Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Material Daur Ulang dari bahan Pisang Sebagai Pelapis Akustik Pada Dinding Interior Anastasia Cinthya Gani
VISUAL Vol 12, No 01 (2016): Visual
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v12i01.1528

Abstract

Wacana desain yang berkelanjutan (sustainable design) memberikan peluang untuk menggali lebih dalam terhadap kemungkinan-kemungkinan aplikasi material yang ramah lingkungan. Penggunaan bahan dasar dari pohon pisang mudah ditemukan di Indonesia, secara mempunyai iklim tropis. Terutama di Jakarta, dimana mudah ditemukan tanaman pisang dan dapat diambil dari pasar – pasar terdekat. Bagian pohon pisang yang digunakan yaitu pelepah pisang dan bonggol pisang. Kedua bagian tersebut diambil karena sudah menjadi bahan tidak terpakai kembali. Bahan tersebut akan dibuat sebagai bahan pelapis akustik akustik pada interior. Keberhasilan ruang interior dinilai dari kemampuannya dalam menciptakan lingkungan yang dapat mengakomodasi kegiatan dalam ruang tersebut dan memberikan kenyamanan secara inderawi. Kenyamanan inderawi termasuk tuntutan ergonomic, salah satunya adalah kenyamanan akustik, yaitu yang berhubungan dengan suara dengan batasan kemampuan indera penderangan manusiaOleh karena itu perlu suatu perlakuan khusus terhadap ruang interior untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu cara untuk mencapai kenyamanan akustik adalah dengan mengurangi tingkat kebisingan dalam ruang melalui aplikasi pelapis akustik. Penelitian kali ini, parameter penilaian yang digunakan yaitu terlebih dahulu mengukur koefisien absorpsi untuk mengetahui seberapa besar bahan tersebut dapat menyerap atau memantulkan golombang suara. Dengan hipotesa yang menyatakan bahwa bahan dasar alami dapat menyerap gelombang suara, maka hasil dari pegujian material tersebut membuktikan bahwa bahan tersebut efektif dalam menyerap gelombang suara.
KAJIAN TERHADAP RUANG TATA PANGGUNG TEATER TRADISIONAL Anastasia Cinthya; Abraham Seno Bachrun
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.451 KB)

Abstract

ABSTRAKSebuah pertunjukkan kesenian terutama pertunjukkan teater sudah lama berkembang di jaman Yunani kuno. Bangsa Yunani kuno telah memikirkan sebuah ruang yang dapat mendukung pertunjukkan teater tersebut. Hingga saat ini bentuk - bentuk tata panggung pertunjukkan teater juga digunakan di Indonesia khususnya di daerah Jawa. Dimana perkembangan dunia hiburan tumbuh kembang di daerah Jawa yang tingkat populasinya lebih tinggi sebanding dengan pulau lain di Indonesia. Kajian pustaka ini lebih menfokuskan pada perbandingan tata letak panggung antara teater klasik (Yunani Kuno) dengan tata letak panggung yang berkembang di Indonesia.Kata Kunci : Teater Klasik, Teater Indonesia, Denah Panggung PertunjukanABSTRACTPerforming Arts, especially the theater has developed in ancient Greece. The Greeks have been thinking a space that can support the theater. Until now a form of theater stage design is also used in Indonesia, especially in Java. Which is, the development of the entertainment industry's growth in the area of Java that higher population level comparable to other islands in Indonesia. This literature review is focused on the comparison of the layout of the stage between the classical theaters (Ancient Greek) with the layout of the stage that developed in Indonesia.Keyword: Classic Theater, Indonesian Theater, Performing Art Stage Plan
BUILDING ENVELOPE COMPONENT TO CONTROL THERMAL INDOOR ENVIRONMENT IN SUSTAINABLE BUILDING: A REVIEW Abraham Seno Bachrun; Ting Zhen Ming; Anastasia Cinthya
SINERGI Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.532 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2019.2.001

Abstract

The engineering of building envelope aims is to achieve building energy efficiency which uses shading device to increase the shaded area. Also, to reduce heat gain by the building from solar radiation, this will reduce the energy load on the building. This paper aim to focuses on the deepening of technology of building envelope elements, and how the building envelope can control the thermal comfort as part of the indoor environment in a building that carries sustainability architecture. In conclusion, finally, reveal that the principles of passive design on building envelope have a great influence on the comfort level in the building. It is not possible to create a design that meets the thermal comfort requirements by emphasizing the design of building envelopes. The goal to be achieved in sustainable design is to minimize the use of the current design that takes much energy (almost14% world energy consumption) to address the issue of energy crisis lately.