi antara perbedaan suhu yang terjadi pada kedua sisi peltier dengan daya listrik yang dihasilkan pada peltier.
PEMANFAATAN SERBUK KAYU JATI (Tectona grandis L.) YANG DIRENDAM DALAM AIR DINGIN SEBAGAI MEDIA TUMBUH JAMUR TIRAM (Pleurotus comunicipae) . Baharuddin; Muh. Taufik Arfah; . Syahidah
PERENNIAL Vol. 2 No. 1 (2006)
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v2i1.146

Abstract

The growth responds of Pleurotus comunicipae to the use of cold water-soaked teakwood sawdust as a growth medium was investigated. Teakwood sawdust was soaked in cold water during the time periods of 1, 3, 5 and 7 days) with ten replications. Unsoaked teakwood sawdust was also prepared and used as a control. Measurement variabels consisted of time required for a completely covering mycelial growth, number of fruitbody, and fungal mass (green and dry weight). Results showed that P. comunicipae placed on soaked teakwood sawdust medium had a better growth than control (without soaking) medium. The medium with increased soaking period produced a good growth ability of P.comunicipae. At teakwood sawdust soaked for 7 days, the average of mycelial growth to cover teakwood sawdust medium, number of fruiting bodies, green weight and dry weight at the first harvesting were 52.6 days, 8.6 units, 100.5 grams and 13.4 grams, respectively. Keywords: teakwoods sawdust, Pleurotus comunicipae, cold water soaking, growth ability
PEMANFAATAN NIRA AREN (Arenga pinnata Merr) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN GULA PUTIH KRISTAL . Baharuddin; Musrizal Muin; Herniaty Bandaso
PERENNIAL Vol. 3 No. 2 (2007)
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v3i2.169

Abstract

A research was conducted to evaluate the quality of white refined sugar produced from palm tree (Arenga pinnata) using direct and indirect cooking processes. Visual methods were applied to determine color, shape and texture of produced sugar. The sucrose, ash, and other sugar contents as well as dry weight of produced refined sugar were also analyzed. Results showed that the production process using direct cooking resulted in small granulated, dry, compacted and milky white refined sugar, while that using indirect cooking (four hours storage) produced clay granulated, less compacted, dust shape and browning refined sugar. The sucrose, ash, and other sugar contents found in direct cooking process were 10.27%, 0.016%. and 2.68%, respectively, while those found in indirect cooking process were 11.11%, 0.018%, and 2.78%, respectively. Keywords: Palm tree, Arenga pinnata, nira, white refined sugar
Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro - Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan Baharuddin, .
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 19, No 1 (2017): April 2017
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah mengembangkan model pembelajaran dan perangkat pembelajar- an berbasis kompetensi terintegrasi pendidikan karakter di Sekolah Menengah Kejuruan. Jenis penelitian Research & Development yaitu analisis kebutuhan, perancangan pengembangan, validasi ahli dan revisi, uji coba, dan tahap implementasi. Data berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh lewat angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik nonparametric. Hasil penelitian berupa produk pengembangan perangkat pembelajaran bidang pemanfaatan tenaga listrik yang berupa modul, media, dan penilaian pencapaian kompetensi (rubrik penyekoran). Hasil pengembangan memenuhi tuntutan validitas, pencapaian kompetensi dalam proses pembelajaran yang dipergunakan secara keseluruhan, guru memberi skor penilaian melalui pencapai kompetensi sesuai kriteria dalam rubrik penyekoran terhadap ketiga aspek kompetensi, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penilaian keefektifan pembelajaran secara menyeluruh menunjukkan bahwa siswa dan guru memberikan tanggapan secara aktif dan mencapai tujuan pembelajaran.Kata Kunci: Aplikasi Model Dick and Carey, Kompetensi.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DAN PRODUKTIVITAS ULATSUTERA (Bombyx mori L.) DARI TIGA BIBIT HIBRID Sitti Nuraeni; . Baharuddin
PERENNIAL Vol. 6 No. 1 (2010)
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v6i1.196

Abstract

The purpose of this research to compared the characteristic and productivity of three silkworm seeds. The result of this research can be information for user of the sericulture. Three seeds examination from Perum Perhutani Soppeng ( P1), BS09 ( P2) and C103 ( P3) from Perum Perhutani Candiroto (Central Java).The observation will be done the hatchability of eggs, resistance of larval, and the characteristic of the larval. Result of research shows that stadium of P2 and P3 silkworm is shorter (21 days) than P1 (23 days). Larval characteristic; colored and larval pattern are equal relative except longer caterpillar P1 length from P2 and P3. Cocoon characteristic; colored, wrinkle and its hardness relative is of equal except size measure and form the cocoon, ellipse globular bigger P1 than P2 and P3 are elliptical like peanut. The result of this research was showed that examination three seeds hybrid of productivity observation (hatchability of eggs and resistance of mature larval,) P1 better than P2 and P3. Key words: Characteristic, productivity, hybrid seed, silkworm (Bombyx mori L).