Ray March Syahadat
Program Studi Arsitektur Lanskap, Institut Sains dan Teknologi Nasional

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENILAIAN PERFORMA DAUN DAN TAJUK Cosmos sulphureus Cav. TERHADAP PEMUPUKAN ORGANIK DAN ANORGANIK Ray March Syahadat; Ismail Saleh
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2020.v4i1.2804

Abstract

Cosmos sulphureus Cav. Known as a horticultural plant that has many benefits. Several studies reported its benefits as a vegetable plant, natural coloring, biopesticide, apiary, therapeutic plant, and ornamental plants. Research on its function as a landscape plant is still rarely studied. Though this plant has a characteristic of growth that is different from other types of cosmos/kenikir. This study aims to assess the appearance of leaves and canopy of C. sulphureus plants as landscape plant in organic and inorganic fertilizing. The analytical methods used in this study were chi-square, Kendall's W test, scenic beauty estimation, semantic differential, and paired comparison. The results shows fertilized of C. sulphureus leaf and canopy appearance significantly differ than not fertilized C. sulphureus. Fertilization with organic fertilizer shows the preferred results by 36 respondents because it has impression of height on its appearance.
PERENCANAAN TAMAN KOTA SEBAGAI SALAH SATU ATRIBUT KOTA HIJAU DI KECAMATAN GEDEBAGE, BANDUNG Anendawaty Roito Sagala; Adityas Prasetyo; Dwi Abdul Syakur; Nur Rahmah Amania; Daisy Radnawati; Ray March Syahadat; Priambudi Trie Putra
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.102 KB)

Abstract

Keberadaan ruang terbuka merupakan unsur penting yang dapat menjaga keberlanjutan ekologi suatu kota. Kota cenderung menghabiskan ruang-ruang terbuka yang ada untuk pemenuhan aspek ekonomi sehingga lanskap perkotaan bersifat sangat dinamis. Kecamatan Gedebage di Kota Bandung merupakan kawasan yang dipersiapkan menjadi pusat pemerintahan Kota Bandung. Hal ini telah tertuang di dalam master plan Kecamatan Gedebage. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan Taman Kota Gedebage sebagai ruang terbuka hijau menggunakan delapan atribut kota hijau. Metode penelitian yang dilakukan yaitu studi pustaka primer dan sekunder. Taman Gedebage direncanakan berdasaran delapan atribut kota hijau yaitu green planning dan green design, green community, green open space, green building, green energy, green transportation, green water, dan green waste.Kata Kunci : Atribut kota hijau; ekologi; dinamis; keberlanjutan; lanskap perkotaan; ruang terbuka hijau.
MEWUJUDKAN KAMPUNG BANDAN SEBAGAI KAMPUNG KOTA BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ASIAN NEW URBANISM Desy Fatmala Makhmud; Fitria Nurhasanah; Indah Ulfia Utami; Syifa Khansha; Daisy Radnawati; Ray March Syahadat
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.355 KB)

Abstract

Kampung kota merupakan fenomena yang banyak terjadi terutama di lanskap kota pada negara-negara berkembang. Salah satu kampung kota yang ada di Indonesia yaitu Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara. Kepadatan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh kampung ini, dengan perbandingan kebutuhan ruang terbuka yang minim, derajat ketertutupan ruang, dan keterdekatan antar bangunan. Kepadatan dan keterbatasan dapat mengurangi kreativitas bagi manusia penghuninya untuk bertindak dan berperilaku. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak akan ada ruang-ruang sisa di dalam kampung Bandan. Dengan segala permasalahan yang ada maka perlu diadakan suatu penataan kampung yang berkelanjutan. Penataan yang benar akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik di dalamnya. Studi dilakukan pada bulan Oktober-November 2016. Analisis data dilakukan secara komparatif terhadap teori kampung kota berkelanjutan berdasarkan pendekatan Asian New Urbanism berupa rekomendasi yang menjadi dasar dalam menciptakan konsep kampung kota yang berkelanjutan dengan inovasi instrumen perencanaan Asian New Urbanism.Kata Kunci : Instrumen perencanaan; keberlanjutan; kebutuhan ruang; kepadatan; konsep; lanskap; lanskap kota; penataan kampung; rekomendasi; ruang terbuka
VERTICAL GREENERY PADA SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI PUBLIK UNTUK MENDUKUNG KOTA HIJAU Fitria Nurhasanah; Indah Ulfia Utami; Ray March Syahadat
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.731 KB)

Abstract

Perencanaan kota yang terjadi selama ini biasanya hanya terfokus pada struktur perkerasaan. Akibatnya beberapa permasalahan timbul seperti meningkatnya suhu perkotaan, penurunan kualitas udara bersih, penurunan kualitas visual, hilangnya sense of landscape, dan terganggunya ekosistem di perkotaan. Selanjutnya, bertambahnya jumlah penduduk dan berkurangnya area ruang terbuka hijau (RTH) membuat kita harus memikirkan alternatif untuk meningkatkan kualitas hidup di perkotaan. Sistem vertical greenery menjadi salah satu solusi yang sering digunakan pada bangunan. Artikel ini mencoba memberikan sebuah solusi untuk memanfaatkan konsep vertical greenery bukan hanya untuk bangunan, tetapi pada sarana dan prasarana transportasi umum yang banyak tersebar di perkotaan. Diharapkan dengan mengoneksikan potensi kuantitas sarana dan prasarana transportasi publik, tanaman dengan kemampuan mereduksi polutan, serta teknologi vertical greenery, dapat membantu mengurangi permasalahan akan kurangnya RTH perkotaan yang secara tidak langsung memiliki dampak pada kualitas hidup di perkotaan. Studi dilakukan di Jakarta dan Singapura pada bulan November-Desember 2016. Hasil yang diperoleh terdapat 14 kriteria tanaman dan 34 spesies tanaman yang dapat digunakan untuk vertical greenery pada sarana dan prasarana transportasi publik di perkotaan.Kata Kunci : ekosistem perkotaan; lanskap; kriteria; kualitas visual; kualitas hidup perkotaan; sense of landscape; ruang terbuka hijau; RTH; suhu perkotaan; udara bersih